Spiritual Leadership

Sikap Praktis Pemimpin Kristen (I)

Salah satu kalimat yang menarik perhatian saya tentang kepemimpinan ialah bahwa "setiap pemimpin akan menghadapi banyak kesulitan". Pernyataan ini memancing bermacam-macam reaksi untuk menentukan sikap dalam mengelola satu pekerjaan. Kesulitan selalu menyajikan alternatif baru bagi tiap pemimpin, yakni "maju" atau "mundur". Maju tidaknya seorang pemimpin, tergantung bagaimana ia memandang situasi itu, agar dari kesulitan yang datang menghasilkan perkara-perkara yang baru. Read more about Sikap Praktis Pemimpin Kristen (I)

Teladan Kepemimpinan Kristen (I)

Shalom,

Seorang pemimpin perlu menyadari bahwa tugas kepemimpinan mereka menuntut sikap yang patut diteladani oleh para pengikutnya. Salah satunya adalah sikap praktis seorang pemimpin ketika menghadapi tekanan atau kesulitan hidup. Tekanan hidup adalah bagian dari kehidupan umat manusia, termasuk pemimpin. Kegagalan atau kesuksesan seseorang berawal dari caranya memaknai tekanan hidup. Selain teladan dalam menghadapi tekanan hidup, pemimpin juga dituntut untuk memberikan teladan dalam hal mencintai pekerjaannya. Oleh karena itu, redaksi rindu membekali para pemimpin dengan artikel yang berfokus pada sikap pemimpin dalam mengatasi tekanan dari sudut pandang Alkitab. Simak juga inspirasi yang menggugah tentang arti penting mencintai pekerjaan kita. Mari jadikan hidup kita lukisan yang bermakna, agar bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Redaksi Tamu e-Leadership,
Truly Almendo Pasaribu

"Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." (Yohanes 13:15) Read more about Teladan Kepemimpinan Kristen (I)

Kepemimpinan Biblika (II)

Secara tradisional, Ezra dipandang sebagai pencetus Yudaisme. Dengan memberi penekanan pada peranan penting Taurat dalam hidup masyarakat, Ezra telah memberi fondasi yang solid dan kukuh terhadap Yudaisme. Inilah salah satu alasan mengapa bangsa Israel dapat bertahan di kemudian hari, ketika menghadapi pengaruh Helenisasi (pengaruh kebudayaan Yunani termasuk dalam tata cara hidup sangat dominan pada zaman itu, Red.) dan pengaruh budaya dan agama penguasa asing. Saat sejarah bangsa Israel yang kritis, Ezra tampil ke panggung sejarah dengan mendorong umat kembali kepada kitab suci. Gerakan reformasi yang dicetuskan Ezra berkaitan erat dengan munculnya rumah-rumah ibadat (sinagoge) di luar dan di dalam Palestina, yang berperan penting dalam reformasi tersebut. Peranan sinagoge sebagai pusat pendidikan Taurat berlangsung hingga masa pelayanan Yesus. Dalam Injil cukup sering Yesus diberitakan berada di sinagoge mengajar orang banyak. Bahkan sinagoge kemudian hari berfungsi sebagai tempat penyebaran Injil. Paulus selalu memulai pemberitaan Injil di tiap kota dengan mengunjungi sinagoge. Ibadah di sinagoge tidak hanya dihadiri warga Yahudi, melainkan juga warga bukan Yahudi. Berbagai etnis bukan Yahudi yang datang ke sinagoge terbagi dalam dua kelompok yakni proselit (Pengikut agama Yahudi baru, Red.) dan phobos tou Theou (orang yang takut akan Tuhan, Red). Read more about Kepemimpinan Biblika (II)

Model Kepemimpinan Alkitab (I)

Shalom,

Konsep kepemimpinan umum berbeda dengan konsep kepemimpinan yang ada di Alkitab. Konsep kepemimpinan umum identik dengan kekuasaan/wewenang, yang sering kali didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk memengaruhi orang lain. Akibatnya, banyak orang menganggap bahwa seorang pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang memiliki ciri-ciri khusus, seperti memunyai karisma dan daya persuasi yang sangat baik dalam menunjang aksi kepemimpinannya. Read more about Model Kepemimpinan Alkitab (I)

Pemimpin Adalah Pelayan

Sudah menjadi keharusan bahwa di dalam setiap kelompok masyarakat diperlukan seorang pemimpin. Hal ini tidak hanya berlaku dalam kelompok atau organisasi besar, tetapi juga dalam kelompok-kelompok kecil. Pemimpin dan kepemimpinan sekarang sudah menjadi kebutuhan penting dalam masyarakat modern. Read more about Pemimpin Adalah Pelayan

Memimpin Sampai Akhir (1 Samuel 12:1-25)

Tidak banyak pemimpin yang mengakhiri kepemimpinannya dengan baik. Ada yang jatuh di tengah jalan karena ambisi pribadi, ada pula yang jadi gila kuasa sehingga tidak mau turun, meski sudah waktunya.

Era hakim-hakim berakhir dan era kerajaan dimulai. Samuel sudah menghantar umat Israel sesuai dengan panggilannya sebagai hakim dan nabi. Saul sudah diterima dan dilantik sebagai raja. Berikutnya kepemimpinan Samuel akan dilanjutkan oleh Raja Saul. Bentuk dan cara kepemimpinan pasti berbeda, tetapi hal-hal esensial harus sama. Read more about Memimpin Sampai Akhir (1 Samuel 12:1-25)

Kepemimpinan Kristen Era Pascamodern (I)

Shalom,

Pascamodern menjadi suatu tantangan yang paling utama dan serius bagi pemimpin Kristen pada akhir abad XX. Bagi penganut pascamodernisme, tidak ada satu pun kebenaran yang objektif, sebaliknya semua kebenaran terbatas di antara kebenaran-kebenaran lainnya. Secara umum, dapat dikatakan bahwa pascamodern adalah suatu sikap menyeluruh, asumsi, dan merupakan pandangan dunia terhadap realitas yang ada.

Berkaitan dengan dengan itu, redaksi telah menyiapkan sebuah pengantar dasar untuk memahami pengertian mengenai istilah pascamodern dan karakteristik masyarakat pascamodern pada umumnya. Pembahasan tersebut akan menjadi awal edisi kali ini, sebelum masuk dalam pembahasan strategi pengembangan kepemimpinan Kristen di tengah-tengah era ini. Kiranya artikel dan inspirasi ini, menjadi wawasan untuk kita semakin lebih kritis, agar tidak terjebak ke pelbagai pandangan pascamodern saat ini. Read more about Kepemimpinan Kristen Era Pascamodern (I)

Rajawali

"Laksana rajawali melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah Tuhan sendiri menuntun, dan menyertai dia." (Ulangan 32:11)

Elang merupakan jenis unggas yang memunyai umur paling panjang di dunia, mencapai 70 tahun. Tetapi, untuk mencapai umur itu, seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke-40. Ketika itu cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya, sayapnya tidak lagi dapat terbang dengan baik karena semakin lebatnya bulu yang tumbuh. Pada saat inilah, elang harus mengambil keputusan: "Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan -- suatu proses panjang selama 150 hari". Read more about Rajawali

Pages

Komentar