Pemimpin, Pilihan Kecil Anda Berdampak Besar

Salah satu fungsi kepemimpinan yang paling mendasar adalah pengaruh untuk memilih. Seperti kerikil yang dilemparkan ke danau, para pemimpin setiap hari membuat pilihan yang beriak ke segala arah. Pilihan yang dibuat oleh para pemimpin, melalui tindakan atau tidak bertindak, kemungkinan besar akan mengubah lebih banyak kehidupan daripada yang dapat mereka bayangkan.

Berikut adalah tiga pilihan penting yang dihadapi pemimpin secara rutin.

1. Pilihan untuk Menyatukan

pilihan pemimpin

Pilihan Barnabas untuk membawa Saulus ke dalam tim kepemimpinan apostolik yang ketakutan, skeptis terhadap pertobatannya, mungkin merupakan salah satu tindakan yang paling berpengaruh dalam semua sejarah gereja (Kisah Para Rasul 9). Pilihannya untuk membela Saulus, sama seperti dia kemudian membela Yohanes Markus, memperluas jangkauan Injil dan memperdalam hubungan Kristen.

Pemimpin memiliki pengaruh unik untuk membangun jembatan di antara orang percaya. Sisi kemuliaan ini akan selalu menjadi kebutuhan bagi para pemimpin untuk melakukan kerja keras yang menyatukan orang-orang percaya yang mengalami keretakan hubungan. Berjalan-jalanlah di lorong-lorong gereja Anda pada hari Minggu pagi dan Anda akan bertemu dengan orang percaya yang terpisah dari orang percaya lainnya karena dosa, perselisihan, kesalahpahaman, atau sakit hati.

Paulus memohon kepada jemaat di Filipi untuk membantu membangun jembatan antara Euodia dan Sintikhe, "tolonglah perempuan-perempuan ini karena mereka telah bekerja keras bersamaku demi pelayanan Injil" (Filipi 4:3, AYT). Bahkan hamba-hamba yang saleh kadang-kadang akan mengalami persekutuan mereka retak. Menjadi agen rekonsiliasi adalah tugas yang sulit, tetapi memberikan kesempatan yang mulia untuk menjawab doa Kristus:

"Aku tidak hanya berdoa untuk mereka, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku melalui pemberitaan mereka, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau; supaya mereka juga menjadi satu di dalam Kita sehingga dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (Yohanes 17:20-21, AYT)

Pilihan untuk mengusahakan kesatuan -- atau tidak -- bergema dengan kekuatan spiritual. Pilihan apa yang akan Anda buat?

2. Pilihan untuk Mengejar Kerendahan Hati atau Memelihara Kesombongan

Kesombongan datang secara alami. Mencari posisi pengaruh dan kekuasaan adalah keinginan alami dari sifat berdosa (Markus 10:35-45). Berkendaralah di jalan raya selama lalu lintas padat dan Anda akan diingatkan bahwa watak alami umat manusia bukanlah untuk "anggaplah orang lain lebih penting daripada dirimu sendiri" (Filipi 2:3, AYT). Rendah hati adalah pilihan. Berapa banyak pelayanan Injil yang terhambat karena kita memilih untuk masuk ke dalam kesombongan daripada kerendahan hati?

Jonathan Edwards menulis sebuah esai yang besar pengaruhnya berjudul "Undetected Spiritual Pride: One Cause of Failure in Times of Great Revival" ("Kesombongan Rohani yang Tidak Terdeteksi: Salah Satu Penyebab Kegagalan di Masa Kebangkitan Besar." - Red.) Betapa mudahnya kita tergelincir ke dalam kesombongan yang dia gambarkan itu menakutkan. Edwards memperingatkan bahwa "orang yang sombong secara rohani menunjukkannya dalam menemukan kesalahannya pada orang-orang kudus lainnya .... Orang Kristen yang sangat rendah hati memiliki begitu banyak hal yang harus dilakukan di dalam keluarganya dan melihat begitu banyak kejahatan dalam dirinya sendiri sehingga dia cenderung tidak terlalu sibuk dengan hati orang lain." Para pemimpin gereja perlu secara teratur mengevaluasi kurikulum, pengkhotbah populer, kandidat untuk posisi kepemimpinan, pernikahan, dan banyak lagi. Tidak mungkin memimpin dengan baik tanpa mengevaluasi, tetapi kita harus berusaha dengan rendah hati menjaga hati kita dalam prosesnya, jangan sampai kita jatuh ke dalam sikap mencari-cari kesalahan.

Penggembalaan yang setia menuntut menghadapi dosa dan melakukan "percakapan yang sulit". Akan tetapi, bagi sebagian orang, ini menjadi topeng untuk semangat keras yang berakar pada kesombongan daripada kasih yang rendah hati. Para pemimpin tertentu tampaknya menyukai konfrontasi yang berani dan langsung, tetapi Edwards memperingatkan kita bahwa "Orang-orang Kristen yang hanyalah sesama cacing setidaknya harus memperlakukan satu sama lain dengan kerendahan hati dan kelembutan seperti Kristus memperlakukan mereka." Pilihan untuk mengusahakan kerendahan hati mencerminkan kemuliaan Allah di dalam Kristus. Mana yang akan Anda pilih?

3. Pilihan untuk Menaati Tuhan

Ketidaktaatan dalam kehidupan seorang pemimpin selalu beriak ke luar kehidupan pribadi mereka, ke keluarga, gereja, dan komunitas mereka.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Pilihan pemimpin untuk menaati Kristus -- atau tidak -- menimbulkan riak dalam kehidupan semua orang di sekitarnya. Perhatikan kehidupan Yunus. Pilihannya untuk pergi ke Tarsis daripada Niniwe mendorong Tuhan untuk mengirimkan badai besar, yang menyebabkan seluruh kru yang tidak percaya membuang barang-barang mereka ke laut karena takut akan kehilangan nyawa mereka. Ketidaktaatan Yunus membuat mereka kehilangan mata pencaharian. Ketidaktaatan dalam kehidupan seorang pemimpin selalu beriak ke luar kehidupan pribadi mereka, ke keluarga, gereja, dan komunitas mereka.

Di sisi lain, ketaatan reflektif terhadap panggilan dan perintah Allah akan menghasilkan riak berkat dalam kehidupan di sekitarnya. Pilihan Paulus untuk mengikuti perintah Allah untuk pergi ke Makedonia daripada ke Asia adalah sarana untuk membawa orang dari kematian kepada kehidupan (Kisah Para Rasul 16:6-10). Pilihan sang rasul untuk menaati Allah daripada pendirian agama Yahudi meletakkan visi kesetiaan kepada Kristus lebih daripada kepada pemerintah yang telah mengilhami orang-orang Kristen yang setia dari Eric Liddell hingga Dietrich Bonhoeffer (Kisah Para Rasul 4:19-20). Ketaatan dan ketidaktaatan tidak pernah hanya masalah pribadi; dalam kehidupan seorang pemimpin, mereka menjadi tindakan yang memengaruhi komunitas.

Para pemimpin, pengaruh Anda untuk memilih adalah salah satu karunia terbesar yang Allah berikan kepada Anda untuk kemuliaan-Nya dan kebaikan orang-orang yang Anda layani. Hindari bahaya membuat keputusan dengan gegabah, tanpa doa dan nasihat, tanpa memedulikan banyak orang yang akan terpengaruh oleh tindakan Anda atau dengan tidak bertindak apa-apa. Waspadalah terhadap kecenderungan untuk menjadi hiper-Calvinisme yang secara keliru menempatkan begitu banyak beban pada kedaulatan Allah sehingga mengurangi tanggung jawab Anda untuk menggembalakan dengan benar orang-orang yang telah ditetapkan oleh Allah. Daripada membiarkan beban pilihan menghancurkan Anda, biarkan itu menggerakkan Anda untuk berdoa, mencari nasihat yang bijaksana, dan bertumbuh dalam perjalanan Anda bersama Kristus -- agar pilihan Anda dapat mencerminkan terang dan kasih-Nya kepada dunia yang membutuhkannya.

Setiap pilihan seorang pemimpin meninggalkan riak. Pilihan apa yang akan kita buat? (t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : The Gospel Coalition
Alamat situs : https://thegospelcoalition.org/article/small-choices-big-effects/
Judul asli artikel : Leader, Your Small Choices Have Big Effects
Penulis artikel : Christopher Hemmerich
Kategori Bahan Indo Lead: 
Jenis Bahan Indo Lead: 
File: 

Komentar