Self Leadership

Kumpulan bahan untuk mengenali, menggali dan menjalankan kepemimpinan diri sendiri.

Hanya Sedikit yang Berakhir dengan Baik

Dalam sebuah pertandingan, bagaimana kita mengawali dan bagaimana kita berlari adalah hal penting. Namun, pada akhirnya, bagaimana kita mengakhiri pertandinganlah yang penting. Dalam presentasi penjualan, penting bagaimana kita memulai, dan bagaimana kita melakukan presentasi. Namun, akhirnya bagaimana kita menyelesaikannya, bagaimana kita menutup suatu penjualan itulah yang diperhitungkan. Read more about Hanya Sedikit yang Berakhir dengan Baik

Kunci Kepemimpinan Petrus

Dirangkum oleh: Truly Almendo Pasaribu

Banyak orang menyimpulkan bahwa pemimpin itu tergolong "makhluk langka". Cuma bisa dilahirkan, tidak mungkin dibentuk. Kemunculan seorang pemimpin yang memiliki atribut pemberani, bijak, visioner hanya bisa ditunggu, tidak mungkin direncanakan atau diusahakan.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa Allah tidak selalu memilih pemimpin berdasarkan atribut-atribut tersebut? Dia memakai orang yang mau dibentuk karakternya. Lihatlah kehidupan Petrus yang awalnya tidak memunyai kriteria pemimpin yang didambakan banyak orang. Petrus hanyalah seorang nelayan yang tidak berpendidikan. Dia bukanlah orang yang sangat religius seperti ahli-ahli Taurat pada zamannya. Terlebih lagi karakternya bukanlah karakter idaman -- dia sombong, tidak sabaran, dan sering sesumbar. Namun demikian, Allah memakainya dan menjadikannya tokoh pemimpin yang hebat pada masa gereja mula-mula. Mengapa Yesus bersedia menyerahkan tugas kepemimpinan kepada Petrus? Ada tiga alasan yang mendasari pilihan Yesus Read more about Kunci Kepemimpinan Petrus

Wawasan Kepemimpinan dari Rasul Paulus

Paulus menuliskan surat-suratnya kepada kelompok-kelompok kecil orang yang dikenalnya secara pribadi, yaitu Timotius, Titus, dan Filemon. Paulus juga menulis surat-surat kepada kelompok-kelompok besar pembaca, seperti jemaat di Roma, Korintus, dan Galatia. Surat-surat ini memberikan wawasan tentang mengapa pemimpin itu ada. Dia juga menambahkan wawasan tentang pengetahuan, keahlian, dan kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan pemimpin-pemimpin saat ini. Dalam setiap surat, Paulus mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan

Kepemimpinan Ezra: Tobat Nasional

Seperti Ezra, seorang pemimpin Kristen harus menyelidiki firman Tuhan sebagai sebuah perenungan atau meditasi rohani melalui doa dan saat teduh setiap hari. Roh Kudus akan memberi kekuatan mental melalui doa-doa yang kita naikkan. Sama seperti Ezra, pemimpin Kristen yang baik akan hancur hati -- meskipun bukan berarti berlarut-larut dalam kesedihan -- ketika melihat jemaat atau orang-orangnya jatuh dalam dosa. Dari hati yang hancur itulah muncul doa yang tulus kepada Tuhan. Ezra bin Seraya adalah

Kristus Menderita Dan Mati Untuk ... Mendapatkan Kebangkitan-Nya Sendiri Dari Kematian

Kematian Kristus bukan hanya mendahului kebangkitan-Nya, kematian-Nya tersebut merupakan harga yang harus dibayar untuk mendapatkan kebangkitan. Itulah alasan mengapa Ibrani 13:20 berkata bahwa Allah membangkitkan Dia dari kematian "oleh darah perjanjian yang kekal". "Darah perjanjian" yang dimaksud adalah darah Yesus. Seperti kata Yesus, "... inilah darah-Ku, darah perjanjian, ...." (Matius 26:28) Ketika Alkitab berbicara mengenai darah Yesus, Alkitab mengacu kepada kematian-Nya. Tidak ada keselamatan

Profil Kepemimpinan Nabi Nehemia (Bagian II)

Selain memiliki integritas dan visi yang tinggi (lihat kolom Artikel e-Leadership edisi 66), Nehemia juga memiliki beberapa karakter lain yang masih relevan untuk diterapkan pada masa kini. 1. Pembuat Keputusan yang Jelas Nehemia dapat membuat keputusan-keputusan yang jelas. Ia tidak menghindari kata-kata keras, melainkan berbicara langsung mengenai inti permasalahan dan membuat penilaian. Dan keputusan-keputusannya tidak berat sebelah; ia tidak memandang bulu. Ketika kecaman dibutuhkan, ia memberikannya

Pages

Komentar