Basic Life Skill

Kumpulan bahan untuk mengembangkan potensi dan seni kepemimpinan.

Daftar Ciri Khas Kepemimpinan Kristen

Kepemimpinan adalah perpaduan antara posisi kekuasaan yang ditentukan dan keterampilan untuk memotivasi orang lain. Organisasi-organisasi di seluruh dunia bergantung pada kemampuan kepemimpinan yang kuat untuk mencapai pertumbuhan dan kestabilan. Ciri-ciri pribadi maupun sosial, entah pembawaan dari lahir atau dipelajari, membentuk dasar keterampilan kepemimpinan ditambah tanggung jawab kepemimpinan di lingkungan Kristen. Organisasi-organisasi sekular mendapat keuntungan dari orang-orang Kristen yang memegang posisi kepemimpinan, akan tetapi baik orang Kristen maupun non-Kristen sama-sama menempatkan para pemimpin dengan standar tinggi. Read more about Daftar Ciri Khas Kepemimpinan Kristen

Pemimpin yang Baik Memiliki Strategi (I)

Jangan miliki tujuan, maka Anda akan melanggarnya setiap saat! Kita semua telah mendengarkan itu dari waktu ke waktu. Tetapi sayang, kebenarannya hanya sampai ke dalam hati sedikit orang! Tahukah Anda ke mana Anda pergi? Para pemimpin yang baik harus memiliki strategi. Mereka harus mengetahui bagaimana cara mengerjakan sesuatu. Read more about Pemimpin yang Baik Memiliki Strategi (I)

Antara Seni dan Kemenangan (Pengkhotbah 9:10; 11:6)

Setiap penggemar balap motor tentu tahu seorang pembalap yang bernama Valentino Rossi. Rossi lahir di Urbino, Italia, 16 Februari 1979. Dia adalah seorang pembalap yang hebat, karena telah memegang titel juara dunia di empat kelas yang berbeda, yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun. Bisa dikatakan bahwa dia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa. Oleh sebab itu, orang-orang memasukkan dirinya dalam kategori "legenda hidup". Ada dua prinsip hidup yang menarik untuk diperhatikan dan diteladani dari pribadi Rossi berkaitan dengan kariernya, yaitu: Bagi Rossi, balapan adalah "seni". Read more about Antara Seni dan Kemenangan (Pengkhotbah 9:10; 11:6)

Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi (II)

Catatan Redaksi: Dalam edisi lalu dicatat bahwa kualitas seorang pemimpin harus memiliki: kejujuran dan kesetiaan. Simaklah lanjutannya dalam artikel berikut ini.

3. Kemurahan Hati

Para pemimpin harus memuji pekerjaan yang sudah diselesaikan dengan baik. Kita semua membutuhkan tepukan di pundak secara terus-menerus dan kata-kata yang memberikan dorongan. Tetapi pujian memunyai efek yang baik dan yang buruk. "Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya." (Amsal 27:21)

Pujian adalah alat uji yang terbaik terhadap karakter seseorang. Jika seseorang dipenuhi oleh keangkuhan, jika mereka hanya mencari kemegahan dirinya sendiri dan lapar terhadap pengakuan, sebuah pujian hanya akan memperbesar kelemahannya. Sebaliknya, jika seseorang rendah hati dan bijaksana, sebuah kata-kata pujian akan dapat dipakai oleh Tuhan untuk mendorong mereka melakukan pelayanan yang lebih besar lagi bagi Kristus. Oleh sebab itu, para pemimpin harus mengenal setiap anggota mereka dan memperlakukan masing-masing sesuai dengan kebutuhan pribadinya. Read more about Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi (II)

Sumber Inspirasi

Baca: Filipi 2:1-11

Apa kesamaan Fransiskus Asisi, Ibu Teresa, dan Romo Mangun? Salah satu hal yang paling menonjol dari ketiganya adalah mereka rela meninggalkan kenyamanan hidup untuk tinggal dan melayani orang-orang miskin; baik di Eropa berabad-abad yang lalu, di India, maupun di Indonesia. Kita percaya mereka melakukannya karena iman kepada Kristus. Kita pun percaya inspirasi mereka datang dari peristiwa 2000 tahun lalu, pada suatu malam di Betlehem.

Malam itu, Allah Pencipta dan Penguasa semesta meninggalkan segala kemuliaan-Nya, berinkarnasi menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Bukan dalam rupa seorang raja, bangsawan, atau orang terhormat, melainkan sebagai anak dari sepasang wong cilik (rakyat jelata), yang bahkan tak sanggup menyewa tempat untuk melahirkan bayi dengan layak (Lukas 2:7). Paulus menggambarkan peristiwa ini dengan kalimat: "Dia mengosongkan diri-Nya" (ayat 6). Read more about Sumber Inspirasi

Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi (I)

Para pemimpin perlu memastikan orang-orang yang berada di bawah mereka senantiasa bertumbuh. Orang Kristen yang baru bertobat membutuhkan susu murni berupa firman Allah, kasih yang melimpah, perlindungan, rasa memiliki dalam keluarga Kristus, pelatihan-pelatihan mengenai cara menjalani hidup, dan lain sebagainya. Murid yang sedang bertumbuh membutuhkan kedisiplinan untuk bersaat teduh setiap hari, mendalami Alkitab secara konsisten, menghafal ayat Alkitab, dan juga bimbingan untuk berani bersaksi. Petobat baru ini juga harus diperkenalkan kepada gaya hidup yang melayani sesama.

Pekerja yang bertunas harus memantapkan dasarnya dalam doktrin iman, memperdalam kehidupannya kepada kesucian dan kekudusan, dan menajamkan kecakapan pelayanannya; mereka juga harus memiliki komitmen yang kukuh kepada ketuhanan Kristus dan visi yang jelas mengenai citra diri dan potensi tiap-tiap individu. Akhirnya, setiap calon pemimpin membutuhkan pelatihan khusus untuk ketegasan dalam kepemimpinan yang mandiri. Jika kumpulan orang-orang ini -- orang-orang Kristen baru, murid-murid yang bertumbuh, pekerja-pekerja yang bertunas, dan calon-calon pemimpin -- merasakan bahwa mereka berada di dalam perhatian orang-orang yang berkomitmen untuk menolong mereka bertumbuh dan berkembang, maka moral dan motivasi mereka akan meningkat. Read more about Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi (I)

Bijak Mengambil Keputusan (1 Samuel 20:1-9, 14-17)

Seseorang menuliskan, "Tertawa berisiko memperlihatkan kebodohan. Menangis berisiko memperlihatkan kecengengan. Bertemu orang lain berisiko memperlihatkan keterlibatan. Menunjukkan perasaan berisiko menunjukkan diri Anda yang sebenarnya. Mengemukakan gagasan-gagasan, impian-impian Anda di hadapan umum berisiko kehilangan mereka. Mencintai berisiko untuk tidak dicintai. Hidup berisiko mati. Berharap berisiko putus asa. Mencoba berisiko gagal." Artinya, semua keputusan dan tindakan yang kita ambil dalam hidup ini menghasilkan risiko. Read more about Bijak Mengambil Keputusan (1 Samuel 20:1-9, 14-17)

Delapan Kiat Melihat Kegagalan

Bagaimana Anda memandang kegagalan dalam hidup Anda? Pada suatu tengah malam, saya pernah merenungkan berbagai kegagalan yang pernah saya lakukan dan menemukan delapan hal yang penting. Pertama, kegagalan bukan akhir dari segalanya, jika kita mau bangkit dan terus melangkah. Kedua, kegagalan merupakan hal yang sangat wajar dan dialami semua orang. Ketiga, kegagalan membuktikan ada yang keliru dalam upaya kita mencapai tujuan. Dengan demikian, kita harus memperbaiki proses yang salah itu jika ingin melangkah lagi. Read more about Delapan Kiat Melihat Kegagalan

Pages

Komentar