Pemimpin yang Baik Memiliki Strategi (I)
Jangan miliki tujuan, maka Anda akan melanggarnya setiap saat! Kita semua telah mendengarkan itu dari waktu ke waktu. Tetapi sayang, kebenarannya hanya sampai ke dalam hati sedikit orang! Tahukah Anda ke mana Anda pergi? Para pemimpin yang baik harus memiliki strategi. Mereka harus mengetahui bagaimana cara mengerjakan sesuatu.
Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi (II)
Catatan Redaksi: Dalam edisi lalu dicatat bahwa kualitas seorang pemimpin harus memiliki: kejujuran dan kesetiaan. Simaklah lanjutannya dalam artikel berikut ini.
3. Kemurahan Hati
Para pemimpin harus memuji pekerjaan yang sudah diselesaikan dengan baik. Kita semua membutuhkan tepukan di pundak secara terus-menerus dan kata-kata yang memberikan dorongan. Tetapi pujian memunyai efek yang baik dan yang buruk. "Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya." (Amsal 27:21)
Pujian adalah alat uji yang terbaik terhadap karakter seseorang. Jika seseorang dipenuhi oleh keangkuhan, jika mereka hanya mencari kemegahan dirinya sendiri dan lapar terhadap pengakuan, sebuah pujian hanya akan memperbesar kelemahannya. Sebaliknya, jika seseorang rendah hati dan bijaksana, sebuah kata-kata pujian akan dapat dipakai oleh Tuhan untuk mendorong mereka melakukan pelayanan yang lebih besar lagi bagi Kristus. Oleh sebab itu, para pemimpin harus mengenal setiap anggota mereka dan memperlakukan masing-masing sesuai dengan kebutuhan pribadinya.
Kapabilitas Kepemimpinan Kristen (I)
Seorang pemimpin perlu memahami definisi konsep kepemimpinan Kristen, agar kepemimpinan menjadi lebih profesional dan spiritual. James MacGregor Burns mengatakan, "Kepemimpinan adalah salah satu fenomena yang paling banyak diamati orang dan paling sedikit dipahami di dunia ini" [1].
Delapan Kiat Melihat Kegagalan
Bagaimana Anda memandang kegagalan dalam hidup Anda? Pada suatu tengah malam, saya pernah merenungkan berbagai kegagalan yang pernah saya lakukan dan menemukan delapan hal yang penting. Pertama, kegagalan bukan akhir dari segalanya, jika kita mau bangkit dan terus melangkah. Kedua, kegagalan merupakan hal yang sangat wajar dan dialami semua orang. Ketiga, kegagalan membuktikan ada yang keliru dalam upaya kita mencapai tujuan. Dengan demikian, kita harus memperbaiki proses yang salah itu jika ingin melangkah lagi.
Kapabilitas Kepemimpinan Kristen (II)
Catatan Redaksi: "Selain memiliki kapabilitas kepemimpinan dan berorganisasi, seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan untuk mengelola, melihat visi, dan menentukan kebijakan untuk memperlengkapi diri bila ingin meningkatkan kapabilitas kepemimpinan, sehingga semakin lebih efektif."
Ketiga, Kemampuan mengelola. Kepemimpinan yang memiliki kemampuan manajemen merupakan unsur penting dalam suatu organisasi. Tanpa hal ini, organisasi menjadi kacau dan tujuan tidak akan tercapai. Kartono mengatakan, "Manajemen adalah inti dari administrasi; sedangkan kepemimpinan adalah inti dari manajemen" [23]. Arti kata "manajemen" berasal dari kata Latin "manus" yang berarti "tangan". Jadi, manajemen artinya "cara menangani suatu tugas" [24]. Dengan demikian, manajemen adalah satu tindakan menangani, mengontrol, mengarahkan, mengelola suatu pekerjaan/aktivitas demi mencapai tujuan yang ditetapkan [25].
Antara Seni dan Kemenangan (Pengkhotbah 9:10; 11:6)
Setiap penggemar balap motor tentu tahu seorang pembalap yang bernama Valentino Rossi. Rossi lahir di Urbino, Italia, 16 Februari 1979. Dia adalah seorang pembalap yang hebat, karena telah memegang titel juara dunia di empat kelas yang berbeda, yang diraihnya dalam waktu tujuh tahun. Bisa dikatakan bahwa dia adalah salah seorang pembalap tersukses sepanjang masa. Oleh sebab itu, orang-orang memasukkan dirinya dalam kategori "legenda hidup". Ada dua prinsip hidup yang menarik untuk diperhatikan dan diteladani dari pribadi Rossi berkaitan dengan kariernya, yaitu: Bagi Rossi, balapan adalah "seni".
Nilai Sebuah Motivasi
Mendapati seseorang ketika sedang melakukan berbagai hal dengan sungguh-sungguh merupakan konsep manajemen yang ampuh. Sayangnya, kebanyakan pemimpin pandai memergoki orang ketika sedang melakukan berbagai hal dengan keliru.
Jelajah Buku: Kepemimpinan Rohani
| Judul buku | : | Kepemimpinan Rohani | |||
| Judul asli buku | : | Spiritual Leadership | |||
| Penulis | : | J. Oswald Sanders | |||
| Penerjemah | : | Drs. Chris J. Samuel dan Drs. Ganda Wargasetia | |||
| Penerbit | : | Kalam Hidup, Bandung 1979 | |||
| Ukuran | : | 12 cm x 18 cm | |||
| Tebal | : | 175 halaman |
Pemimpin-pemimpin rohani saat ini semakin banyak, namun belum semua pemimpin rohani memiliki kualitas rohani maupun kualitas kepemimpinan yang tinggi. Beberapa pemimpin terlihat masih kurang terampil dalam memimpin jemaat maupun mengatur struktur organisasi. Dengan demikian, pemimpin-pemimpin rohani sebaiknya membenahi diri dan memperbaiki integritas kepemimpinannya. Untuk mewujudkan pemimpin-pemimpin rohani yang kompeten, Anda dapat membaca buku tulisan J. Oswald Sanders yang berjudul Kepemimpinan Rohani.