11 Cara Memastikan Anda Meninggalkan Warisan yang Menghormati Allah

Bukanlah rahasia bahwa menjalani hidup ini dengan warisan yang memuliakan Allah bukanlah sesuatu yang bersifat otomatis, dan tentu saja tidak mudah. Jadi, pada usia 20-an, lalu 30-an, lalu juga pada usia 40-an, saya meminta sejumlah orang Kristen yang lebih tua untuk menunjukkan kepada saya bagaimana melakukannya. Untungnya, mereka bersedia!

Menyelesaikan Hidup dengan Baik dengan Warisan yang Memuliakan Allah

Beberapa bulan sebelum kematiannya, penulis buku terlaris dan konsultan internasional, Dr. Ted W. Engstrom, mengundang saya untuk menghabiskan satu hari bersama-sama, hanya kami berdua. Penglihatannya kabur, tetapi pikirannya masih tajam. Selama berjam-jam, dia bercerita tentang hal-hal yang paling melekat pada hatinya.

meninggalkan warisan

Di antaranya, Ted memberi tahu saya tentang perjanjian yang dia, Billy Graham, dan Bill Bright buat beberapa dekade sebelumnya, sebelum mereka menjadi terkenal. "Kami berjanji satu sama lain bahwa kami akan menyelesaikan hidup dengan baik," kata Dr. Engstrom sambil tersenyum. "Dan, pikirkan saja, Bill Bright melakukannya! Billy Graham meyakinkan saya bahwa dia akan setia sampai akhir. Dan, saya sepenuhnya berniat untuk melakukan hal yang sama!"

Berbicara tentang warisan abadi yang menghormati Allah.

Salah satu pakar terkemuka dalam masalah kepemimpinan, Dr. J. Robert Clinton, telah menginvestasikan sebagian besar kariernya untuk menganalisis mengapa orang menyelesaikan, atau tidak menyelesaikan, hidup dengan baik. Selama bertahun-tahun, dia telah melakukan studi banding terhadap lebih dari delapan ratus kehidupan pemimpin Kristen. Kesimpulannya: "Hanya sedikit pemimpin yang menyelesaikan hidupnya dengan baik."

Mengapa?

6 Cara Umum untuk Menghancurkan Warisan Seseorang menurut Clinton

  1. Penyalahgunaan uang
  2. Penyalahgunaan kekuasaan
  3. Kebanggaan yang tidak terkendali
  4. Hubungan seksual terlarang
  5. Masalah keluarga yang tidak terselesaikan
  6. Stagnansi karena dosa atau kehilangan visi

Untungnya, Clinton tidak berhenti di situ.

Dia juga menyebutkan 5 alasan mengapa orang bisa menyelesaikan hidup dengan baik dan meninggalkan warisan yang memuliakan Allah. Kelimanya dapat dilihat dalam kehidupan Bill Bright, Ted Engstrom, Billy Graham, dan banyak orang lainnya.

5 Cara untuk Memastikan Warisan yang Menghormati Allah menurut Clinton

7. Layanilah Allah sepanjang hidup Anda.

Ketika Maria dan Yusuf membawa bayi Yesus ke Bait Suci, mereka bertemu dengan dua orang kudus yang sangat tua. Simeon memegang janji Tuhan bahwa dia tidak akan mati sampai dia melihat Mesias dari Tuhan. Hana tidak memiliki jaminan seperti itu, tetapi, seperti banyak orang lain, dia tahu bahwa waktu kedatangan Mesias sudah dekat. Sementara mereka menunggu, mereka menjalani kehidupan yang benar dan saleh, berjalan dengan Allah dalam ketaatan, dan menyembah-Nya dengan sepenuh hati.

Lebih lanjut tentang Simeon dan Hana yang melayani Allah sampai tua: Lukas 2:21-38

8. Jagalah hati Anda tetap terbuka terhadap perjumpaan dengan Allah.

Di antara banyak pujiannya, suami Maria, Yusuf, memercayai apa yang Tuhan ungkapkan kepadanya dalam serangkaian mimpi, betapa pun luar biasanya pewahyuan itu. Setiap kali, Yusuf dengan cepat menerjemahkan kepercayaannya ke dalam tindakan -- dengan risiko besar yang harus ditanggungnya. Tidak sekali pun Kitab Suci mencatat bahwa Yusuf ragu-ragu untuk segera mengikuti pimpinan Allah. Seperti Yusuf, Anda dan saya memiliki pilihan untuk dibuat. Setiap hari, akankah kita memilih kehendak dan jalan Allah tanpa peduli berapa pun harganya? Atau, akankah hari ini kita memutuskan untuk melangkah dengan cara kita sendiri?

Lebih lanjut tentang hati Yusuf yang terbuka terhadap perjumpaan dengan Allah: Matius 1:18-25 dan Matius 2:13-23

9. Berdedikasilah dan disiplin setiap hari.

Timotius cukup muda untuk dipertanyakan pelayanannya, tetapi cukup dewasa dalam imannya untuk dipercaya dengan kepemimpinan rohani dan pelatihan dari gereja di kota besar. Meskipun ayah Timotius tampaknya bukan seorang Kristen, ibu dan neneknya yang Yahudi telah memenuhi hati dan pikiran mudanya dengan Kitab Suci. Pada saat dia bertemu dengan Paulus, Timotius sudah siap untuk mengubah pengetahuan alkitabiahnya yang lengkap menjadi pelayanan aktif bagi Tuhan.

Lebih lanjut tentang dedikasi dan disiplin Timotius: Kisah Para Rasul 16:1-4, 2 Timotius 1:5, 2 Timotius 3:15

10. Tetaplah berkomitmen untuk belajar sepanjang hayat.

Betapa pun cemerlangnya dia, Apolos belum mendengar seluruh pesan Yesus Kristus. Seperti seseorang yang telah membaca dua buku pertama dari sebuah trilogi, Apolos perlu diisi dengan kesimpulan yang menarik. Priskila dan Akwila memberinya kabar baik bahwa masih ada lebih banyak hal lagi dalam memercayai Yesus sebagai Mesias. Ada lebih dari sekadar mengikuti baptisan Yohanes untuk menunjukkan keinginan seseorang untuk menjadi benar di hadapan Allah. Sekarang, keinginan itu bisa terpenuhi!

Terlepas dari pencapaiannya yang mengesankan, Apolos tidak pernah berasumsi bahwa dia tahu semuanya. Dia merendahkan dirinya, dan pelayanannya bertumbuh sesuai dengan hal tersebut. Apolos merupakan contoh luar biasa dari seorang pria Kristen yang berkomitmen untuk belajar sepanjang hayat. Siapkah Anda untuk melakukan hal yang sama?

Lebih lanjut tentang pembelajaran seumur hidup Apolos: Kisah Para Rasul 18

11. Milikilah banyak mentor dalam hidup.

Setiap hari, akankah kita memilih kehendak dan jalan Allah tanpa peduli berapa pun harganya?
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Ketika saya bertanya kepada Dr. Engstrom tentang poin terakhir ini, dia memberi tahu saya tentang bagaimana dia telah dibimbing selama bertahun-tahun, serta tentang bagaimana dia dengan sengaja membimbing orang lain sepanjang masa dewasanya. Bahkan, ketika dia kehilangan penglihatannya, dia dengan senang hati terus bertemu dengan orang lain, berbicara dengan mereka melalui telepon, dan melakukan banyak korespondensi. Dia tidak berhenti sampai sesaat sebelum kematiannya. Seperti Rasul Paulus, dia dapat berkata, "Aku telah bertarung dalam pertarungan yang baik; aku telah mengakhiri pertandingan; aku telah memelihara iman." (2 Timotius 4:7, AYT).

Saya tidak akan pernah melupakan kegembiraannya. Beberapa dekade sebelumnya, Dr. Engstrom membuat janji, tetapi entah bagaimana menepati janji itu bukanlah beban atau kewajiban. Sebaliknya, itu tampaknya menjadi rahasia dari antusiasme dan vitalitasnya. Saya telah melihat para atlet menunjukkan senyum yang sama setelah meraih kemenangan besar. Namun, melihatnya terpancar dari seseorang yang menjelang akhir hayatnya, itu menjadi lebih mengharukan, setidaknya bagi saya.

Siapkah Anda untuk memastikan bahwa Anda memiliki warisan yang menghormati Allah? Jika demikian, silakan tandai artikel ini untuk dibaca dan ditinjau ulang, tahun demi tahun. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Church Leaders
Alamat situs : https://churchleaders.com/pastors/pastor-articles/397018-11-ways-to-ensure-a-god-honoring-legacy.html
Judul asli artikel : 11 Ways to Ensure You Leave a Legacy That Honors God
Penulis artikel : David Sanford
Kategori Bahan Indo Lead: 
Jenis Bahan Indo Lead: 
File: 

Komentar