s_salam

Editorial

Shalom, Jika Anda ingin diperhatikan, janganlah mengejar perhatian. Kira-kira seperti itulah kesimpulan dari artikel mengenai pelajaran kepemimpinan dari Yesus yang sudah kami siapkan di bawah ini. Dengan Markus 9:33-35 sebagai dasar, penulis menjelaskan maksud Yesus bahwa jalan terbaik untuk berhasil sebagai seorang pemimpin adalah bersikap rendah hati dan berusaha menghargai orang lain. Sekali lagi saya katakan, apa yang sudah kami sajikan ini hanya sedikit dari banyak pelajaran kepemimpinan yang

Editorial

Shalom, Halo, apa kabar Pembaca pada tahun yang baru ini? Semoga baik-baik saja dan tetap bersukacita. Selama tahun 2010 ini, e-Leadership akan menyajikan pelajaran-pelajaran kepemimpinan dari tokoh-tokoh Alkitab. Nah, untuk mengawalinya, di dua edisi perdana tahun ini kami sudah menyiapkan beberapa prinsip kepemimpinan yang diambil dari teladan yang diberikan Tuhan Yesus. Dalam edisi perdana tahun ini, kami sudah menyiapkan sebuah pelajaran kepemimpinan dari Yesus di Matius 7:3-5. Di situ dikatakan

Editorial

Shalom, Seorang pemimpin perlu memiliki kepercayaan diri. Logikanya sederhana, tidak mungkin orang lain akan memercayai seorang pimpinan jika dia sendiri saja tidak percaya pada diri sendiri. Atas dasar itu, e-Leadership bulan ini akan menyajikan bahan-bahan bertemakan kepercayaan diri. Semoga dapat menambah wawasan Anda dan membantu Anda untuk dapat lebih percaya diri dalam melakukan tugas kepemimpinan Anda. Untuk edisi pertama bulan ini, kami sudah menyiapkan sebuah artikel berjudul "Percaya Diri

Editorial

Shalom, Dalam edisi lalu, kita sudah melihat bersama-sama mengenai beberapa alasan mengapa kita harus menepati janji-janji yang sudah kita katakan. Nah, kami harap sajian kali ini dapat semakin memantapkan kita untuk dapat menepati setiap perkataan dan janji yang kita ucapkan. Seorang pemimpin adalah figur dan panutan dari orang-orang yang dipimpinnya. Jika seorang pemimpin Kristen tidak dapat dipercaya lagi karena perkataannya hanya sebuah kebohongan, tentu akibatnya sangat tidak baik bagi generasi

Editorial

Shalom, Sepertinya mudah sekali mengucapkan sebuah janji kepada siapa saja dan kapan saja. Seolah-olah janji bukanlah sesuatu yang serius. Akhirnya, tidak semua janji yang kita ucapkan itu dapat kita hidupi dan lakukan. Padahal, memegang janji itu menunjukkan cerminan diri kita yang sebenarnya, apakah kita termasuk orang yang memiliki moral yang baik atau sebaliknya. Banyak sekali aspek penting dan contoh-contoh dalam Alkitab yang secara implisit maupun eksplisit memberikan contoh konkret gambaran

Editorial

Shalom, Dalam edisi lalu, kita sudah melihat bersama-sama mengenai mengapa kita membutuhkan seorang pemimpin. Nah, kami harap sajian kali ini semakin dapat membakar para pemimpin Kristen untuk membentuk pemimpin-pemimpin baru demi masa depan komunitas Kristen. Kepemimpinan Kristen perlu diteruskan. Jika kepemimpinan Kristen berhenti hanya pada beberapa orang, krisis kepemimpinan Kristen akan terjadi. Akibatnya tentu saja tidak baik. Generasi muda akan kehilangan arah hidup mereka; hidup mereka jauh

Editorial

Selama ini kita banyak membahas mengenai pemimpin yang harus memiliki visi, kesabaran, disiplin, dll.. Dibahas pula tentang bagaimana seorang pemimpin harus memimpin, yaitu dengan penuh kasih, mengambil keputusan yang baik, mengenal orang-orang yang dipimpin, dll.. Namun, pernahkah kita menyadari mengapa seorang pemimpin itu dibutuhkan? Pertanyaan inilah yang akan dijawab oleh artikel yang sudah kami siapkan. Semoga memotivasi Anda untuk menjadi pemimpin yang baik. Selain itu, jika Anda lihat dalam

Editorial

Shalom, Seorang atlet lari akan berlari dengan sangat cepat dan kencang tanpa menghiraukan yang lainnya, dengan tujuan menjadi yang pertama dalam mencapai garis akhir. Demikian juga untuk mendapatkan sebuah keberhasilan, semua harus diawali dengan antusiasme, dan dengan antusiasme tersebut kita pun terpacu untuk bekerja lebih keras lagi demi mencapai tujuan. Berapa banyak dari kita yang mau berhasil? Mungkin setiap orang mau berhasil, tapi tidak setiap orang mau bekerja keras dan mau mengikuti setiap

Editorial

Shalom, Setiap pemimpin pasti berupaya mencapai sasaran dari visi yang dimilikinya, sekalipun banyak tantangan dari luar maupun dari diri sendiri yang sering kali menjadi penghambat untuk berkembang. Tantangan terbesar bagi seorang pemimpin adalah menjaga integritas dan menjadi teladan serta tetap bertahan dalam keadaan apa pun dengan penuh antusias. Situasi dan kondisi yang seperti inilah yang biasanya membuat seorang pemimpin kehilangan arah dan tujuan dalam upaya mewujudkan visi tersebut. Artikel

Pages

Komentar