Inspirasi

Delapan Kiat Melihat Kegagalan

Bagaimana Anda memandang kegagalan dalam hidup Anda? Pada suatu tengah malam, saya pernah merenungkan berbagai kegagalan yang pernah saya lakukan dan menemukan delapan hal yang penting. Pertama, kegagalan bukan akhir dari segalanya, jika kita mau bangkit dan terus melangkah. Kedua, kegagalan merupakan hal yang sangat wajar dan dialami semua orang. Ketiga, kegagalan membuktikan ada yang keliru dalam upaya kita mencapai tujuan. Dengan demikian, kita harus memperbaiki proses yang salah itu jika ingin melangkah lagi. Read more about Delapan Kiat Melihat Kegagalan

Mencintai Pekerjaan

"Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23)

Bill Dudley adalah seorang karyawan restoran cepat saji "McDonald's" cabang Mold, Wales Barat, Inggris. Meski pekerjaan yang ditekuninya tak lebih dari mengelap meja dan menyapa pelanggan restoran cepat saji "McDonald's", lelaki berusia 86 tahun ini selalu ramah pada setiap pelanggan. Dudley memang bukan karyawan biasa. Ia adalah karyawan tertua di jaringan restoran "McDonald's" di seantero Inggris. Di dalam tubuhnya sudah tertanam alat pacu jantung plus alat pencegah kram jantung. Lututnya pun sudah disangga alat khusus. Atas pertimbangan kesehatan, anggota angkatan laut Inggris ini hanya bekerja pada hari Rabu dan Kamis, hanya 6 jam seminggu. "Saya senang sekali pekerjaan ini, saya suka berbicara dan berjumpa dengan banyak orang," kata Dudley. Asisten manajer cabang "McDonald's" setempat, Terry Johnson, pun berkomentar: "Bill Dudley adalah wajah bisnis 'McDonald's' di sini. Pelanggan kami pun senang dengan keberadaannya. Ia adalah karyawan yang baik." Read more about Mencintai Pekerjaan

Dukung Pemimpin Kita

Dalam perayaan 100 tahun Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2008 lalu, Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, secara khusus menciptakan sebuah lagu penyemangatan. Judulnya "Majulah Negeriku". Sebuah lagu yang mengajak seluruh komponen bangsa untuk bangkit dan berjuang bersama, mengubah masa depan demi kesejahteraan anak cucu. Sebuah lagu yang sarat keyakinan, bahwa Indonesia bisa bangkit menjadi negara yang makmur! Sebuah semangat dan kerinduan seorang pemimpin, yang hanya bisa terwujud jika didukung dan dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh bangsa. Read more about Dukung Pemimpin Kita

Memimpin Sampai Akhir (1 Samuel 12:1-25)

Tidak banyak pemimpin yang mengakhiri kepemimpinannya dengan baik. Ada yang jatuh di tengah jalan karena ambisi pribadi, ada pula yang jadi gila kuasa sehingga tidak mau turun, meski sudah waktunya.

Era hakim-hakim berakhir dan era kerajaan dimulai. Samuel sudah menghantar umat Israel sesuai dengan panggilannya sebagai hakim dan nabi. Saul sudah diterima dan dilantik sebagai raja. Berikutnya kepemimpinan Samuel akan dilanjutkan oleh Raja Saul. Bentuk dan cara kepemimpinan pasti berbeda, tetapi hal-hal esensial harus sama. Read more about Memimpin Sampai Akhir (1 Samuel 12:1-25)

Rajawali

"Laksana rajawali melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah Tuhan sendiri menuntun, dan menyertai dia." (Ulangan 32:11)

Elang merupakan jenis unggas yang memunyai umur paling panjang di dunia, mencapai 70 tahun. Tetapi, untuk mencapai umur itu, seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke-40. Ketika itu cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya, sayapnya tidak lagi dapat terbang dengan baik karena semakin lebatnya bulu yang tumbuh. Pada saat inilah, elang harus mengambil keputusan: "Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan -- suatu proses panjang selama 150 hari". Read more about Rajawali

Perwujudan Keteladanan

Kalau Anda ingin orang lain berbuat baik kepada Anda, berbuat baiklah dulu kepada mereka. Kalau Anda ingin orang lain bersikap sopan terhadap Anda, bersikap sopanlah dulu terhadap mereka. Kalau Anda ingin orang lain tersenyum kepada Anda, tersenyumlah lebih dulu kepada mereka.

Ratusan tahun sebelum masehi, seorang guru dari China, Lao Tzu, pernah memberikan sebuah nasihat yang hingga kini masih berlaku dalam membina hubungan antar manusia, "perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda diperlakukan." Aturan ini sering dikenal dengan sebutan "Pedoman Emas".

Secara natural, manusia cenderung bereaksi sebagaimana diharapkan orang lain. Misalnya, ketika saya memperlakukan Anda sebagai orang baik, tentu Anda akan bereaksi sebagai orang baik. Charles C. Manz dalam bukunya "The Leadership Wisdom of Jesus" mengatakan: cara Anda memperlakukan orang lain dapat menjadi bentuk pemenuhan diri. Sebagai seorang pemimpin, Anda akan menemukan apa yang Anda cari dalam diri orang lain. Pernahkah Anda mengalaminya? Read more about Perwujudan Keteladanan

Pages

Komentar