Mencintai Pekerjaan

"Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:23)

Bill Dudley adalah seorang karyawan restoran cepat saji "McDonald's" cabang Mold, Wales Barat, Inggris. Meski pekerjaan yang ditekuninya tak lebih dari mengelap meja dan menyapa pelanggan restoran cepat saji "McDonald's", lelaki berusia 86 tahun ini selalu ramah pada setiap pelanggan. Dudley memang bukan karyawan biasa. Ia adalah karyawan tertua di jaringan restoran "McDonald's" di seantero Inggris. Di dalam tubuhnya sudah tertanam alat pacu jantung plus alat pencegah kram jantung. Lututnya pun sudah disangga alat khusus. Atas pertimbangan kesehatan, anggota angkatan laut Inggris ini hanya bekerja pada hari Rabu dan Kamis, hanya 6 jam seminggu. "Saya senang sekali pekerjaan ini, saya suka berbicara dan berjumpa dengan banyak orang," kata Dudley. Asisten manajer cabang "McDonald's" setempat, Terry Johnson, pun berkomentar: "Bill Dudley adalah wajah bisnis 'McDonald's' di sini. Pelanggan kami pun senang dengan keberadaannya. Ia adalah karyawan yang baik."

Ada banyak alasan mengapa seseorang tetap bertahan dengan pekerjaannya: tawaran gaji besar, lokasi dekat dengan rumah, dan prospek masa depan (jenjang karier) yang menjanjikan. Meski terdengar masuk akal, ternyata semua alasan tersebut tidaklah benar-benar menjamin seseorang tetap bertahan, apalagi jika kemudian datang tawaran yang lebih baik -- gaji lebih besar, lebih dekat rumah, dan jenjang karier yang menjanjikan. Maka satu-satunya alasan mengapa seseorang tetap bertahan adalah karena ia mencintai pekerjaan tersebut sebagaimana ditunjukkan oleh Bill Dudley. Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, rasul Paulus menunjukkan alasan mengapa kita harus mencintai setiap pekerjaan yang kita lakukan, yakni pemahaman bahwa setiap pekerjaan sebenarnya merupakan suatu bentuk pelayanan kepada Tuhan. Itulah sebabnya ia menulis. "Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya."

Hari ini, cintailah setiap pekerjaan yang telah dipercayakan Tuhan kepada kita. Apa pun itu, lakukanlah dengan penuh sukacita dan ucapan syukur seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Diambil dari:

Judul buku: Renungan Pagi, Juli 2011
Penulis: RYU
Penerbit: ANDI, Yogyakarta 2011
Halaman: 10
Kategori Bahan Indo Lead: 
Jenis Bahan Indo Lead: 
File: 

Komentar