e-Leadership 092 - Kepemimpinan yang Melayani (I)

Kepemimpinan yang Melayani (I)

Shalom,

Alkitab memberikan sosok keteladanan yang nyata mengenai tindakan melayani dalam rancangan praktik kepemimpinan. Kepemimpinan Agung Yesus sarat dengan keteladanan yang nyata yaitu kepemimpinan yang melayani. Pelajaran kepemimpinan yang paling berharga adalah ketika Yesus mengajarkan bahwa seorang pemimpin hendaknya orang yang mau melayani, bukan justru minta dilayani, sebab melayani adalah simbol kepemimpinan yang mulia. Pemimpin yang punya hati sebagai hamba adalah seorang pemimpin yang besar. Read more about Kepemimpinan yang Melayani (I)

Perwujudan Keteladanan

Kalau Anda ingin orang lain berbuat baik kepada Anda, berbuat baiklah dulu kepada mereka. Kalau Anda ingin orang lain bersikap sopan terhadap Anda, bersikap sopanlah dulu terhadap mereka. Kalau Anda ingin orang lain tersenyum kepada Anda, tersenyumlah lebih dulu kepada mereka.

Ratusan tahun sebelum masehi, seorang guru dari China, Lao Tzu, pernah memberikan sebuah nasihat yang hingga kini masih berlaku dalam membina hubungan antar manusia, "perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda diperlakukan." Aturan ini sering dikenal dengan sebutan "Pedoman Emas".

Secara natural, manusia cenderung bereaksi sebagaimana diharapkan orang lain. Misalnya, ketika saya memperlakukan Anda sebagai orang baik, tentu Anda akan bereaksi sebagai orang baik. Charles C. Manz dalam bukunya "The Leadership Wisdom of Jesus" mengatakan: cara Anda memperlakukan orang lain dapat menjadi bentuk pemenuhan diri. Sebagai seorang pemimpin, Anda akan menemukan apa yang Anda cari dalam diri orang lain. Pernahkah Anda mengalaminya? Read more about Perwujudan Keteladanan

Simbol Kepemimpinan yang Mulia

"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Matius 20:28)

Dalam masyarakat ada banyak teori atau ukuran yang dituntut mengenai kepemimpinan. Seorang pemimpin harus begini, harus begitu, harus memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu. Di kalangan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) ada sebelas asas kepemimpinan ABRI yang terkenal itu, seperti ambeg parama arta, waspada purba wasesa adalah simbol kepemimpinan wasesa, prasaja, satya, dll.. Ada asas kepemimpinan ajaran Ki Hajar Dewantara yang dimasukkan ke dalam sebelas asas kepemimpinan ABRI, yaitu: ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (yang di depan memberi teladan/contoh, yang di tengah membangun prakarsa/semangat, dari belakang mendukung, Red.). Read more about Simbol Kepemimpinan yang Mulia

Untuk Membebaskan Kita dari Kesia-Siaan Cara Hidup Nenek Moyang Kita

Diringkas oleh: Desi Rianto

Bacaan: 1 Petrus 1:18-19

Orang-orang sekuler di Barat memiliki kesamaan dengan orang-orang primitif yang percaya kepada pengaruh belenggu nenek moyang, yaitu kita harus hidup menurut kutuk atau luka dari nenek moyang kita. Masa depan kelihatannya sia-sia dan tidak memberikan kebahagiaan.

Alkitab berkata, "Kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu," Alkitab sedang berbicara mengenai cara hidup yang hampa, yang tak berarti, yang berakhir dengan kehancuran, dan semua itu berhubungan dengan nenek moyang kita. Alkitab tidak mengatakan bagaimana bagaimana hal itu berhubungan. Yang penting adalah kita sudah dibebaskan dari perbudakan cara hidup nenek moyang. Read more about Untuk Membebaskan Kita dari Kesia-Siaan Cara Hidup Nenek Moyang Kita

Komentar