Untuk Membebaskan Kita dari Kesia-Siaan Cara Hidup Nenek Moyang Kita

Diringkas oleh: Desi Rianto

Bacaan: 1 Petrus 1:18-19

Orang-orang sekuler di Barat memiliki kesamaan dengan orang-orang primitif yang percaya kepada pengaruh belenggu nenek moyang, yaitu kita harus hidup menurut kutuk atau luka dari nenek moyang kita. Masa depan kelihatannya sia-sia dan tidak memberikan kebahagiaan.

Alkitab berkata, "Kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu," Alkitab sedang berbicara mengenai cara hidup yang hampa, yang tak berarti, yang berakhir dengan kehancuran, dan semua itu berhubungan dengan nenek moyang kita. Alkitab tidak mengatakan bagaimana bagaimana hal itu berhubungan. Yang penting adalah kita sudah dibebaskan dari perbudakan cara hidup nenek moyang.

Pembebasan dari perbudakan tersebut bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan penderitaan dan kematian Yesus. Saat Kristus mati, Allah memerhatikan hubungan kita dengan nenek moyang kita. Allah ingin membebaskan kita dari kesia-siaan yang kita warisi dari nenek moyang. Ini merupakan salah satu tujuan terbesar kematian Kristus.

Tidak ada kutuk yang dapat menimpa Anda ketika dosa Anda telah diampuni, dibenarkan, dan ditebus oleh Pencipta alam semesta. Saat Yesus mati, seluruh berkat surgawi telah dibeli untuk mereka yang beriman kepada-Nya. Ketika Allah memberkati, tidak ada yang bisa. Tidak ada luka yang diakibatkan oleh orang tua yang tidak bisa disembuhkan oleh Yesus. Tebusan ini disebut "darah [Kristus] yang mahal" dan memiliki daya membebaskan yang tak terkira. Tidak ada perbudakan yang bisa menghalanginya. Oleh karena itu, marilah kita melepaskan perak dan emas dan menerima pemberian Allah.

Diringkas dari:

Judul buku asli : The Passion of Jesus Christ
Judul buku terjemahan: Penderitaan Yesus Kristus
Penulis : John Piper
Penerjemah: Stevy Tilaar
Penerbit : Momentum Surabaya, 2005
Halaman : 64 -- 65
Kategori Bahan Indo Lead: 
Jenis Bahan Indo Lead: 
File: 

Komentar