Melayani Dengan Cakap
Tantangan kepemimpinan gereja saat ini ialah, "Bagaimana menjadi imam atau pewarta dan pemimpin umat di Indonesia dalam gereja di dunia dan bagi Injil Yesus Kristus?"
Tantangan kepemimpinan gereja saat ini ialah, "Bagaimana menjadi imam atau pewarta dan pemimpin umat di Indonesia dalam gereja di dunia dan bagi Injil Yesus Kristus?"
| Judul buku | : | Kepemimpinan Rohani | |||
| Judul asli buku | : | Spiritual Leadership | |||
| Penulis | : | J. Oswald Sanders | |||
| Penerjemah | : | Drs. Chris J. Samuel dan Drs. Ganda Wargasetia | |||
| Penerbit | : | Kalam Hidup, Bandung 1979 | |||
| Ukuran | : | 12 cm x 18 cm | |||
| Tebal | : | 175 halaman |
Pemimpin-pemimpin rohani saat ini semakin banyak, namun belum semua pemimpin rohani memiliki kualitas rohani maupun kualitas kepemimpinan yang tinggi. Beberapa pemimpin terlihat masih kurang terampil dalam memimpin jemaat maupun mengatur struktur organisasi. Dengan demikian, pemimpin-pemimpin rohani sebaiknya membenahi diri dan memperbaiki integritas kepemimpinannya. Untuk mewujudkan pemimpin-pemimpin rohani yang kompeten, Anda dapat membaca buku tulisan J. Oswald Sanders yang berjudul Kepemimpinan Rohani.
Peran Pemimpin Kristen
Bila pemimpin dapat mengembangkan karakter dan pribadinya dengan baik, maka dia akan mampu memengaruhi orang lain. Dia akan berperan dalam pembentukan karakter bangsa. Karakter bangsa apa sajakah yang bisa kita bentuk dengan profesi kita sebagai pemimpin Kristen? Ada beberapa bidang yang sangat diperlukan bangsa kita:
Catatan Redaksi: "Selain memiliki kapabilitas kepemimpinan dan berorganisasi, seorang pemimpin juga harus memiliki kemampuan untuk mengelola, melihat visi, dan menentukan kebijakan untuk memperlengkapi diri bila ingin meningkatkan kapabilitas kepemimpinan, sehingga semakin lebih efektif."
Ketiga, Kemampuan mengelola. Kepemimpinan yang memiliki kemampuan manajemen merupakan unsur penting dalam suatu organisasi. Tanpa hal ini, organisasi menjadi kacau dan tujuan tidak akan tercapai. Kartono mengatakan, "Manajemen adalah inti dari administrasi; sedangkan kepemimpinan adalah inti dari manajemen" [23]. Arti kata "manajemen" berasal dari kata Latin "manus" yang berarti "tangan". Jadi, manajemen artinya "cara menangani suatu tugas" [24]. Dengan demikian, manajemen adalah satu tindakan menangani, mengontrol, mengarahkan, mengelola suatu pekerjaan/aktivitas demi mencapai tujuan yang ditetapkan [25].
Mendapati seseorang ketika sedang melakukan berbagai hal dengan sungguh-sungguh merupakan konsep manajemen yang ampuh. Sayangnya, kebanyakan pemimpin pandai memergoki orang ketika sedang melakukan berbagai hal dengan keliru.
| Judul buku | : | Kepemimpinan yang Efektif |
| Judul asli buku | : | On-Purpose Leadership |
| Penulis | : | Dale Galloway dan Warren Bird |
| Penerjemah | : | Meiliana Purnama |
| Penerbit | : | Harvest Publication House, Jakarta 2003 |
| Ukuran | : | 15 cm x 23 cm |
| Tebal | : | 190 halaman |
Pemimpin yang memiliki kompetensi adalah pemimpin yang bisa memotivasi dan meregenerasi pemimpin-pemimpin baru. Karena jika seorang pemimpin tidak melakukan hal ini, maka terjadi sebuah kegagalan dalam struktur kepemimpinannya. Mengapa hal ini sangat penting? Karena bagi sebuah organisasi atau struktur lembaga apa pun, regenerasi kepemimpinan harus dilakukan dengan tujuan agar dapat mempertahankan eksistensi dari lembaga tersebut. Jika tidak, maka harus siap menghadapi stagnasi yang berujung kepada kehancuran.