Leadership in Team

Berhadapan dengan Rekan Pemimpin yang Sulit

Bukankah indah bila kita dan setiap orang dalam tim kepemimpinan kita selalu menomorsatukan Kristus dan melayani umat Allah dalam semangat kasih, keselarasan, dan kerendahan hati? Sayangnya, itu bukanlah gambaran dari kebanyakan tim kepemimpinan. Kita semua dinodai oleh dosa, dan bahkan dalam pelayanan, kita berhadapan dengan ketegangan, masalah, dan frustrasi. Read more about Berhadapan dengan Rekan Pemimpin yang Sulit

Bagaimana Mendelegasikan Tugas yang Tepat Kepada Orang yang Tepat

Mendelegasikan secara efektif merupakan kunci untuk meningkatkan diri sendiri dan menggandakan nilai diri Anda bagi tempat kerja Anda. Dengan memberi delegasi, Anda dapat berpindah dari hal-hal yang dapat Anda lakukan sendiri menuju hal-hal yang dapat Anda kelola. Pendelegasian merupakan salah satu keterampilan manajemen yang paling penting dan yang paling efektif. Tanpa kemampuan delegasi yang efektif, mustahil bagi Anda untuk mengembangkan kemampuan manajemen ke tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi. Read more about Bagaimana Mendelegasikan Tugas yang Tepat Kepada Orang yang Tepat

Jenis-Jenis Konflik (II)

Konflik Dapat Membuahkan Hasil yang Baik

"Konflik adalah teman kita," kelakar seorang pendeta di suatu forum yang baru-baru ini saya pimpin. Para pemimpin di lingkungan itu menertawakan lelucon orang dalam itu. Orang-orang yang berkedudukan sebagai pemimpin, tetapi kurang menikmati pekerjaannya tersenyum dengan sopan, tidak dapat merasakan ironinya. Seberapa nyamankah perasaan Anda terhadap ide untuk menggunakan konflik di antara orang-orang yang Anda kasihi, dan yang kepadanya Anda terpanggil menjadi gembala? Jika pekerjaan seorang pemimpin adalah memotivasi, menggerakkan, memberdayakan, dan mengarahkan orang-orang yang dipimpin untuk memenuhi visi Tuhan bersama-sama, bagaimana mungkin konflik dapat mempercepat pencapaian tujuan tersebut? Read more about Jenis-Jenis Konflik (II)

Jenis-Jenis Konflik (I)

Jenis konflik yang paling umum berhubungan dengan isu-isu pribadi (konflik kepribadian; pergumulan kekuasaan; rasa tidak aman, kurangnya pengakuan); isu-isu yang bersifat material (perselisihan atas kepemilikan harta benda); perbedaan-perbedaan ideologi dan teologi (perbedaan kepercayaan). Konflik pribadi sering merupakan peperangan emosional; konflik ideologi secara tipikal merupakan konflik intelektual dalam permulaannya (sekalipun sering berkembang menjadi pergumulan emosional). Apa pun konteks jenis kepemimpinan yang Anda layani, kemungkinan besar akan menghadapi setiap variasi konflik. Read more about Jenis-Jenis Konflik (I)

Dukung Pemimpin Kita

Dalam perayaan 100 tahun Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2008 lalu, Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, secara khusus menciptakan sebuah lagu penyemangatan. Judulnya "Majulah Negeriku". Sebuah lagu yang mengajak seluruh komponen bangsa untuk bangkit dan berjuang bersama, mengubah masa depan demi kesejahteraan anak cucu. Sebuah lagu yang sarat keyakinan, bahwa Indonesia bisa bangkit menjadi negara yang makmur! Sebuah semangat dan kerinduan seorang pemimpin, yang hanya bisa terwujud jika didukung dan dilaksanakan bersama-sama oleh seluruh bangsa. Read more about Dukung Pemimpin Kita

Jika Orang Berada di Tempat yang Keliru

Boleh dikatakan semua orang pernah mengetahui sebuah tim di mana anggota-anggotanya menjalani peran-peran yang tidak cocok dengannya: seorang akuntan dipaksa bekerja dengan sumber daya manusia sepanjang hari, seorang pemain penyerang dipaksa menjadi pemain tengah, seorang pemain gitar memainkan keyboard, seorang guru mengerjakan pekerjaan-pekerjaan administratif, pasangan yang benci dapur menjadi koki. Apakah yang terjadi kepada tim kalau salah seorang atau lebih anggotanya terus bermain tidak sesuai

Penyebab Putus Asa

Kisah hidup Nehemia menggambarkan empat penyebab munculnya rasa putus asa. Saat Anda membuka Nehemia 4, Anda akan tahu bahwa Nehemia adalah seorang pemimpin berkebangsaan Yahudi yang kembali ke Israel dari Babilon untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Saat mereka mulai membangun tembok tersebut, mereka bekerja dengan giat dan penuh semangat. Namun, setelah bekerja selama beberapa waktu, mereka mulai putus asa. Nehemia 4 menujukkan mengapa orang Israel menjadi putus asa. Perhatikan saat mereka

Pages

Komentar