Artikel

Mengelola Waktu

Seorang eksekutif pada dasarnya bekerja dengan lima hal. Tenaga kerja. Seorang pemimpin selalu bekerja dengan orang lain. Sumber-sumber. Hal ini termasuk uang, peralatan, perlengkapan, dsb.. Informasi. Dalam masyarakat yang sudah mengenal dunia maya sekarang ini, informasi menjadi sesuatu yang sangat bernilai sebagai faktor yang menemani seorang eksekutif dalam bekerja dan sebagai alat yang ia pakai dalam kepemimpinannya. Pengalaman. Pengalaman membantu eksekutif membuat penilaian yang baik dan sahih.

Seni Memotivasi Orang Lain

Anak saya, Ron, menjadi pemain hoki saat dia duduk di bangku SMA dan universitas. Saya tidak akan pernah melupakan salah satu pertandingan yang dimainkannya. Dalam dua babak pertama, dia dan timnya bermain sangat buruk. Mereka tampak lambat meluncur di atas es; tidak agresif baik dalam bertahan maupun menyerang, dan tidak mampu mencetak skor. Namun, sekembalinya mereka dari ruang ganti pada akhir babak kedua, mereka menjadi tim yang sangat berbeda. Mereka bermain cepat dan agresif. Mereka mencetak

Mengerti Siapa Berarti Mengerti Bagaimana

Rata-rata pukulan kena pemain kasti meningkat seiring dengan kemampuannya memperkirakan jenis lemparan bola yang ditujukan kepadanya. Ketika dia telah memperkirakan lemparannya akan seperti apa, dia tahu bagaimana harus meresponsnya dan memampukannya untuk lebih sering memukul bola dengan tepat. Demikian juga dengan kepemimpinan; kepemimpinan melibatkan dua hal: perkiraan dan respons. Jika Anda mengetahui tipe orang yang Anda pimpin, Anda akan mengetahui bagaimana harus menghadapi mereka. Artikel

Bagaimana Menghadapi Keputusasaan

Membangun tembok Yerusalem bukanlah hal yang mudah. Rasa putus asa menjadi-jadi. Pastilah, Iblis juga sedang bekerja. Namun, Nehemia tidak mengabaikan rasa putus asa itu. (Anda tidak dapat mengabaikan rasa putus asa. Mengabaikannya layaknya mengabaikan ban kempes. Berdoalah semau Anda; berkendaralah ke mana pun Anda mau; ban kempes itu tidak akan terisi udara. Anda harus membetulkannya. Begitu pula rasa putus asa.) Nehemia menggulung lengan bajunya seperti seorang pemimpin yang baik dan menangani

Penyebab Putus Asa

Kisah hidup Nehemia menggambarkan empat penyebab munculnya rasa putus asa. Saat Anda membuka Nehemia 4, Anda akan tahu bahwa Nehemia adalah seorang pemimpin berkebangsaan Yahudi yang kembali ke Israel dari Babilon untuk membangun kembali tembok Yerusalem. Saat mereka mulai membangun tembok tersebut, mereka bekerja dengan giat dan penuh semangat. Namun, setelah bekerja selama beberapa waktu, mereka mulai putus asa. Nehemia 4 menujukkan mengapa orang Israel menjadi putus asa. Perhatikan saat mereka

Ulang Tahun Ke-3 e-Leadership

Tanggal 1 Januari 2009 yang lalu tepat menandai 3 tahun pelayanan publikasi e-Leadership. Selama 3 tahun tersebut, tentunya ada banyak hal -- dalam hubungannya dengan publikasi e-Leadership -- yang dapat dibagi. Karena itu, izinkan kami membagikan segala pencapaian, perkembangan, dan apresiasi bagi publikasi e-Leadership selama 3 tahun ini. Ya, sekadar sebagai sebuah apresiasi untuk pelayanan e-Leadership selama ini. Edisi E-Leadership Mengucap syukur karena sepanjang 3 tahun pelayanannya, e-Leadership

Stamina Fisik, Emosi, Moral, dan Pelatihan yang Pemimpin Perlukan

Apakah Anda Memiliki Stamina Fisik yang Diperlukan Untuk Menjadi Pemimpin Gereja? Jika Anda menginginkan sebuah kepemimpinan gereja yang efektif, Anda akan membayarnya dengan fisik Anda. Beberapa jam saja melakukan suatu pekerjaan akan memeras fisik Anda. Anda akan perlu belajar menilai kekuatan fisik Anda secara realistis dan batasan dasar jumlah serta intensitas tugas yang Anda ingin kerjakan. Hanya sedikit orang yang mampu memberdayakan fisik semaunya. Biasanya, kita cenderung terlalu berlebihan

Sang Eksekutif yang Sempurna

Natal adalah saat yang tepat dalam setahun untuk meninjau gaya manajemen Yesus dari Nasaret. Apa yang Yesus capai adalah yang terbaik. Ia merekrut dan memotivasi dua belas orang-orang awam menjadi orang-orang yang luar biasa. Ia membentuk kepribadian mereka yang beragam, dengan hasrat, ambisi, dan pemikiran yang berbeda, menjadi sebuah kesatuan yang luar biasa. Ia mengorganisir kekristenan yang telah tumbuh memiliki 1,5 milyar pengikut dan cabang di seluruh dunia dan 223 negara. Yesus tidak secara

Teladan Baik

Seorang pemimpin Kristen harus memberikan teladan baik bagi orang-orang yang dipimpinnya. Perkataannya harus sesuai dengan perbuatannya. "Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita" (Tit. 2:7-8). Ada tiga cara menjadi teladan yang baik. 1. Hidup Sederhana Cara pertama

Nehemia, Seorang Pemimpin Teladan

Salah satu contoh paling menonjol dalam Alkitab mengenai kepemimpinan yang berpengaruh dan berwibawa, kita lihat dalam kehidupan Nehemia. Kadang-kadang caranya kelihatan agak keras, tetapi ia dipakai Allah untuk mengadakan pembaharuan yang menakjubkan dalam kehidupan bangsanya dalam waktu yang sangat singkat. Suatu analisa mengenai kepribadian dan metodenya mengungkapkan bahwa cara yang dipakainya dapat berhasil hanya karena mutu wataknya sendiri. Wataknya Kesan pertama yang kita peroleh saat membaca

Pages

Komentar