Stamina Fisik, Emosi, Moral, dan Pelatihan yang Pemimpin Perlukan

Apakah Anda Memiliki Stamina Fisik yang Diperlukan Untuk Menjadi Pemimpin Gereja?

Jika Anda menginginkan sebuah kepemimpinan gereja yang efektif, Anda akan membayarnya dengan fisik Anda. Beberapa jam saja melakukan suatu pekerjaan akan memeras fisik Anda. Anda akan perlu belajar menilai kekuatan fisik Anda secara realistis dan batasan dasar jumlah serta intensitas tugas yang Anda ingin kerjakan.

Hanya sedikit orang yang mampu memberdayakan fisik semaunya. Biasanya, kita cenderung terlalu berlebihan dalam memperkirakan jumlah tugas yang dapat kita kerjakan dengan sukses. Adalah seorang pemimpin bijak yang tahu kapan harus menolak suatu tugas. Melakukan apa yang melebihi kemampuan fisik adalah sebuah perbuatan yang merugikan tubuh dan pelayanan gereja. Tubuh akan berontak dan menemukan bahwa diri kita tidak mampu melakukan tugas apa pun dengan baik. Terlebih lagi, saat kita memaksakan diri, pelayanan tidak akan mendapatkan yang terbaik dari kita.

Namun, harus diketahui pula bahwa kapasitas fisik kita dapat ditingkatkan. Beberapa orang mencoba melakukannya dengan bahan-bahan kimia. Saya memunyai seorang teman yang memiliki pemasak kopi di samping tempat tidurnya. Pemasak itu secara otomatis memasak kopi sesuai waktu yang ditentukan pada pagi hari. Ia mengaku bahwa ia bahkan tidak mampu bangun dari tempat tidur tanpa minum kopi terlebih dahulu.

Kafein tidak bertahan lama, jadi ia minum kopi beberapa kali selama sehari. Hal itu membuatnya dapat bekerja, namun apakah ia tidak pernah memikirkan dampak dari kafein itu pada tubuhnya.

Orang lain menggunakan gula atau makanan untuk membuat mereka tetap berenergi dalam bekerja.

Bahan-bahan kimia menghasilkan energi buatan sementara yang tidak pernah mendekati energi alami yang tubuh hasilkan jika digunakan dengan tepat. Jika ingin menjadi seorang pemimpin gereja yang efektif, kita dapat mencapai tingkat energi yang paling tinggi dengan merawat tubuh dengan benar. Artinya, dengan mengasup nutrisi yang tepat dan mengurangi kafein, gula, makanan berminyak, dan makanan dengan bahan kimia.

Itu berarti kita harus melakukan pola istirahat yang diperlukan oleh tubuh. Beberapa orang memerlukan lebih banyak istirahat daripada yang lainnya. Tidak semua orang memerlukan waktu 8 jam untuk tidur. Mungkin tubuh Anda butuh istirahat sesaat selama sehari untuk dapat bekerja dengan efektif. Dengan melakukan beberapa kali percobaan, Anda akan dapat mengindetifikasi pola istirahat bagaimana yang cocok dengan tubuh Anda.

Selain itu, Anda juga bisa berolahraga untuk meningkatkan stamina.

Apakah Anda Memiliki Stamina Emosional yang Diperlukan Untuk Menjadi Pemimpin Gereja?

Memimpin gereja bisa jadi sangat menguras emosi. Tingkat pengurasan emosi tergantung dari posisi pemimpin, orang-orang yang harus bekerja dengan sang pemimpin, atmosfer emosi gereja pada saat itu, dan apa yang sedang terjadi dalam hidupnya -- atau kombinasi dua atau lebih hal-hal tersebut.

Sebelum menyetujui posisi kepemimpinan gereja, seorang yang bijak akan memikirkan faktor-faktor tersebut jauh-jauh hari dan memutuskan apakah ia sanggup melakukan tugasnya secara emosional. Dengan melakukannya, ia akan menyadari bahwa meski tugas yang akan diembannya adalah sesuatu yang mudah, ada saat-saat di mana ia harus menolak suatu tugas.

Terkadang, ia mau melakukan suatu tugas, dan awalnya ia tidak menemui kendala. Namun, kondisi mungkin berubah, dan mungkin ia menemui dirinya sendiri berada dalam tekanan emosi yang tak sanggup ia hadapi. Itulah saatnya ia harus memandang pekerjaan dan dirinya secara realistis. Tekanan emosi dan fisik mungkin terjadi berbarengan, karena itu, ia mungkin dapat melakukan sesuatu untuk meningkatkan stamina fisiknya dan melanjutkan tugas sebagai pemimpin. Namun, ada saat-saat suatu tugas benar-benar menguras fisik. Maka ia harus memandang tugas itu dengan realistis dan membuat keputusan objektif untuk mengundurkan diri. Hal ini harus ia lakukan dengan penuh sukacita dan tanpa penyesalan. Ia tidak akan memberikan banyak manfaat pada gereja jika ia tertekan secara emosi. Kekuatan dan stabilitas emosi adalah hal mutlak bagi kepemimpinan yang efektif.

Apakah Anda Memiliki Stamina Moral yang Diperlukan Untuk Menjadi Pemimpin Gereja?

Hampir semua orang menyadari kelemahannya. Hanya Anda yang tahu apakah Anda cocok secara moral untuk memimpin gereja. Penting untuk Anda menghadapi masalah ini dengan realistis. Gereja Yesus Kristus sudah sangat dipermalukan oleh para pemimpin yang tidak melakukan penilaian ini. Jika Anda menyimpulkan bahwa diri Anda tidak memiliki stamina moral untuk menjadi pemimpin gereja, jauhkan diri Anda dari posisi itu.

Ada penerapan lain yang lebih spesifik untuk prinsip ini. Anda tahu kelemahan Anda, dan Anda tahu kapan biasanya kelemahan itu muncul. Jangan menanggung posisi kepemimpinan gereja yang sepertinya akan memberi peluang bagi Anda untuk berbuat dosa. Paulus menjelaskan hal ini dalam 1 Timotius 6. Pada ayat 9 dan 10, ia mencatat beberapa godaan yang dapat membenamkan seorang pemimpin gereja dengan mudah. Pada ayat 11, ia berkata, "Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu ...." "Menjauhi semuanya itu" berarti menjauhkan diri dengan segala upaya yang mampu kita lakukan agar kita tidak tergoda.

Bagaimana hal tersebut dapat dipraktikkan? Seseorang yang mudah tergoda oleh uang tidak boleh menempatkan diri pada posisi di mana ia mampu menyelundupkan keuangan gereja. Seseorang yang memiliki kelemahan dalam hal imoralitas seksual tidak boleh mengambil peran kepemimpinan yang mengharuskannya bekerja dengan lawan jenis. Seseorang yang mudah marah tidak boleh mengambil peran kepemimpinan yang akan membuatnya mudah marah. Seseorang yang mudah tergoda untuk bergosip tidak boleh menempatkan diri pada posisi yang membuatnya mengetahui informasi konfidensial banyak orang.

Lihat situasinya dengan realistis. Jangan pikir Anda lebih kuat daripada orang lain dan karenanya Anda dapat mengatasi segala godaan. Jauhilah godaan. Jangan tempatkan diri pada posisi yang mungkin akan memberikan peluang untuk godaan menggoda Anda.

Apakah Anda Memiliki Pelatihan yang Diperlukan Untuk Menjadi Pemimpin Gereja?

Tanpa pelatihan yang cukup, seseorang dapat gagal melaksanakan tugas kepemimpinan gereja. Berapa jumlah pelatihan yang benar untuk pemimpin gereja? Tergantung. Semakin tinggi derajat tanggung jawabnya, semakin banyak pelatihan yang diperlukan. Seorang pendeta memerlukan lebih banyak pelatihan daripada seorang pemimpin sebuah kelompok pemuda. Apakah ada jumlah minimum pelatihan yang diperlukan untuk semua pemimpin? Saya rasa ada. Berikut ini di antaranya.

  1. Pelatihan Alkitab

    Apakah masuk akal untuk seseorang harus memiliki wawasan menyeluruh tentang Alkitab sebelum ia melakukan tugas kepemimpinan gereja? Jelas masuk akal. Jangan salah artikan maksud saya. Saya bukanlah seorang profesor yang menuntut semua orang Kristen harus menguasai bahasa alkitabiah sebelum mereka mulai mengajar atau bahkan memimpin. Namun, maksud saya, setidaknya mereka harus tahu letak kitab-kitab dalam Alkitab dan memiliki gambaran umum tentang apa yang setiap kitab itu ajarkan.

    Saya juga mendorong para pemimpin potensial untuk memiliki pengetahuan akan sejarah Alkitab sehingga mereka tahu urutan kejadian alkitabiah. Saya juga mendorong untuk mereka dilatih "hermeneutics" (ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip interpretasi metodologikal). Mereka harus sudah menyerap serangkaian prinsip strategis/metodologi untuk menafsirkan Alkitab dengan benar.

    Mengapa saya sangat menekankan pelatihan alkitabiah seperti itu untuk para pemimpin gereja? Hal itu karena keputusan yang tepat adalah keputusan yang alkitabiah. Sebelum seorang pemimpin mengambil langkah penting, ia harus mampu menjawab pertanyaan: "Apakah ada dasar alkitabiah untuk keputusan ini?" Jika seorang pemimpin ingin menjawab pertanyaan tersebut, ia harus memiliki gambaran dasar tentang apa yang Alkitab katakan, di mana mencari jawaban yang spesifik, dan bagaimana menafsirkan ayat bacaan dengan tepat. Ketika ia membuat keputusan berdasarkan Alkitab, ia akan membuat keputusan yang tepat saat ia melaksanakan tanggung jawabnya.

    Beberapa pendeta pasti akan sangat tidak setuju dengan pendekatan saya ini. Mereka mengatakan kepada jemaat mereka, pemimpin gereja adalah orang yang berkata, "Biarkan aku menjadi guru Anda. Anda tidak mungkin dapat menafsirkan Injil dengan tepat, jadi jangan coba-coba menafsirkannya. Datanglah padaku untuk mendapatkan nasihat ahli dariku, dan aku akan memberitahumu apa yang Injil katakan."

    Pendekatan seperti itu sangat bertentangan sekali dengan pengajaran Injil. Seorang pendeta atau guru lain belum melakukan tugasnya dengan benar hingga ia mengajar setiap orang percaya bagaimana memberi makan dirinya sendiri dengan firman Tuhan, dan pemimpin gereja tidak akan benar-benar pantas menyandang posisi tersebut jika mereka belum mampu memberi makan diri mereka sendiri dengan firman Tuhan.

  2. Pelatihan Teologi

    Gereja di Amerika Utara mengalami iliterasi teologi dalam kurun waktu yang lama. Saya pernah mendengar seorang pengkhotbah berkata, "Saya bukan seorang teolog, tapi ...." dan kemudian menghabiskan 1 jam berikutnya menjelaskan tentang hal tersebut. Sebagai akibat dari pengabaian doktrin, ia membuat bingung jemaatnya dengan segala jenis doktrin.

    Penting sekali untuk seorang pemimpin gereja mengerti doktrin sehingga mereka dapat mengambil keputusan doktrinal, mengajar sesuatu yang doktrinal, dan melaksanakan perannya dengan cara yang doktrinal. Apa yang orang percayai tentang tersesatnya manusia tanpa Kristus, contohnya, akan memiliki efek yang amat besar pada keputusan yang ia buat.

    Seorang pemimpin tidak hanya perlu memiliki pelatihan teologi akan doktrin gereja, namun ia juga harus mengetahui apa yang gerejanya ajarkan dan mengapa. Daripada memberikan jawaban mengambang dan tidak jelas kepada jemaat saat mereka bertanya, alangkah lebih baik jika seorang pemimpin dapat menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan, "Inilah yang gereja ajarkan, dan inilah mengapa kita mengimaninya."

  3. Pelatihan Lain

    Pelatihan lain apa yang perlu dikembangkan? Ada beberapa pertimbangan praktis. Sudahkah Anda mendapatkan pelatihan yang diperlukan untuk menilai diri sendiri? Sudahkah Anda diajar bagaimana Anda dapat saling menghargai? Sudahkah Anda mempelajari keterampilan yang cukup untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif? Sudahkah Anda menerima pelatihan sehingga Anda benar-benar mengenali gereja dan latar belakang gereja Anda? Apakah Anda sanggup menganalisa mengapa Anda harus menerima suatu tugas atau menolaknya? Sudahkah Anda menerima pelatihan untuk melaksanakan tugas spesifik Anda dengan efektif? Jika Anda adalah seorang pengajar, sudahkah Anda menerima pelatihan pengajar yang disertai dengan pelatihan alkitabiah dan doktrinal? Jika Anda terlibat dalam pengambilan keputusan, sudahkah Anda dilatih untuk membuat keputusan secara rasional dan bijaksana? Jika Anda terlibat dalam pelayanan keuangan, sudahkah Anda menerima pelatihan yang cukup untuk menangani keuanga n secara akurat dan bijaksana?

Pekerjaan Tuhan adalah pekerjaan terpenting di dunia. Cara dasar melaksanakan pekerjaan-Nya adalah melalui gereja. Tidak ada pekerjaan yang berjalan dengan baik tanpa seorang pemimpin yang terlatih. Mengapa kita berpikir bahwa gereja tidak membutuhkan pemimpin yang terlatih? Jangan pernah, jangan pernah menanggung posisi kepemimpinan gereja tanpa menjalani pelatihan terlebih dahulu. Jika Anda tidak menjalani pelatihan terlebih dahulu sebelum menanggung posisi kepemimpinan, Anda berarti menomorduakan pekerjaan Tuhan. Hal itu adalah sebuah penghinaan kepada-Nya, kepada gereja-Nya, dan kepada misi yang telah Ia berikan untuk gereja lakukan di dunia ini.

Setelah Anda mengenal Tuhan, Anda juga harus mengenal diri sendiri untuk dapat menanggung posisi kepemimpinan. Jika Anda belum mengenal diri sendiri, Anda mungkin belum siap menjadi pemimpin. Mungkin Anda sudah berperan sebagai pemimpin gereja selama beberapa waktu, namun belum benar-benar mengenal diri sendiri. Jika Anda merasa seperti itu, akan lebih baik bagi Anda untuk dengan sukacita melepaskan posisi kepemimpinan tersebut dan memakai seluruh energi Anda untuk terlebih dahulu mengenal diri sendiri. Saat Anda benar-benar mengenal diri Anda sendiri, Anda pasti akan menjadi seorang pemimpin yang jauh lebih efektif daripada apa yang Anda bayangkan. Kenalilah diri sendiri. Jika perlu, berkorbanlah untuk melakukannya. Kemuliaan Tuhan dipertaruhkan. (t/Dian)

Diterjemahkan dan disesuaikan dari:

Kategori Bahan Indo Lead: 
Jenis Bahan Indo Lead: 
File: 

Komentar