Artikel

Artikel

Melayani Dengan Cakap

Tantangan kepemimpinan gereja saat ini ialah, "Bagaimana menjadi imam/pewarta dan pemimpin umat di Indonesia dalam gereja di dunia dan bagi Injil Yesus Kristus?"

Kecakapan Pemimpin Jemaat Tertahbis dalam Dunia yang Berubah Cepat Sekarang Ini

"Dunia terus berlari, tanpa meninggalkan citra dan 'jejak-jejak ketuhanan' di belakangnya," demikian tulis Yasraf Amir Piliang dalam bukunya "Dunia yang Berlari: Mencari 'Tuhan-Tuhan' Digital". Ungkapan 'dunia yang berlari' sebelumnya pernah dipakai oleh Anthony Giddens sebagai judul bukunya: "The Runaway World". Dengan ungkapan ini, Giddens hendak melukiskan bahwa kecepatan pertumbuhan dunia itu tidak sejalan dengan "pertumbuhan" manusianya. Piliang menggunakan ungkapan ini hampir sama pengertiannya dengan Giddens. Bagi Piliang, ungkapan 'dunia yang berlari' merupakan metafora yang mengungkapkan perkembangan dunia yang sedemikian cepat karena arus perubahan yang hipercepat. Lebih lanjut, Piliang menuliskan: Read more about Melayani Dengan Cakap

Paskah: Kebenaran Atau Tradisi?

Paskah itu kebenaran atau tradisi? Bagi sebagian orang mungkin ini hanyalah sebuah pertanyaan retorik. Jawabannya sudah pasti: kebenaran. Bukankah Paulus berkata, "Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu (1 Korintus 15:17)." Bagi banyak orang, tradisi selalu berkonotasi negatif, suatu kebiasaan tanpa makna, atau kebiasaan lahiriah yang kehilangan makna. Read more about Paskah: Kebenaran Atau Tradisi?

Ciri-Ciri Pemimpin Sukses

Tentu saja, pengetahuan merupakan hal yang sangat penting bagi seseorang untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses. Namun, ada yang lebih penting daripada pengetahuan. Seorang pemimpin harus memiliki visi yang kokoh bagi masa depan pelayanan atau organisasinya. Selain visi, ia juga harus mampu menciptakan tim yang dapat bekerja dengan baik. Erik Van Tongerloo, seorang akuntan berpengalaman sekaligus penulis di bidang bisnis berkebangsaan Belgia, menyatakan hal-hal di bawah ini sebagai ciri-ciri yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang sukses: Read more about Ciri-Ciri Pemimpin Sukses

Mengatasi Hambatan Dalam Kepemimpinan

Keberhasilan hamba-hamba Tuhan seperti Penginjil D. L. Moody, Dr. Billy Graham, atau Dr. Paul Yonggi Cho, tidak hanya terletak pada kehebatan mereka dalam berkhotbah, tetapi juga pada kepemimpinan mereka. Berdoa saja tidak cukup. Seorang hamba Tuhan harus mampu memimpin. Hal-hal apa yang menghambat kepemimpinan Anda selama ini? Yang berikut ini kiranya dapat menolong Anda untuk melihat beberapa hambatan dan bagaimana mengatasinya. Read more about Mengatasi Hambatan Dalam Kepemimpinan

Pemimpin Bijak: Memimpin Dengan Pengaruh Positif

"Telah nyata kepadaku, bahwa TUHAN memberkati aku karena engkau."
(Kejadian 30:27)

Pengantar

Kepemimpinan dapat dipahami dari berbagai sudut pandang. Salah satunya adalah bahwa kepemimpinan melibatkan proses, pengaruh (influence), dan hubungan-hubungan. Karena itu, dapat dikatakan bahwa memimpin berarti mengisi proses upaya memimpin (leading attempt/actuating) dengan memengaruhi orang yang dipimpin dalam hubungan-hubungan keorganisasian. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa pengaruh tertentu mengalir dari kepribadian pemimpin menuju orang yang dipimpin. Jika si pemimpin memiliki kepribadian yang positif, maka karakter positifnya itu akan menular kepada orang yang dipimpinnya, dan sebaliknya. Philip Pulaski berkata, "Orang yang berpengaruh adalah dia yang membawa dampak dalam kehidupan orang lain." Kalau begitu, kita tentu bertanya, "Bagaimana kita dapat membawa pengaruh positif yang memberkati orang lain dalam kepemimpinan kita?" Untuk menjawab pertanyaan ini, marilah kita memahami bagaimana kita dapat memimpin dengan membawa pengaruh positif yang memberkati. Read more about Pemimpin Bijak: Memimpin Dengan Pengaruh Positif

Godaan Kepemimpinan (I)

Bila kita membicarakan masalah kepemimpinan, biasanya kita langsung mengaitkannya dengan kedudukan dan kekuasaan. Untuk dapat menjalankan kepemimpinan secara benar, tidak jarang orang menghadapi berbagai rintangan ataupun godaan. Dari sekian banyak rintangan, ada tiga hal dominan yang acap kali muncul dalam kepemimpinan, yakni kekuasaan, ego, dan kemarahan. Kegagalan dalam mengatasi ketiga hal itu, tidak jarang membuat roda kepemimpinan tidak berjalan sebagaimana yang kita harapkan. Karena itu, diperlukan kesungguhan hati dan kiat tertentu dalam mengatasinya. Read more about Godaan Kepemimpinan (I)

Jenis-Jenis Konflik (II)

Konflik Dapat Membuahkan Hasil yang Baik

"Konflik adalah teman kita," kelakar seorang pendeta di suatu forum yang baru-baru ini saya pimpin. Para pemimpin di lingkungan itu menertawakan lelucon orang dalam itu. Orang-orang yang berkedudukan sebagai pemimpin, tetapi kurang menikmati pekerjaannya tersenyum dengan sopan, tidak dapat merasakan ironinya. Seberapa nyamankah perasaan Anda terhadap ide untuk menggunakan konflik di antara orang-orang yang Anda kasihi, dan yang kepadanya Anda terpanggil menjadi gembala? Jika pekerjaan seorang pemimpin adalah memotivasi, menggerakkan, memberdayakan, dan mengarahkan orang-orang yang dipimpin untuk memenuhi visi Tuhan bersama-sama, bagaimana mungkin konflik dapat mempercepat pencapaian tujuan tersebut? Read more about Jenis-Jenis Konflik (II)

Jenis-Jenis Konflik (I)

Jenis konflik yang paling umum berhubungan dengan isu-isu pribadi (konflik kepribadian; pergumulan kekuasaan; rasa tidak aman, kurangnya pengakuan); isu-isu yang bersifat material (perselisihan atas kepemilikan harta benda); perbedaan-perbedaan ideologi dan teologi (perbedaan kepercayaan). Konflik pribadi sering merupakan peperangan emosional; konflik ideologi secara tipikal merupakan konflik intelektual dalam permulaannya (sekalipun sering berkembang menjadi pergumulan emosional). Apa pun konteks jenis kepemimpinan yang Anda layani, kemungkinan besar akan menghadapi setiap variasi konflik. Read more about Jenis-Jenis Konflik (I)

Anugerah Tuhan dan Kelemahan Seorang Pemimpin Kristen (2 Korintus 12:1-10) (II)

[Bagian pertama dibahas dalam e-Leadership 126: Anugerah Tuhan tidak menghilangkan kelemahan seorang hamba-Nya.]

Kedua, kasih karunia Tuhan bekerja sempurna justru di dalam kelemahan hamba-Nya. (2 Korintus 12:9)

Pada mulanya, Paulus tidak mengerti alasan mengapa Tuhan menaruh "duri" dalam dagingnya yang membuatnya begitu lemah dan menderita. Namun, setelah ia memohon dalam doa dan Tuhan menolak mengangkat "duri" tersebut, ia mulai melihat "duri" itu dari perspektif yang lain, yakni perspektif Allah: supaya ia tidak meninggikan diri. Dua kali hal ini dinyatakan di ayat 7.

Mengapa Allah kelihatannya begitu "khawatir" kalau Paulus akan meninggikan diri? Benarkah Paulus seorang yang sombong? Atau barangkali Allah terlalu mengada-ada? Untuk mencari jawaban pertanyaan tersebut, saya ingin mengajak pikiran Anda di kehidupan jemaat Kristen mula-mula. Mari membayangkan, seandainya kita menghadiri Sidang Raya Persekutuan Gereja-Gereja di Yerusalem untuk memberikan penghargaan semacam hadiah Nobel sebagai dedikasi dan prestasi pelayanan, kira-kira siapakah yang layak mendapat hadiah tersebut? Read more about Anugerah Tuhan dan Kelemahan Seorang Pemimpin Kristen (2 Korintus 12:1-10) (II)

Pages

Komentar