Skip to main content

Dapatkanlah Definisi Baru dari Kegagalan Serta Sukses

Diringkas oleh: Puji Arya Yanti Perbedaan antara kebesaran dengan yang biasa-biasa saja, sering kali terletak pada bagaimana seorang individu memandang kekeliruan. (NELSON BOSWELL) Seorang pemain "baseball" liga besar untuk yang kelima kalinya gagal mencetak gol di Montreal, hal tersebut berarti menjadi kegagalan 133 kalinya dalam karier profesionalnya pada 6 Agustus 1999. Apakah pemain tersebut berkecil hati dan merasa gagal malam itu? Tidak. Karena dalam pertandingan yang sama,

Sifat-Sifat Pribadi Dalam Kepemimpinan (I)

Diringkas oleh: Truly Almendo Pasaribu

"Kualifikasi utama kepemimpinan yang sukses adalah integritas pribadi."

Semua sifat dalam artikel di bawah ini sangatlah penting untuk meraih keberhasilan. Sifat-sifat ini menonjol karena terbukti menjadi penggerak serta sarana untuk mencapai kesuksesan tertinggi.

Keinginan untuk Berprestasi

Ambisi dikenal dengan banyak nama: motivasi, dorongan, antusiasme, atau harapan untuk meraih prestasi. Apa pun namanya, sifat ini penting karena keinginan adalah dasar seseorang untuk memacu diri sendiri. Jika tidak, orang tersebut akan berpuas diri menjadi pengikut, alih-alih pemimpin.

Kepemimpinan yang Visioner

Kepimimpinan yang visioner dibutuhkan oleh Kerajaan Allah dalam rangka memenuhi rencana besar Allah untuk menjangkau dunia ini. Orang-orang yang menaati pengarahan-Nya itu dapat mengimplementasikan visi dan rencana-Nya bagi individu, gereja, komunitas, dan dunia. Kepemimpinan yang visioner tidak mencari pujian dari pengikutnya dengan cara mengeksploitasi kreativitas yang dimiliki. Sebaliknya, pemimpin Kristen yang memunyai tujuan spiritual merupakan pribadi yang menerima pengarahan Allah dan memulai

Stamina Fisik, Emosi, Moral, dan Pelatihan yang Pemimpin Perlukan

Apakah Anda Memiliki Stamina Fisik yang Diperlukan Untuk Menjadi Pemimpin Gereja? Jika Anda menginginkan sebuah kepemimpinan gereja yang efektif, Anda akan membayarnya dengan fisik Anda. Beberapa jam saja melakukan suatu pekerjaan akan memeras fisik Anda. Anda akan perlu belajar menilai kekuatan fisik Anda secara realistis dan batasan dasar jumlah serta intensitas tugas yang Anda ingin kerjakan. Hanya sedikit orang yang mampu memberdayakan fisik semaunya. Biasanya, kita cenderung terlalu berlebihan

Tanggung Jawab Pemimpin Kristen (II)

Shalom,

Seorang pemimpin Kristen yang paham akan prinsip-prinsip kepemimpinan alkitabiah, pasti mengetahui bahwa pemimpin bukan orang yang bisa bertindak sewenang-wenang dan semena-mena kepada orang-orang yang dipimpinnya. Sebaliknya, pemimpin adalah seseorang yang seharusnya menjadi panutan dalam hal melayani. Seperti yang Yesus katakan, "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya." (Markus 10:43-44)

Jelajah Buku: Kepemimpinan Rohani

Judul buku : Kepemimpinan Rohani
Judul asli buku : Spiritual Leadership
Penulis : J. Oswald Sanders
Penerjemah : Drs. Chris J. Samuel dan Drs. Ganda Wargasetia
Penerbit : Kalam Hidup, Bandung 1979
Ukuran : 12 cm x 18 cm
Tebal : 175 halaman

Pemimpin-pemimpin rohani saat ini semakin banyak, namun belum semua pemimpin rohani memiliki kualitas rohani maupun kualitas kepemimpinan yang tinggi. Beberapa pemimpin terlihat masih kurang terampil dalam memimpin jemaat maupun mengatur struktur organisasi. Dengan demikian, pemimpin-pemimpin rohani sebaiknya membenahi diri dan memperbaiki integritas kepemimpinannya. Untuk mewujudkan pemimpin-pemimpin rohani yang kompeten, Anda dapat membaca buku tulisan J. Oswald Sanders yang berjudul Kepemimpinan Rohani.

Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi (II)

Catatan Redaksi: Dalam edisi lalu dicatat bahwa kualitas seorang pemimpin harus memiliki: kejujuran dan kesetiaan. Simaklah lanjutannya dalam artikel berikut ini.

3. Kemurahan Hati

Para pemimpin harus memuji pekerjaan yang sudah diselesaikan dengan baik. Kita semua membutuhkan tepukan di pundak secara terus-menerus dan kata-kata yang memberikan dorongan. Tetapi pujian memunyai efek yang baik dan yang buruk. "Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya." (Amsal 27:21)

Pujian adalah alat uji yang terbaik terhadap karakter seseorang. Jika seseorang dipenuhi oleh keangkuhan, jika mereka hanya mencari kemegahan dirinya sendiri dan lapar terhadap pengakuan, sebuah pujian hanya akan memperbesar kelemahannya. Sebaliknya, jika seseorang rendah hati dan bijaksana, sebuah kata-kata pujian akan dapat dipakai oleh Tuhan untuk mendorong mereka melakukan pelayanan yang lebih besar lagi bagi Kristus. Oleh sebab itu, para pemimpin harus mengenal setiap anggota mereka dan memperlakukan masing-masing sesuai dengan kebutuhan pribadinya.