Mengembangkan Karakter Pemimpin Kristen (II)
Peran Pemimpin Kristen
Bila pemimpin dapat mengembangkan karakter dan pribadinya dengan baik, maka dia akan mampu memengaruhi orang lain. Dia akan berperan dalam pembentukan karakter bangsa. Karakter bangsa apa sajakah yang bisa kita bentuk dengan profesi kita sebagai pemimpin Kristen? Ada beberapa bidang yang sangat diperlukan bangsa kita:
Sifat-Sifat Pribadi Dalam Kepemimpinan (I)
Diringkas oleh: Truly Almendo Pasaribu
"Kualifikasi utama kepemimpinan yang sukses adalah integritas pribadi."
Semua sifat dalam artikel di bawah ini sangatlah penting untuk meraih keberhasilan. Sifat-sifat ini menonjol karena terbukti menjadi penggerak serta sarana untuk mencapai kesuksesan tertinggi.
Keinginan untuk Berprestasi
Ambisi dikenal dengan banyak nama: motivasi, dorongan, antusiasme, atau harapan untuk meraih prestasi. Apa pun namanya, sifat ini penting karena keinginan adalah dasar seseorang untuk memacu diri sendiri. Jika tidak, orang tersebut akan berpuas diri menjadi pengikut, alih-alih pemimpin.
Kepemimpinan yang Visioner
Stamina Fisik, Emosi, Moral, dan Pelatihan yang Pemimpin Perlukan
Tanggung Jawab Pemimpin Kristen (II)
Shalom,
Seorang pemimpin Kristen yang paham akan prinsip-prinsip kepemimpinan alkitabiah, pasti mengetahui bahwa pemimpin bukan orang yang bisa bertindak sewenang-wenang dan semena-mena kepada orang-orang yang dipimpinnya. Sebaliknya, pemimpin adalah seseorang yang seharusnya menjadi panutan dalam hal melayani. Seperti yang Yesus katakan, "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya." (Markus 10:43-44)
Jelajah Buku: Kepemimpinan Rohani
| Judul buku | : | Kepemimpinan Rohani | |||
| Judul asli buku | : | Spiritual Leadership | |||
| Penulis | : | J. Oswald Sanders | |||
| Penerjemah | : | Drs. Chris J. Samuel dan Drs. Ganda Wargasetia | |||
| Penerbit | : | Kalam Hidup, Bandung 1979 | |||
| Ukuran | : | 12 cm x 18 cm | |||
| Tebal | : | 175 halaman |
Pemimpin-pemimpin rohani saat ini semakin banyak, namun belum semua pemimpin rohani memiliki kualitas rohani maupun kualitas kepemimpinan yang tinggi. Beberapa pemimpin terlihat masih kurang terampil dalam memimpin jemaat maupun mengatur struktur organisasi. Dengan demikian, pemimpin-pemimpin rohani sebaiknya membenahi diri dan memperbaiki integritas kepemimpinannya. Untuk mewujudkan pemimpin-pemimpin rohani yang kompeten, Anda dapat membaca buku tulisan J. Oswald Sanders yang berjudul Kepemimpinan Rohani.
Menjadi Pemimpin yang Menginspirasi (II)
Catatan Redaksi: Dalam edisi lalu dicatat bahwa kualitas seorang pemimpin harus memiliki: kejujuran dan kesetiaan. Simaklah lanjutannya dalam artikel berikut ini.
3. Kemurahan Hati
Para pemimpin harus memuji pekerjaan yang sudah diselesaikan dengan baik. Kita semua membutuhkan tepukan di pundak secara terus-menerus dan kata-kata yang memberikan dorongan. Tetapi pujian memunyai efek yang baik dan yang buruk. "Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya." (Amsal 27:21)
Pujian adalah alat uji yang terbaik terhadap karakter seseorang. Jika seseorang dipenuhi oleh keangkuhan, jika mereka hanya mencari kemegahan dirinya sendiri dan lapar terhadap pengakuan, sebuah pujian hanya akan memperbesar kelemahannya. Sebaliknya, jika seseorang rendah hati dan bijaksana, sebuah kata-kata pujian akan dapat dipakai oleh Tuhan untuk mendorong mereka melakukan pelayanan yang lebih besar lagi bagi Kristus. Oleh sebab itu, para pemimpin harus mengenal setiap anggota mereka dan memperlakukan masing-masing sesuai dengan kebutuhan pribadinya.
Nilai Sebuah Motivasi
Mendapati seseorang ketika sedang melakukan berbagai hal dengan sungguh-sungguh merupakan konsep manajemen yang ampuh. Sayangnya, kebanyakan pemimpin pandai memergoki orang ketika sedang melakukan berbagai hal dengan keliru.