Skip to main content

Tanggung Jawab Pemimpin Kristen (II)

Shalom,

Seorang pemimpin Kristen yang paham akan prinsip-prinsip kepemimpinan alkitabiah, pasti mengetahui bahwa pemimpin bukan orang yang bisa bertindak sewenang-wenang dan semena-mena kepada orang-orang yang dipimpinnya. Sebaliknya, pemimpin adalah seseorang yang seharusnya menjadi panutan dalam hal melayani. Seperti yang Yesus katakan, "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya." (Markus 10:43-44)

Delapan Kiat Melihat Kegagalan

Bagaimana Anda memandang kegagalan dalam hidup Anda? Pada suatu tengah malam, saya pernah merenungkan berbagai kegagalan yang pernah saya lakukan dan menemukan delapan hal yang penting. Pertama, kegagalan bukan akhir dari segalanya, jika kita mau bangkit dan terus melangkah. Kedua, kegagalan merupakan hal yang sangat wajar dan dialami semua orang. Ketiga, kegagalan membuktikan ada yang keliru dalam upaya kita mencapai tujuan. Dengan demikian, kita harus memperbaiki proses yang salah itu jika ingin melangkah lagi.

Sumber Inspirasi

Baca: Filipi 2:1-11

Apa kesamaan Fransiskus Asisi, Ibu Teresa, dan Romo Mangun? Salah satu hal yang paling menonjol dari ketiganya adalah mereka rela meninggalkan kenyamanan hidup untuk tinggal dan melayani orang-orang miskin; baik di Eropa berabad-abad yang lalu, di India, maupun di Indonesia. Kita percaya mereka melakukannya karena iman kepada Kristus. Kita pun percaya inspirasi mereka datang dari peristiwa 2000 tahun lalu, pada suatu malam di Betlehem.

Malam itu, Allah Pencipta dan Penguasa semesta meninggalkan segala kemuliaan-Nya, berinkarnasi menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Bukan dalam rupa seorang raja, bangsawan, atau orang terhormat, melainkan sebagai anak dari sepasang wong cilik (rakyat jelata), yang bahkan tak sanggup menyewa tempat untuk melahirkan bayi dengan layak (Lukas 2:7). Paulus menggambarkan peristiwa ini dengan kalimat: "Dia mengosongkan diri-Nya" (ayat 6).

Kepemimpinan yang Efektif

Judul buku : Kepemimpinan yang Efektif
Judul asli buku : On-Purpose Leadership
Penulis : Dale Galloway dan Warren Bird
Penerjemah : Meiliana Purnama
Penerbit : Harvest Publication House, Jakarta 2003
Ukuran : 15 cm x 23 cm
Tebal : 190 halaman

Pemimpin yang memiliki kompetensi adalah pemimpin yang bisa memotivasi dan meregenerasi pemimpin-pemimpin baru. Karena jika seorang pemimpin tidak melakukan hal ini, maka terjadi sebuah kegagalan dalam struktur kepemimpinannya. Mengapa hal ini sangat penting? Karena bagi sebuah organisasi atau struktur lembaga apa pun, regenerasi kepemimpinan harus dilakukan dengan tujuan agar dapat mempertahankan eksistensi dari lembaga tersebut. Jika tidak, maka harus siap menghadapi stagnasi yang berujung kepada kehancuran.

Teladan Baik

Seorang pemimpin Kristen harus memberikan teladan baik bagi orang-orang yang dipimpinnya. Perkataannya harus sesuai dengan perbuatannya. "Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita" (Tit. 2:7-8). Ada tiga cara menjadi teladan yang baik. 1. Hidup Sederhana Cara pertama

Mengembangkan Karakter Pemimpin Kristen (I)

Pendahuluan

Hampir mustahil memisahkan antara kepemimpinan Kristen dengan karakternya, antara kepemimpinan Kristen dengan kehidupan spiritualnya. Ini merupakan hal yang paling penting dan absolut jika hendak menjadi pemimpin Kristen yang efektif. Setiap pemimpin gereja yang potensial juga akan terkena diskualifikasi jika tidak menunjukkan kehidupan kerohanian yang baik. Itu sebabnya Yesus memberikan teladan dengan menjadi manusia, agar para pemimpin Kristen memiliki roh seorang hamba Tuhan yang dimampukan dan diperkaya oleh Roh Kudus.

Profil Kepemimpinan Nabi Nehemia (Bagian I)

Nehemia adalah salah seorang pemimpin yang inspirasional di dalam Alkitab. Kadang metode-metodenya tampak tidak masuk akal, namun Tuhan menggunakan metode-metode itu untuk menghasilkan reformasi kehidupan bangsa Israel dalam waktu yang singkat. Analisis terhadap kepribadian dan metode-metodenya mengungkapkan bahwa efektivitas metode-metode itu bergantung pada kualitas karakter [Nehemia] sendiri. Setelah penulis membaca kitab Nehemia, profil Nehemia menunjukkan ia seorang yang tekun berdoa, artinya,

Bijak Mengambil Keputusan (1 Samuel 20:1-9, 14-17)

Seseorang menuliskan, "Tertawa berisiko memperlihatkan kebodohan. Menangis berisiko memperlihatkan kecengengan. Bertemu orang lain berisiko memperlihatkan keterlibatan. Menunjukkan perasaan berisiko menunjukkan diri Anda yang sebenarnya. Mengemukakan gagasan-gagasan, impian-impian Anda di hadapan umum berisiko kehilangan mereka. Mencintai berisiko untuk tidak dicintai. Hidup berisiko mati. Berharap berisiko putus asa. Mencoba berisiko gagal." Artinya, semua keputusan dan tindakan yang kita ambil dalam hidup ini menghasilkan risiko.