Permainan Kampei

Judul: Permainan Kampei

Keterampilan: * Memakai prinsip-prinsip komunikasi lintas budaya dalam penerapan kontekstualisasi.

        * Memakai unsur-unsur budaya dalam penerapan kontekstualisasi.

Tujuan

1. Mengalami perasaan-perasaan yang akan terjadi pada waktu kita berkomunikasi dengan orang dari budaya lain.

2. Mengalami perbedaan yang ada kalau kita memanfaatkan prinsip-prinsip komunikasi yang baik dalam hubungan dengan orang dari budaya-budaya lain.

Sebuah Latihan Lintas Budaya diterjemahkan dengan ijin dari, "The World Christian Curriculum Committee and the Harvest Foundation," 1979 E Broadway #2, Tempe, AZ 85282, A.S.

Barang yang diperlukan: (hitung sebelumnya: 1/3 jumlah pemain akan menjadi orang Norte; 2/3 X 1/5 jumlah pemain akan menjadi kepala suku Kampei: "Pengawas Gelang Karet"; 2/3 X 4/5 jumlah pemain akan menjadi rakyat Kampei)

  • gelang karet: bagikan 25 buah untuk setiap orang Kampei biasa & 100 bagi setiap "Pengawas GK"

  • ikat kepala dibuat dari gelang karet: 1 bagi setiap "Pengawas GK".

  • "kamera"/buku harian: 1 bagi setiap orang Norte - tanda pengenal ("uang kertas") & peniti untuk memasang: 1 bagi setiap orang Norte - 1 alat tulis bagi setiap orang.

  • 1 papan tulis di ruang Kampei.

  • 2 ruangan: ruang Kampei yang cukup luas agar semua pemain dapat bergerak secara ramai; ruang Norte yang cukup menampung suku Norte.

Orientasi (9 menit)

"Mendengar informasi mengenai komunikasi lintas budaya jauh berbeda daripada benar-benar mengalaminya! Dalam 45 menit berikut kita akan mengalami komunikasi lintas budaya melalui permainan Kampei.

Dalam 45 menit berikut kita akan:

  1. Berpisah ke dalam dua budaya.

  2. Berinteraksi sebagai dua budaya.

  3. Mendiskusikan pengalaman kita.

Dalam permainan ini saudara-saudara akan diberi petunjuk lebih lanjut. Walaupun permainan ini tidak panjang, saya berharap masing-masing dari saudara akan benar-benar menghayati peranan baru saudara. Tidak ada penonton dalam permainan ini!

Kalau tidak ada pertanyaan, mari kita bagi dalam tiga-tiga. Setiap orang akan menyebutkan satu nomor secara berurutan dari nomor satu s/d tiga, mulai nomor 1 untuk [nama orang], lalu nomor 2 untuk [nama orang di sebelah nomor 1], nomor 3 untuk [nama orang di sebelah nomor 2], lalu kembali ke nomor 1 untuk [nama orang di sebelah nomor 3, dst. Sekarang saya meminta setiap orang yang disebut nomor satu untuk berdiri di tempat. Kalau ada orang di antara kelompok ini yang pernah memainkan permainan Kampei, tolong bertukar nomor dengan seseorang yang duduk berdekatan dengan saudara. Sekarang, semua orang yang disebut nomor satu, tolong keluar bersama [nama asisten] dan membawa alat tulis. Semua orang yang disebut nomor dua atau tiga tinggal di ruangan ini bersama saya.

Latihan dan Interaksi Dua Budaya (26 menit):

(Pemimpin mengarahkan kelompok Kampei, asistennya mengarahkan kelompok Norte)

Peraturan-peraturan Budaya Kampei

Saudara-saudara semua adalah anggota budaya Kampei, tetapi tidak lagi hidup di tanah Kampei. Oleh sebab adanya bencana kelaparan dan peperangan, saudara-saudara terpaksa meninggalkan tanah air dan mendiami tanah yang asing dan aneh. Tanah baru ini didiami oleh suku Norte. Pengetahuan saudara-saudara mengenai mereka sedikit sekali. Mereka suka menyendiri, dan rupanya tidak mau bergaul dengan saudara-saudara. Keadaan ini menyedihkan hati saudara-saudara, karena saudara-saudara merupakan kelompok yang ramah dan berorientasi kepada keluarga.

Orang Norte tidak dapat berbahasa Kampei, jadi saudara-saudara sulit berkomunikasi dengan mereka. Saudara-saudara bingung dengan kebiasaan-kebiasaan aneh yang ada di daerah baru ini, dan merindukan seseorang yang dapat menjelaskannya kepada saudara-saudara.

Walaupun kehidupan saudara-saudara sekarang tidak senyaman dulu, watak saudara-saudara mulai terbiasa dengan keadaan yang ada. Saudara-saudara suka bergaul dan menjalin hubungan satu sama lain, dan merindukan hubungan yang sama dengan tamu-tamu asing yang kadang-kadang mengunjungi saudara... kalau mereka dapat berbahasa Kampei.

Bahasa Kampei adalah bahasa yang indah, sederhana dan mudah dipelajari. Ada kata-kata khusus untuk lelaki dan perempuan dan kata-kata tersebut dipakai pada awal setiap percakapan untuk memperkenalkan diri dan menyambut orang. Misalnya, dalam bahasa Kampei, "la" berarti laki-laki, dan "wa" berarti wanita. [(Tulis di papan tulis: la= laki-laki; wa= wanita.)] Kalau Saudara sebagai wanita berbicara dengan seorang wanita, saudara harus memulai percakapan dengan berkata "wa-wa," yaitu wanita kepada wanita. Kalau saudara sebagai laki-laki berbicara dengan seorang laki-laki, saudara harus memulai percakapan dengan berkata "la-la," yaitu laki-laki kepada laki-laki. [Tulis lagi di papan tulis.] Kalau Saudara sebagai wanita ingin berbicara dengan seorang laki-laki, bagaimana percapakan harus dimulai? Kalau saudara menjawab "wa-la," saudara sudah menangkap prinsipnya. Menurut peraturan ini, seorang laki-laki yang berbicara dengan seorang wanita harus mulai percakapan dengan berkata "la-wa."

Kalau saudara sebagai wanita ingin menyambut seorang wanita dalam bahasa Kampei, saudara dapat berkata, misalnya, "Wa-wa, mau ke mana?" Sekarang, silahkan bersalaman dengan tiga atau empat teman Kampei dan menyambut mereka dalam bahasa Kampei. Ingatlah, pakai sambutan yang sopan dan yang cocok bagi orang yang disambut.

  • Pastikan bahwa setiap orang Kampei dapat berbahasa Kampei dengan baik dan benar.

  • Tanya kalau ada pertanyaan tentang apa saja. Ingatkan mereka untuk memulai setiap ide atau kalimat dengan sambutan Kampei yang sopan.

  • Bagi mereka lima-lima. Tiap orang kelima menjadi seorang Pengawas GK, dan diberi sebuah ikat kepala dibuat dari gelang karet dan sebuah tas diisi dengan gelang-gelang karet. Pemakaiannya akan segera dijelaskan.

  • Berikan waktu satu menit untuk melatih sambutan dan percakapan yang sopan dalam bahasa Kampei.

Sebagai orang Kampei, saudara menghargai persahabatan. Saudara menunjukkan pentingnya pergaulan dengan membuat rantai dari gelang-gelang karet. Pembuatan rantai tersebut adalah usaha seumur hidup.

Rantai tersebut merupakan lambang persahabatan dan saudara menyambung gelang-gelang karet yang diberi teman-teman ke dalam rantai saudara sendiri, untuk menunjukkan bahwa persahabatan mereka menjadi bagian dalam kehidupan saudara. Teman saudara melakukan hal yang sama dengan gelang karet yang saudara berikan kepada dia, untuk menunjukkan bahwa ia menerima persahabatan saudara sebagai bagian kehidupannya. Saudara boleh mengambil gelang karet lagi dari Pengawas GK. Saudara sebagai orang Kampei merasa senang sekali kalau dapat menjalin hubungan dengan banyak orang dan membuat rantai yang panjang sebagai bukti kekayaan persahabatan saudara.

Dalam masyarakat saudara, para pemimpin dan sesepuh disebut Pengawas GK. Mereka memakai topi khusus yang membuat diri mereka terhormat dan mengkhususkan diri mereka di atas rakyat.

- Tunjuklah cara mengikat gelang karet ke dalam rantai dan suruh setiap Pengawas GK mengenakan ikat kepala mereka.

Para Pengawas GK menolong persahabatan sesuai dengan ciri khas Kampei. Mereka menyediakan gelang karet untuk orang Kampei dan mengajarkan bahasa dan budaya Kampei kepada tamu asing. Kalau seorang tamu mendekati seorang Pengawas GK dan minta tolong untuk menjalin hubungan dengan orang Kampei, Pengawas GK akan memberikan gelang-gelang karet dan mengajarkan bahasa Kampei kepada dia.

Kalau seorang tamu mendekati saudara, saudara hanya boleh bicara kepada dia kalau ia menawarkan gelang karet untuk rantai saudara dan berbahasa Kampei. Hal-hal ini membuktikan bahwa ia sudah mengadakan kunjungan kehormatan kepada Bapak (atau Ibu) Pengawas GK, jadi saudara boleh berinteraksi dengan dia.

Sayang banyak tamu asing tidak peduli mengunjungi Pengawas GK dulu, dan berusaha berbicara kepada sembarangan orang. Kalau seandainya ada seorang tamu asing mendekati saudara tanpa membawa gelang karet dan tidak berbahasa Kampei, saudara harus mengabaikan dia. Saudara sama sekali tidak mengerti apa yang dia katakan karena ia tidak berbahasa Kampei. Saudara juga tersinggung bahwa ia mengabaikan Pengawas GK dan tidak tahu sopan santun.

Saudara mengkomunikasikan kepada dia ketersinggungan Saudara dengan memegang rantai gelang karet saudara dengan kedua tangan, dan merentangkannya ke dua arah berlawanan, untuk menyatakan bahwa orang itu menjemukan saudara (yaitu sikap ramah saudara sudah direntangkan sampai batasnya).

[Ambil waktu lima detik untuk mempertunjukkan cara merentangkan rantai gelang karet, dengan muka serius (jangan tersenyum!)]

Kalau tamu asing tersebut tetap mencoba berbicara atau, lebih buruk lagi, berusaha memotret saudara, ambil satu gelang karet saudara, putuskan gelang karet itu, dan berikan kepada dia dengan muka yang marah. Tindakan ini mengkomunikasikan bahwa kemungkinan persahabatan di antara saudara dan dia sudah putus. Kemudian abaikan saja dia dan teruskan berbicara dengan orang Kampei dan membuat rantai gelang karet. Ingatlah selalu budaya saudara: Jangan berbicara kepada tamu asing. Jangan memberitahukan mereka hal apa saja mengenai budaya saudara. Saudara sama sekali tidak mengerti apa yang dikatakan mereka sebelum mereka membuat kunjungan kehormatan kepada Pengawas GK, satu-satunya dapat mengajar bahasa Kampei dan memberikan gelang-gelang karet kepada mereka. Kalau mereka berbicara kepada saudara sebelum mereka belajar dari Pengawas GK, rentangkan rantai gelang karet saudara. Dan kalau mereka berani memotret saudara, putuskan satu gelang karet dan berikan kepada mereka.

  • Tanya kalau ada pertanyaan tentang apa saja mengenai peraturan-peraturan hubungan dengan tamu asing. Berikan tanda supaya tamu-tamu dapat masuk untuk kunjungan lima menit.

  • Lihat jam dan hitung sepuluh menit lagi, supaya Anda tahu kapan kunjungan ini harus diakhiri.

  • Sesudah sepuluh menit, tandai dengan tepuk tangan bahwa interaksi telah selesai, dan asisten anda akan mengantar kelompok Norte kembali ke ruang mereka.

  • Sesudah tamu-tamu pergi, minta semua orang Kampei berkumpul lagi.

Tamu-tamu Norte baru berangkat dari kelompok masyarakat saudara. Mereka benar-benar orang yang aneh! Dan kaya juga rupanya sampai nama mereka pun ditulis pada uang kertas! Saudara ingin tahu bagaimana mungkin orang sekaya itu punya waktu untuk mengunjungi masyarakat seperti masyarakat saudara. Saudara sangat ingin tahu, dan merindukan mereka kembali lagi supaya saudara sempat menanyakan mengapa mereka senang mengunjungi saudara. Percakapan mereka mengenai Allah mendorong saudara memikirkan kepercayaan rohani saudara sendiri. Allah yang saudara percayai bukan Allah yang bersifat pribadi, tapi orang Norte ternyata berpendapat bahwa Allah mereka adalah Allah yang bersifat pribadi. Saudara ingin tahu bagaimana mungkin bisa seperti itu.

Kalau orang Norte mengunjungi saudara lagi dan jika dalam bahasa mereka, mereka minta agar saudara mengajar bahasa atau budaya saudara kepada mereka, antar mereka kepada Pengawas GK dan beritahu beliau bahwa orang Norte tersebut ingin belajar cara hidup (bahasa & budaya) Kampei. Pengawas GK akan memberikan beberapa gelang karet kepada Norte tersebut, mengajar dia cara membuat rantai gelang karet, dan menjelaskan bahwa rantai tersebut berarti menjalin persahabatan. Pengawas GK juga akan mengajarkan sambutan Kampei dan memastikan bahwa orang Norte tersebut tahu cara memakainya sebelum ia pergi untuk berbicara dengan orang Kampei lain. Ingatlah bahwa orang Norte harus belajar dari Pengawas GK sebelum ia dapat berkomunikasi dengan saudara. Pengawas GK adalah satu-satunya orang yang dapat mengajar bahasa dan budaya Kampei.

Kalau orang Norte mendekati saudara dengan gelang karet dan menyambut saudara dengan sambutan Kampei, nyatakan kebahagiaan saudara. Ini adalah orang Norte yang istimewa. Ia telah bersusah payah untuk belajar cara hidup saudara dan dia memperoleh hormat, kasih dan persahabatan dari saudara. Perlihatkan sukacita saudara pada permulaan persahabatan ini dengan memberikan sebuah gelang karet kepada dia dan menolong dia menambahkannya ke rantainya. Kemudian minta dengan sopan sebuah gelang karet dari dia, dan menambahkannya ke rantai saudara. Dengan demikian saudara memperkuat atau mensahkan persahabatan di antara saudara berdua. Tanyakan cara hidup Norte, dan minta penjelasan mengenai Allah mereka yang bersifat pribadi. Ingatlah bahwa orang Norte tidak dapat berbahasa Kampei,

Saudara tidak dapat berbicara dengan mereka atau menjawab pertanyaan apa saja dari mereka. Kalau seorang Norte berkata dalam bahasa Norte bahwa ia ingin belajar bahasa dan budaya saudara, antar dia kepada Pengawas GK, yang dapat mengajarnya. Sesudah seorang Norte belajar bahasa Kampei, Saudara dapat berkomunikasi dengan penuh semangat dan menjalin persahabatan dengan dia. Sekarang bagi satu kelompok menjadi dua atau tiga dan bicarakan apa yang saudara baru pelajari. Lanjutkan pemakaian sambutan Kampei pada waktu berbicara.

  • Ingatkan para Pengawas GK bahwa tujuan mereka adalah mengajarkan bahasa dan budaya kampei kepada orang Norte secepat mungkin.

  • Mereka dapat mengajar sambutan-sambutan Kampei dengan lebih cepat kalau mereka menulisnya dalam buku harian orang Norte (di belakang kameranya).

  • Berikan tanda supaya orang Norte kembali masuk ke ruangan untuk kunjungan kedua. Biarkan kunjungan ini diteruskan selama masih diperlukan (tujuh sampai limabelas menit).

  • Konsultasi dengan asisten untuk mententukan waktu yang cocok untuk berhenti. Selesaikan interaksi dengan tanda tepuk tangan.

  • Kalau sesudah sepuluh menit belum ada orang Norte yang dapat berbahasa Kampei, selesaikan kunjungan kedua dan kumpulkan kelompok Norte untuk memberi kesempatan menggumuli lagi strategi pendekatan dan memberi petunjuk lebih lanjut; kemudian adakan kunjungan ketiga (kalau kunjungan kedua cukup berhasil, kunjungan ketiga tidak diperlukan).

  • Sesudah kunjungan terakhir, minta setiap kelompok duduk di berlawanan sebelah ruang, supaya diskusi dapat dimulai.

  • Pimpin diskusi, dengan memakai pertanyaan Diskusi dan Tanya-jawab dan kertas Kesimpulan yang akan dibagikan.

Peraturan-peraturan Budaya Norte

  • Minta orang-orang Norte berkumpul.

  • Bagikan tanda pengenal dan minta setiap orang Notre menulis namanya dan mengenakannya.

  • Pastikan bahwa setiap orang Norte memakai tanda pengenal.

Saudara adalah anggota budaya Norte dan berbahasa Norte, yang adalah bahasa Indonesia! Orang Norte bangga karena terkenal sebagai suku yang rajin dan bekerja keras untuk hidup. Tanda pengenal saudara melambangkan bahwa saudara mentaati etika kerja tersebut dan menerima hadiah yang sesuai dengan usaha itu. Saudara lumayan kaya. Saudara juga adalah orang yang praktis dan suka mencari cara yang paling cepat dan hemat untuk melakukan sesuatu. "Waktu adalah uang," jadi Saudara tidak membuang waktu dalam hal apa saja. Saudara cukup ramah, tapi tidak suka ikut basa-basi.

Walaupun suku Norte dianggap suatu suku Kristen, banyak orang Norte yang Kristen KTP saja. Di antara yang setia di gereja pun, banyak yang menganggap keagamaan sebagai soal pribadi saja, dan tidak memikirkan pemberitaan Injil kepada orang lain. Akan tetapi ada juga orang Norte yang merasa bahwa pesan Injil harus diberitakan kepada semua kaum di muka bumi. Kelompok saudara ini terdiri dari orang Norte yang demikian. Saudara-saudara sedang berkumpul untuk mendiskusikan pemasukan orang Kampei ke dalam masyarakat saudara. Meskipun orang Norte lainnya menganggap perkara ini sebagai suatu pengganguan kebebasan pribadi, saudara memandangnya sebagai suatu kesempatan untuk menjangkau mereka dengan kasih Kristus dan pesan Injil. Saudara berkumpul untuk mengajarkan cara mengenal orang Kampei dan memperkenalkan mereka kepada orang Norte lainnya. Saudara berharap bahwa kalau banyak orang Norte dapat mengenal orang Kampei sebagai manusia seutuhnya, mereka akan bersedia menemani orang Kampei dan menjangkau mereka.

Sekarang, rencanakan bahwa saudara akan mengunjungi orang-orang Kampei sebagai tim pengintai. Orang-orang Kampei mulai menetap di masyarakat saudara selama beberapa tahun yang lalu, tapi saudara memperhatikan bahwa mereka masih suka menyendiri dan tidak memberanikan diri keluar dari masyarakat mereka.

Saudara berharap dapat membuktikan kunjungan saudara dengan memotret sebanyak mungkin. "Satu gambar sama nilainya dengan seribu kata," dan banyak foto dapat menolong saudara untuk melukiskan orang Kampei sebagai manusia seutuhnya yang perlu diperhatikan.

  • Bagikan kamera/buku harian. Pada waktu saudara mengunjungi orang Kampei, pakailah kamera saudara untuk memotret sebanyak mungking. Kemudian catat peristiwa itu dengan catatan dalam buku harian saudara (di belakang kamera saudara).

  • Berikan contoh cara memotret: pura-pura melihat lewat kamera sambil bikin suara "klik!", kemudian membalikkan "kamera' dan catat sesuatu di belakang kamera.

  • Minta mereka melatih cara memotret orang dan mencatat penjelasan.

  • Diskusikan sedikit: "Informasi apakah yang terpenting untuk dicatat, supaya tidak terlupakan?" Saudara telah mendengar cukup informasi mengenai kepercayaan Kampei untuk memastikan bahwa mereka bukan orang Kristen. Saudara dapat menduga bahwa mereka memeluk semacam agama suku. Salah satu tujuan kunjungan saudara adalah memberitakan Injil dan membawa sebanyak mungkin orang Kampei kepada Tuhan. Peristiwa ini dapat menjadi kesaksian hebat pada waktu saudara pulang. Gereja Norte dapat mengetahui suku Kampei sebagai kelompok yang terbuka bagi Injil, dan menjadi rela memberi tenaga manusia dan dana untuk menjangkau suku Kampei.

Untuk menginjili orang Kampei, coba komunikasikan empat hal. Beritahu mereka bahwa:

  1. Allah mengasihi mereka dan ingin menolong mereka.

  2. Dosa sedang memisahkan mereka dari kasih Allah sehingga mereka belum dapat mengalami kasih-Nya.

  3. Yesus Kristus mati untuk menghapus dosa mereka, supaya melalui Dia mereka dapat mengenal Allah secara pribadi.

  4. Setiap orang di antara mereka perlu memutuskan secara pribadi untuk menerima Kristus ke dalam hati mereka.

  5. Pakailah satu/dua menit untuk melatih mereka dalam empat hal ini, dan diskusikan cara yang paling efektif untuk mengkomunikasikan pesan yang penting ini.

Sekarang, kita hampir siap untuk pergi dan mengunjungi orang Kampei. Berusahalah untuk sejauh mungkin memberitakan pesan Injil kepada mereka dan memotret sebanyak mungkin, supaya kunjungan saudara terekam sepenuhnya. Orang Kampei tidak dapat berbahasa Norte, tapi saudara tetap mau mencoba untuk PI kepada mereka. Mereka sudah hidup di tanah Norte cukup lama, pasti sebagian dari mereka dapat ditangkap. Ingatlah, saudara harus memberitakan Injil kepada orang Kampei dengan peka tapi terus terang. Saudara hanya sempat untuk berkunjung selama waktu yang sedikit, tetapi ingin melakukan hal yang sebanyak mungkin dalam waktu yang singkat.

  • Ingatkan orang Norte untuk memotret dan memberitakan Injil sewaktu mengunjungi orang Kampei.

  • Minta orang Norte untuk membentuk kelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang dan melatih proses memotret dan menginjili satu sama lain.

  • Sementara mereka melakukan latihan, pastikan bahwa kelompok Kampei telah siap untuk dikunjungi oleh kelompok Norte.

  • Kalau kelompok Kampei telah siap, suruh kelompok Norte segera berangkat dan mengunjungi kelompok Kampei selama lima menit.

  • Kalau suku Kampei belum siap dikunjungi, dan suku Norte sudah selesai latihan, saudara sebagai pemimpin harus mengisi waktu sampai suku Kampei siap. Usulkan kepada orang Norte bahwa mereka juga dapat memanfaatkan kesaksian pribadi mereka. Suruh mereka memikirkan cara bersaksi dengan kata-kata yang sangat sederhana. Kemudian, kalau masih ada waktu, minta mereka membentuk lagi kelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang dan melatih kesaksian sederhana itu.

  • Pada waktu pemimpin budaya Kampei menandai dengan tepuk tangan bahwa interaksi telah selesai, antar kelompok Norte kembali ke masyarakat mereka sendiri.

  • Berikan kesempatan kepada kelompok Norte untuk membicarakan pengalaman mereka dan memikirkan strategi yang lebih cocok untuk penginjilan kaum Kampei. Kalau mereka semua terlalu bingung atau kewalahan, berikan sedikit petunjuk dari "Komunikasi Lintas Budaya", tapi jangan menghambat pergumulan mereka dengan terlalu banyak informasi. Mereka akan belajar paling banyak dari pergumulan mereka.

  • Biarkan kelompok Norte saling berbicara sampai kelompok Kampei siap menerima mereka.

  • Periksalah untuk melihat kalau orang Kampei telah siap untuk kunjungan kedua.

  • Utus kelompok Norte untuk mengunjungi masyarakat Kampei.

Komunikasi Lintas Budaya

  1. Menjadi seorang murid. Hubungi orang dari budaya lain dengan sikap seorang murid. Selidiki mereka: siapakah mereka dan apa saja yang diperlukan mereka. Jangan berangkat dengan perasaan bahwa saudara sudah tahu segala-galanya. Mungkin mereka tidak merasa perlu seseorang dari luar untuk mengkuliahi mereka.

  2. Belajar sedikit dan banyak memakainya. Sering minta tolong untuk belajar bahasa baru and pakailah apa saja yang saudara pelajari. Orang cenderung menolong seseorang yang sedang ada keperluan, jadi relakan diri untuk diejek dan belajar dari kesalahan-kesalahan saudara.

  3. Jalin hubungan dengan orang. Selagi kita belajar bahasa, kita menjalin hubungan dengan orang-orang dan mengetahui keperluan-keperluan mereka. Kemudian kita sanggup memberitakan Injil dengan cara yang sesuai dengan keperluan-keperluan tersebut. Kita tidak belajar bahasa supaya kita mendapat sebuah pelayanan. Proses belajar bahasa pun merupakan sarana bagi pelayanan yang berarti.

  4. Robohkan tembok-tembok penghalang. Pastikan bahwa pakaian, perkataan dan kelakuan saudara membangun jembatan kepercayaan satu sama lain daripada tembok ketidakpercayaan. Pada waktu mengunjungi budaya lain, usahakan selalu untuk menghindari (sejauh mungkin) kelakuan-kelakuan yang menyinggung.

Diskusi dan Tanya-jawab

Mari kita diskusikan apa yang kita baru alami. Kita akan memakai beberapa pertanyaan untuk mengarahkan diskusi kita. Tolong jawab secara singkat, dalam bahasa Indonesia, bukan bahasa Kampei!

  1. Bagaimana kesan anda mengenai budaya lain pada waktu baru bertemu? (tanyakan kepada orang Kampei dulu; kemudian orang Norte).

  2. Jelaskan perasaan anda selama pertemuan pertama dengan budaya lain.

  3. Jelaskan perasaan anda selama pertemuan kedua dengan budaya lain. [Pertanyaan lain lagi dapat juga ditambahkan secara spontan.]

  4. Sebagai hasil permainan ini, apa yang anda ingin ubah dalam usaha-usaha komunikasi lintas budaya anda?]

Kesimpulan

  1. Apakah Permainan Kampei lebih dari sekadar permainan? Hal-hal yang baru saudara alami satu jam yang lalu lebih dari sekedar main-main saja. Interaksi antar budaya yang tadi terjadi memang tiruan, tapi pengalaman saudara adalah nyata.

  2. Apa tujuan Permainan Kampei? Tujuan Permainan Kampei bukanlah agar saudara selalu memilih yang terbaik dalam komunikasi dengan budaya lain. Yang penting adalah saudara menggumuli cukup lama tentang beberapa keputusan yang seseorang harus hadapi dalam interaksi lintas budaya, dan mengerti beberapa prinsip yang mempengaruhi cara berkomunikasi lintas budaya.

  3. Apa yang diajarkan oleh Permainan Kampei?

      1. Frustrasi, kebingungan, kegelisahan dan rasa malu sering dialami pada waktu kita menghadapi seseorang dengan nilai budaya lain.

      2. Kita harus menjadi seorang pelajar pada waktu menjalin hubungan dengan orang dari budaya lain. Itulah situasi "memberi dan menerima" yang di dalamnya kita belajar dari mereka dan mereka belajar dari kita.

      3. Belajar bahasa adalah pelayanan. Selagi kita belajar bahasa, kita dapat menjalin hubungan dengan orang dan mengetahui keperluan-keperluan mereka. Baru setelah itu kita akan sanggup memberitakan Injil dengan cara yang sesuai dengan keperluan-keperluan tersebut.

      4. Kita sebaiknya menerima latihan lintas budaya sebelum berkomunikasi dengan budaya lain. Latihan tersebut mungkin menahan kita dari kelakuan seperti seorang `turis' dan menolong kita untuk menjalin hubungan dengan cara yang lebih peka terhadap orang-orang yang kita ingin jangkau.

      5. Walaupun mungkin kita merasa bahwa kita mengantar Allah kepada suatu kelompok masyarakat, sebenarnya Allah mengantar kita kepada mereka dan mungkin sudah mulai bekerja dalam hati mereka, supaya mereka terbuka mendengar pesan tentang Allah dan siap menerima-Nya.

Diskusi Kelompok

1. Dari Permainan Kampei, apa yang Saudara pelajari mengenai pelayanan lintas budaya?

2. Bagaimana perasaan Saudara selama latihan ini? (kecewa? malu? dsb)

3. Apakah latihan ini dapat menolong Saudara? Dalam hal apa?

Kategori Bahan Indo Lead: 
Jenis Bahan Indo Lead: 
File: 
AttachmentSize
komunikasi_lintas_budaya_6.doc311 KB

Komentar