Spiritual Leadership

Kepemimpinan Rohani

Kepemimpinan Rohani

Di mana pun pekerjaan Allah dilaksanakan, di situ selalu ada seseorang yang menjadi pemimpin. Selalu ada satu orang yang dipanggil oleh Allah untuk memimpin umat mencapai tujuan-tujuan-Nya. Read more about Kepemimpinan Rohani

Prinsip Satu Langkah untuk Mengembangkan Para Pemimpin

Yesus Kristus menunjukkan satu pola kepemimpinan yang sederhana dan dapat direproduksi. Dia berkonsentrasi pada hal-hal yang kecil untuk mendapatkan hasil-hasil yang maksimal. Yesus memfokuskan pelayanan-Nya di dunia pada sekelompok kecil para pengikut terpilih yang berdoa dengan sungguh-sungguh. Read more about Prinsip Satu Langkah untuk Mengembangkan Para Pemimpin

Minat Saja Tidaklah Cukup

Banyak pemimpin menyamakan misi dan visi, tetapi mereka tidaklah sama. Martin Luther King Jr. memiliki sebuah visi -- sebuah mimpi -- untuk mengakhiri segregasi. Misinya melibatkan banyak metode, seperti pawai, pidato, dan pemboikotan untuk membantunya mewujudkan visi tersebut. Read more about Minat Saja Tidaklah Cukup

Ayat Alkitab tentang Kepemimpinan

Para pemimpin yang efektif memberikan delegasi tugas dan menunjukkan terima kasih atas pekerjaan orang-orang lain. "Musa memeriksa semua pekerjaan itu dan melihat bahwa pekerjaan itu telah dilakukan tepat seperti yang diperintahkan TUHAN. Jadi, Musa memberkati mereka."
(Keluaran 39:43, AYT). Read more about Ayat Alkitab tentang Kepemimpinan

Pemimpin dalam Panggilan Tuhan

Musa, siapa tidak kenal? Dia adalah seorang pemimpin besar yang ditugaskan oleh Tuhan untuk membawa bangsa Israel -- umat Tuhan yang hidup dalam perbudakan -- keluar dari negeri Mesir. Siapa pula yang tidak kenal Yosua, yang menggantikan Musa dan memimpin bangsa Israel; generasi muda yang lahir di padang gurun selama berkelana 40 tahun? Read more about Pemimpin dalam Panggilan Tuhan

Anugerah Tuhan dan Kelemahan Seorang Pemimpin Kristen (2 Korintus 12:1-10) (II)

[Bagian pertama dibahas dalam e-Leadership 126: Anugerah Tuhan tidak menghilangkan kelemahan seorang hamba-Nya.]

Kedua, kasih karunia Tuhan bekerja sempurna justru di dalam kelemahan hamba-Nya. (2 Korintus 12:9)

Pada mulanya, Paulus tidak mengerti alasan mengapa Tuhan menaruh "duri" dalam dagingnya yang membuatnya begitu lemah dan menderita. Namun, setelah ia memohon dalam doa dan Tuhan menolak mengangkat "duri" tersebut, ia mulai melihat "duri" itu dari perspektif yang lain, yakni perspektif Allah: supaya ia tidak meninggikan diri. Dua kali hal ini dinyatakan di ayat 7.

Mengapa Allah kelihatannya begitu "khawatir" kalau Paulus akan meninggikan diri? Benarkah Paulus seorang yang sombong? Atau barangkali Allah terlalu mengada-ada? Untuk mencari jawaban pertanyaan tersebut, saya ingin mengajak pikiran Anda di kehidupan jemaat Kristen mula-mula. Mari membayangkan, seandainya kita menghadiri Sidang Raya Persekutuan Gereja-Gereja di Yerusalem untuk memberikan penghargaan semacam hadiah Nobel sebagai dedikasi dan prestasi pelayanan, kira-kira siapakah yang layak mendapat hadiah tersebut? Read more about Anugerah Tuhan dan Kelemahan Seorang Pemimpin Kristen (2 Korintus 12:1-10) (II)

Pages

Komentar