Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Leadership

Loading

Kepemimpinan Yosua

Jenis Bahan Indo Lead: Artikel

"Bangkitlah, o anak Allah, gereja menantikanmu, kekuatannya tak imbangi tugasnya; bangkit dan megahkanlah gereja."

Karakteristik pemimpin sejati dapat ditemukan dalam sosok Yosua, pemimpin pasukan sukarela. Nama Yosua berarti Penyelamat atau Penebus, nama ini memunyai makna yang sama dengan nama Yesus. Yosua adalah pemimpin generasi baru Israel. Dia memimpin mereka ke tanah perjanjian di Kanaan. Pemimpin yang kukuh selalu memunyai langkah awal. Langkah awal Yosua dibentuk oleh Musa di padang belantara. Musa mengajar Yosua untuk memimpin, taat, dan beriman kepada Allah. Ada beberapa kualitas yang kita saksikan dalam diri Yosua yang dapat dipelajari. Sebagai wanita dan pria kepunyaan Allah, kita juga dapat mengikuti jejak langkah pemimpin hebat ini. Saat kita melihat kehidupan Yosua, pemimpin dari anak-anak Allah, mari kita membuka mata dan merenungkan bagaimana Allah menginginkan kita menjadi wanita dan pria dengan kedisiplinan yang saleh dalam kepemimpinan.

1. Yosua Hebat dalam Peperangan

Yosua adalah orang yang gagah berani. Dia mengalahkan musuh beberapa kali dengan kekuatan pedangnya. Pemimpin dengan keberanian yang hebat rentan untuk menjadi sangat sombong terutama karena generasi Yosua mencintai pemimpin ini. Akan tetapi, kita melihat kebenaran bahwa Yosua adalah orang yang jauh dari ambisinya sendiri; dia sungguh-sungguh berserah kepada kekuatan yang lebih tinggi. Dia memimpin pasukannya ke dalam hadirat Allah.

2. Yosua Memahami Doa

Tulang punggung pekerjaan apa pun yang dilakukan untuk Allah adalah doa. Dengan kekuatan doa, Yosua dapat memerintahkan agar kekuatan Allah terwujud. Kehidupan Yosua diubahkan saat perjalanannya ke gunung dengan 70 penatua-penatua Israel lainnya. Musa dan Yosua naik lebih tinggi ke atas gunung. Allah memanggil mereka ke panggilan ilahi yang kasat mata. Saat mereka berjalan ke atas, tanah menjadi seperti batu safir; mereka mencicipi sedikit rasa surga. Saat Musa pergi ke atas dan Yosua ditinggal di belakang dia sendiri melihat bayangan Yahweh dari kejauhan. Emosi dan semangatnya pun menyala-nyala; dia memunyai visi untuk berhadapan dengan Allah muka dengan muka seperti Musa. Pada malam hari sebelum pertempuran Yerikho, Yosua akhirnya bertemu Allah, komandan tentara TUHAN. Sebagai pemimpin yang hebat kita perlu berdoa untuk anugerah-Nya agar Anda memercayai apa yang Anda baca dalam kitab suci serta apa yang Anda saksikan dalam roh.

3. Yosua Memunyai Kesetiaan dan Rasa Kekaguman

Oh, betapa Yosua menikmati berada dalam kehadiran TUHAN. Ketika Musa berbicara muka dengan muka dengan Allah, Yosua berada di Tempat Kudus dengan sebuah visi dalam benaknya. Dia tidak pernah mau meninggalkan kehadiran Allah. Dia berdiri di tempat ibadah dan tidak beranjak bahkan saat Musa pun telah pergi. Seorang pemimpin perlu memunyai kesetiaan, penyembahan dan rasa hormat kepada Allah. "Kepemimpinan rohani sejati dilahirkan dari kesetiaan dan keinginan untuk menyendiri bersama Allah", Yosua tidak mau meninggalkan kehadiran Allah!

Kemurahan hati merupakan salah satu bagian dalam kehidupan Yosua yang membutuhkan perbaikan. Ada 2 orang dari tujuh puluh pemimpin Israel yang didiami oleh roh. Mereka tinggal dan bernubuat di perkemahan mereka; ketika Yosua mendengar hal itu, dia berkata, "Tuanku Musa, cegahlah mereka!" Lalu, Musa menanggapi "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku?" (Bilangan 11:28-29) Roh Allah untuk semua orang. Yosua perlu belajar bahwa pemimpin bisa saja terdiri dari lebih dari satu pemimpin yang ditunjuk oleh Allah. Untuk menjadi seorang pemimpin rohani Anda perlu menjadi nomor lima, atau nomor empat, atau nomor tiga untuk menjadi nomor satu.

"Kepemimpinan rohani sejati mengabaikan perilaku yang mempromosikan diri sendiri."

4. Iman adalah Faktor Pendorong Pemimpin Rohani

Inilah yang ditunjukkan Yosua dan Kaleb kepada Musa. Ketika mayoritas berkata mustahil, kedua orang setia ini berkata, "mereka akan kita telan habis!" (Bilangan 14:9) Ketika TUHAN berbicara kepada seorang pemimpin sering sekali terjadi pertentangan. Walaupun ada kritik yang ditujukan kepada gereja, kita sebagai pemimpin-pemimpin perlu fokus pada apa yang Allah inginkan bagi anak-anak-Nya. Tekanan dari pergaulan dapat menghancurkan seorang pemimpin yang tidak berhati-hati dengan firman Allah.

"Pemimpin Rohani tidak harus setuju dengan pendapat mayoritas."

Ambillah Yosua bin Nun, seorang yang penuh roh, letakkanlah tanganmu atasnya. Allah menginginkan orang-orang Kristen yang dipenuhi Roh untuk mengisi posisi-posisi kepemimpinan. "Saat kita berjalan dan melayani dalam Roh, Roh akan memberikan kita tugas-tugas khusus dalam gereja. Tugas-tugas ini akan menjadi tugas kepemimpinan dalam semua level, entah itu tugas di meja tunggu, entah tugas sebagai pengabar Injil."

5. Pemimpin yang Dapat Diganti Setelah Masanya Usai

Musa adalah pemimpin terhebat yang pernah dimiliki Israel. Dia jauh lebih hebat dari Yosua. Kenyataannya, dalam kepemimpinan Allah tidak terlalu memerlukan keahlian atau bakat kepemimpinan kita. Kita dapat menjadi pemimpin yang hebat hanya ketika kita menyadari bahwa kita dapat digantikan oleh orang lain. Kita bukanlah yang terbaik dari yang terbaik, tetapi yang lebih penting adalah kita semua dapat berbagi pekerjaan Allah. Jika tiba waktunya bagi kita untuk menyerahkan kunci-kunci kepemimpinan, kita perlu melakukannya dengan kepercayaan terhadap pemimpin lain. Kita perlu untuk dapat digantikan.

Kita semua membutuhkan kedisiplinan rohani dalam hidup kita, agar Allah memanggil kita menjadi pemimpin sesuai dengan kehendak-Nya. Amin! (t/Uly)

Diterjemahkan dan disunting dari:

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

Komentar