Kehidupan Orang Kristen yang Berkemenangan

Bagian B1
KEHIDUPAN ORANG KRISTEN YANG BERKEMENANGAN

Oleh Ralph Mahoney

ISI DARI BAGIAN INI :

B1.1 - Iblis Telah Dihancurkan
B1.2 - Iblis Tidak Berkuasa Lagi
B1.3 - Mempertahankan Kemenangan
B1.4 - Bebas! Untuk Menikah Dengan Lain Orang

Bab 1
Iblis Telah Dihancurkan

Pendahuluan

Anda tidak akan pernah berjalan dalam kemenangan sampai anda tahu bahwa musuh anda telah dikalahkan.

Sebagai orang-orang Kristen, kita tidak berpindah dari kekalahan pada kemenangan atau berpindah dari keraguan kepada iman.

Alkitab mengatakan bahwa ada jalan dari iman yang memimpin menuju iman yang lebih besar "dari iman kepada iman" (Rm 1:17).

Titik permulaan kita menuju kemenangan bukanlah kekalahan, tetapi kemenangan - kemenangan Kristus. "Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kemenangan kepada kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita" (I Kor 15:57).

Apabila kita ingin menang, kita harus memulainya dengan kemenangan. Kebimbangan, kesalahan dan keputusasaan bukanlah bekal yang dapat kita pakai untuk membangun kehidupan yang berkemenangan.

Kita tidak mungkin akan menjadi pemenang selama kita melihat diri kita sendiri sebagai mangsa-mangsa iblis yang tak berdaya dan yang tak berpengharapan. Setan tidak lagi punya kekuatan otoritas untuk mengalahkan anak-anak dari keluarga kerajaan Allah.

Namun apa yang dia miliki adalah untuk menipu anak-anak Allah apabila mereka tidak mengerti siapa mereka di dalam Kristus Yesus.

Ketika saya masih seorang Kristen yang muda, saya sungguh-sungguh takut akan hal-hal yang ada hubungannya dengan setan.

Saya tidak tahu bagaimana dan bilamana hal itu dimulai ada dalam diriku. Sebagai seorang anak laki-laki, saya selalu tertarik pada apa yang dilakukan oleh para pengkhotbah. Mungkin cerita-cerita mereka tentang kekuatan setan itu telah menjadi benih ketakutan dalam benak saya tanpa saya menyadarinya.

Beberapa saat kemudian saya tahu bahwa orang-orang Kristen yang lain pun punya masalah yang sama.

Saya telah diselamatkan dan dipenuhi dengan Roh Kudus ketika saya berusia belasan tahun. Selama saya bertumbuh dalam Tuhan, saya benar-benar merindukan untuk mempunyai kekuasaan untuk mengalahkan kuasa iblis. Saya mengatakan pada Tuhan bahwa apabila saya akan kebetulan bertemu dengan kuasa kegelapan, saya ingin mampu untuk mengusirnya keluar.

Saya begitu khawatir, jangan-jangan kuasa kegelapan itu mempunyai kekuatan yang lebih besar dari saya, sampai saya mimpi sepertinya saya bertemu dengan iblis. Dalam mimpi saya, saya sepertinya melihat diriku sendiri yang berusaha mengusir setan, tetapi tak mampu. Sungguh-sungguh ketakutan merupakan problema saya saat itu.

Namun Bapa Sorgawi melihat keinginan saya untuk menjadi seorang anak yang kuat dan setia dalam keluarga Allah. Ia memenuhkan kebutuhan saya dengan memecahkan masalah saya dengan cara yang tak terduga.

Saya kira Ia tentunya memakai para malaikat yang gagah perkasa atau kilat yang menggelegar untuk memberi saya kekuatan tersebut, tapi nyatanya tidak ! Saat ini saya punya kekuatan dan otoritas atas kuasa kegelapan tersebut, tetapi saat itu kuasa itu tidak datang dengan cara demikian. Allah mempunyai cara yang lebih baik yaitu suatu cara yang ingin saya bagikan dengan anda saat ini.

Allah memilih suatu cara untuk mengisi kebutuhan saya akan kuasa melawan kuasa-kuasa iblis itu dengan cara memberi saya wahyu. Dalam suatu wahyu Allah menunjukkan atau "membuka" pada saya kebenaran dari Alkitab yang belum pernah saya lihat atau ketahui sebelumnya.

Kebenaran itu selalu terpusat pada Yesus dan memberikan kuasa untuk membebaskan kita dari ketakutan-ketakutan kita.

"Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu ... Apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka" (Yoh 8:32,36).

Saya menemukan bahwa sebuah wahyu yang telah membebaskan kita, dapat diberikan juga pada orang-orang lain. Kebenaran akan bekerja juga dalam kehidupan mereka seperti yang telah kita alami. Karena itu, biarkan Roh Kudus membuka hatimu untuk Firman Allah dan Firman Allah untuk hati anda.

A. DIBEBASKAN DARI KETAKUTAN AKAN KEMATIAN DAN SETAN

"Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematianNya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut" (Ibr 2:14,15 smf).

1. Setan Dihancurkan

Yesus mati agar setan dapat dihancurkan. Ini adalah suatu pernyataan yang kuat, pasti dan mutlak kebenarannya, dan pernyataan ini benar-benar berdiri atas kekuasaan yang penuh dari Alkitab. Setan TELAH dihancurkan !

a. "Menghancurkan". Bukan berarti bahwa iblis tidak lagi ada, ia masih berada di sekitar kita sebagaimana kita tahu akan hal itu.

Kata Yunani untuk "menghancurkan" adalah katargeo. Artinya :

  1. membuat tak berdaya
  2. membuatnya nihil
  3. dikurangi hingga angka nol, dibuat tak aktif
  4. dibuat tidak mempunyai pengaruh
  5. lumpuh

Melalui kematianNya, Yesus tidak hanya membayar hukuman dosa-dosa kita, Ia membuat iblis tak berdaya, membuatnya menjadi nol dan melumpuhkannya.

Karena itu kami tak lagi perlu takut pada setan atau pengadilan sesudah kematian (Ibr 9:27; 10:27)

2. Kematian Kehilangan Sengatnya

Melalui kematianNya, Yesus juga menunjukkan pada kami bahwa kami tidak perlu takut akan akibat-akibat fisik dari kematian. Kematian tidak dapat membinasakan jiwa atau roh dari seseorang. Kami bahkan akan mendapatkan tubuh yang dimuliakan.

Seperti tubuh yang dimiliki oleh Tuhan sendiri ketika Kristus kembali di dalam kuasa kebangkitanNya.

"Hai maut, dimanakah sengatmu? ... Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita" (1 Kor 15:55,57).

3. Kristus Memerintah

Ya, kematian dan kebangkitan dari Yesus telah melepaskan kita dari ketakutan pada iblis dan pada kematian.

Iblis sendiri telah dilucuti dari otoritasnya terhadap dunia. Haknya untuk memerintah pada ciptaan Tuhan telah diambil oleh Kristus yang telah disalibkan. Tongkat kekuasaan dari simbol kerajaannya yang menunjukkan kekuasaannya telah dilucuti dari tangannya. Setelah mengalahkan iblis, Tuhan Yesus mengembalikan tempatNya yang benar di atas takhta.

B. BAGAIMANA SEMUA ITU DIMULAI

Kisah ini adalah kisah yang sangat menakjubkan, namun hanya dapat dimengerti apabila kita kembali pada ciptaan yang semula. Marilah kita bersama-sama mengulangi apa yang ada di dalam hati dan pikiran Allah pada awal sejarah.

1. Manusia Diciptakan Untuk Berkuasa

"Berfirmanlah Allah : `Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa dan memerintah ... atas semua yang berada di bumi ini ... ` (Kej 1: 26 smf).

"Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya dalam waktu yang singkat lebih rendah dari para malaikat ... Engkau telah membuat dia berkuasa dan memerintah atas buatan tanganMu ... " (Mzm 8:5,6 smf).

"Segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kakiNya" (Ibr 2:8).

Ayat-ayat Alkitab di atas menunjukkan bahwa Allah mempunyai rencana untuk Adam dan Hawa. Pada keluarga yang pertama itu telah diberikan hak untuk memerintah atau mempunyai kekuasaan atas semua ciptaan.

Mereka telah mempunyai otoritas atas semua mahkluk hidup yang berada di permukaan bumi ini. Pada mulanya mereka memerintah dengan penuh hikmat dan dengan baik. Segala sesuatu aman tenteram di bawah kekuasaan Ilahi saat itu.

Singa dan anak domba berbaring bersama dengan penuh kerukunan, tidak ada semak duri ataupun belukar. Bunga-bunga yang harum dan pohon-pohon buah-buah yang begitu lebat dan indah tumbuh di mana-mana. Dunia saat itu adalah tempat yang indah tumbuh di mana-mana. Dunia saat itu adalah tempat yang indah dan mulia, tempat yang begitu indah untuk didiami.

Namun sangat menyedihkan, keindahan Ilahi dari hari-hari yang tidak mengenal dosa itu tidak berlangsung lama.

2. Manusia Telah Kehilangan Kekuasaan Karena Tidak Taat dan Tertipu

Alkitab mengajarkan bahwa setan pada mulanya diciptakan sebagai malaikat atau kerub yang indah dan diurapi, dan mungkin ia adalah pemimpin puji-pujian di Sorga. Ia mempunyai ambisi yang besar untuk memerintah dunia, tetapi Allah memberikan hak istimewa itu kepada Adam dan Hawa.

Melalui kesombongan dan pemberontakannya dia jatuh dari Sorga, dia jatuh dari kedudukannya yang penuh dengan keindahan, kekuasaan dan otoritas. Yesus berkata : "Aku melihat iblis jatuh seperti kilat dari langit" (Luk 10:18; lihat juga Yeh 28:11-17; Yes 14:12-15).

Ia kemudian menampakkan diri di taman Firdaus dalam bentuk ular yang sangat indah. Namun demikian ia mempunyai maksud yang jahat dengan kedatangan dan jalannya yang penuh kelicikan dan kepandaian itu, dia ingin merampas hak Adam dan Hawa untuk memerintah (kekuasaan yang telah diberikan pada Adam dan Hawa sebagai wakil Allah atas semua ciptaan).

Saat itu ia tidak dapat menguasai atau memaksakan kehendaknya pada keluarga yang pertama dari Allah itu. Adam dan Hawa mempunyai kekuasaan atau pemerintahan atas semua mahluk hidup termasuk ular-ular. Maka, satu-satunya kekuatan yang dipakai oleh setan ialah kekuatan untuk mempengaruhi. Apa yang dapat dilakukannya adalah mencari cara untuk mempengaruhi sikap mereka melalui tipuan dan penyamaran.

Karena itu, ia mendatangi Hawa ketika ia sedang sendirian. Dengan cara yang sangat licik dan halus ia menanamkan benih keragu-raguan dalam hati Hawa tentang kasih Allah, ketulusan dan kuasa Allah. Akhirnya iblis dapat mempengaruhinya untuk percaya bahwa iblislah yang benar dan Firman Allah yang keliru.

Dan hasilnya, Hawa memilih untuk makan buah-buahan dari pohon pengetahuan daripada memakan buah-buahan dari pohon kehidupan. Adam bukannya tertipu, tetapi ia memilih untuk mengikuti Hawa dalam keadaannya yang jatuh itu (1 Tim 2:14).

a. Akibat-Akibat Yang Menyedihkan. Ada tiga hal yang menyedihkan dan tragis yang terjadi sebagai akibat dari keragu-raguan dan ketidaktaatan mereka :

1) Mereka Kehilangan Perlindungan Dan Otoritas Dari Allah. Mereka keluar dari bawah perlindungan dan otoritas Allah dan rupa Allah mereka rusak.

2) Kehilangan Hak Untuk Memerintah. Mereka kehilangan hak untuk memerintah atas ciptaan Allah.

3) Datang Dibawah Otoritas Yang Lain. Mereka kemudian masuk di bawah otoritas dari setan sendiri.

Setan dengan segera mengambil tongkat kekuasaan yang telah terjatuh dari tangan Adam dan Hawa dan mengambil mahkota yang telah jatuh dari kepala mereka. Simbol dari otoritas ini sekarang diambil menjadi haknya.

Iblis telah mengambil alih kekuasaan atas dunia seperti yang diinginkannya. Dia telah menang tidak karena kekuatan tetapi karena tipuan. Hak untuk memerintah atas ciptaan Allah telah berpindah dari manusia kepada ular, yaitu iblis sendiri.

3. Allah Mempunyai Rencana Untuk Memulihkan Kekuasaan

Setan tidak hanya menipu orang lain, tapi dia sendiri hidup dalam penipuan. Dia mengira dia benar pada hal ia salah.

Dia sungguh-sungguh yakin bahwa ia telah menang atas kedua belah pihak yaitu Allah dan manusia.

Namun, ada suatu aspek dari keadaan alamiah Allah yang setan tidak tahu, aspek itu disebut kemurahan.

Kemurahan itu didasarkan atas kasih yang tidak mementingkan diri sendiri, kasih yang berusaha untuk menyelamatkan yang terhilang, berapapun harganya. Biasanya seseorang menyelamatkan atau membeli kembali hal-hal yang dianggapnya berharga.

Dalam kehidupan manusia, harga itu adalah kematian dari orang yang lain, seorang yang disebut Anak Manusia! Saya yakin setan tidak mengira bahwa Tuhan akan bergerak sejauh itu untuk memberikan Putra satu-satuNya, yaitu Yesus bagi manusia yang telah jatuh. Pemberian itu bahkan telah diberikan sekalipun manusia belum diciptakan. Alkitab menyatakan bahwa Yesus adalah " ... Anak Domba yang telah disembelih merupakan dasar dari dunia" (Why 13:8). Ini berarti bahwa Allah di dalam pengetahuanNya melihat bahwa manusia dapat berbuat dosa dan memerlukan seorang Juruselamat. Maka Yesus telah dipilih untuk tujuan ini sebelum manusia diciptakan.

"Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat".

"Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diriNya pada zaman akhir" (1 Ptr 1:18-20 smf).

Ketika manusia jatuh, Allah tidak mengubah pikiranNya tentang rencana yang telah dikerjakan bagi keluarga kerajaan yang Ia kasihi. Rencana itu tetap menjadi rencanaNya untuk memenuhi bumi ini dengan anak-anak laki-laki dan perempuan yang hidupnya akan menyinarkan keindahan Allah mereka.

Melalui kasih dan ketaatan mereka, kemuliaan dari Kerajaan Allah akan menutupi seluruh bumi ini seperti air yang menutupi lautan. Ya, tongkat kerajaan itu harus kembali pada tangan manusia.

a. Benih Dari Orang Perempuan. Segera setelah manusia berbuat dosa dan jatuh dari tempatnya yang penuh kekuasaan dan kemuliaan, rencana Allah untuk penyelamatan dijalankan.

Yang menarik ialah bahwa rencana ini pertama-tama dibukakan pada setan sendiri. Pada tulisan di bawah ini akan tampak bahwa Adam dan Hawa juga berada di sana. Namun demikian, Firman Allah langsung diucapkan pada ular: "Dan berfirmanlah Tuhan Allah, `Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan ... Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunanNya(Yesus); keturunanNya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitNya" (Kej 3:14, 15 smf).

"Keturunan dari wanita" itu menunjukkan garis keturunan yang mana Yesus akan datang sebagai seorang manusia. Pada ular diberitahukan ia akan meremukkan tumitNya (Yesus), tetapi luka itu tidak merupakan luka yang fatal dan bukan merupakan akhir dari segala sesuatunya. Ini menunjukkan kematian dan kebangkitan dari Yesus. Kematian tidak dapat menahan Yesus di dalam kubur!

Benih itu (Yesus) akan menggunakan kesempatan dari kematian itu untuk meremukkan kepala dari ular. Ini menunjukkan luka yang fatal yang tidak dapat disembuhkan, kekalahan dan kematian ular itu merupakan akhirnya.

Frasa "meremukkan kepalamu" mempunyai arti tambahan betapa pentingnya tema dari otoritas itu. Istilah "kepala" termasuk pemikiran dari kepemimpinan atau otoritas pemerintahan (naungan).

Paulus menggunakan istilah ini untuk menunjukkan aturan-aturan dari otoritas kerohanian dan pertanggung jawaban kerohanian: "Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, Kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah" (I Kor 11:3 smf).

Kisah kita tentang Taman Eden/Firdaus kemudian menjadi paling dramatis. Allah sendiri telah memberitahu iblis bahwa suatu saat benih dari perempuan itu, yaitu Yesus akan merampas tongkat kekuasaan dari tangan setan. Melalui pengorbanan Yesus di atas salib, manusia akan diselamatkan; setan akan dikalahkan dan kekuasaan untuk memerintah akan dikembalikan pada keluarga Allah.

b. Juruselamat Rajani. Putera Allah sebagai Anak Manusia akan memberikan kembali pada manusia kekuasaan untuk memerintah yang telah hilang daripadanya karena dosa.

Kerajaan Sorgawi suatu saat akan memerintah dunia melalui keluarga Allah, yaitu anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuanNya. Yesus, saudara laki-laki kita, penyelamat kita adalah "putera sulung" dari keluarga yang mulia itu. Melalui Dia kami akan mendapatkan kemenangan yang akan berlangsung selamanya.

Tema dari pemulihan pemerintahan yang benar melalui benih rajani dari Allah dapat ditelusuri dalam ayat Alkitab.

Dengarkanlah bagaimana surat dari Paulus kepada gereja-gereja di Galatia:

"Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus AnakNya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.

Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita, yang berseru : `Ya Abba, ya Bapa!' Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah" (Gal 4:4-7 smf).

Jelas Paulus menghubungkan kelahiran Tuhan Yesus dengan benih yang dijanjikan di dalam kitab Kejadian 3:15. Yesus Kristus datang ke bumi ini dan dilahirkan oleh seorang wanita.

Ia datang dengan maksud untuk menyelamatkan manusia dan memulihkannya kembali pada tempat otoritas yang semula di dalam keluarga Allah.

Yesus memenuhi nubuatan yang diberikan pada ular di taman Eden itu. Apabila waktunya yang tepat telah tiba, melewati salib Kristus, setan dikalahkan dan diturunkan dari tahtanya.

Otoritas yang didapatnya secara licik dari keluarga yang pertama, telah dikembalikan pada anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan dari Allah yang telah diselamatkan.

4. Setan Mencoba Untuk Merubah Rencana Allah.

Kebenaran ini menolong kita untuk mengerti apa yang terjadi ketika Yesus dicobai pada permulaan pelayananNya di atas bumi ini. Pertama-tama iblis mencari kesempatan untuk menyangkal Yesus tentang sumber dari kekuasaanNya yang Ilahi dengan memberi Dia pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan keadaanNya sebagai Putera Ilahi. "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti" (Mat 4:3 smf).

a. Setan Mencobai Yesus. Inilah pencobaan yang terakhir yang membawa otoritas dan kekuasaan untuk memerintah itu merupakan fokus yang tajam.

"Dan iblis membawaNya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepadaNya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepadaNya, `Semua itu akan kuberikan kepadaMu, jika Engkau sujud menyembahku.'

"Maka berkatalah Yesus kepadanya, `Enyahlah, Iblis!

Sebab ada tertulis: `Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti! Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus" (Mat 4:8-11 smf).

Sangat menarik untuk memperhatikan dan mengetahui bahwa kami datang di bawah otoritas dari seseorang yang kami sembah.

Sesungguhnya, apa yang kami sembah itu merupakan otoritas di atas kita. Apa yang ingin dikatakan oleh iblis ialah "Apabila kamu datang di bawah otoritasku, aku akan memberikan Engkau kekuasaan untuk memerintah semua kerajaan-kerajaan di dunia ini". Yesus melihat tipuan dari iblis ini dan Dia menolaknya.

1) Ujian Itu Adalah Nyata. Ada lagi satu hal yang penting yang dapat memberikan pengertian lebih lanjut dari tema di bawah ini.

Apakah tawaran setan itu sungguh-sungguh benar? Apakah benar ia mempunyai otoritas semacam itu untuk diberikan padanya?

Dan bila tidak, tawarannya pada Yesus tentunya bukanlah tawaran yang sah. Karena itu pencobaan-pencobaan itu pun bukannya sesuatu yang nyata.

Andaikan saya dapat mengatakan pada anda, "saya akan memberimu $10.000.000 kalau kamu mau jatuh tersungkur dan menyembah saya" semua dari anda akan tertawa. Mengapa? Sebab anda tahu bahwa saya tidak mempunyai uang sebanyak itu, dan hal itu bukanlah pencobaan yang sungguh-sungguh.

Tidaklah demikian dengan Yesus. Pencobaan-pencobaanNya adalah sungguh-sungguh. Iblis menawarkan Yesus sebuah jalan untuk menghindari salib, tetapi hal itu merupakan ketidaktaatan kepada BapaNya di Sorga. Karena itu Yesus benar-benar memerlukan kekuatan ini untuk bertahan. Yesus bergumul dengan pencobaan-pencobaan yang sangat menekan, sehingga malaikat-malaikat datang untuk menolong untuk memulihkan Dia.

2) Setan Mempunyai Otoritas. Ya, pada saat itu setan benar-benar mempunyai kekuasaan dan otoritas untuk memerintah di atas kerajaan-kerajaan di dunia ini. Otoritas itu adalah otoritas yang diambilnya dari Adam ketika ia tidak taat pada Allah di taman Eden.

Ketika Adam dan Hawa menyerahkan diri mereka sendiri pada tipuan-tipuan dari iblis, mereka datang di bawah otoritas iblis dan menyerahkan diri mereka.

Otoritas dan kekuasaan memerintah inilah yang diambil Tuhan kembali dan diberikan pada penyembah-penyembah yang benar di hadapan Allah. Yesus mengetahui hal itu dan setan juga. Allah menceritakannya kembali di taman Eden. sejak saat itu iblis selalu mencari cara untuk menghancurkan garis keturunan di mana benih itu akan dilahirkan.

b. Setan Mencoba Untuk Menghancurkan Yesus. Ia mencoba menghancurkan Yesus pada saat kelahiranNya. Setan jugalah yang menggerakkan raja Herodes untuk membunuh bayi-bayi di bawah umur dua tahun. Hanya orang-orang yang dikuasai iblis yang dapat melakukan hal seperti itu.

Apa sebenarnya yang dikerjakan setan? Ia sebenarnya mencari cara untuk menghancurkan Yesus, karena Dia adalah benih dari wanita itu. Setan tahu bahwa pada saat Yesus menjadi seorang yang dewasa, akan ada peperangan untuk mendapatkan kekuasaan dan otoritas yang telah dimilikinya sejak kejatuhan dari manusia.

Ketika usaha itu gagal, iblis mencoba untuk membuat Yesus berbuat dosa, satu cara yang sama dimana dia mencobai Adam dan Hawa. Dia mencari cara agar Tuhan mau menyimpang dari kehendak dan Firman BapaNya. Iblis mengharap Yesus mau bertindak untuk kesenangan diriNya sendiri.

Ya, setan menyadari bahwa Yesus Kristus adalah "benih dari wanita itu" yang telah datang untuk mengambil kembali kekuasaannya, hak untuk memerintah. Tawaran setan untuk mendapatkan otoritas atas bumi ini adalah usaha untuk menghindarkan diri dari kehilangannya yang akan diambil oleh Yesus dengan cara membawa Yesus ke dalam kendalinya terlebih dahulu.

c. Setan Tidak Mengerti Tentang Salib. Setan mengetahui bahwa kerajaan dan kekuasaannya telah terancam oleh Yesus, namun kemungkinan dia tidak tahu metode dan cara-cara yang dipakai Yesus untuk mengalahkannya.

Rasul Paulus mengatakan pada kita bahwa rencana keselamatan manusia melewati salib, tidak dimengerti oleh penguasa-penguasa dan pemerintah-pemerintah di dunia ini.

"Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia" (1 Kor 2:8).

Karena Alkitab menyebut iblis sebagai " ... ilah dari dunia ini" (2 Kor 4:4), kebanyakan siswa Alkitab yakin bahwa 1 Korintus 2:8 menunjukkan pada iblis dan penguasa-penguasanya.

Pemerintah-pemerintah dunia ini adalah wakil yang melayani penguasa-penguasa iblis. Penguasa-penguasa iblis dan kekuatannya di belakang pemerintah-pemerintah dunia ini tidak menyadari akan kekuasaan dan maksud dari salib.

Jesus benar-benar menyadari bahwa Dia lebih dahulu harus menderita sebelum memasuki kemuliaanNya (Luk 24:26). Ia adalah "Anak Domba yang disembelih sebelum dunia ini dijadikan" (Why 13:8). Golgota dan salib harus jadi lebih dahulu sebelum kerajaan dan mahkota. Tawaran dari iblis untuk menguasai dunia akan telah menjadi pencobaan bagi Yesus untuk memerintah dunia ini tanpa merasakan sakit dan penderitaan salib.

C. KUASA DARI SALIB

Salib mempunyai kuasa untuk menyelamatkan manusia dan memulihkan dia dari tempatnya yang telah ditentukan penuh kekuasaan dan keilahian.

Ini adalah kebenaran yang indah yang terjalin dalam semua cara yang berada dalam ayat-ayat Alkitab. Kita semua telah melihat bahwa rencana Allah untuk domba yang dikorbankan (sebagai korban untuk dosa) adalah tujuanNya sebelum dunia dijadikan.

1. Setan Digambarkan Di Dalam Paskah

Paskah memegang (memerankan) bagian yang penting untuk melaksanakan pembebasan orang-orang Israel dari perbudakan di Mesir. Mereka telah menderita sebagai budak untuk 400 tahun lamanya. Allah memakai Musa untuk membebaskan mereka dari otoritas dan kekuasaan orang Mesir.

Melihat ini, iblis menggerakkan Firaun untuk membunuh semua anak laki-laki dari Israel (Kel 1:15,16), sama seperti yang akan dilakukannya 14 abad kemudian sebelum kelahiran Kristus.

Perlu dicatat bahw Firaun dari Mesir memakai mahkota emas, di depannya ada gambaran ular cobra yang mematikan, yang beracun, siap untuk membunuh. Ini menunjukkan pada kita bahwa Firaun dan semua orang yang berada dalam kerajaannya berada di bawah kekuasaan setan (diperintah oleh setan).

Ini adalah gambaran yang jelas yang terperinci tentang bagaimana kehidupan di seluruh dunia ini sebelum Yesus datang. Kami semua adalah hamba-hamba dosa, di bawah perbudakan dan pemerintahan setan.

a. Setan : Pembinasa. Melalui Musa, Allah mengatakan pada tiap-tiap keluarga Israel untuk menyembelih seekor domba dan membubuhkan darahnya di atas ambang pintu yang memimpin mereka pulang kerumahnya. Kemudian Musa berkata :

" Dan Tuhan akan menjalani Mesir dan menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi" (Kel 12:23 smf).

Setan adalah "Pembinasa" sejak kejatuhan manusia sampai pada kebangkitan Kristus Yesus, kuasa dari kematian berada di tangan iblis. Di dalam Wahyu 9:11 iblis disebut dengan istilah Abadon (Ibrani) dan Apolion (Yunani). Kedua istilah itu berarti "pembinasa". Dalam kata-kata Yesus dikatakan, "Dan pencuri itu (iblis) datang hanya untuk membunuh dan menghancurkan" (Yoh 10:10).

Firaun telah menolak kata-kata Allah dan peringatan-peringatan Allah, karena itu Mesir menghadapi pengadilan yang mengerikan. Melalui tulah itulah mereka akhirnya rela untuk membiarkan Israel pergi.

Pada malam "Paskah" itu, Allah memakai kekuasaan maut dari iblis untuk tujuan Allah sendiri. Saat itu harus tengah malam, suatu malam dari kematian dan penghancuran.

b. Darah : Perlindungan. Hadirat Allah melindungi mereka yang berada "di bawah darah" dari kemusnahan (kebinasaan).

Ketika Tuhan melihat darah di atas ambang pintu rumah, maka Tuhan sendiri "melewati" pintu itu. HadiratNya melindungi keluarga itu yang berada di dalam rumah dan meluputkan mereka dari semua celaka.

Orang dapat merasa heran bagaimana setiap anggota keluarga itu harus merasa bahwa malam itu adalah malam yang penuh diliputi suasana kematian dan kedukaan yang meliputi seluruh negeri itu. Mungkin Pemazmur dapat mengekspresikannya di dalam kata-katanya beberapa abad kemudian :

"Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: 'Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai'. Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk.

>"Dengan kepakNya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayapNya engkau akan berlindung, kesetiaanNya ialah perisai dan pagar tembok. Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

"Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik" (Mzm 91:1-8 smf).

Ya, untuk orang-orang Israel, perlindungan dari pembinasa di malam yang gelap itu dari kematian adalah darah-darah dari seekor domba yang sempurna! Darah itu dipercikkan (dibubuhkan) pada ambang pintu dalam bentuk salib. Hal itu mengggambarkan kematian, tetapi juga jalan masuk pada kehidupan.

Betapa indahnya gambaran dari keselamatan kita ini.

Yesus adalah Anak Domba Allah yang dikorbankan bagi kita dan salibnya menjadi bagi kita pintu masuk untuk memasuki kehidupan kekal.

Sungguh, darah dan salib menyediakan semua perlindungan yang kami butuhkan melawan kekuatan dari yang jahat. Kekuatan iblis atas kehidupan kita telah dipatahkan di atas Kalvari. Kristus telah memenangkan peperangan itu dan kita tidak lagi perlu untuk merasa takut.

2. Yesus Mempunyai Semua Kekuasaan Dan Otoritas.

Setelah kebangkitanNya, Yesus jelas menunjukkan kebenaran ini dalam kata-kataNya: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, dan jadikanlah semua bangsa muridKu ...

" Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai pada akhir zaman" (Mat 28: 18-20 smf).

Kata "kuasa" berarti kekuatan untuk memerintah, untuk menggunakan otoritas dan mempunyai kekuatan pemerintah (kekuasaan). Sekarang jika Yesus mempunyai semua kekuasaan dan otoritas, itu berarti iblis tidak lagi mempunyai apa-apa.

Melalui kematianNya di atas salib, Yesus telah menurunkan tahta atau melucuti mahkota dari iblis dan mengambil kekuasaannya atas kematian. Dengan tegas Yesus mengatakan kebenaran ini lagi pada rasul Yohanes ketika mendapatkan wahyu dari sorga.

"Jangan takut, Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup, Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut" (Why 1:17,18 smf).

D. KAMI DAPAT HIDUP DALAM KEMENANGAN!

1. Yesus Memberi Murid-MuridNya Otoritas Atas Setan!

Yesus bukan saja mempunyai semua kuasa dan otoritas, tetapi Ia memberikan kuasa itu juga pada murid-muridNya, dalam semua zaman!

"Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata, `Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi namaMu'

"Lalu kata Yesus kepada mereka, `Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking (kuasa setan), sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu!" (Luk 10 : 17-19 smf).

"Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya; Mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka" (Mrk 16:17 smf).

"Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari daripadamu! (Yak 4:7).

2. Jangan Mundur!

Ya, kita adalah anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan di dalam keluarga Allah. Kita mempunyai peluang dan otoritas dari nama Kristus, lalu mengapa begitu banyak orang Kristen hidup dalam kekalahan? Dimana kemenangan kita dalam Kristus? Kata-kata ini kedengarannya indah, tetapi apakah kata-kata itu benar-benar bekerja?

Jawabannya dapat ditemukan dalam satu dari ayat-ayat dalam Surat Petrus. Ia menulis pada mereka yang dalam waktu menghadapi saat yang berat, penuh tekanan dan ujian yang berat. Karena itu kata-katanya sangat pribadi, berkuasa dan praktis :

"Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama" (1 Ptr 5:8,9 smf).

a. Seekor Singa Yang Telah Dijinakkan. Perhatikan benar-benar bahwa Alkitab tidak mengatakan bahwa iblis adalah seekor singa yang mengaum, Alkitab mengatakan dia (singa) mengaum berkeliling mencari mangsanya seperti seekor singa yang mengaum. Dengan perkataan lain, dia berpura-pura menjadi sesuatu yang sebenarnya yang dia tidak begitu. Sungguh dia hanyalah seekor singa ompong atau singa yang telah dijinakkan/ditaklukkan, atau seperti orang Tionghoa menyebutnya, `seekor singa kertas'.

Lalu siapa singa yang sebenarnya? Dia adalah Yesus! Ayat Alkitab mengatakan tentang Dia sebagai "Singa dari suku Yehuda" (Why 5:5). Karena kami tinggal di dalam Dia, dan Dia di dalam kita, kami juga memiliki "alamiah dari singa" seperti Dia : Kami yang percaya pada Yesus menjadi tentara "seperti singa".

"Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya. Tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda" (Ams 28:1).

"Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes, dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus" (Kis 4:13 smf).

b. Janganlah Memberi Dia Kuasa. Apa yang kami coba untuk mengatakan? Sederhana saja : iblis hanya bisa mendapatkan kuasa dari kehidupan kita sejauh kita memperbolehkannya.

Dia tidak lagi mempunyai otoritas untuk mengendalikan sikap dan tindakan kita untuk tujuan-tujuannya. Walaupun demikian, ia mengambil sebanyak mungkin kendali untuk menguasai kita apabila kita memperbolehkannya. Ia tidak dapat menguasai kita lagi seperti ketika dia menguasai Adam dan Hawa. Dia mencari cara untuk menipu kita, namun demikian dengan cara yang sama seperti pada saat dia menipu Adam dan Hawa.

Tidak, Iblis bukanlah singa yang sungguh-sungguh, namun aumannya dapat terdengar sangat panjang dan sangat keras.

Auman tak dapat mengigit, hanya dapat menakut-nakuti anda.

Apabila kita mundur setiap kali iblis mengaum, kami tak pernah akan belajar berdiri teguh di dalam iman dan melawan dia. Apabila kita tak pernah melawan iblis, kami tak pernah akan melihat dia lari terbirit-birit meninggalkan kita.

c. Berlarilah Menuju Pada Auman Itu. Seorang pengkhotbah dari Afrika menceritakan sebuah kisah tentang singa-singa ini. Apabila singa-singa ini berburu, mereka sangat pandai. Semua singa-singa yang kuat dan yang muda berkumpul di suatu tempat yang berlawanan dengan arah angin dari tempat binatang-binatang itu berada (maksud saya binatang-binatang yang akan mereka serang). Dengan cara demikian, binatang-binatang itu tak dapat mencium bau dari singa tersebut.

Singa-singa yang sudah tua yang giginya sudah hampir habis, dan yang tak dapat berlari cepat untuk menangkap mangsanya, berdiri di sebelah arah angin datang sehingga bau mereka tercium oleh binatang mangsa itu dan auman mereka dapat menakutkan binatang-binatang tersebut. Mereka yang menjadi takut oleh auman itu segera lari menuju pada singa-singa yang muda.

Binatang-binatang yang "berlari mendekati auman" selamat dan tak dapat dicelakakan oleh singa-singa yang tua itu.

Binatang-binatang yang berlari menjauhi auman, jatuh ke dalam perangkap dan terluka atau terbunuh oleh singa-singa yang lebih muda dan kuat.

Hal ini menjadi jelas, janganlah lari menjauhi iblis dan aumannya. Larilah menuju pada auman tersebut, lawanlah dia dan dia akan lari daripadamu.

d. Benih Dari Tipuan. Bagaimana iblis mengaum dengan cara ini di dalam hidup kita sehari-hari? Dia tidak melakukan hal itu seperti pemikiran dan perasaan kami, dia hanya menaburkan benih-benih dari keragu-raguan dan ketakutan dalam hati dan pikiran kita yang terdalam. Kemudian dia akan mencobai kita untuk mengerjakan benih itu dan menyiraminya serta memeliharanya - akhirnya benih-benih itu akan tumbuh menjadi semak-semak yang sangat banyak sekali. Apabila telah tumbuh, maka kehidupan orang Kristen dapat sangat dilemahkan atau bahkan dihancurkan.

Ada banyak macam benih yang disebarkan oleh iblis : benih dari keragu-raguan, ketakutan, ketidak taatan, nafsu, kecemburuan, keangkuhan, kemarahan, mudah tersinggung, mengasihani diri sendiri dan banyak lagi.

Diapun mencoba untuk menaburkan yang sama berulang-ulang lagi sehingga beberapa benih itu akan berakar dan tumbuh. Sesekali akar itu masuk ke dalam tanah, akan mencengkram tanah hingga sangat sulit untuk mencabutnya.

Iblis bahkan akan menipu kita agar kita berpikir bahwa hal-hal sedemikian itu adalah wajar dalam kehidupan kita. Kita kemudian menyerah dan melakukannya walaupun mungkin sakit untuk kita dan untuk lain orang. Apabila kita sudah melakukannya, musuh (iblis) lalu memegang kendali atas sebagian dari kehidupan kita walaupun dia sebenarnya tidak mempunyai otoritas untuk melakukannya.

3. Lawanlah Iblis !

a. Berdiri Teguh Dalam Iman. Lalu bagaimana seorang Kristen yang berjaga-jaga itu dapat berdiri dengan teguh di dalam iman dan melawan iblis? Kita dapat mencontoh dalam kehidupan Tuhan Yesus ketika Ia sebagai manusia hidup di dunia ini :

  1. Dengan otoritas dari Firman Allah
  2. Dengan kuasa dari Roh Tuhan

Kami tahu bahwa iblis tidak lagi mempunyai kekuasaan atau hak untuk memerintah atas kehidupan kita. Tongkat kekuasaan sekarang berada di tangan Yesus, bukan di tangan musuh.

Jika kami bersama Roh Kudus berseru, menyerukan pengakuan iman kami "YESUS ADALAH TUHAN", setan harus menekuk lututnya dan menundukkan kepalanya. Kekuasaan dari roh jahat akan gemetar ketakutan bilamana kami menghadapi mereka dengan kekuasaan dari Nama Yesus.

b. Ucapkanlah Kata-Kata Dalam Iman. Apabila kami menyerahkan dan datang di bawah otoritas dari Firman Allah dan Roh Allah, otoritas itu datang atas kita. Kami kemudian mengucapkan kata-kata sebagai berikut :

  1. Pada Tuhan di dalam doa
  2. Di dalam pengakuan dan mulut kita
  3. Pada iblis untuk melawannya.

Roh Kudus sendiri kemudian akan memberi kuasa kata-kata itu dan musuh akan lari bersama dengan pemikiran-pemikian dan perasaan-perasaan yang penuh dengan tipuan.

Kami menyerahkan diri pada Allah dengan mengisi pikiran-pikiran kami dengan FirmanNya dan hati kami dengan doa. Setiap pemikiran yang salah, yang jahat dan yang negatif yang akan disebarkan oleh musuh di dalam pemikiran kita, maka akan ada pikiran-pikiran yang benar, yang baik dan yang positif dari Firman Allah.

Ayat-ayat Alkitab mengatakan kami dapat "memenangkan kejahatan dengan kebaikan" (Rm 12:21). Setiap kali iblis mencari cara untuk memberi kita dorongan kearah yang salah, kami harus mendorongnya kembali, dua kali lebih keras dengan kebenaran dan kuasa dari Firman Allah.

c. Tertawa Dari Iman. Benarlah, bahwa kita tak seharusnya meremehkan atau meringankan kemampuan musuh kita. Ia sangat licin dan kuat. Tanpa Roh Allah dan FirmanNya, kita akan kalah dalam setiap peperangan kita.

Setan dapat setiap saat mengibuli kita. Ayat-ayat Alkitab mengatakan bahwa kita harus selalu waspada akan tipu muslihatnya dan rancangan-rancangannya yang licik (2 Kor 2:11).

Namun jika kita tak perlu takut bila kita dipaksa untuk menghormati iblis. Kita dapat dengan beraninya melawan dia di dalam Nama yang kuat dari Yesus dan kemenangan akan terjamin.

Musuh kami mempunyai auman yang keras, namun auman itu kosong. Dia berpura-pura tidak terluka dan bahkan mengejek Nama dari Tuhan, dengan berharap kita akan menyerah. Apabila kita menanggapinya dengan tertawa di dalam iman dan menekan serangan kita, dia akan lari dengan ketakutan.

Seperti inilah yang harus dimiliki oleh setiap orang suci yang penuh dengan Roh Kudus, bahwa itu sangat sombong dan tidak suka untuk dihinakan atau di rendahkan. Apabila kita benar-benar mengenal siapa kita dalam Kristus Yesus, maka kami berada dalam posisi otoritas yang tinggi, dan musuh itu benar-benar berada di bawah kaki kita.

Saya percaya Marthin Luther berada di tempat di dalam iman yang sama ketika dia melihat iblis. Kisah itu menceritakan bahwa ketika Martin Luther terbangun di tengah malam yang gelap, bahkan lilinpun tak ada di dalam kamarnya.

Ketika dia membalik, dia melihat iblis berdiri di salah satu pojok kamarnya.

Sekarang apa yang anda lakukan bila anda bangun malam nanti dan melihat iblis datang untuk menjenguk anda ? Pertanyaan ini saya tanyakan pada seorang teman suatu ketika dan ia menjawab, "Saya akan memanggil pengkhotbah!"

Jawaban itu benar-benar bukan jawaban yang baik seperti yang dikatakan. Tanggapan Martin Luther sangat berbeda, ia begitu saja mengatakan pada iblis: "Oh, itu kamu tokh!" Kemudian ia berguling dan tidur kembali.

d. Melakukan Dasar-Dasar Di Dalam Praktek. Seorang teman baik saya menceritakan pengalaman pribadinya yang menunjukkan pada kita betapa prinsip-prinsip kerajaan ini dapat kami kerjakan di dalam kehidupan sehari-hari kami. Inilah kisahnya :

"Setelah Tuhan secara mujizat menyembuhkan saya ketika saya masih seorang Kristen yang muda, saya terus menjadi sehat.

"Namun, suatu hari sekitar tigapuluh tahun yang lalu saya tiba-tiba merasakan sakit yang sangat di sebelah atas dari badan saya.

"Rasa sakit itu menjadi begitu sangat dan saya benar-benar mendengar suara dari iblis yang mengatakan, `Kanker, kanker, kanker!'. Selama kira-kira enam jam apa yang saya dengar hanyalah : `Kanker, kanker, engkau menderita kanker!'. Saya begitu ketakutan.

"Akhirnya saya datang pada Tuhan dalam doa dan berkata, Tuhan, apakah saya menderita kanker? Tuhan tidak menjawab saya.

Kemudian saya berseru lagi, `Tuhan, apakah saya mendapat kanker?' Lalu saya mendengar Tuhan tertawa, Dia benar-benar tertawa. Dia menunjukkan padaku betapa saya telah dibodohi dan ditipu oleh iblis. Setan telah menaburkan benih tipuan di dalam hatiku.

"Berikutnya, saya mendengar kata `kanker' saya benar-benar manjadi marah. Saya bangkit dan saya berkata, `iblis saya hantam engkau dengan kanker itu!'. Sejak saat itu saya tidak pernah mendapatkan sakit itu lagi dalam hidupku.

e. Anda Bebas. Ya, iman membangkitkan dan melawan; namun ketidakpercayaan itu menyerah dan menerima tipuan-tipuan dari iblis.

Saya diingatkan akan seekor kakatua yang kecil di sekolah Alkitab di Argentina. Namanya adalah Arturo. Dia dibawa ke sekolah itu ketika ia masih seekor burung yang sangat kecil, dia diikat pada tonggaknya dengan sabuk kulit yang mengikat kakinya.

Ketika Arturo tumbuh menjadi burung yang besar, dia mengembangkan sayapnya dan berusaha untuk terbang ke angkasa. Namun dia tidak dapat terbang lebih jauh lagi daripada jarak sejauh sabuk kulit itu, kemudian dia dihempaskan kembali pada tonggaknya.

Selama beberapa bulan Arturo terus mencoba. Suatu ketika, dia akhirnya menyerah dan melipat sayap-sayapnya untuk yang terakhir kalinya. Dia tidak pernah lagi mencoba untuk terbang. Pada saat itu sabuk kulit Arturo dipotong, dia sebenarnya bebas untuk terbang kemana saja ke angkasa seperti burung-burung yang lain, tetapi dia tidak mengetahuinya. Dia telah tertipu dan tidak percaya bahwa dia dapat menerima kebebasannya. Karena itu, kisah ini berakhir dengan akhir yang menyedihkan.

Andaikan saja dia mengetahui kebenaran bahwa dia dapat bebas seperti dia masih seekor burung yang kecil, dia tentunya masih hidup sampai saat ini. Suatu ketika, penjaga burung itu marah dan mengejar dia dengan sebuah tongkat untuk pemukul karena sesuatu perbuatan yang dia telah lakukan. Karena Arturo masih berpikir bahwa dia tidak dapat terbang dari tonggaknya, Arturo tidak mencoba untuk melarikan diri dan akhirnya dia terpukul dan mati.

Betapa lebih tragisnya kebenaran kisah ini, karena kisah ini ada hubungannya dengan beberapa dari kita sebagai orang-orang Kristen. Di Golgota, Yesus Kristus - Singa Yehuda - telah mengalahkan iblis dan melucuti semua kekuatannya. Kita dibebaskan dari kekuasaannya dan diberi kuasa kekuatannya. Kita dibebaskan dari kekuasaannya dan diberi kuasa otoritas dalam keluarga Allah.

Namun demikian, banyak yang terbiasa untuk hidup dalam ketakutan, kebimbangan dan kesalahan, mereka tak dapat menerima kebebasan yang sebenarnya adalah hak mereka. Mereka membiarkan iblis yang telah dikalahkan Yesus itu mengalahkan mereka.

Bangkitlah dan pergilah daripadanya, hai anda yang tertekan. Sorga memperhatikan anda dan terheran-heran mengapa anda mau menyerahkan diri pada yang sebenarnya harus anda hindarkan. Ikatan anda terhadap perbudakan telah dipatahkan, karena itu pergilah dengan bebas!

E. MENYIMPULKAN TANTANGAN

Pembaca yang kekasih, mungkin hati anda telah tersentuh atau terjamah oleh kebenaran dari kata-kata ini. Untuk pertama kalinya mungkin anda mulai percaya bahwa hidup dapat berubah.

Sungguh benar bahwa nasib anda dalam kehidupan tidaklah harus selalu harus begitu. Hal-hal dapat berubah dan anda dapat ikut serta melakukan perubahan itu.

Anda tak perlu menyerah dan memberikan kesempatan bagi tipuan-tipuan iblis. Dalam Kristus Yesus anda mempunyai kekuasaan dan otoritas untuk hidup dengan teguh dan melawan serangan-serangannya pada hati dan pikiran anda.

Anda adalah para anak laki-laki dan perempuan di dalam keluarga Allah yang kekasih. Tuhan sangat mencintai anda dan menginginkan agar anda mendapatkan tongkat kekuasaan itu dalam tangan anda dan mengadakan pengakuan tentang kebebasan yang memang sebenarnya adalah hak anda. Anda tak lagi perlu merasa takut lalu undur dengan ketakutan atau duduk menundukkan kepala karena malu. Yesus datang untuk membebaskan anda dan dia yang telah dibebaskan oleh Putera itu adalah benar-benar bebas !

" ... setan juga percaya dan gemetar" (Yak 2:19). Yang gemetar adalah kekuasaan-kekuasaan dari roh kegelapan apabila anda berdiri teguh dan mengadakan pengakuan akan kebesaran/keilahian dari Yesus.

Iblis akan bertekuk lutut dan menundukkan kepalanya karena Kristus telah memenangkan peperangan itu. Kekuasaan musuh telah dipatahkan selamanya. SETAN TELAH DIHANCURKAN!.

Bab 2
Iblis Tidak Berkuasa Lagi

Pendahuluan

Di dalam bab ini saya ingin menunjukkan bagaimana Kristus, lawan dari setan itu (yang telah menaklukkan setan itu hingga tak berdaya) juga memberi kita kekuasaan atas kuasa-kuasa kegelapan dan membebaskan kita dari ketakutan akan kuasa-kuasa kegelapan itu.

Kebanyakan dari masalah-masalah yang dihadapi orang-orang Kristen tidak hanya dari kuasa-kuasa kegelapan ataupun dari setan. Masalah-masalah itu adalah juga yang kita dapatkan di dalam diri kita sendiri. Musuh-musuh yang "di dalam" kita adalah daging kita sendiri dan keinginan untuk kepentingan diri sendiri. Kami akan membicarakan hal ini dalam bab yang lain.

Musuh-musuh kami "yang di luar" adalah setan dan kuasa-kuasa kegelapannya. Kami akan membicarakan musuh-musuh yang "di luar" dalam bab ini.

Ulangan

Di dalam bab yang terdahulu, kami melihat bagaimana kemenangan dari salib itu telah mengalahkan setan. Kekuasaannya (atau haknya untuk memerintah) atas orang-orang "yang telah dilahirkan baru" telah dicabut. Setan tidak lagi mempunyai kuasa atau otoritas untuk memerintah kehidupan kita.

Kita adalah anak laki-laki dan anak perempuan dalam keluarga Allah yang kuat. Kristus dan wargaNya terpilih untuk memerintah SEMUA isi dunia ini. Inilah tujuan dan panggilan kita. Kita sedang dilatih dan dipersiapkan untuk memerintah bersama dengan Kristus.

Kekuatan setan satu-satunya sekarang ialah di dalam hal MEMPENGARUHI. Ia masih saja mencoba untuk menipu kita melalui kata-katanya yang penuh dusta, pekerjaan-pekerjaannya dan keajaiban-keajaibannya yang dilakukannya. Ia mencari cara untuk mempengaruhi orang-orang Kristen agar berpikir bahwa orang-orang Kristen itu masih berada di dalam kekuasaannya.

Ini sangat membahayakan kita. Kita harus berhati-hati! Setan akan berusaha untuk mencapai dan merampok kita sebanyak mungkin sejauh kita membiarkan mereka mencapai kita.

Kebenaran di dalam bab ini akan dapat membebaskan kita dan terus menjaga agar kita tetap bebas dari pengaruh setan yang dapat menyebabkan kita ketakutan.

A. BEBAS DARI KETAKUTAN PADA KUASA-KUASA KEGELAPAN

Kuasa-kuasa kegelapan adalah roh-roh yang merupakan wakil-wakil dari setan. Mereka bekerja sama dengan setan dalam melakukan pekerjaannya. Tindakannya yang jahat melawan Allah dan manusia. Beberapa siswa dari sekolah Alkitab mempercayai bahwa roh-roh jahat itu adalah malaikat-malaikat yang jahat yang jatuh dari sorga bersama dengan setan setelah dia memberontak melawan Allah (lihat Yesaya 14:12-14). Kehadiran dan tindakannya dengan jelas tampak di banyak tempat di dalam Alkitab (lihat Bagian D9 apabila anda ingin mempelajari lebih lanjut apa yang dikatakan Alkitab mengenai roh-roh jahat).

Seperti saya katakan di dalam bab 1 ketika saya masih seorang Kristen yang muda, pandangan saya terhadap setan membuat hati saya penuh dengan ketakutan. Banyak orang Kristen takut akan kuasa roh jahat dan tindakannya.

Sangat penting bagi kita untuk dibebaskan dari ketakutan semacam itu, alasannya adalah: Ketakutan datang dari iblis, sedangkan iman datang dari Allah.

1. Ketakutan Menarik Kuasa-kuasa Kejahatan

Coba saya terangkan. Iman membawa pribadi Allah ke dalam hidup kita sehari-hari. Iman bertindak sebagai sebuah magnit yang dapat menarik kuasa dari Allah ke dalam kehidupan kita. Iman membawa kehidupanNya di dalam kehidupan kita!

Sekarang ketakutan bertindak dengan cara yang sama, ketakutan juga merupakan kekuatan yang "menarik". Ketakutan menarik kekuatan-kekuatan yang jahat dari kegelapan. Kekuatan-kekuatan tersebut adalah kekuatan yang "mematikan". Itulah sebabnya apa yang dihasilkan oleh ketakutan itu - ialah kematian!. Kekuatan-kekuatan itu dapat membunuh kesukaan kita dan damai sejahtera dari Roh Kudus.

Apabila kehidupan di dalam Allah berbicara tentang kasih, sukacita, kedamaian ..., maka kematian berbicara tentang kebencian, dukacita dan keadaan yang tertekan .... ! Ketakutan membuka pintu hati kita, dan membiarkan semua macam pikiran yang gelap dan jahat serta perasaan yang gelap dan jahat itu untuk memasukinya. Apabila emosi kita telah dipenuhi dengan ketakutan, maka kita dibawa pada perbudakan untuk selalu merasa takut. Karena itu kita harus menghentikan apa yang kita takutkan!

2. Iman Dan Ketakutan Tak Dapat Bergabung

Allah berulang-ulang berbicara kepada pemimpin Israel tentang iman dan ketakutan. Mereka dengan tegas diberitahu untuk percaya dan berharap pada Allah dan tak menunjukkan ketakutan pada semua ilah-ilah atau dewa-dewa atau musuh-musuh mereka: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu...janganlah takut pada dewa-dewa dari orang Amori" (Yos 1:9 ; Hak 6:10 ).

Seperti minyak dan air, iman dan ketakutan tak dapat bercampur. Apabila kita memulainya dengan iman dan menyatakan untuk melawan setan, musuh kita akan lari dari kita (Yak 4:7). Apabila kita gemetar dan ketakutan, kuasa dari kegelapan (setan dan roh-roh jahat) akan memperbudak kita dan iman akan lari dari kita. Sederhana bukan?

3. Kebenaran Yang Imbang Membebaskan Kita

Setan mencari cara untuk menipu kita dengan dua macam cara yaitu menyembunyikan kebenaran atau menyatakan kebenaran secara berlebihan. Setan-setan dan kuasa kegelapan ingin membuat kita percaya dan :

  • agar kita berpikir bahwa setan-setan itu sudah tidak aktif lagi bahkan tidak ada, atau
  • melihat bahwa di dalam setiap masalah dalam kehidupan kita ada setan dibelakangnya.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, beberapa telah membicarakan begitu banyak tentang roh-roh jahat, hingga banyak orang telah dibawa pada suatu tempat di dalam ketakutan yang sangat besar. Mereka bukannya dibebaskan dari masalah-masalah mereka, mereka bahkan diberi beban lebih berat dari rasa kuatir mereka. Pengajaran apapun yang diajarkan akan membahayakan apabila terlalu manekankan tentang adanya setan itu dan apabila diajarkan sedemikian yang tidak sesuai dengan Alkitab.

Saya mengenal seorang wanita beberapa tahun yang lalu, yang hampir gila karena takutnya akan kuasa-kuasa kegelapan. Ia menjadi begitu penuh dengan ketakutan karena selama seminggu penuh ia telah mendengarkan pengajaran dari seorang pemberita Injil.

Dalam pengajaran itu ia mendengar dan ia diarahkan untuk mempercayai bahwa di dalam rumahnya itu penuh dengan kuasa-kuasa kegelapan. Ia lalu menjadi takut untuk berada di tiap kamar, di rumahnya, di dalam kamar mandinya dan di dalam ruangan duduknya. Ia mempercayai bahwa ada roh-roh jahat yang bersembunyi yang selalu menunggu untuk mencelakakan dia.

Untuk itu diperlukan kira-kira dua minggu untuk mengajarnya kembali dengan ayat-ayat Alkitab agar ia tidak lagi ketakutan dan kembali pada imannya yang semula.

Kita semua perlu untuk mengetahui kebenaran dan hidup di dalam kebebasan yang diberikan oleh kebenaran itu.

B. KUASA-KUASA KEGELAPAN TIDAK SEPERTI ALLAH.

Seperti halnya wanita tadi, beberapa orang takut pada roh-roh jahat karena mereka mempercayai kuasa-kuasa kegelapan itu memiliki kemampuan atau tanda-tanda yang sebenarnya mereka tak punya.

1. Kuasa-kuasa Kegelapan Bukan Mahatahu

Setan dan kuasa-kuasa gelapnya tidak mengetahui segala sesuatu ataupun membaca pikiran kita. Mereka tidak tahu apa yang kita lakukan dalam menanggapi perasaan-perasaan yang mereka masukkan dalam pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan kita.

Mereka harus menunggu dan melihat apa yang kita lakukan.

Mungkin mereka kemudian dapat mengenali apa-apa yang telah biasa kita lakukan atau tindakan-tindakan yang biasa kita lakukan, namun mereka tidak dapat menafsirkan atau menentukan tindakan-tindakan kita.

Sungguh setan tak dapat meramalkan apa yang akan terjadi atas serangannya pada Ayub, bahkan diapun tak dapat mengharapkan kemenangan yang akan ada melalui Yesus lewat salib.

2. Roh-roh Jahat Tak Dapat Hadir Di Setiap Tempat Pada Suatu Ketika

Sungguh mereka merasa sangat terganggu untuk berada di dekat Yesus. Mereka juga dengan segera meninggalkan tempat apabila mereka berhadapan dengan rasul-rasul di dalam Kitab Kisah Para Rasul.

3. Kuasa-kuasa Kegelapan Tidak Maha Kuasa

Ketika Daud menyanyikan nyanyian-nyanyian untuk raja Saul, roh-roh jahat yang mengganggunya segera pergi. Pujian dan penyembahan yang kuat pada Tuhan akan menghancurkan/mengusir kuasa kegelapan pergi!

4. Tanda-tanda Yang Hanya Dimiliki Oleh Allah

Seperti kita akan melihat, sekalipun orang-orang yang baru percaya apabila taat pada Allah, dapat menyebabkan musuh itu pergi. Sungguh, tanda-tanda di atas adalah hanya dimiliki oleh Allah. Hanya Dialah yang :

  1. Omniscient : Maha Tahu
  2. Omnipresent : Maha Hadir
  3. Omnipotent : Maha Kuasa

5. Pintu Yang Terbuka Untuk Roh-roh Jahat

Iblis dan kuasa-kuasa gelapnya mungkin menyerang kita, namun mereka tak dapat memasuki kehidupan kita, kecuali kalau kita membuka pintu untuknya yaitu yang disebabkan karena :

  1. kebimbangan
  2. ketidaktaatan atau
  3. penipuan

Mereka tidak memiliki tanda-tanda dari Allah yang Mahakuasa. Pada kenyataannya, musuh tidak sebanding dengan orang-orang Kristen yang telah diubahkan yang berjalan dalam iman dan ketaatan.

Makin cepat kita menerima kebenaran ini, makin cepat pula kita akan berpindah dari ketakutan pada iman dan dari kekalahan kepada kemenangan. Sungguh inilah dasar yang paling utama untuk kehidupan Kristen yang berkemenangan.

C. ROH-ROH JAHAT DIKALAHKAN OLEH YESUS KRISTUS

Kemenangan kita di atas kuasa kegelapan jelas tertulis di dalam ayat-ayat Alkitab. Salah satu dari ayat kunci ditemukan dalam surat dari Paulus pada sidang di Kolose : "Allah telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa - roh-roh jahat yang memerintah dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangannya atas mereka melalui Kristus dan SalibNya" (Kol 2:15smf).

Di dalam bagian ini kita diberitahu bahwa Allah telah melucuti dan mengalahkan kuasa-kuasa yang memerintah dalam dunia ini yaitu kuasa-kuasa kejahatan. Ini menunjukkan roh-roh jahat yang berkuasa dari setan yang menggunakan kuasa-kuasa setan. Mereka telah dilucuti dari kekuasaan mereka dan otoritas mereka. Mereka sekarang tidak lagi mempunyai pertahanan dan tidak lagi mempunyai kehormatan.

Gambaran yang dipakai dalam ayat ini menggambarkan kebiasaan dari balatentara Romawi. Setelah kemenangan terbesar tercapai, mereka mengadakan arak-arakan. Jendral yang memenangkan peperangan itu akan mengikat tangan dari pemimpin yang dikalahkan dengan rantai, kemudian menyeretnya. Tentara yang dikalahkan itu dipaksa untuk berbaris dalam keadaan terikat, dibelakang jendral yang berkemenangan itu.

Ini adalah gambaran yang jelas tentang kemenangan barisan Kristus di mana musuh yang dikalahkan itu (yaitu iblis dan para penguasanya) dijadikan tontonan umum untuk dipermalukan. Ini adalah kemenangan yang telah dilakukan/didapatkan oleh Tuhan Yesus Kristus di Golgota ketika Dia disalibkan.

1. Otoritas Yang Diserahkan

Beberapa tahun yang lalu saya berdiri di atas dek kapal perang di Missouri. Tigapuluh tahun sebelumnya, tepat di tempat di mana saya berdiri itu; wakil-wakil dari Jepang menyerah pada Jendral MacArthur dari Amerika Serikat. Upacara penyerahan itu terjadi pada tahun 1945 di Teluk Tokyo. Jepang baru saja dikalahkan oleh China dan oleh kekuatan dari sekutu.

Upacara itu teramat sangat dramatis. Jendral Jepang menaiki kapal perang Missouri dengan seragamnya yang lengkap. Beberapa orang yang berpangkat tinggi, baik dari pemerintahan maupun dari militer berada bersama dia.

Jendral itu datang mewakili panglima perang dari Angkatan Perang Jepang. Jendral Mac Arthur kemudian menaiki kapal dengan orang-orang yang mewakili pemerintah dan Angkatan Perang dari Amerika Serikat. Saat itu mereka bertemu muka dengan muka secara pribadi.

Jenderal Mac Arthur menghampiri dan melucuti semua medali-medali kemiliteran, pita-pita dan semua hiasan pada Jendral Jepang itu. Ia kemudian mulai juga melepaskan semua tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaannya dari bahunya. Jenderal Jepang itu di rendahkan menjadi seorang yang kalah dan kehilangan kemuliaannya tanpa mempunyai kekuasaan dan wibawa. Upacara penyerahan itu diakhiri oleh Jendral dari Jepang dengan mengambil pedangnya dari sisinya dan menyerahkannya pada Jenderal Mac Arthur.

Ketika Jendral itu menyerah, penyerahan itu tidak berarti bahwa ia secara pribadi saja yang kalah. Semua kekuatan Angkatan Udara, Angkatan Darat, Angkatan Laut dan semua kekuatan tentara dari Jepang menyerah dan menjadi tidak lagi mempunyai kuasa.

Saat itu adalah saat penuh kemenangan dari Amerika Serikat dan semua sekutunya. Namun saat itu adalah kekalahan yang total dan penyerahan bagi Jendral-jendral Jepang dan semua angkatannya.

Peperangan telah dimenangkan!

Inilah yang terjadi di atas bukit Golgota! Setan dan roh-roh jahat telah sama sekali dilumpuhkan. Mereka telah dijadikan tontonan umum untuk dipermalukan dan dihilangkan kemuliaannya pada hari kebangkitan pertama, yaitu pada hari Minggu pagi.

Kata-kata di dalam nyanyian karangan Robert Lowry telah menceritakan kemenangan itu dengan sangat indah :

"Dari kubur itu Dia bangkit ..

Dengan kemenangan yang Mahakuasa atas semua musuhNya

Dia membangkitkan kemenangan dari kuasa kegelapan

Dan Dia hidup selamanya dengan orang-orang suciNya untuk memerintah

Dia Bangkit! Ia bangkit! Haleluyah! Kristus bangkit!"

2. Otoritas Yang Di Pindahkan

Kristus saat ini memenangkan dalam tanganNya untuk selama-lamanya kunci dari neraka dan kematian. Yesus memegang kunci-kunci tersebut sebab Ia telah berkemenangan atas dosa, setan, roh-roh jahat dan kematian. Ia menang secara mutlak atas setan, atas semua penguasa dan kuasa. Dia telah memenangkan semuanya!

Kemenangan itu bukan saja milikNya, tetapi juga milik kita semua. Kemenangan Jendral Mac Arthur bukan hanya kemenangan dia sendiri, kemenangan itu adalah kemenangan bagi semua bangsa di Amerika Serikat, China dan dinikmati oleh semua sekutunya. Begitu pula dengan kemenangan Yesus adalah juga bagi kita semua yang mengasihi dan melayani Dia.

Yesus mengalami penderitaan malu, direndahkan dan mati sebagai seorang penjahat di atas salib agar kita dapat hidup di dalam kemenangan. Kita harus melihat semua itu, kita harus mengetahuinya. Kita harus berjalan di dalam terang dari wahyu (dari pernyataan) tersebut. Ini adalah kunci dari kehidupan Kristen yang berkemenangan!

a. Tidak Ada Lagi Otoritas Di Atas Orang-orang Beriman. Sangat penting untuk mengetahui bahwa ketika iblis dikalahkan, maka kekuatan-kekutan roh jahat juga telah dikalahkan. Mereka tidak lagi mempunyai otoritas atau kuasa atas kehidupan kita, kecuali bila kita memperbolehkan mereka untuk menguasai kita.

Cerita di bawah ini adalah cerita tentang seorang sersan dari Angkatan Perang China yang di penjarakan di dalam kamp penjara di Jepang. Setelah Jepang menyerah, Jendral Jepang yang bertugas di kamp tersebut harus mentaati perintah. Dia menantikan opsir yang tinggi pangkatnya dari Angkatan Perang Amerika Serikat untuk datang dan mengambil kembali tawanan itu. Dia harus mengetahui bahwa seorang jendral yang telah kalah, mempunyai otoritas yang lebih kecil daripada seo

Jenis Bahan Indo Lead: 
File: 
AttachmentSize
kristen_berkemenangan.htm185 KB

Komentar