Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Leadership

Loading

Pemahaman Alkitab untuk Penginjilan

Jenis Bahan Indo Lead: Workbook

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

alkitab_dan_penginjilan

Judul: Pemahaman Alkitab Untuk Penginjilan

Keterampilan: * Memimpin penginjilan dalam kelompok yang cocok untuk orang yang belum percaya.

Pertobatan yang sejati datang setelah seseorang mendengar dan memahami Firman Allah. Roh Kudus bekerja melalui kebenaran Firman Allah untuk menginsyafkan kita akan dosa kita. Walaupun kita dapat berbincang-bincang lama dengan teman kita yang belum bertobat tanpa mengajak dia untuk membaca Alkitab, Injil yang sejati sulit diwartakan tanpa menjelaskan ayat-ayat dari Alkitab.

Ada yang mengatakan bahwa orang Islam banyak menghafal tetapi sedikit berpikir, sedangkan orang Kristen sedikit menghafal dan banyak berpikir. Kita perlu mengajak teman-teman kita untuk membaca Alkitab dan kemudian kita perlu menanyakan mereka apa arti dari ayat-ayat yang dibaca tersebut supaya mereka mulai memikirkannya sendiri.

Contoh PA Penginjilan Dari Kitab Injil, Lukas

(diambil dari Reaching Muslims For Christ, by William J. Saal, Moody Press, hal. 162-164).

Pelajaran I

Al-Masih datang untuk mengampuni dosa

Lukas 5:17-26

Al-Masih lebih mementingkan kebutuhan rohani orang lain daripada kebutuh-an fisiknya sendiri; Dia membuktikan bahwa Dia mempunyai otoritas untuk mengampuni dosa.

Lukas 5:27-32

Al-Masih menerima orang yang paling berdosa

Lukas 15:1-10

Allah mencari orang yang hilang; Dia bersukacita kalau ada orang berdosa yang bertobat

Lukas 15:11-24

Allah menerima orang berdosa seperti halnya seorang bapak yang penuh kasih terhadap anaknya.

Pelajaran II

Al-Masih mengajar Syariat Allah

Lukas 10:25-37

Kasihilah Allah dan sesama manusia

Lukas 11:37-44

Yang penting bagi Allah adalah sikap hati kita

Lukas 12:13-21

Kehidupan seseorang yang tidak memperhatikan Allah sangatlah bahaya

Pelajaran III

Kematian Al-Masih bukan kesalahan tetapi ditetapkan oleh Allah

Lukas 9:18-22

Al-Masih menubuatkan kematian-Nya sendiri.

Lukas 18:31-34

Para nabi bernubuat kematian Al-Masih dengan sangat jelas

Lukas 23:26-43

Ada orang yang berpendapat salah sehingga dia menganggap kematian dan kesengsaraan Al-Masih adalah merupakan kelemahan

Lukas 23:44-56

Al-Masih mati dan dikuburkan

   

Pelajaran IV

Al-Masih mati karena dosa kita (Yesaya 52:13-53:12)

Yesaya 52:13-53:3

Seorang Nabi bernubuat bahwa Al-Masih akan menderita

Yesaya 53:4-6

Al-Masih menderita karena dosa kita, supaya kita dapat diselamatkan

Yesaya 53:7-9

Al-Masih tidak berdosa. Kitalah yang sepantasnya dihukum mati.

Yesaya 53:10-12

Nubuat bahwa Al-Masih akan hidup kembali dan membenarkan banyak orang

Pelajaran V

Al-Masih bangkit dari antara orang mati dan hidup sampai hari ini

Lukas 24:1-12

Kuburan yang kosong dan para malaikat membuktikan kebangkitan-Nya.

Lukas 24:13-35

Tuhan yang hidup menggenapi nubuatan tentang kematian dan kebangkitan.

Lukas 24:36-49

Al-Masih masih dapat mengampuni dosa dan memberkati orang.

Lukas 24:50-53

Al-Masih sekarang ada di sorga.

Pelajaran VI

Al-Masih menawarkan berkat Allah; Ada orang yang menolaknya.

Lukas 7:11-17

Al-Masih mempunyai belas kasihan untuk orang yang dalam kesusahan; Dia memiliki kuasa atas maut.

Lukas 8:26-39

Al-Masih memperlihatkan kuasa-Nya atas Iblis.

Lukas 14:15-34

Al-Masih mengundang orang untuk menerima berkat kekal; tetapi ada yang akan menolaknya.

Lukas 19:28-44

Penolakan membawa penghakiman; Al-Masih mengasihi orang.

Pelajaran VII

Orang datang kepada Allah melalui Al-Masih

Lukas 7:36-50

Allah berkenan kepada orang yang beriman dan berbuat kasih.

Lukas 18:9-14

Allah bersukacita dalam orang yang rendah hati dan mengaku dosanya.

Lukas 18:15-17

Allah menginginkan ketergantungan secara total dari kita.

Lukas 19:28-44

Allah ingin kita bertobat; Dia akan memberikan sukacita.

Pelajaran VIII

Mengikut Al-Masih Termasuk Peringatan Dan Janji

Lukas 12:51-53

Jangan heran kalau ada pihak yang tidak setuju dari keluarga.

Lukas 14:25-33

Al-Masih harus yang terdahulu; kita harus mempertimbangkan harga untuk mengikut Al-Masih.

Lukas 8:22-25

Allah adalah perlindungan kita dalam bahaya.

Lukas 12:22-31

Allah akan mencukupkan semua kebutuhan kita.

Pelajaran XI

Siapakah Al-Masih? Dialah Anak Allah Dan Tuhan

Lukas 1:26-38

Anak Allah dalam arti rohani; menunjukkan kuasa Allah.

Lukas 20:9-19

Al-Masih adalah lebih dari seorang nabi belaka.

Lukas 10:21-24

Al-Masih mempunyai hubungan istimewa dengan Allah Bapa.

Lukas 2:8-20

Al-Masih adalah Tuhan; dia mempunyai segala kuasa dan otoritas.

Petunjuk Untuk Mengadakan PA Penginjilan

· Mengembangkan suasana di mana Alkitab dapat berbicara sendiri. Teman anda harus membaca dan memikirkan sendiri.

· Peran anda adalah untuk mengarahkan percakapan sehingga yang dibicarakan hanyalah pokok-pokok yang berhubungan dan sesuai dengan tema pelajaran.

· Memberi komentar sebagai pendahuluan untuk memusatkan perhatian teman anda terhadap tema yang akan dibahas.

· Hindari perdebatan yang panjang tentang topik yang menyimpang dari tema pelajaran.

Contoh Pertanyaan Untuk Pelajaran I

Lukas 5:17-26

1. Siapakah orang Farisi dan ahli-ahli hukum?

2. Apa yang pertama-tama dilakukan oleh Al-Masih waktu orang ini dibawa kepada-Nya untuk disembuhkan?

3. Kenapa orang Farisi berkeberatan waktu Al-Masih menyatakan bahwa dosa orang lumpuh itu telah diampuni?

4. Bagaimana Al-Masih menjawab keberatan ini dari orang Farisi?

5. Bagaimana orang lain bereaksi terhadap pengampunan dan penyembuhan ini?

Lukas 5:27-31

1. Apakah anda mengerti siapa itu seorang pemungut cukai?

2. Bagaimana tanggapan Lewi waktu Al-Masih mengatakan, "Ikutlah Aku"?

3. Apa maksud Al-Masih menerima undangan dari Lewi?

4. Kenapa orang Farisi berkeberatan bahwa Al-Masih menerima undangan ini? Bolehkah mereka merasa berkeberatan? Apakah seseorang dapat diterima oleh Allah kalau mereka tidak melakukan amal yang baik?

5. Apa yang menjadi maksud Al-Masih waktu dia mengatakan, "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit."? Siapa yang menerima pengampunan dari Al-Masih? Siapa yang tidak menerimanya?

Lukas 15:1-7

1. Apakah anda mengetahui apa arti perumpamaan? Orang macam apa yang diwakili oleh domba yang hilang? Siapa yang diwakili oleh gembalanya?

2. Apakah sang gembala hanya menunggu saja di kandang sampai dombanya pulang sendiri? Apakah Allah hanya menunggu orang berdosa untuk kembali?

Lukas 15:8-10

1. Apakah uang logam itu sesuatu yang sangat dihargai oleh ibu ini? Apakah jiwa anda sesuatu yang sangat dihargai oleh Allah?

Lukas 15:11-24

1. Orang-orang macam apa yang mirip dengan anak ini? Siapa yang diwakili oleh tokoh ayah ini?

2. Apa yang kita ketahui tentang anak ini yang menuntut warisannya dan meninggalkan rumah? Apakah dia mengasihi ayahnya? Apakah dia setia kepada keluarganya?

3. Waktu anak ini mempertimbangkan untuk pulang lagi ke rumah, apa yang menjadi harapannya yang paling mungkin dilakukan oleh ayahnya? Apa yang diharapkan Allah oleh banyak orang?

4. Pernahkah anda salah paham tentang bagaimana hati Allah yang sebenarnya? Apakah anda mengharapkan sesuatu dari Allah, jauh di bawah apa yang Allah ingin berikan? Bagaimana anak ini diterima kembali? Apakah anak ini diterima sebagai seorang budak?

5. Apa anak ini layak menerima sambutan seperti ini?

Tugas:

Menulis contoh pertanyaan untuk salah satu pelajaran dari atas.

Penebusan Dalam Al-Qur'an Dan Injil

1. Menurut ayat-ayat ini, apa yang menjadi dasar penebusan?

"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: `Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!' Ia menjawab: `Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar'. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: `Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar." (Sura 37:102-107).

Jawaban: Penebusan dapat terjadi oleh karena pengorbanan.

2. Menurut Kitab Taurat, bagaimana Allah menutupi dosa Nabi Adam dan Siti Hawa?

"Dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka... Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari taman Eden." (Kejadian 3:21, 23)

    Jawaban: Seorang binatang harus mati untuk menutupi dosa mereka. Dosa menyebabkan pencurahan darah. Dosa bukan soal yang kecil.

3. Waktu Bani Israil diperbudakkan oleh kerajaan Mesir, bagaimanakah mereka dapat luput dari hukuman Allah yang menyebabkan setiap anak sulung meninggal?

"Berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir... `Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba... Anak domba itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing. Kamu harus menurungnya sampai hari keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul harus menyembelihnya pada waktu senja. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas... Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, Tuhan. Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu.'" (Keluaran 12:1, 3, 5-7, 12-13)

4. Kitab Taurat, Yesaya 53:4-12 menceritakan tentang seseorang yang berada di bawah hukuman dan kutukan Tuhan walaupun dia orang benar. Apa yang menjadi pendapat anda tentang kasih yang ditunjukkan oleh pelayan Tuhan yang menderita ini?

    Tuhan berkata bahwa hamba-Nya yang benar ini akan menanggung dosa umat-Nya, dosa para pelanggar. Walaupun Ia akan dihukum mati dengan tidak adil (ayat 8), hal itu merupakan hal yang Tuhan kerjakan dan inginkan (ayat 10), sebab dari masa lampau kekekalan hal itu telah direncanakan bahwa Ia akan memberikan hidup-Nya sebagai persembahan dosa dan pengampunan akan tersedia bagi semua yang telah berdosa. Kenapa dia ingin memikul dosa kita?

    Ingat, bukan saja dia memikul dosa kita karena Allah berkehendak ia menjadi korban penebus salah, tetapi dia juga "melihat terang." Apa artinya bahwa orang yang telah mati melihat terang?

5. Siapa yang dapat melakukan penebusan untuk orang lain?

"Mereka tidak mempunyai hak syafaat (pertolongan), kecuali orang-orang yang mengadakan janji kepada Yang Maha Pengasih" (Sura 19:87).

    Jawaban: Penebusan untuk orang lain hanya bisa dilakukan oleh orang yang mempunyai janji yang kuat dengan Allah.

6. Menurut Al-Qur'an siapa yang tidak pernah berdosa sehingga dia mempunyai janji yang kuat dengan Allah?

"Maka ketahuilah [Muhammad], bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu'min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal." (Sura 47:19. Lihat juga Sura 40:55; 48:12; 110:3)

"Maryam berkata: `Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.' Ia (jibril) berkata: `Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.'" (Sura 19:18-19)

    Al-Masih mempunyai janji yang kuat dengan Allah, maka Dia berhak untuk menebus orang lain. Menurut Al-Qur'an, Al-Masih tidak pernah melanggar hukum Syariat ataupun berbuat dosa. Ahli-ahli agama Islam al-Tabari, al-Baidawi, and al-Zamakhshari setuju bahwa julukan "yang suci" berarti tidak bersalah dan tidak berdosa. Empat kali Muhammad menulis bahwa dia telah berbuat dosa. Al-Masih tidak pernah meminta ampun dari Allah karena memang Dia tidak pernah berdosa.

7. Al-Qur'an mengatakan, "Seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain" (Sura 39:7). Apa artinya kalimat ini?

    Jawaban: Secara implisit, ayat ini mengatakan bahwa "seorang yang tidak berdosa bisa memikul dosa orang lain."

8. Dalam kitab Injil kita membaca pernyataan Yohanes, "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1:29). Kenapa Al Masih dapat menjadi korban penebus dosa untuk seluruh dunia?

    Jawaban: Karena dia adalah satu-satunya manusia yang tidak berdosa. Dialah anak domba yang tidak bercela dari pertanyaan #3.

9. Bacalah Kitab Injil, Lukas 23:33-47. Muhammad tidak bisa memikul dosa orang lain karena dia sendiri adalah orang yang berdosa. Kalau Muhammad mati di salib, pengorbanan itu sia-sia karena Muhammad tidak memenuhi syarat untuk menebus orang. Namun Al-Masih, Anak Domba Allah yang tidak bercacat, memikul dosa dunia.

10. Ketetapan Allah harus terjadi. Tidak mungkin apa yang ditetapkan oleh Allah menjadi tidak terjadi. Maka waktu seorang nabi menubuatkan 740 tahun sebelum Al-Masih lahir bahwa Al-Masih yang mati akan melihat terang, maka tidak mungkin Al-Masih tidak bangkit kembali. Kita dapat membaca hal ini dalam Kitab Injil, Lukas 24:1-9.

11. Bacalah dalam Kitab Injil,

"Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Al-Masih, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup." (Ibrani 9:13-14)

12. Bacalah juga dalam Kitab Zabur,

"Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah adalah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kau pandang hina, ya Allah." (Zabur 51:18-19)

AttachmentSize
alkitab_dan_penginjilan.doc202 KB

Komentar