BAB III

MENGENALI GEJALANYA

"Kelelahan terjadi ketika kemampuan secara mental dan emosional benar-benar lumpuh sehingga korban tidak dapat mengatasi lebih lama hidup dan tanggung jawabnya."

Penyebab stres atau stres yang berhubungan dengan keadaan yang tidak menentu, adalah meningkat secara jelas dengan bertumbuhnya kerumitan lingkungan dunia modern kita ini. "Kelelahan" merupakan salah satu penyebab stres yang paling umum yang berhubungan dengan keadaan yang tidak menentu ini. Banyak dari penderita penyakit modern ini adalah para bisnisman eksekutif dan orang yang terlibat dalam "bidang pemerhati", seperti perawat, dokter, pekerja sosial, pendeta, dan pekerja gereja. Saya tahu bahwa banyak orang Kristen dan hamba Tuhan yang akan protes bahwa orang Kristen tidak pernah mengalami penderitaan semacam ini dan apabila tetap mengalami ini berarti mereka telah bekerja dengan kekuatan sendiri dan bukan kekuatan dari Allah. Saya benar-benar mengerti prinsip yang mereka dukung tapi perlu ditambahkan bahwa kenyataan menunjukkan ada banyak hamba Tuhan yang benar bersungguh-sungguh mencurahkan banyak energi fisik, emosional dan mental dan tanpa disadari telah melelahkan mereka sendiri.

Banyak pekerja Kristen membaktikan dirinya secara sungguh-sungguh dan total pada pekerjaannya dan mencurahkan dirinya sendiri pada pekerjaan tersebut sampai pada tingkat tertentu mereka menghabiskan semua energi vitalnya. Orang-orang tertentu seringkali meluangkan begitu banyak waktunya untuk melayani sesamanya sehingga mereka mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri untuk istirahat dan memulihkan tenaganya kembali.

Rasul Paulus berbicara dengan keras mengenai bahayanya "menjadi jemu /bosan dalam berbuat baik" (Gal 6:9). Perhatikan bahwa dia tidak berbicara tentang menjadi jemu/bosan karena melakukan perbuatan baik, tetapi menjadi jemu, bosan, lelah, letih, dalam berbuat baik. Mereka berada dalam keadaan bahaya karena bisa membuat mereka samasekali bosan dan meredup melalui banyak kegiatan mereka dalam berbuat baik.

SUATU ANALOGI SEDERHANA

Dalam usaha menggambarkan fenomena dari "Kelelahan", saya seringkali menggunakan analogi dari kendaraan bermotor. Tangki bensinnya kosong, bannya kempis. Tidak hanya tenaga penggeraknya berkurang, tetapi jumlah bahan kimia yang secara normal mengangkat beban juga berkurang. Tidak memungkinkan lebih lama untuk mengisi ulang tenaga penggerak secara sederhana. Sehingga sekarang perlu benar-benar mengganti ulang bahan kimia yang dapat mengangkat bebannya.

"Kelelahan" secara luas menggunakan istilah untuk kehabisan tenaga yang berat secara emosional, syaraf dan fisik. Istilah ini merupakan bentuk non teknis yang cenderung mencakup sejumlah perbedaan tetapi dalam kondisi yang mirip. Gejala yang paling cocok adalah adanya kehabisan tenaga yang hampir menyeluruh pada tubuh, pikiran dan roh. Kehabisan tenaga kronis yang mempengaruhi seluruh badan. Bentuk kejenuhan/ kebosanan yang tidak dapat diperbaiki dengan tidur lebih awal, atau tidur malam yang menyenangkan. Kejenuhan/kebosanan ini dapat mencapai tahap dimana bukanlah jumlah dari tidur yang lebih awal yang akan cukup menghilangkan keletihan. Orang menderita satu kelesuan yang kronis. Mereka kekurangan kekuatan untuk menjalankan bahkan tugas yang paling sederhana. Kreatifitas mereka secara total habis, mereka berfikir hampir tidak lurus. Gerakan dan penerapan mereka tidak eksisten. Bahkan gerakan berfikir menyebabkan mereka kehabisan tenaga dan putus asa.

Penyebab umum dari "Kelelahan" adalah banyak dan gejalanya mungkin agak berbeda. Diagnosa yang jelas membutuhkan gejala yang lebih khusus jika bentuk perawatan secara medis diperlukan. Untuk tujuan penelitian yang lebih jelas, kita tidak akan mencoba menguraikan beragam keadaan yang tidak menentu tetapi kita akan mempertimbangkan gejala-gejala ini secara bersama dibawah tanda umum dari "Kelelahan."

Apa saja gejala kelelahan?

Bagaimana Anda tahu kapan Anda berada dalam bahaya kematian karena penyakit ini? Saya akan menunjukkan secara jelas jangkauan dari kemungkinan gejala yang bukan berarti kehabisan tenaga. Anda mungkin mengenali beberapa atau semuanya. Jika benar, Anda perlu meneliti situasi Anda dan mengambil beberapa tindakan pencegahan. Jika Anda berada dalam tahap awal keadaan ini, mungkin istirahat atau liburan pendek dapat menyelesaikan masalah Anda. Anda mungkin perlu mengatur ulang hidup dan jadwal Anda, mungkin Anda perlu mendelegasikan beberapa beban kerja Anda yang berlebih pada rekan sekerja Anda.

Akankah gejalanya lebih meningkat dan lebih mengakar ke dalam, Anda mungkin akan perlu melakukan beberapa tahap yang lebih serius. Jika Anda mengambil liburan dan menemukan sulitnya relaksasi, ini dapat menjadi tanda yang kuat bahwa Anda menghadapi masalah serius dan perlu mengambil beberapa tahap serius yang dapat dipertanggungjawabkan. Biasanya ada sejumlah tanda peringatan yang bila diperhatikan lebih awal cukup dapat menyebabkan Anda mengambil tahap sederhana untuk mengatasi masalah ini. Bagaimanapun juga bila diabaikan dan diijinkan mencengkeram lebih kuat, maka penyelesaiannya menjadi kurang sederhana dan kondisinya menjadi jauh lebih sulit untuk diobati.

Satu analogi yang biasa saya gunakan adalah sebagai berikut. Bayangkan bahwa Anda berjalan menyeberangi daerah yang bertanah tandus yang belum dikenal pada malam hari yang sangat gelap. Anda tidak dapat melihat satu tangan di depan Anda tapi Anda dapat menentukan untuk tetap terus melewati daerah itu. Anda berjalan lambat-lambat dan berhati-hati, berusaha keras merasakan banyaknya rintangan yang mungkin dan mencoba menghindarinya. Meskipun Anda berhati-hati, Anda masih tersandung semak dan batu yang terletak disepanjang jalan Anda, yang menyebabkan luka kecil. Malahan ini sebagai tanda peringatan, memutuskan menunda perjalanan sampai hari terang, atau Anda dengan bodoh menentukan untuk meneruskan perjalanan Anda.

Kadang-kadang Anda jatuh ke dalam lubang yang dalam dan gelap dimana tidak ada cara mudah untuk naik ke atas. Saat itu Anda akan memerlukan bantuan untuk mendaki dan keluar dari lubang dan ini membutuhkan beberapa waktu lamanya. Waktu yang dibutuhkan mungkin beragam untuk beberapa tahap dan bentuk rasa sakit dan putus asa yang Anda alami mungkin berbeda dengan pengalaman orang yang satu dengan yang lain. Tetapi kenyataannya adalah bahwa Anda tidak akan dapat keluar dengan mudah. Anda mungkin akan mengalami pengalaman beberapa hari tergelap yang belum pernah Anda alami, sehingga akan membuat Anda menyukai salah satunya.

Jika Anda belum pernah menyaksikan atau mengalami fenomena yang menakutkan ini Anda mungkin merasa bahwa saya melebih-lebihkan reaksinya. Sebagai akibatnya, Anda mungkin memilih untuk mengabaikan peringatan saya, biarkan saya menjelaskan bahwa sakit ini sungguh nyata dan agak menakutkan. Ini benar-benar bukanlah suatu imajinasi isapan jempol. Ini serius, menghancurkan, dan merusak. Ribuan orang telah mengalami siksaannya dan saya percaya salah satu dari mereka telah menyesal bahwa mereka tidak menanggapi gejalanya lebih awal dan melakukan sesuatu yang efektif untuk menolong diri mereka sendiri sebelum hal ini menjadi masalah yang serius.

Untuk itu penting bagi kita untuk mengetahui kurang lebih gejalanya sehingga kita dapat mengetahui gejalanya lebih awal dan mengambil tindakan untuk menghindarinya sebelum permasalahan menjadi mencengkeram dengan sangat kuat. Saya hanya akan memberikan komentar secara jelas pada masing-masing gejalanya.

GEJALA YANG MUNGKIN TERJADI DALAM LIMA KATEGORI

  1. Fisik (berhubungan dengan sakit pada tubuh)
  2. Mental (Pikiran)
  3. Emosional (Perasaan)
  4. Sosial (berhubungan dengan sesama)
  5. Spiritual (berhubungan dengan Allah)

  1. GEJALA SECARA FISIK

    Keletihan yang terus-menerus --kehabisan tenaga yang hampir menyeluruh.

    Kebosanan yang sangat merupakan gejala umum dari "kelelahan" yang akan terjadi. Ini berjalan jauh diantara pengalaman normal akan keletihan. Ini merupakan suatu kehabisan tenaga yang menyeluruh dalam seluruh sistem. Pikiran jenuh, emosi menurun, dan tubuh terasa berat dengan kebosanan. Bahkan tugas kecil seperti menggosok gigi tampaknya terlalu sulit untuk dilaksanakan.

    Apatis dan tidak acuh dengan perasaan kurang bertanggung jawab.

    Apatis pada dasarnya adalah keadaan mental yang tidak acuh dan kurang tertarik. Akar kata apatis ini adalah "pathos", yang secara umum berhubungan dengan kesedihan secara emosi. Sehingga apathis bukan hanya keadaan secara mental, tapi juga keadaan emosional dari kesedihan. Orang tidak termasuk daftar dan tidak diperhatikan. Mereka juga cenderung tidak sensitif dan kurang memperhatikan secara detail. Secara keseluruhan ada pengurangan yang nyata akan rasa tangung jawab. Orang kurang dapat berhati-hati mengenai sesuatu. Tak satu pun tampak lebih penting.

    Kehilangan Kreatifitas dan Konsentrasi = miskin produktifitas.

    Diantara gejala awal dari kelelahan adalah hilangnya konsentrasi. Ketidakmampuan untuk memfokuskan pikiran dan membawa semua pikiran Anda bersamaan. Biasanya ada kehilangan berat imajinasi pada kreatifitas, daya cipta dan kecerdasan. Faktor-faktor ini secara nyata mengurangi kemampuan produktif seseorang. Hal ini secara jelas dapat menyebabkan kesedihan hati dan keputus-asaan.

    Mengganggu pola tidur dan susah tidur.

    Meskipun tidur seringkali merupakan jalan keluar bagi depresi seseorang yang panjang, ini bukanlah jalan keluar yang mudah untuk dicapai. Pikiran yang tertekan sering berlomba dengan cepat dan terisi banyak perhatian sehingga membuat sulit untuk jatuh tertidur. Ini sering kali tampak bahwa kesunyian malam mempercepat aktifitas pikir dan orang mungkin terbaring berjam-jam dengan pikiran dan ide yang selalu berlomba. Mereka membutuhkan waktu lama untuk tidur, tetapi semakin lama mereka berusaha untuk tidur maka mereka semakin jauh dari tidur. Mereka kadang-kadang jatuh tertidur di siang hari dan kemudian dengan gelisah tidak bisa istirahat dan berubah seperti jam yang tidak pernah berakhir pada malam hari.

    Dalam beberapa kasus orang dapat tidur tetapi terbangun setelah tiga sampai empat jam dan tidak bisa tertidur lagi. Berbaring tapi tetap terjaga beberapa saat menjelang pagi, pikiran liar dan aktif tetapi dalam bentuk yang jelas negatif. Ini sering menjadi saat dimana pikiran negatif mengalir ke dalam ingatan dan keadaan suram dari pikiran yang tertekan. Mereka terbaring dalam kondisi jemu, tidak mempertahankan diri, tidak dapat menjaga mereka sendiri dari pikiran dan emosi negatif yang gencar.

    Berubah apatis dan secara cepat kehilangan atau kelebihan berat badan.

    Gangguan kondisi secara emosional menyebabkan semua bentuk perubahan kimia dalam tubuh yang menyebabkan perubahan cepat dalam kebiasaan makan dan berat badan. Ini merupakan hal yang sangat umum pada orang yang sedang depresi untuk mulai makan dalam usaha mengalihkan depresinya. Ini dapat menyebabkan tubuh mereka bertambah berat.

    Kebalikannya juga benar dan secara emosi mengganggu orang yang mungkin dapat menyebabkan dia kehilangan berat badan yang banyak dengan cepat. Meskipun hal ini dapat menjadi pertanda tetapi orang harus mencoba untuk tidak mengijinkan dirinya tertekan oleh hal ini. Sekali hidup Anda secara mental dan emosional stabil, Anda dapat bertangung jawab mengontrol lagi dan mencapai berat tubuh normal Anda yang sehat.

    Gejala Psikosomatis, misalnya "serangan jantung."

    Salah satu bidang penelitian medis yang telah menghasilkan pandangan besar pada waktu ini telah menjadi bagian dari penyakit Psikosomatis. Menurut akar katanya ini merupakan penelitian dari "psycho" yang artinya pikiran dan "soma" yang berarti tubuh, dan dalam bidang di mana keduanya berkaitan. Secara khusus ini merupakan penelitian mengenai berapa penyakit yang dimulai dari pikiran dan akhirnya mempengaruhi tubuh. Ini berhubungan dengan kekacauan yang menyeluruh secara mental dan bukan secara fisik. Ini juga berhubungan dengan interaksi pikiran pada tubuh. Meskipun banyak mencapai titik terang melalui penelitian baru-baru ini, tetapi masih ada daerah besar yang masih menjadi misteri dan banyak hal yang belum dimengerti. Kenyataan yang telah jelas dan telah dibangun adalah bahwa pikiran memiliki pengaruh yang sangat kuat pada tubuh dan kekacauan secara psykologis sering memanifestasikan dirinya dalam gejala fisik.

    Hal ini seringkali benar bagi penderita "kelelahan" ini. Gangguan pikiran dan emosi mungkin melempar ke atas semua akibat dari gejala yang menakutkan. Suatu ujian medis biasanya akan mengungkapkan tidak adanya penyebab secara organis, namun gejalanya terus berlangsung. Mereka tidak mengada-ada, atau pasien dari hypochondriac yang membayangkan dirinya menjadi sakit padahal mereka tidak sakit. Mereka adalah korban dari fenomena psikosomatis yang aneh yang merupakan akibat langsung dari gangguan pikiran dan emosi.

    Keinginan untuk tinggal di tempat tidur, dalam posisi seperti janin.

    Satu gejala yang agak baik dari "kelelahan" adalah keinginan kuat dan kebulatan tekat untuk tetap tinggal di tempat tidur. Saya tahu seorang pendeta yang tinggal di tempat tidur hampir tiga bulan. Ini merupakan isyarat pertama bahwa ada hal yang tidak beres di dalam dirinya, bahkan dirinya, istrinya atau koleganya memahami apa yang terjadi atau mengapa dia bersikeras melakukan hal ini.

    Keinginan ini berhubungan dengan ketakutan yang kuat yang mendominasi pikiran. Takut kehilangan rasa nyaman dan aman di tempat tidur. Takut berspekulasi seterusnya dalam dunia kerja yang normal sebab pasien merasa benar-benar tidak mampu mengatasi tekanan dan tanggung jawab yang mungkin muncul di dunia tersebut. Dia tenggelam dalam kehidupan pribadi dan membayangkan rasa aman dari tempat tidurnya. Ini menjadi pelindung atau benteng ketika dia mengunci pintu bagi dunia luar. Pasien seringkali meringkuk di tempat tidur seperti posisi janin, seolah-olah mencoba kembali ke dalam kerahasiaan dan rasa aman dalam rahim ibunya.

  2. PIKIRAN (POLA PIKIR)

    Tingginya tingkat kecemasan, berlebihan dalam kekhawatiran dan keprihatinan.

    Cemas merupakan kondisi mental dimana setiap orang secara tidak alami dan penuh ketakutan prihatin terhadap segala sesuatu, khususnya terhadap masa depannya. Mereka seringkali terganggu walau tidak perlu hampir dengan segala sesuatu. Ada suatu kekurangan yang nyata dari ketentraman dan kedamaian dalam pikiran. Banyak orang mengalami hal ini pada beberapa tingkat tetapi orang yang memasuki kondisi "Kelelahan" sering terpengaruh secara kronis oleh kegelisahan pikiran dan emosi. Mereka hampir sering berada pada keprihatinan terus menerus yang penuh menakutkan. Segala sesuatu tampaknya menjadi penyebab bagi mereka untuk khawatir dan berhati-hati.

    Takut - ketakutan yang tak dapat dijelaskan terhadap sesuatu.

    Beberapa bentuk rasa takut adalah normal dan khusus. Mereka merupakan bagian dari mekanisme pertahanan seseorang. Mereka menyuntik catatan tanda peringatan yang sering merupakan faktor pengaman. Tetapi bentuk takut yang saya bicarakan adalah tidak alami dan merendahkan diri. Ini bukanlah takut yang lahir dari alasan yang baik. Ini biasanya takut yang tidak beralasan dan tidak terjamin. Suatu ketakutan yang menyerang pikiran dan emosi yang membuat orang menjadi penuh ketakutan dalam setiap tindakannya yang sebelumnya tidak pernah mengganggu dia.

    Kehilangan Persepektif, sehingga bukit kecil terlihat seperti gunung.

    Seseorang yang berada dalam "Kelelahan" ini biasanya merasa kehilangan perspektif yang sebagaimana mestinya dalam hidup. Segala sesuatu menjadi keluar dari proporsinya. Pepatah terkenal mengatakan "Bukit sebesar tahi lalat nampak lebih besar dibanding gunung." Ini merupakan bentuk paranoia yang menyebabkan 10 orang mata-mata Israel yang melihat musuh mereka seperti raksasa dan mereka sendiri sebagai belalang.

    Dalam "Kelelahan", setiap kekecewaan tampak seperti tragedi yang besar. Setiap bayangan tampak seperti bentuk yang menakutkan dan setiap situasi sepertinya mampu menghancurkan sama sekali penderita "Kelelahan". Bahkan kehilangan gigi tampak seperti hampir kiamat.

    Kebimbangan, tidak dapat membuat keputusan bahkan yang paling sederhana.

    Ketidak mampuan memutuskan bahkan hal yang sederhana seringkali merupakan tanda dari stres dan seringkali merupakan satu tanda dari awal "kelelahan".

    Penghargaan diri yang rendah dan hilangnya kepercayaan diri.

    Elia kehilangan penghargaan diri dan kepercayaan mendalam, dia segera merasa bahwa dirinya tidak berharga dan tidak berguna. Perasaan ini biasa terjadi pada orang yang mengalami "Kelelahan." Mereka kehilangan semua rasa akan penghargaan diri, mereka merasa bahwa mereka sama sekali tidak berguna. Elia merasakan hal ini begitu kuat mencengkeramnya sehingga dia meminta pada Tuhan untuk "mengambil nyawanya." Dia tidak dapat lebih lama lagi merasa percaya diri terhadap sesuatu. Dia melihat dirinya sendiri sebagai kesalahan suram dan merasa bahwa hidup tidak berharga lebih lama lagi.

    Tekanan darah tinggi. Penuh dengan tekanan dan stress.

    Calon penderita "Kelelahan" biasanya mengalami tekanan hebat dan penuh stres. Syarafnya di ambang batas dan dia tegang seperti senar biola.

  3. EMOSI (PERASAAN)

    Rasa sia-sia, mengalami putus asa dan patah hati.

    Sia-sia adalah perasaan yang memandang segala sesuatu tidak berarti dan tidak berguna. Ini seringkali menaikkan kesinisan mendalam dan perasaan bahwa seluruh hidup benar-benar salah dan palsu.

    Depresi, kecil hati dan sedih.

    Dalam rasa mental atau emosional, depresi merupakan kondisi dari putus asa dan kemurungan yang berat. Seseorang biasanya sangat sedih, tertolak dan merasa tidak enak. Sikap mereka merupakan salah satu bentuk negatif dari kemurungan berkepanjangan. Ini biasanya merupakan perasaan terdalam yang keluar dari dalam pikiran dan emosi seseorang. Tetapi depresi ini juga dapat muncul dari luar, tampak seperti awan gelap besar diatas kepala seseorang.

    Orang yang tidak pernah atau sungguh-sungguh mengalami depresi semacam ini menemukan sulitnya membayangkan bagaimana hal ini persis terjadi. Mereka membayangkan bahwa korban memberikan dengan mudah dirinya kepada pandangan negatif yang secara mental mengontrol jika mereka akan membuat usaha. Orang-orang tertentu cenderung untuk mendorong pasien untuk "merubah sikap dengan cepat," "tarik dirimu bersamaan," "kendalikan dirimu sendiri," -- semua hal yang mudah diomomgkan tetapi sulit untuk dilakukan. Tidak seorang pun berada dalam keadaan depresi yang tidak wajar ini. Apabila mungkin mereka akan dengan senang hati merubah sikap dengan cepat, tetapi sayangnya mereka tidak selalu dapat melakukan hal ini. Proses mental yang secara normal mengendalikan perasaan semacam ini untuk sementara waktu diantara kekuatan mengontrol seseorang dan semua nasehat yang hanya menambah iritasi yang dapat menyebabkan kegusaran dan patah semangat.

    Kecenderungan untuk menangis seperti bayi

    Patah semangat dan putus asa seringkali diungkapkan dalam air mata. Ini bukanlah selalu hal yang buruk untuk menangis, membagi air mata yang tidak boleh dilanjutkan untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Airmata seringkali berarti pelepasan. Mereka menyediakan pembersih bagi emosi yang membuat patah hati. Seringkali ini baik bagi seseorang untuk menangis. Misalnya, seseorang yang menderita kehilangan dan hilang rasa kasih seseorang, atau bentuk lain dari kehilangan yang merugikan. Ini membantu bagi mereka untuk melepaskan emosi negatif yang tertahan. Ini jauh lebih baik untuk melepaskan mereka melalui air mata daripada membiarkan mereka tertahan di dalam hati.

    Tetapi menangis tidak dianjurkan berlarut-larut. Alkitab mengatakan, "Sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai " (Mazmur 30:6b). Nehemia mengijinkan umat Israel menangis bagi penyesalan dosa untuk sementara waktu sebelum dia mengatakan, "Hari ini adalah hari kudus bagi TUHAN Allahmu. Janganlah kamu berduka cita, dan menangis atau bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu. (Neh 8: 10-12)

    Perasaan gagal. Takut gagal dalam pekerjaanmu.

    Diantara banyaknya dan beragamnya rasa takut yang mungkin menimpa penderita "kelelahan" ini, salah satu yang paling menghancurkan adalah takut akan gagal. Takut bahwa hidup Anda akan berubah mendadak dan berakhir tercela. Takut yang sangat kuat yang bagaimana pun juga Anda mungkin telah menyelesaikan hidup Anda, tetapi hidup Anda akan berakhir dengan kegagalan yang puncak. ***

    Keinginan yang tidak wajar untuk mati. Kecenderungan Bunuh Diri.

    Gejala terakhir adalah satu lagi yang akan sangat sulit bagi orang lain untuk menerimanya. Saya merujuk pada gagasan bahwa Kristus, ketika menderita "kelelahan", mungkin menemukan dalam pikiran dan perasaan-Nya keinginan kuat untuk mati. Meskipun lebih sulit untuk menerima adalah kemungkinan bahwa seorang Kristen mungkin mempunyai pikiran mengenai perusakan diri melalui bunuh diri. Tetapi pertentangan, intensitas dan ketekunan semacam ini pada siksaan pikir bahwa kadang mati, bahkan lewat tangan mereka sendiri, dapat terlihat sebagai satu-satunya solusi.

    Seseorang yang belum pernah mengalami kesengsaraan yang sangat dari tekanan mental tidak mungkin dapat dipahami bahwa hal ini dapat sangat menyakitkan dan menekan sehingga kematian tampaknya muncul sebagai penyelesaian yang terbaik. Biarkan pikiran dan kemungkinan ini meningkatkan rasa kasihan pada hamba Tuhan yang mengalami kesakitan semacam ini. Berusaha seperti Tuhan Yesus yang "merasakan kelemahan- kelemahan kita, tetapi sama dengan kita, Ia telah dicobai hanya tidak berbuat dosa. (Ibrani 4:15)

    Banyak orang kuat yang tidak pernah mengalami kecemasan dan depresi menemukan sulitnya memahami hebatnya tekanan yang dialami orang lain. Hal kuat mungkin cenderung untuk memandang rendah mereka yang merasa menjadi lemah yang, percaya mereka menjadi orang lemah menyedihkan yang mengijinkan sikap negatif semacam ini mendominasi hidup mereka.

    Tuhan Yesus termasuk orang yang kuat, tapi dia dapat merasakan dan memahami penderitaan yang kita alami. Dia memahami manusia lebih baik daripada yang lain, mengetahui dengan jelas bagaimana kita menciptakan dan hal apa yang membuat kita bergerak. Dia tidak pernah kehabisan rasa kasihannya dan perhatiannya. Meskipun seseorang mungkin kehabisan sumber tenaganya dan merasa bahwa kematian satu-satunya solusi, Tuhan Yesus masih dapat berjalan disamping mereka dengan empati yang penuh pada penderita. Meskipun kegelapan dapat menyembunyikan kehadiran Dia dan penderita mungkin tidak berarti untuk apa yang melihat kehadiran- Nya, tetapi Dia masih bersamanya. Tidak untuk menghakimi atau mencela mereka, tapi menenangkan, mendorong dan menegakkan mereka.

  4. SOSIAL (HUBUNGAN)

    Sifat lekas marah dengan dirinya dan orang lain.

    Sifat mudah marah ini terjadi ketika seseorang dalam kondisi sangat sensitif, pemarah dan mudah terganggu. Mereka sangat gelisah, tegang, mudah kehilangan ketenangan dan menjadi menjengkelkan. Mereka terus menerus gelisah dan mudah sedih.

    Persahabatan yang menegang terkhusus dengan pasangan atau keluarganya.

    Orang yang mudah marah seperti yang baru saja saya gambarkan sangat sulit untuk dapat hidup bersama seseorang. Tak satu pun tampak menghargai mereka dan sangat sulit untuk menjangkau perasaan mereka yang terbuai. Hal ini khususnya sulit untuk mengasihi seseorang yang dekat dengan penderita "Kelelahan." Sementara orang yang mudah marah mungkin membuat beberapa usaha untuk terlihat bermasyarakat dan normal pada orang asing, mereka jarang memiliki kemampuan untuk mengendalikan dirinya sendiri dengan orang-orang terdekatnya. Lagu lama mengatakan, "Kamu selalu menyakiti orang yang kamu kasihi. Seseorang yang seharusnya tidak kamu sakiti selamanya." yang sungguh disayangkan selalu benar. Dan dalam kasus ini seringkali benar. Satu hal yang harus dikandung dalam pikiran orang yang dikasihi adalah, "segala sesuatu tidak normal dan salah satu kasihnya adalah benar-benar tidak bertanggung jawab terhadap apa yang mereka katakan dan bagaimana mereka bertindak." Mereka benar-benar tidak bermaksud seperti apa yang mereka katakan. Maka pasangan, atau anggota keluarga tidak seharusnya membolehkan diri mereka sendiri tersakiti atau terganggu oleh ucapan yang secara nyata dapat menyakitkan. Sayang sekali tinggal bersama orang yang berada dibawah tekanan semacam ini dapat tampak menjadi tidak mungkin dan kesedihan sesungguhnya adalah bahwa banyak pernikahan berantakan sebagai akibatnya.

    Anti sosial - keinginan kuat untuk sendirian.

    Seseorang di bawah stres sering menjadi sangat sensitif pada perasaan terdalamnya dan takut bahwa seseorang dapat melihat bahwa sesuatu tidak beres dalam dirinya. Dalam keadaan pikirannya ini mereka sering mengembangkan keengganan untuk berada dalam kelompok atau kehadiran orang, lebih suka kebebasan pribadi pada kelompok mereka sendiri. Orang yang sakit akan sering mengunci dirinya di kamar, jauh dari orang lain. Ketakutan bersama dengan orang sering membuat mereka tidak mungkin untuk memasuki tempat umum, seperti toko atau restauran. Kadang-kadang mereka merasa mereka harus jauh dari semua kontak dengan manusia untuk mencari isolasi.

    Perasaan tertolak.

    Sebagaimana pikiran tertekan mencoba mencakup semua pikiran negatif yang telah masuk dan mempengaruhinya, ada seringkali perasaan tertolak yang mematikan. Bayangan mereka sendiri dan kepercayaan dirinya selama beberapa waktu lalu menjadi hilang seluruhnya. Korban telah kehilangan semua kepercayaan diri dalam dirinya dan kemampuannya. Dia memandang rendah dirinya sendiri dan tidak menyukai dirinya dan merasa bahwa semua orang memiliki perasaan yang sama pada dirinya. Dia merasa bahwa dia adalah orang yang paling gagal yang pernah hidup dan bahwa dia direndahkan dan ditolak oleh semua rekan sebayanya.

    Tentu saja ini merupakan penderitaan yang dialami Mesias. Yesaya mengatakan mengenai Dia, "Ia dihina dan dihindari orang, seseorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan." (Yesaya 53:3a) Dengan jelas penolakan terhadap Dia benar-benar nyata tetapi perasaan tertolak yang membuat pasien menderita tampak seperti nyata baginya seperti penderitaan bagi Mesias. Perasaan penuh ketakutan berpasangan dengan ketakutan mengagumkan dari ketakutan puncak.

    Ketidakmampuan untuk santai.

    Seorang penderita "kelelahan" sering lupa bagaimana untuk bersantai/ rileks. Hal ini terjadi begitu lama sejak dia mengijinkan dirinya untuk melakukan bahwa dia sejak lama telah lupa bagaimana bersantai dan menikmati dirinya, bebas dari ketegangan dan tekanan dari kerjanya. Hal ini secara besar mengurangi kemampuan seseorang untuk berhubungan secara bebas dengan orang lain.

    Ketika dia mencoba untuk bersantai dan menemukan bahwa dia tidak dapat, kepanikan biasanya mengikuti hal ini. Semakin dia mencoba untuk bersantai, dia menjadi semakin lelah. Ketegangan dan ketakutannya semakin mencengkeram erat.

  5. SPIRITUAL (Berhubungan dengan Tuhan)

    Ketidak mampuan membaca Alkitab. Tak satu pun mempengaruhi perasaannya.

    Sekarang saya sampai pada pokok yang saya tahu bahwa banyak teman dalam pelayanan menemukan betapa sulitnya menerima hal ini. Pada kenyataannya, pada masa dari tekanan yang ditemukan korban bahwa dia telah secara pelan-pelan kehilangan kemampuan dirinya untuk menerima rasa nyaman dari Alkitab. Saya tahu banyak dari mereka bersikeras bahwa ini merupakan saat dimana mereka mungkin berharab untuk menerima rasa nyaman dan inspirasi terbesar dari Firman Allah.

    Saya akan menyetujui dengan mereka dengan segenap hati tetapi saya juga tahu bahwa ada kemungkinan yang sangat nyata dalam lingkungan semacam ini dimana penderita mungkin secara nyata tidak dapat menerima kenyamanan lebih dari berbagai kitab, termasuk Injil. Biarkan saya segera meyakinkan penderita "Kelelahan" bahwa alasan bagi hal ini adalah bukan suatu alasan yang rohani. Ini sungguh-sungguh tidak, seperti penderita kadang-kadang akan tergoda untuk berpikir, bahwa Allah telah meninggalkan dirinya. Tidak juga bahwa korban telah kehilangan kasih, atau iman dalam Alkitab. Kebenaran terus terang dari kejadian ini adalah bahwa kekuatan konsentrasinya berkurang sehingga dia tidak dapat menerima sedikit atau tak satupun dari buku apapun, termasuk Alkitab. Apa yang dia ingin lakukan dalam situasi ini adalah mencoba untuk sesantai mungkin dan dengan tenang menanti Tuhan dalam rohnya. Mendengarkan suara dan firman allah yang berbicara secara langsung dalam hatinya.

    Kehilangan kemampuan untuk merasakan kehadiran Allah.

    Komentar ini kemungkinan akan menerima bentuk yang sama dari penerimaan seperti orang dan mereka yang sebelumnya menerima mereka sebagai ultra-spiritual yang ingin bersikeras tapi tak satu pun dapat membawa keluar dari orang percaya sungguh-sungguh kehadiran Allah yang nyata.*** Tetapi saya harus lagi menghubungkan Anda pada pengalaman baik raja Daud maupun Mesias, yang keduanya berteriak, "Tuhanku Tuhanku mengapa Engkau meninggalkan aku?" Jika Anda mengalami saat di mana Anda tidak dapat merasakan kehadiran Allah, janganlah mencaci maki, putus asa, atau merendahkan dirimu sendiri, menganggap bahwa Anda rohaniawan yang terbuang. Untuk itu Anda harus menghitung kehadiran Dia meskipun Anda tidak dapat melihatnya.