Bagian C4
TANDA-TANDA DAN KEAJAIBAN-KEAJAIBAN HARI-HARI INI

Diteliti/Dikumpulkan oleh Ralph Mahoney dari berbagai sumber

ISI UNTUK BAB INI :

C4.1 - Apakah Tanda-Tanda Dan Keajaiban-Keajaiban Bersifat Sementara Saja ?

C4.2 - Tanda-Tanda Dan Keajaiban-Keajaiban Di Dalam Sejarah Gereja.

Bab 1
Apakah Tanda-tanda Dan
Keajaiban-keajaiban Bersifat
Sementara Saja ?

Pendahuluan

Sejak abad ke empat sesudah Masehi, beberapa teologi dan hamba-hamba Tuhan telah mengajarkan bahwa "KARISMATA" (Kemampuan supra alami yang diberikan oleh Roh Kudus yang disebut sebagai karunia-karunia roh dalam 1 Kor 12:1) hanya berlaku pada "zaman Rasul-Rasul saja".

Banyak macam sudut pandang yang dapat kita temukan tentang teori ini di antara ahli-ahli teologi dan ahli-ahli sejarah.

Paling sedikit ada empat atau lima macam posisi yang diyakini oleh orang-orang Kristen modern mengenai tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban dalam sejarah zaman sekarang.

A. TEORI PERHENTIAN DAN PANDANGAN-PANDANGAN LAINNYA

1. Tanda-Tanda Dan Keajaiban-Keajaiban Berhenti Pada Saat Akhir Zaman Kerasulan

Beberapa pendukung teori ini mengatakan bahwa "zaman kerasulan" berakhir kira-kira pada tahun 100 Sesudah Masehi bersamaan dengan wafatnya Rasul Yohanes, yaitu salah satu dari " ... kedua belas rasul Anak Domba" (Why 21:4) yang masih tinggal.

Seorang ahli teologi Protestan "Referomed" menganggap bahwa karunia-karunia supra alami itu "hanya terbatas dalam zaman kerasulan dan kemudian timbul hanya pada lingkungan-lingkungan yang sangat kecil saja".

Tujuan mereka ialah untuk meneguhkan otoritas dari para rasul saja; setelah selesai dengan tugas-tugasnya, maka karunia-karunia Karismatik itu juga lenyap bersamanya.

Menurut posisinya, dilaporkan bahwa tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban setelah zaman kerasulan adalah tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban palsu atau tidak terjadi melalui cara-cara Ilahi.

Ini merupakan argumentasi yang "tak ada henti-hentinya" dimana kemudian dibuat penilaian secara teologia bahwa tanda-tanda dan mujizat adalah hal yang mustahil setelah abad pertama Masehi dipaksakannya kesimpulan bahwa bukti-bukti sejarah hanyalah bohong belaka.

Kelemahan besar dari pendapat tersebut adalah : Tidak adanya ayat-ayat dari Kitab Suci yang mendukung pertentangan bahwa mujizat-mujizat Ilahi berhenti setelah matinya kedua belas rasul Anak Domba dan generasinya. Tidak ada tulisan manapun dalam Alkitab yang menyatakan atau mencantumkan hal tersebut. (Untuk mendiskusikan 1 Kor 13:10, lihat di bawah).

2. Tanda-Tanda Dan Keajaiban-Keajaiban Berhenti Sebab Hal Tersebut Hanya Terjadi Pada Awal Abad Dari Gereja.

Menurut teori ini, tidak usah ada usaha lagi untuk membuktikan bahwa Injil adalah hal yang logis atau tidak. Satu kali setelah Gereja diteguhkan dan diterima secara luas dan resmi disetujui, sudahlah cukup bahwa posisi demikian itu dapat menguatkan otentiknya berita-berita kekristenan. Batas waktu berhentinya tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban, adalah ketika seluruh buku-buku Kitab Suci terselesaikan seluruhnya dan waktu penyelesaian seluruh buku tersebut dikenal terjadi pada tahun 397 Masehi oleh Dewan Cartage.

Argumentasi yang sedemikian ini dapat menerima adanya dokumentasi mengenai tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban pada abad kedua dan ketiga Masehi, dan menetapkan permulaan berhentinya tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban. Tetapi mengapa menggunakan waktu pemberhentian tahun 397 Masehi?

Kapankah Gereja diteguhkan dan diterima secara luas dan resmi disetujui ? Apakah ketika tahun 397 Masehi, bersamaan dengan selesainya seluruh kitab dari Kitab Suci ? (Banyak ahli sejarah gereja memperdebatkan kesimpulan semacam itu). Pada bagian manakah Kitab Suci mengajarkan semua itu? Pada bagian manakah Kitab Suci mengajarkan semua itu? Argumentasi tersebut ditinggalkan tanpa dukungan alkitabiah maupun sejarah.

3. Tanda-Tanda Dan Keajaiban-Keajaiban Lenyap Karena Pemimpin-Pemimpin Dari Denominasi Gereja Menentangnya.

Argumentasi ini meskipun berlawanan dengan teori peneguhan gereja di atas, ternyata mempunyai beberapa keuntungan. Pada kenyataannya bersamaan dengan lenyapnya iman bagi mujizat-mujizat dari pemimpin-pemimpin gereja, mujizat-mujizat itupun makin jarang terjadi. Juga ketika tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban terjadi, sering hal-hal ini mengancam "Pembesar-Pembesar Gereja" dari organisasi gereja dan juga ditakutkan akan mengubah keadaan yang sudah ada. Karena alasan inilah kepemimpinan gereja cenderung menentang tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban tersebut.

Seperti yang akan dibuktikan kemudian, pada waktu itu telah ada tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban sepanjang sejarah Gereja dan organisasi gereja menjadi terbelakang hingga gereja mengalami pasang dan surut.

Tetapi hal yang utama dari argumentasi ini adalah bahwa Karunia-Karunia tersebut telah berhenti sama sekali dan tidak bisa bertahan menghadapi ujian sejarah. Berhentinya karunia-karunia tersebut pada suatu periode, pada waktu sejarah Gereja tidak dapat didokumentasikan, apalagi dalam hari-hari ini. Pada hari-hari ini mujizat-mujizat dalam gereja adalah hal yang umum yang terjadi di mana-mana di seluruh dunia.

4. Tidak Pernah Ada Tanda-Tanda Dan Keajaiban-Keajaiban

Setelah datangnya teologi liberalisme pada abad 19, pemimpin-pemimpin gereja Advent menolak tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban. Mereka menyangkal adanya kemungkinan campur tangan kekuatan supra alami di dalam Penciptaan. Ahli-ahli "teologi sekularis" tersebut bahkan menyangkal adanya kemungkinan tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban pada awal abad pertama. Mereka secara menyedihkan adalah " ... nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas" (Mat 7:15 ; Kis 20:29), para materialis yang menutupi filosofi mereka dengan bahasa keagamaan.

5. Tanda-Tanda Dan Keajaiban-Keajaiban Tidak Pernah Berhenti

Tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban telah terjadi sejak zaman kerasulan hingga saat ini pada tingkatan yang bervariasi. Dan posisi ini didukung oleh Kitab Suci dan sejarah Gereja.

B. SALAHKAH TEORI PENGHENTIAN ITU ?

Mari kita mempelajari hal ini pada dua dasar:

1. Dasar Kitab Suci Bagi Teori Penghentian

Teks alkitabiah yang paling sering digunakan oleh pendukung teori penghentian ditemukan dalam 1 Korintus 13:8-10.

"Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap".

Penjelasan dari ayat-ayat di atas akan dapat dikatakan seperti kata-kata di bawah ini :

a. Apakah yang akan terjadi ?

  1. Nubuat akan berakhir;
  2. Bahasa roh akan berhenti

b. Bilamanakah semua itu terjadi ?

  1. " ... jika yang sempurna tiba ..."

" ... yang sempurna .." dikatakan bahwa yang sempurna itu adalah ALKITAB.

Jadi ketika kita telah memiliki Alkitab, maka nubuat akan berkhir dan bahasa Roh akan berhenti.

c. Kesimpulan : Karena kita telah memiliki Alkitab, orang-orang yang percaya teori tersebut akan memberitahu kita bahwa bahasa roh dan segala macam "KARISMATA" telah dihapuskan dari kehidupan gereja.

2. Apakah Yang Salah Dengan Teori Penghentian?

Teori penghentian terguling posisinya ketika suatu penelitian yang sangat teliti dari konteks yang ada dilakukan. Mari kita mempelajari kembali interpretasi tersebut dengan pengertian konteks secara menyeluruh:

a. Apakah yang akan terjadi ? (PERHATIKAN : Rasul Paulus mengatakan akan ada tiga hal yang akan terjadi)

  1. Nubuat akan berakhir
  2. Bahasa Roh akan berhenti
  3. Pengetahuan akan lenyap

Jika kita bertindak secara konsisten dengan interpretasi kita, kita seharusnya menyimpulkan bahwa ketika kitab-kitab dari Kitab Suci diselesaikan, PENGETAHUAN bersama-sama dengan nubuat dan bahasa roh dihapuskan dari Gereja.

Meskipun demikian, tidak ada seorangpun mau menerima bahwa gereja saat sekarang ini dalam keadaan "TANPA PENGETAHUAN". Dan kebalikannya, ahli-ahli teologi mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai pengetahuan karena sebenarnya tidak ada pengetahuan hanya untuk membuktikan bahwa posisi ini sangat lemah dan tidak Alkitabiah.

b. Bilamanakah semua itu terjadi ?

1) "jika yang sempurna tiba .. "

" ... yang sempurna" tidaklah mengarah atau menunjuk pada ALKITAB. Dalam konteks " ... yang sempurna" bukanlah sebuah obyek (Alkitab sebagai contohnya), ini merupakan suatu kondisi di mana anda dan saya sebagai orang-orang beriman akan mengalaminya sebagai akibat kedatangan Tuhan yang Kedua Kalinya.

"Tetapi ketika kita telah disempurnakan dan diperlengkapi, maka kebutuhan akan karunia-karunia khusus yang tidak sempurna itu akan berakhir, dan mereka akan lenyap.. tetapi nanti kita akan melihatNya muka dengan muka" (ayat 10, 12 tlb ; 1 Kor 13).

" ... tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap" (The Jerusalem Bible).

c. Kesimpulan. Bahasa roh, nubuat dan pengetahuan manusia yang terbatas itu tidak akan memiliki nilai yang dapat berlanjut ketika Yesus menampakkan diriNya dan kita melihat Dia muka dengan muka. Pada saat itulah hal-hal seperti bahasa-bahasa roh, nubuat dan pengetahuan akan lenyap dan BUKAN SEBELUM-NYA.

3. Apakah Yang Dipikirkan Oleh Para Rasul ?

" ... kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan Tuhan kita Yesus Kristus ... " (1 Kor 1:7 - The Jerusalem Bible).

" ... setiap karunia dan berkat; setiap karunia rohani dan kuasa untuk melakukan kehendakNya adalah milikmu sementara engkau menantikan kembalinya Tuhan kita Yesus Kristus" (1 Kor 1:17 tlb).

"Jawab Petrus kepada mereka, `Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis... maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita" (Kis 2:38,39).

a. Karunia-Karunia Akan Tetap Tinggal Sampai KedatanganNya Yang Kedua Kalinya. Janji-janji yang ada dalam Kitab Suci tidak memberi petunjuk apapun bahwa pekerjaan dan kuasa Roh adalah sebuah fenomena yang bersifat sementara saja dan hanya berlaku pada Gereja Awal Abad Pertama saja. Malah janji-janji tersebut secara jelas diperuntukkan bagi "... sebanyak-banyaknya orang yang dipanggil oleh Tuhan Allah kita."

b. Kesimpulan. Para rasul mengharapkan bahwa SEMUA Karunia-Karunia Rohani tetap tinggal sampai Kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang Kedua Kalinya. Haruskah kita berharap pada hal-hal yang kurang dari harapan mereka?

C. APA YANG DIPIKIRKAN OLEH ORANG-ORANG PENGINJILAN KOR-SERVATIF?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, teori penghentian dari penginjilan konservatif yang paling populer didasarkan pada interpretasi dari 1 Korintus 13:10; "... jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap."

1. "Yang Sempurna" = Alkitab

Denominasi Penginjilan Konservatif me-ngajarkan bahwa "yang sempurna" dalam ayat 10 itu mengarah pada proses penyelesaian buku-buku dari Kitab Suci (Perjanjian Baru) yang dikenal pada Dewan Cartage pada tahun 397 Masehi.

"Yang tidak sempurna" mengarah pada karunia-karunia Karismatik dan mereka telah "lenyap" atau berhenti.

a. Alasan Diberikannya Karunia-Karunia. Mengarah pada karunia-karunia supra-alami, seorang pengarang menulis :

"Hal-hal seperti mujizat-mujizat, penyem-buhan-penyembuhan, bahasa-bahasa roh dan tafsiran-tafsiran bahasa roh diberikan kepada orang-orang percaya yang tertentu saja di dalam Gereja Mula-Mula.

"Sebelum Kitab Suci ditulis, Kitab Suci ber-tujuan untuk memberi bukti otentik atau mene-guhkan Firman Allah ketika Firman Allah itu diproklamirkan. Tanda-tanda yang diberikan bersifat sementara saja ... sekali Firman Tuhan dituliskan dalam Kitab Suci secara permanen, pemberian tanda-tanda tidak lagi diperlukan dan lenyap".

b. Alasan Mengapa "Yang Sempurna" = Alkitab. Perdebatan tentang menyamakan "yang sempurna" dengan proses penyelesaian kitab-kitab dari Kitab Suci mempunyai dua macam bagian :

1) Karena Kata Benda Neuter. Kata "Yang Sempurna" dalam bahasa Yunani adalah kata benda Neuter dan harus mengarah pada sesuatu, bukan manusia. Karena Kitab Suci adalah sesuatu dan tidak memiliki jenis wanita atau pria (neuter), maka dikatakan bahwa Alkitab adalah sesuatu yang "sempurna" yang dimaksudkan oleh rasul Paulus.

2) Secara Konteks. Interpretasi yang mereka kemukakan sangat cocok dengan ayat, 8,9,11 dan 12 dalam bagian yang sama di dalam 1 Korintus 13 : " ... bahasa roh akan berhenti ... ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak ... sekarang aku hanya me-ngenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna aku sendiri dikenal."

Alasan ini mengatakan bahwa bahasa roh adalah kekanak-kanakan, sedangkan Kitab Suci adalah hal yang dewasa.

2. Kelemahan-Kelemahan Pandangan Ini

a. Sebuah Doktrin Dibangun Atas Dasar Satu Pasal Saja. Ada beberapa kelemahan yang dimiliki interprestasi ini, paling tidak adalah ini: suatu doktrin yang besar dibangun hanya atas dasar satu pesan saja dimana artinya juga tidak begitu jelas. Ditempat lain yang mana di dalam kitab suci yang memberi petunjuk bahwa tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban sudah berhenti? Tidak ada sama sekali.

b. Kata Benda Neuter Tidak Terlalu Perlu Untuk Dibatasi. "Yang Sempurna" ("perfection") (dalam bahasa Yunani adalah Tekios) adalah kata benda neuter, dimana sebenarnya di dalam bahasa Yunani tidak ada peraturan/jaminan bahwa kata benda neuter hanya bisa digunakan untuk menunjuk benda-benda yang tidak ada jenis penunjukan kelaminnya.

Kata benda neuter atau kata ganti (Pronoun) dapat dipergunakan untuk menggambarkan benda-benda berjenis laki-laki atau wanita dan dapat juga dipergunakan untuk menggambarkan pribadi-pribadi.

Contoh-contohnya :

1. Teleios. Di dalam Efesus 4:13 ; Filipus 3:15; Kolose 1:20 ; dan Yakobus 1:4 ; 3:2, kata yang sama (Teleios) dpergunakan untuk mengartikan suatu tingkat kedewasaan di mana pada tingkat tersebut Tuhan memanggil orang-orang percaya untuk mengajar hal tersebut.

2. Teknon. Teknon disini diterjemahkan kedalam bahasa Inggris sebagai "child" (anak kecil). Meskipun dari kata "child" (anak kecil) tidak dapat ditentukan jenis kelaminnya, kata benda yang satu ini bisa berarti anak kecil laki-laki maupun wanita.

Pokok persoalannya adalah bahwa di dalam bahasa Yunani (hampir sama dengan Inggris) petunjuk kelamin kata benda bersifat gramatika bukan bersifat kelamin yang sesungguhnya.

3. Pneuma. Kata "Roh" (Spirit) (Pneuma) juga merupakan kata benda neuter, dan secara jelas Kitab Suci menyatakan bahwa Roh bukanlah benda tetapi adalah pribadi yang ketiga dari Allah Tritunggal.

c. Dalam Menterjemahkan Jangan Terpaku Pada Satu Konteks Tertentu Saja. Mungkin masalah yang lebih besar dari interpretasi ini adalah tuntutan untuk meninggalkan konteks I Korintus 13 sehingga kata perfection/sempurna dapat dipersamakan.

Mereka malahan melompat ke 2 Timotius 3:15-16, dimana "kitab suci" adalah kata yang tidak dapat ditunjuk kelaminnya (Neuter). Ini adalah lompatan yang dilakukan secara sembarangan.

3. Penafsiran Yang Lebih Dapat Dipercaya.

Seorang pakar dari Inggris F.F. Bruce menawarkan penafsiran yang lebih dapat diterima mengenai apa arti yang tepat dari kata "Yang Sempurna" (Perfection). Kata tersebut merujuk pada kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Penafsiran ini nampaknya sangat tepat untuk berada dalam konteks keseluruhan dari I Korintus, khususnya 1 Korintus 1:7 : "Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus".

a. Kesimpulan. Kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus yang kedua kalinya adalah suatu titik dimana, bahasa roh, nubuat dan karunia karunia roh lainnya akan lenyap dan bukan sebelum kedatanganNya. Itu adalah harapan Rasul Paulus dimana seharusnya juga menjadi harapan semua orang percaya.

Bab 2
Tanda-Tanda Dan Keajaiban-
Keajaiban Di Dalam Sejarah
Gereja

Pendahuluan

Meskipun hanya merupakan sampel, materi berikut ini merupakan dokumen-dokumen mengenai tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban sepanjang sejarah Gereja. Sumber-sumber yang ada dibatasi pada pribadi-pribadi/orang-orang yang sudah terkenal dan gerakan-gerakan yang sudah diketahui secara umum saja, dengan beberapa ilustrasi dari orang-orang yang begitu terkenal.

Untuk analisa ini, sejarah Gereja telah dibagi menjadi 4 zaman yaitu : masa patristik, masa pertengahan, masa Reformasi Modern dan masa abad keduapuluh.

A. Masa Patristik (Masa Bapa-Bapa Gereja) 100 - 600 S.M.

1. Justin Martyr (+ 100 - 165 S.M.)

Justin adalah seorang apologis (seorang yang mempertahankan sebuah doktrin dengan argumen-argumen yang sesuai dengan logika) Kristen yang telah mempelajari semua filsafat-filsafat besar pada zamannya. Dalam bukunya Second Apology (+ 153), dalam pembicaraannya mengenai sebutan-sebutan arti dan kuasa dari Allah dan Kristus, Justis menulis mengenai pengusiran roh-roh jahat dan kesembuhan :

Dengan adanya kekuatan roh-roh jahat di seluruh dunia dan didalam kota anda juga dengan jumlah yang tak terbatas, banyak saudara-saudara Kristen kita mengusir mereka didalam Nama Tuhan Yesus Kristus ... disembuhkan dan melakukan kesembuhan-kesembuhan menolong orang-orang yang tidak mempunyai harapan lagi, dan mengusir keluar roh-roh jahat yang menguasai kehidupan manusia keluar dari manusia, meskipun sebenarnya roh-roh jahat tersebut tidak dapat diusir oleh para pengusir setan lainnya dan mereka yang menggunakan mantera-mantera serta obat-obatan. 1

a. Penggunaan Karunia-Karunia Rohani. Dalam dialognya dengan Trypho (seorang Yahudi yang terpelajar), Justin mengarahkan pembicaraannya pada penggunaan karunia-karunia roh pada saat sekarang :

Karunia-karunia kenabian ada di tengah-tengah kita, bahkan sampai pada saat ini. Dan anda harus mengerti bahwa karunia-karunia yang pada mulanya berada diantara bangsa anda telah berpindah kepada kami.

... Telah saya katakan sebelumnya, dan akan saya katakan sekali lagi bahwa sudah ada dinubuatkan hal ini akan dilakukan sendiri oleh Dia setelah kenaikanNya ke Sorga. Hal ini sesuai dengan yang telah dikatakan, "Dia naik ke tempat Maha Tinggi, Dia melepaskan para tawanan, Dia memberikan karunia-karunia pada anak-anak manusia".

Dan lagi, didalam nubuat lainnya, dikatakan, "Akan datang waktunya, Aku akan mencurah-kan Rohku atas semua daging, dan atas hamba-hambaKu laki-laki dan hamba-hambaKu wanita dan mereka akan bernubuat".

Pada saat sekarang ini, bukanlah hal yang mustahil melihat adanya wanita dan pria yang memiliki Karunia-Karunia Roh Allah diantara kita ... 2

Lebih kurang pada tahun 150 Masehi, Justin Martyr mendirikan sekolah pemuridan dalam sebuah rumah di Roma dan juga mencatat "tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban" (pengusiran-pengusiran setan, kesembuhan-kesembuhan dan nubuat-nubuat) yang paling akhir, dan dia juga menulis :

Rasul-rasul yang pertama, berjumlah 12 orang dan semuanya ada dalam kuasa Allah, keluar dan memberitakan Kristus pada segala bangsa.

Tidak ada satu bangsa pun, baik itu orang Barbar, Yunani atau apapun nama mereka, bangsa Nomad, atau pengembara atau bangsa peternak yang tinggal di kemah-kemah yang tidak pernah berdoa dan mengucapkan syukur melalui Nama Yesus yang telah disalibkan.

Justin meninggal sebagai Martir di Roma. 3

2. Irenaeus (140 - 203)

Irenaeus adalah seorang Bishop di kota Lyons. Dia mendokumentasikan karismata (pengusiran roh-roh jahat, penglihatan-penglihatan, nubuat-nubuat) yang paling akhir, dan mengajarkan bahwa antikris adalah seorang Yahudi dari suku Dan, juga Kristus akan benar-benar memerintah dalam Kerajaan 1000 tahun sesuai dengan apa yang dilukiskan oleh Kitab Suci.

a. Perdebatan-Perdebatan Mengenai Karunia Roh. Kelima buku yang ditulis Ireaneus yang berjudul Against Herensies ditujukan pada pertentangan terhadap Gnostisisme. Untuk membuktikan kesalahan pertentangan tersebut ia mengatakan :

Beberapa orang memang mengetahui lebih dahulu mengenai hal-hal yang akan datang. Mereka melihat penglihatan-penglihatan dan mengutarakan ungkapan-ungkapan kenabian. Dan yang lainnya masih menyembuhkan orang-orang sakit dengan menumpangkan tangan mereka atas orang-orang sakit tersebut, dan mereka dipulihkan. 4

Sejarawan Eusebius juga mengutip kata-kata Irenaeus sebagai berikut :

Beberapa orang (orang-orang percaya), sesungguhnya benar-benar telah mengusir keluar roh-roh jahat dan setan-setan, sehingga orang-orang yang terlepas dari roh-roh jahat tersebut menjadi orang percaya dan diterima di dalam Gereja.

Dan lebih-lebih lagi, seperti yang telah kami utarakan, bahwa bahkan orang-orang matipun dibangkitkan dan hidup bersama-sama kami untuk beberapa tahun lagi...

Seperti yang telah kita ketahui bahwa banyak saudara-saudara seiman kita di dalam Gereja mempunyai karunia-karunia kenabian dan berbicara dalam bahasa-bahasa asing melalui Roh. Saudara-saudara seiman kita yang lainnya lagi menyatakan secara terbuka hal-hal yang tersem-bunyi dari manusia demi kebaikan mereka sendiri dan juga membukakan misteri-misteri Allah secara jelas. 5

Untuk menentang para penganut Prigianisme (penganut Montanisme), Irenaeus menulis :

Dalam keinginan mereka untuk menghambat Karunia-Karunia Roh yang mana Karunia-Karunia tersebut telah dicurahkan sesusai dengan keinginan Allah Bapa pada umat manusia pada saat-saat ini, mereka tidak mau menerima bahwa aspek (dispensasi penginjilan) yang dikemukakan oleh Injil Yohanes, yang mana didalam aspek tersebut Allah berjanji bahwa Ia akan mengirimkan Paracletos; mereka tidak saja menolak aspek tersebut tetapi secara langsung mengesampingkan Injil dan Roh kenabian.

Alangkah mengenaskan orang-orang itu! Mereka adalah orang-orang yang ingin menjadi nabi-nabi Roh tetapi mengesampingkan Karunia-Karunia Nubuat dari Gereja ...

Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus berbicara sangat jelas mengenai karunia-karunia kenabian, dan mengetahui adanya pria-pria dan wanita-wanita yang bernubuat di Gereja, karena menentang karunia-karunia sesuai contoh-contoh adalah menentang Roh Allah dan mereka jatuh ke dalam dosa yang tak terhapuskan.

1) Kedatangan Roh Sangat Jelas. Argumentasi yang diajukan oleh Irenaeus di dalam tulisan di bawah ini secara khusus masih dapat diterapkan dalam perdebatan akhir-akhir ini mengenai praktek pneumatik secara kontenporer.

Pertama, Irenaeus mengemukakan argumen-tasinya secara tidak langsung bahwa kedatangan Roh yang dinubuatan di dalam Yohanes 14 dan 15 sebenarnya bukanlah suatu janji yang sangat pribadi, bersifat perseorangan dan pengalaman pribadi yang dalam di dalam hati manusia. Tetapi Irenaeus cenderung mengusulkan bahwa kedatangan Roh dapat dilihat dengan indera penglihatan sebagai sesuatu yang penuh kuasa dan sangat nyata. Hal ini sudah pasti diilhami oleh Buku Kisah Para Rasul.

2) Elemen Dasar. Kedua, Ireaneus mengajukan argumentasinya dari I Korintus bahwa pengalaman bersama Roh, Khususnya dalam hal nubuat merupakan elemen dasar dari kehidupan Gereja.

1 Korintus dikenal sebagai Kitab yang memiliki otoritas yang besar, dan apa yang telah ditulis oleh Rasul Paulus diterima apa adanya. Rasul Paulus tidak berusaha untuk "menjelaskannya".

3) Dosa Yang Tak Terampuni. Ketiga, Irenaeus membuat suatu hubungan antara penolakan terhadap pelayanan secara supernatural dari Roh Kudus, dengan dosa yang tak terampuni (Mat 12:31), yang mana hal tersebut paralel/sejajar dengan apa yang diajarkan Yesus tentang subyek ini. Yesus sendiri, seperti halnya para penganut Phrygia (Montanisme), dituduh mengadakan mujizat-mujizat dengan menggunakan roh-roh yang bukan dari Tuhan.

3. Montanisme (+ 120 - 175 Masehi)

Munculnya Montanisme dipimpin oleh seorang yang baru bertobat bernama Montanus (+ 156 Masehi) di Phrygia. Montanisme adalah suatu gerakan yang puritanis, kenabian, karismatik, penuh kesukaan, penuh nubuat dan mujizat-mujizat besar yang mengklaim untuk disebut sebagai kelahiran zaman baru dari Kuasa Roh Kudus.

a. Pengalaman Secara Pantekosta. Montanus mengalami pengalaman Pantekosta pada waktu ia dibaptis dalam air. Dia berbicara dengan bahasa lidah dan mulai bernubuat, menyatakan bahwa Paraclete, yaitu Roh Kudus yang dijanjikan dalam Injil Yohanes sedang memakai dirinya sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesanNya.

Dalam tahun 206 Masehi, Tertullian bergabung dengan para pengikut aliran Montanisme. Dan pada tahun 230 Masehi gerakan tersebut dicabut hak-haknya dan kemudahan-kemudah-an yang dimilikinya sebagai anggota dari Gereja-gereja Kristen oleh Sinode Iconium, tetapi meskipun mengalami tekanan dan aniaya, gerakan tersebut mulai bergerak di "bawah tanah" sampai (kurang lebih) tahun 880 Masehi. 6

Wesley bersama dengan tokoh-tokoh lain-nya di beberapa abad kemudian percaya bahwa aliran Montanisme adalah "gerakan kebangunan rohani" yang asli dan banyak difitnah karena perasaan iri hati, kedegilan, kesesatan dari pe-mimpin-pemimpin Gereja pada zaman itu yang menentang manifestasi dari Kuasa Roh Kudus (Lihat tulisan tentang John Wesley di bawah).

4. Tertullian (+ 160 - 220)

Tidak banyak detail yang bisa diketahui mengenai kehidupan Tertullian. Ia dibesarkan di tengah kebudayaan kafir di Carthage. Tertullian menjadi Kristen dan bergabung dengan aliran Montanus sekitar tahun 206 Masehi. Dia adalah pengarang yang cukup profuktif. Dalam penulisan bukunya yang berjudul To Scapula, bab yang kelima, dia memberikan catatan mengenai pengusiran roh jahat dan kesembuhan :

Semua ini patut secara resmi mendapatkan perhatian kita maupun oleh para pengacara yang merasa sangat berterima kasih pada kita, walaupun dalam sidang itu mereka mengucapkan apa yang disukainya. Salah satu pekerjanya yang dibanting oleh roh jahat, telah dibebaskan dari kesengsaraannya; seperti juga keluarga seorang yang lain dan seorang anak laki-laki kecil berusia 3 tahun.

Beberapa orang lagi yang punya kedudukan tinggi (kami tidak bicara tentang orang-orang biasa) yang telah dilepaskan dari setan dan disembuhkan dari penyakitpenyakit. Bahkan Severus sendiri, Bapak dari Antonine dengan ra-mahnya memperhatikan Proculus, seorang Kristen dengan nama keluarga Torpacion, pelayan Euhodias dan karena rasa terimakasih yang besar karena ia telah disembuhkan oleh Proculus dengan cara mengurapi, ia tetap memelihara Proculus di istananya sampai Proculus mening-gal. 7

Dia juga menuliskan : "Kristus memerintah-kan mereka untuk pergi dan mengajar segala bangsa. Demikianlah yang telah dilakukan para Rasul. Darah daripada para martir telah ditaburkan sebagai benih. Karena itu tidak ada bangsa lain yang bukan beragama kristen." 8

5. Novitian (210 - 280 Masehi)

Novatian orang Roma ini, tercatat dalam sejarah karena 2 alasan : Dia adalah seorang yang diangkat menjadi seorang Paus oleh partai Puritan dari sebuah Gereja untuk menentang Paus yang sesungguhnya. Kedua, ia memberikan pengajaran lengkap mengenai ketritunggalan Allah pada Gereja-gereja di negara Barat. Di dalam fatsal 29 dari bukunya yang berjudul Treatise Concerning the Trinity (Tulisan Sistematis mengenai Ketritunggalan secara lengkap) ia menulis tentang Roh sebagai berikut :

Karena Dialah yang menempatkan nabi-nabi di dalam gereja, memberi instruksi pada para guru-guru, mengarahkan bahasa lidah, memberikan kuasa dan kesembuhan, melakukan pekerjaan-pekerjaan yang ajaib, memberikan karunia membedakan roh, memberi kekuasaan pada pemerintahan, menawarkan nasehat-nasehat, dan keteraturan bagi yang membutuhkan juga mengatur setiap karunia karismata yang ada; lalu mendirikan Gereja Allah di mana-mana dan kemudian menyempurnakan dan melengkapinya. 9

6. Antony (+ 251 - 356 Masehi)

Pengenalan kita tentang Antony ini banyak bergantung pada biografinya yang ditulis oleh Athanasius. Pada fatsal 40 dalam biografi tersebut menunjukkan pekerjaan Antony yang ber-sifat supernatural, khususnya yang berurusan dengan roh-roh jahat :

Pada suatu saat, satu roh jahat yang sangat tinggi ukurannya muncul di hadapanku dengan segerombolan roh-roh jahat lainnya, lalu ia berkata padaku dengan penuh keberanian : "akulah Kuasa Allah, akulah utusan Allah untuk melindungi engkau. Apa yang engkau inginkan untuk kuperbuat bagimu?" Lalu aku menghembuskan nafasku padanya dengan memanggil nama Kristus, dan aku mencoba menyerang dia. Dan tampaknya aku mulai berhasil dan segera sesudah itu bersama dengan pengikut-pengikutnya menghilang dengan cepat karena Nama Kristus.

7. Hilarion (+ 291 - 371 Masehi)

Hilarian adalah seorang yang hidup secara Asketis (menghindari hal-hal duniawi), berpendidikan dan saleh di Alexandria. Pada waktu ia berada di padang pasir selama 22 tahun, ia menjadi sangat terkenal karena reputasinya yang mencakup seluruh kota-kota yang ada di Palestina. Jerome dalam bukunya Kehidupan Santa Hilarion (Life of Saint Hilarion) menceritakan sejumlah mujizat-mujizat, kesembuhan dan pengusiran setan yang terjadi sepanjang pelayanan Hilarion:

Facidia adalah sebuah kota kecil di pinggiran kota Rhinocorura, di Mesir. Di tempat ini, ada seorang wanita yang buta selama 10 tahun dan dibawa pada Hilarion untuk diberkati. Pada waktu wanita itu dibawa menghadap Hilarion oleh beberapa saudara (pada waktu itu Hilarion sudah memiliki banyak pengikut) wanita itu mengatakan pada Hilarion bahwa ia telah menghabiskan semua hartanya untuk tabib-tabib.

Orang suci itu berkata kepada wanita tersebut, "Jika harga yang telah kau bayar pada tabib-tabib itu kau berikan pada orang-orang miskin, maka Yesus Tabib yang sesungguhnya sudah menyembuhkan engkau". Lalu wanita itu berteriak dan memohon kemurahan padanya. Lalu, Hilarion melakukan apa yang dilakukan oleh Sang Juruselamat, yaitu mengoleskan Ludah pada mata wanita itu dan seketika itu juga wanita itu sembuh. 10

Jerome mengakhiri bagian tulisannya mengenai kehidupan Hilarion dengan pernyataan berikut :

Tidak akan cukup waktunya bila aku ingin menceritakan semua tanda-tanda dan keajaiban-keajaiban yang pernah dilakukan oleh Hilarion ... 11

8. Macrina (+ 328 - 380 Masehi)

Macrina adalah saudara perempuan Basil, bishop dari Kaisaria dan juga saudara perempuan Gregory, bishop dari Nyssa. Gregory menceritakan kesembuhan yang terjadi, dibawah ini :

Anak perempuan kami yang masih kecil menderita penyakit mata akibat infeksi. Membran (selaput mata) di sekitar bola matanya membengkak dan memutih karena penyakit tersebut, sangat mengerikan dan menggenaskan untuk melihatnya.

Saya pergi ke tempat perkumpulan para pria dimana saudara anda sekalian Petrus sebagai pemimpin, dan isteri saya ke tempat para wanita untuk bertemu dengan Santa Macrina. Setelah beberapa waktu lamanya, saya dan isteri hendak pulang tetapi Yang Diberkati (Santa Macrina) tidak membiarkan isteri saya pergi, dan berkata bahwa ia tidak akan menyerah mengenai penyakit anak saya, waktu itu anak saya dipeluknya, hingga ia selesai menjamu mereka dengan makanan "Filsafat Kemakmuran (the wealth of philosophy)".

Santa Macrina mencium anak saya seperti yang diharapkan semua orang dan meletakkan bibirnya pada mata anak itu, dan waktu Santa Macrina memperhatikan mata anak saya yang sakit itu, ia berkata, "Jika engkau tidak keberatan, saya ingin minta tolong agar engkau mau tinggal untuk makan malam bersama dan kalau engkau mau, sebagai rasa hormat saya ingin memberikan sesuatu sebagai balasannya". Isteri saya menanyakan hal apa yang akan dia berikan dan wanita yang mulia itu berkata, "Saya mempunyai beberapa obat-obatan, sangat efektif khususnya untuk menyembuhkan penyakit mata".

Dengan senang hati kami tinggal dan beberapa waktu kemudian kami mulai melakukan perjalan pulang dengan wajah cerah dan gembira. Kami saling bercerita dalam perjalanan pulang. Isteri saya menceritakan segala sesuatu berurutan, kedengarannya seperti buku cerita saja, pada waktu ceritanya sampai pada point saat Santa Macrina menjanjikan obat bagi anak kami, isteri saya berhenti bercerita, dia berkata, "Apa yang sudah kita lakukan? Bagaimana kita bisa lupa janji itu, obat bagi mata anak kita?"

Saya merasa tidak enak atas kecerobohan kami dan cepat-cepat saya kirim seorang anak buah untuk menanyakan obatnya, ketika anak kami, yang digendong oleh perawat melihat ibuznya, dan ibunya mengarahkan pandangan ke arah mata anak itu, dan berkata, "Jangan bingung lagi mengenai kecerobohan kita".

Isteri saya berkata-kata dengan suara keras, penuh kegembiraan sekaligus ketakutan. "Tidak ada satupun yang telah dijanjikan pada kita diingkari, tetapi obat yang sesungguhnya yang dapat menyembuhkan penyakit adalah doa yang telah ia berikan pada kita dan berhasil; tidak ada bekas sedikitpun yang tersisa dari penyakit mata itu".

Bersamaan ia mengatakan semuanya hal itu, ia mengambil anak kami dan meletakkannya kedalam gendonganku, dan kemudian saya mulai mengerti mujizat-mujizat yang ada di dalam Injil yang tidak kupercayai sebelumnya, dan saya berkata, "Ini hal yang sangat luar biasa, penglihatan yang di pulihkan bagi si buta dengan jamahan Allah sendiri, jika sekarang hamba wani-tanya membuat kesembuhan semacam ini melalui iman di dalam Dia, hal ini adalah sebuah fakta yang tidak kalah luar biasanya dari mujizat-mujizat yang pernah terjadi".

9. Ambrose (+ 339 - 397)

Meskipun orang awam, Ambrose diangkat oleh para pengikutnya yang berkobar-kobar sebagai bishop dari kota Milan. Pada waktu ia diteguhkan untuk menjadi bishop, tindakan perta-manya adalah membagi-bagikan kekayaannya kepada orang-orang miskin. Dia adalah seorang pengkhotbah dan guru yang terkemuka dan sangat berani dalam mengemukakan pendapatnya. Ambrose di dalam Roh Kudus (Bapa Gereja) menyatakan bahwa Allah masih memberikan kesembuhan-kesembuhan dan bahasa-bahasa Roh.

Dalam tulisan-tulisannya ia mendokumen-tasikan kesembuhan-kesembuhan masa kini dan glossolalia (berbicara dengan bahasa asing lainnya di dalam Roh). Belakangan ia mengajarkan bahwa Kedatangan Kristus yang kedua kalinya di dahului oleh kehancuran Romawi dan pemunculan Antikris di bumi. 12

Lihatlah, Bapa mentahbiskan guru-guru; Kristus juga mentahbiskan mereka di Gereja-gereja; dan seperti Bapa memberikan karunia kesembuhan, begitu juga Anak memberikannya; seperti Bapa memberikan Pemberian bahasa Roh, begitu juga Anak telah menganugerahkannya. 13

10. Augustinus (354 - 430 Masehi)

AUGUSTINUS, adalah salah satu bapa gereja awal/mula-mula yang paling terkenal, menulis.

Kita masih melakukan hal-hal yang dilakukan oleh para rasul ketika mereka menumpangkan tangan atas orang-orang Samaria dan me-manggil Roh Kudus turun atas mereka dalam penumpangan tangan. Dari hal ini diharapkan bahwa para petobat tersebut berbicara dengan bahasa yang baru. 14

Augustinus melayani sebagai bishop dari Hippo. Dia dibaptis oleh Ambrose di Milan pada hari Paskah tahun 387 Masehi. Pada akhir hidup-nya dia menulis buku "Kota Allah" (+ 413 - 427 Masehi).

Ia mengargumentasikan bahwa hal-hal yang terjadi dan terekam dalam Perjanjian Baru adalah hal-hal yang "dapat dipercaya secara mut-lak". Kemudian ia menulis di dalam bukunya yang ke 22 fatsal 28, mengenai mujizat-mujizat yang terjadi pada masanya :

Pendapat mengenai mujizat-mujizat yang diklaim orang-orang Kristen telah terjadi, sering ditentang. Kebenarannya adalah bahkan hari ini mujizat-mujizat masih terpahatkan dalam Nama Kristus, kadang-kadang melalui sakramen-sakramenNya, dan kadang-kadang melalui doa Syafaat orang-orang kudusNya.

a. Daftar Mujizat-Mujizat. Kemudian Augustinus menceritakan mujizat-mujizat yang terjadi : 15

Orang buta yang dicelikkan matanya. 16

Bishop suci dari Chartage disembuhkan dari penyakit rectal fistula (gangguan pada saluran pembuangan). 17

Seorang wanita suci di Chartage disembuhkan dari kanker payudara. 18

Seorang dokter di Chartage disembuhkan dari rematiknya. 19

Seorang bekas bintang pertunjukkan dari Curcubis disembuhkan dari kelumpuhan dan hernia yang dideritanya. 20

Kesembuhan bagi Herperius, tetangga Augustinus, penyakitnya disebabkan oleh `roh-roh jahat'. 21

Seorang anak laki-laki yang kerasukan setan disembuhkan, setelah iblis menarik matanya keluar dan meninggalkannya `tergantung pada urat-urat mata seperti menggantung pada akar. Dan bola matanya yang hitam berubah menjadi putih'. 22

Seorang gadis muda dari Hippo dilepaskan dari belenggu-belenggu setan. 23

Florentius orang Hippo berdoa supaya mendapatkan uang dan mendapatkannya. 24

Dibangkitkannya seorang biarawati dari kematian. 25

Anak teman Augustinus dibangkitkan dari kematian. 26

Augustinus mengakhiri ceritanya tentang mujizat-mujizat yang terjadi dengan menyatakan pada pembaca bukunya bahwa terlalu banyak mujizat yang terjadi untuk ditulis semuanya. Augustinus menulis, "Ini adalah sebuah fakta sederhana, bahwa pada saat sekarang ini mujizat-mujizat masih tetap ada. Dan Allah yang mengerjakan mujizat-mujizat yang ada di dalam Kitab Suci menggunakan berbagai cara yang dipilihNya sendiri".

b. Menentang Teori Perhentian. Augus-tinus menentang teori perhentian karunia-karu-nia Karismatik yang muncul pada saat itu dan menyebut bahwa itu sebenarnya hanyalah suatu reaksi berlebihan dari orang-orang yang menyebut karunia-karunia roh sebagai hasil kefanatikan aliran Montanis dan bukanlah karunia-karunia yang sesungguhnya. Augustinus juga menentang ide yang mengatakan bahwa mujizat-mujizat dan karismata (Karunia-karunia Roh Kudus seperti di dalam 1 Korintus 12) berakhir bersamaan dengan zaman Kerasulan. 27

11. Gregory dari Tours (+ 538 - 594 Masehi)

Gregory adalah seorang bishop dan sejarah-wan. Dia adalah seorang penulis yang produktif, pekerjaannya sebagai penulis menghasilkan pengetahuan yang tak ternilai bagi kehidupan Gereja pada abad keenam. 28

Pada masa hidup Gregory ini banyak peristiwa-peristiwa kesembuhan yang terjadi. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat ditemukan dalam bukunya yang berjudul Dialoques, dimana dida-lamnya ia juga menghubungkan pengusiran roh-roh jahat dengan kesembuhan yang dialaminya sendiri, yaitu :

Eleutherius, seorang pemimpin biara Sang Penginjil Santa Markus yang bersebelahan dengan tembok-tembok Spoleto telah kusebut namanya sebelumnya, ia pernah tinggal bersamaku di suatu biara di Roma untuk waktu yang cukup lama, dan ia meninggal di situ.

Murid-muridnya berkata bahwa Eleutherius pernah membangkitkan orang-orang mati dengan kekuatan doanya. Eleutherius dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan peka sekali hatinya, dan tidak heranlah melalui air matanya, orang yang berjiwa sepolos anak kecil ini mendapatkan perhatian besar dari Tuhan kita yang perkasa.

Saya akan memberitahu anda tentang mujizat yang dilakukannya dan diceritakannya sendiri padaku dengan kata-katanya yang sederhana itu. Pada suatu ketika Eleutherius sedang melakukan perjalanan, hari sudah menjadi gelap dan ia belum juga menemukan penginapan untuk bermalam, lalu akhirnya ia bermalam dalam sebuah biara. Di dalam biara itu ada seorang anak laki-laki kecil yang diganggu roh-roh jahat setiap malam. Maka, setelah menyambut kedatangan hamba Allah itu, biarawati-biarawati meminta Eleutherius menemani anak kecil itu, malam itu juga. Eleutherius setuju, dan anak itu tidur di sampingnya malam itu.

Di pagi harinya, dengan penuh perhatian biarawati-biarawati tersebut menanyakan apakah Eleutherius telah melakukan sesuatu bagi anak kecil itu. Dengan agak terkejut karena tidak menyangka akan ditanya seperti itu, Eleutherius menjawab, "Tidak". Lalu biarawati-biarawati tersebut menceritakan kondisi anak itu pada Eleutherius bahwa tidak satu malampun yang dilewatkan oleh anak itu tanpa di ganggu roh-roh jahat. Dan mereka memohon agar Eleutherius membawa anak itu ke biara tempat Eleutherius tinggal sebab biarawati-biarawati tersebut tidak tahan lagi melihat penderitaan anak itu. Hamba Allah itu setuju untuk melakukannya.

Anak itu telah lama tinggal dalam biara itu tanpa sedikitpun diganggu roh-roh jahat lagi karena begitu senangnya, kegembiraan Eleutherius menjadi agak berlebihan.

"Saudara-saudara", kata Eleutherius pada para biarawan di biara itu. "Si iblis telah menggoda biarawati-biarawati itu, dan ketika ia berhadapan dengan hamba Tuhan yang sebenarnya, ia tidak berani lagi mendekati anak kecil ini". Seketika itu juga, seperti tidak dapat menunggu Eleutherius menyelesaikan kata-katanya, si iblis merasuki anak kecil itu dan menyiksanya di hadapan para biarawan itu. Kejadian tersebut membuat hati si tua Eleutherius menjadi sangat sedih, dan ketika para biarawan tersebut mencoba menghiburnya, ia berkata, "Turutilah, kata-kataku! jangan satupun dari kita mencicipi roti secuilpun hari ini sampai anak kecil ini dilepaskan dari belenggu kuasa iblis".

Di dalam doanya Eleutherius bersujud dengan wajah sampai menyentuh tanah bersama dengan seluruh biarawan itu dan terus berdoa sampai anak itu dilepaskan dari kekuatan roh-roh jahat. Akhirnya kesembuhan itu terjadi lengkap dan iblis tidak berani mengganggu anak kecil itu lagi. Lalu Eleutherius merancangkan secara terinci suatu misi yang terorganisir bagi orang-orang yang belum diselamatkan di antara tujuan-tujuan besar lainnya yang ia miliki, sebab ia merasakan dekatnya hari penghakiman terakhir itu. 29

12. Gregory Agung I (540 - 604 Masehi)

Gregory Agung adalah seorang Paus dari tahun 590 - 640 Masehi. Buku Dialogues (593-594 Masehi) yang ditulisnya, menggambarkan cerita tentang "mujizat-mujizat dari bapa pendiri gereja yang terjadi di Itali".

Buku Dialogues ini memuat kisah supernatural yang secara rapi dipisah ke dalam tiga kelas: Kisah-kisah tentang penglihatan, kisah-kisah mengenai nubuat dan kisah-kisah mengenai mujizat.

Cerita di bawah ini, adalah satu ringkasan dari cerita-cerita yang dikisahkan oleh Gregorius, diambil dari cerita Frederick Dudden pada awal kerja samanya dengan Gregory Agung:

Pada suatu hari di Subiaco, seorang biarawan cilik bernama Placidus, yang akan menjadi seorang dari rasul ordo Gregory di Sisilia pada masa dewasanya, pergi ke danau untuk menimba air. Placidus kehilangan keseimbangan dan jatuh ke dalam danau.

Benedict yang sedang duduk di kamarnya, secara supranatural mengetahui peristiwa yang menimpa Placidus, Benedict dengan cepat berteriak pada muridnya yang bernama Maurus: "Saudara Maurus, cepatlah lari tolonglah anak yang menimba air di danau itu, sebab ia jatuh masuk ke dalam danau, dan ia terseret arut deras!" Maurus berlari ke tepi danau itu, lalu, "Dengan berpikir bahwa ia masih berlari di atas tanah yang kering, ia berlari di atas air danau itu!", lalu menangkap anak yang terseret arus itu dan membawanya kembali ke darat dengan selamat.

Pada waktu Maurus berdiri di atas tanah lagi, barulah ia sadar bahwa telah terjadi mujizat, dan dengan terpana ia membayangkan bagaimana kalau pada waktu itu ia sadar; ia tidak akan berani mencoba berlari di atas air." 30

B. ERA PERTENGAHAN, 600-1500 Masehi

1. St. Vladimir - Pangeran Rus

(+ 988 Masehi)

Kejadian-kejadian di bawah ini mengilustrasikan bagaimana tanda-tanda ajaib memimpin pada suatu pertobatan dan baptisan Kristiani dari VLADIMIR, pangeran dari Rus (dikemudian hari menjadi Rusia). Kejadian-kejadian ini terjadi menjelang akhir, 1000 tahun yang pertama dari kekristenan.

Dengan campur tangan Tuhan, pada saat itu Vladimir menderita penyakit mata, dan tidak bisa melihat dan jiwanya sangat tertekan. Sang puteri, isterinya menyatakan kalau ia ingin disembuhkan dari penyakit ini, ia harus dibaptis dengan segera, kalau tidak, penyakit ini tidak dapat disembuhkan.

Waktu Vladimir mendengar hal ini, ia berkata, "Kalau hal ini benar terbukti, pastilah Allah orang Kristen itu sangat hebat," Lalu ia memerintahkan agar ia segera dibaptiskan. Bishop dari Kherson bersama dengan para pendeta sang puteri, setelah mengucapkan pesan-pesan, membaptis Vladimir, dan pada waktu bishop tadi menumpangkan tangan padanya, Vladimir mendapat kembali penglihatannya.

Setelah mengalami hal itu Vladimir memuliakan Tuhan dan berkata, "Aku sekarang telah mengenal satu-satunya Allah yang benar." Setelah melihat mujizat itu banyak pengikut Vladimir yang ikut dibaptiskan. 31

2. St. Francis dari Assisi (1181-1226 Masehi)

St. Francis adalah pendiri dari ordo Franciskan. Ia memiliki pelayanan kesembuhan secara ekstensif. Kejadian-kejadian di bawah ini dipilih dari sejumlah besar mujizat-mujizat yang terjadi dalam pelayanan Francis.

Suatu ketika, hamba Allah yang suci, Francis, bepergian ke berbagai daerah untuk memberitakan Kerajaan Allah, dan iapun sampai ke sebuah kota bernama Toscanella.

Di kota itu, ia menyebarkan benih-benih kehidupan seperti biasanya, seorang prajurit kota itu menjamunya, dan prajurit itu mempunyai satu anak yang lumpuh dan lemah tubuhnya. Meskipun anak itu masih kecil, ia sebenarnya sudah melewati masa dimomong, tapi ternyata ia masih harus tinggal dalam buaian pengasuh.

Ketika ayah anak ini melihat kesucian yang memancar dari hamba Tuhan itu, dengan rendah hati ia menjatuhkan diri di kaki Francis dan memohon kesembuhan bagi anaknya.

Tetapi, Francis menganggap dirinya tak berguna dan tak layak untuk memberikan kekuasaan dan karunia sebesar itu, Francis menolak permintaan prajurit itu, tetapi karena melihat kesungguhan prajurit itu, Francis berdoa dan menumpangkan tangannya atas anak itu, memberkatinya dan membangunkan anak itu supaya berdiri. Saat itu juga, anak itu bangkit, sudah disembuhkan seluruhnya dan mulai berjalan kesana-kemari mengelilingi rumah itu di hadapan semua yang hadir dan yang bersuka cita.

Suatu ketika Francis, hamba Tuhan itu datang ke kota Narni dan tinggal disana beberapa hari lamanya, seorang laki-laki dari kota itu bernama Petrus terbaring lumpuh di tempat tidur. Selama lima bulan Petrus ini tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya sehingga ia tidak dapat meninggalkan tempat tidurnya bahkan ia tidak bisa bergerak sedikit pun, setelah tangan, kaki, kepalanya tidak berfungsi sama sekali, dia hanya bisa menggerakkan lidah dan membuka mata saja.

Ketika ia mendengar bahwa Francis telah datang ke kota Narni, ia mengirim utusan ke Bishop kota itu, memohon agar Bishop itu dengan kasih Allah mau mengirimkan Francis ke rumahnya, dengan keyakinan bahwa ia akan sembuh dari kelumpuhannya kalau Francis menemuinya.

Terjadilah hal itu, Francis datang pada Petrus dan membuat tanda salib melintang dari kepala sampai kaki Petrus, lalu Petrus langsung sembuh dan dipulihkan kesehatannya. 32

3. Masyarakat Waldensian

Ini adalah suatu gerakan yang terjadi pada zaman pertengahan yang karateristiknya taat pada Injil, penyangkalan diri yang keras, tidak suka kepada pelayanan pendeta-pendeta yang tidak layak, percaya nubuatan dan kepenuhan Roh. 33

A.J. Gordon di dalam bukunya The Ministry of Healing mengutip doktrin dari Waldensian :

Mengenai urapan bagi yang sakit, kita pandang hal ini sebagai ujian iman, dan mengakui secara jujur dari hati bahwa orang-orang sakit, jika mereka minta, dapat di urapi dengan minyak urapan oleh seseorang yang berdoa bersama-sama mereka sehingga kesembuhan tubuh bisa berjalan efektif sesuai dengan rancangan dan hasil dan efek yang telah disebutkan oleh para rasul; dan kami mengakui bahwa urapan semacam ini yang dilakukan sesuai dengan rancangan dan praktik kerasulan akan menyembuhkan dan memberi keuntungan. 34

4. Vincent Ferrer (1350 - 1419 Masehi)

Vincent adalah pengkhotbah Dominika yang lahir di Valencia, dan dikenal sebagai "Malaikat Penghakiman", dia berkhotbah di seluruh Eropa hampir selama 20 tahun. The New Catholic Encyclopedia merekam kejadian-kejadian di bawah ini :

Vincent bertobat, dan dia sakit hampir mati. Di dalam suatu penglihatan dia di utus oleh Tuhan ... `untuk pergi ke seluruh dunia memberitakan Kristus'. Setelah setahun lewat Benedict mengijinkan Vincent pergi.

Dalam bulan Nopember 1399, mulai dari kota Avignon, ia menghabiskan waktu 20 tahun untuk memberitakan Injil seperti para rasul. Vincent mengunjungi kembali sebuah kota sesuai dengan kehendak Roh Kudus dan permintaan yang diterima, dia mengunjungi tempat-tempat melalui Spanyol, Perancis Selatan, Lombardy, Switzerland, Perancis Utara, dan negera-negera lainnya.

Dengan berani, Vincent memberitakan tentang kebutuhan untuk bertobat dan datangnya Penghakiman. Dia jarang tinggal di suatu tempat lebih dari sehari kecuali kalau orang-orang daerah itu sudah terlalu lama diabaikan atau kekafiran mereka masih sangat kuat. Mujizat-mujizat yang terjadi secara alamiah dan penuh kasih karunia selalu menyertai langkah-langkahnya. The Catholic Encyclopedia Dictionary juga mencatat : "Dikatakan oleh banyak orang bahwa Vincent memiliki karunia bahasa Roh ...". 36

5. Collete dari Corbi (1447)

Hal-hal berikut dicatat mengenai Collete di-dalam buku The Lives of The Saints :

Pada tahun 1410, dia menetapkan sebuah perjanjian di Besancon pada tahun 1415 dia memperkenalkan pembaharuan pada suatu biara Cordeliers di Dole, dan segera sesudah itu juga memperkenalkan pembaharuan hampir di seluruh biara yang ada di Lorraine, Champagne, dan Picardy. Pada tahun 1416 dia dirikan sebuah rumah bagi ordonya di Poligny di kaki Gunung Jura dan sebuah yang lain di Auxonne.

"Saya amat ingin melihat Collete ajaib ini, yang membangkitkan orang mati", tulis Duchess dari Bourbon, karena pekerjaan-pekerjaan dan mujizat-mujizat dari puteri tukang kayu itu sangat terkenal dan telah menjadi buah bibir semua orang.

C. ZAMAN PEMBAHARUAN (REFOR-MASI) DAN ZAMAN MODERN, 1500 - 1900

1. Martin Luther (1483-1546)

Dalam Luther: Surat-surat Konseling Rohani, terdapat surat Martin Luther yang seperti ini :

Pemungut cukai di Torgau dan Penasehat di Belgern menulis surat padaku agar aku mau memberi nasehat-nasehat yang baik dan pertolongan bagi suami Ny John Korner yang sangat menderita. Secara pikiran manusia tidak ada sesuatupun yang dapat dilakukan apabila dokter-dokter sudah tidak lagi dapat mengobati, jadi hampir dapat diyakini bahwa hal ini bukannya suatu hal yang biasa. Kesengsaraan ini tentu datang dari iblis dan harus dilawan dengan kuasa Kristus, dengan doa iman.

Inilah yang kami lakukan dan yang pernah kami lakukan untuk seorang pembuat lemari yang menderita (tersiksa) karena mengidap penyakit gila yang mirip kami menyembuhkannya dalam Nama Kristus.

Anda pun dapat melakukan yang sama dengan urut-urutan sebagai berikut : Datangi orang yang menderita itu bersama diaken dan dua atau tiga orang kudus pastikanlah bahwa anda sebagai pendeta tempat itu mengenakan otoritas dari tugas pelayanan. Tumpangkanlah tangan-tangan anda keatasnya dan berkata, "Damai sejahtera ada padamu saudara, dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan kita Yesus Kristus".

Setelah itu ulangi semboyan para rasul dan doa Bapa kami dengan suara yang nyaring yang intinya seperti berikut ini : "Ya Allah Bapa yang Maha Kuasa, yang telah memberi tahu kami melalui AnakMu, `Sungguh apa yang kukatakan padamu, apa yang kau minta pada Bapa dalam NamaKu, akan dikaruniakan kepadamu' ; siapa yang telah memerintahkan dan mendorong kami berdoa di dalam NamaNya. `Mintalah dan kamu akan mendapat' dan siapa yang telah berkata, `Berserulah padaKu pada masa-masa kesukaranmu, Aku akan melepaskan engkau dan engkau akan memuliakan Aku';

" ... kita orang-orang berdosa yang tidak berharga, mempercayai kata-kata dan perintah-perintahMu, memohon kemurahanMu dengan iman sedemikian hingga kita dapat melakukan FirmanMu dengan sempurna. Dengan lemah lembut tapi berkuasa, bebaskanlah orang ini dari semua kuasa jahat dan hancurkanlah semua pekerjaan setan yang ada di dalamnya. Terpujilah namaMu dan kuatkanlah iman dari orang-orang beriman melalui Yesus Kristus yang adalah PuteraMu, Tuhan kami yang hidup dan memerintah bumi bersamaMu selama-lamanya".

Kemudian sebelum kau pergi, tumpangkanlah tanganmu kembali pada orang tersebut. Lalu berkata, "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang percaya, mereka akan menumpangkan tangan atas orang sakit dan mereka akan sembuh". Lakukanlah hal ini tiga kali, sekali setiap hari selama tiga hari berturut-turut. 38

Dalam "karya-karya Luther" mengenai nubuatan, ia berkata, "Apabila anda ingin bernubuat, lakukanlah dan jangan melampaui iman, hingga membuat nubuatanmu selaras dengan kualitas iman". Kemudian ia meneruskan : "Seseorang boleh menubuatkan hal-hal yang baru, tapi bukan yang melewati batas-batas iman ...". 39

"Dokter Martin Luther adalah seorang nabi, seorang pemberita Injil, berbicara dalam bahasa lidah dan menafsirkannya sekaligus. Martin Luther adalah seorang yang dilengkapi dengan semua pemberian-pemberian dari Roh Kudus. Ia berdoa untuk orang-orang sakit dan mengusir iblis. Ia adalah seorang yang beraliran Lutheran Pentakosta". 40

2. Ignatius dari Loyola (1401-1556)

Ignatius adalah pendiri dari Masyarakat Yesus (Society of Jesus). Ia terluka parah dalam perang Spanyol pada tahun 1521. Ketika ia mulai sembuh kembali, ia membaca buku "Kehidupan Kristus" oleh Ludoph dari Saxony. Buku ini memberinya ilham untuk menjadi seorang "tentara" bagi Kristus. Ia memasuki biara dan hidup menyendiri di sana selama hampir satu tahun. Di tempat itu ia mengarang hal-hal yang pokok mengenai "latihan-latihan rohani". Dalam karangan tersebut ia menulis tentang Roh Kudus sebagai berikut :

Roh Allah berhembus ke mana saja Ia menghendakinya. Ia tidak meminta ijin dari kita, Ia menemui kita dengan caraNya sendiri dan memberi KharismaNya seperti yang disukainya. Karena itu kita harus selalu berjaga-jaga dan siap sedia, kita harus menurut sehingga Ia dapat memakai kita dalam hal-hal yang baru.

Kita tidak dapat mengatur Roh Allah! Ia hanya hadir bersama-sama dengan pemberian-pemberianNya di tempat yang Dia tahu KharismaNya akan berkembang. Semua pemberian bagi gereja ini berasal dari satu sumber - Allah.

Apa yang dikatakan Paulus dalam pasal keduabelas dari surat 1 Korintus masih berlaku sampai hari ini! Ini harus memberi kita kekuatan untuk memenangkan semua bentuk, iri hati pelayanan, saling curiga, perebutan kedudukan dan menghalang-halangi kebebasan orang lain yang mendapatkan karunia khusus dari Allah untuk terus bekerja.

Itulah yang dikendaki Roh Kudus dari kita! Ia tidak berpikiran sempit seperti kita. Ia dapat memimpin gereja dengan bermacam-macam cara oleh diriNya sendiri, dan Ia ingin memimpin gereja melalui fungsi-fungsi, tugas-tugas dan karunia-karunia yang dikembangkan.

Gereja tidak di masukan untuk menjadi akademi kemiliteran di mana segala sesuatu harus seragam, tapi gereja diharapkan menjadi tubuh Kristus di mana Roh yang satu itu membagi-bagikan kekuatanNya kepada masing-masing anggota. Tiap-tiap anggota menunjukkan bahwa ia adalah benar-benar anggota tubuh dengan cara membiarkan anggota yang lain bergabung. 41

3. Teresa dari Avila (1515-1582)

Teresa, seorang pembaharuan aliran karmel, seorang penulis dan seorang yang mempunyai kekuatan gaib, dilahirkan di Spanyol dan dididk oleh seorang biarawan dari ordo Agustinus. Dalam biografinya, sering tertulis kejadian-kejadian ilahi yang dialaminya dari Allah. Ia menulis,

"Bahasa Roh yang saya katakan tidaklah dipanjatkan pada Allah melainkan Dia yang membangkitkannya. Dia yang telah mengalami pengalaman yang sama akan dapat mengerti saya, karena saya tidak tahu bagaimana harus menjelaskan hal dibangkitkan itu, kecuali melalui pengalaman". 42

Ia menunjukkan kata-kata seperti ini lagi, ketika ia membahas tentang doa : 43

Saya tidak mempunyai istilah lain untuk menjelaskan atau menggambarkannya. Jiwaku juga tidak tahu apa yang harus dilakukan karena tidak tahu apakah saya harus berbicara atau harus diam, apakah saya harus tertawa atau menangis. Doa semacam ini adalah kedunguan yang mulia, kegilaan sorgawi dimana hikmat yang sebenarnya dipelajari, dan cara yang paling menyenangkan untuk dinikmati oleh jiwa. Sesungguhnya lima atau bahkan enam tahun yang lalu Tuhan sering memberi saya doa yang semacam ini dengan limpahnya, dan saya tidak mengerti ataupun mengetahui bagaimana untuk mengatakannya.

4. Kelompok Huguenot

(Menjadi Organisasi pada tahun 1559)

Kelompok Huguenot adalah nama sebutan untuk aliran Calvin yang ada di Perancis. Henry Baird menulis dalam buku kaum Huguenot tentang beberapa peristiwa yang terjadi dalam kelompok religius ini sebagai berikut :

Apabila kita memberikan penghargaan pada pernyataan fisik, maka hanya ada sedikit perbedaan antara pencatatan seorang teman dengan seorang musuh. Orang-orang yang terkena dipengaruhi terdiri dari laki-laki dan perempuan, tua dan muda, dan sebagian besar dari mereka adalah anak-anak yang berumur sekitar sembil-an sampai sepuluh tahun.

Mereka berasal dari masyarakat yang menurut musuh mereka, sampah masyarakat, tidak berbudaya dan tidak berpendidikan; kebanyakan tak dapat membaca atau menulis, mereka hanya berbicara dengan logat bahasa mereka, yang hanya dapat dimengerti oleh kalangan mereka sendiri.

Orang-orang yang semacam itu yang lalu jatuh terlentang dan ketika sudah di tanah, mengalami sesuatu yang aneh, mereka mengeliat-geliat. Dada mereka kembang kempis, perut-perut mengembung dan setelah mereka mengalami hal ini beberapa saat mereka tiba-tiba mendapat kemampuan untuk berbicara.

Mula-mula suara mereka diselingi oleh isak-isak tangis kemudian keluarlah kata-kata itu dengan lancar seruan-seruan untuk memohon kemurahan, panggilan-panggilan untuk bertobat, teguran-teguran, bagi para penonton yang sering mengganggu mereka, memberitakan pelanggaran-pelanggaran gereja Roma, nubuatan-nubuatan untuk penghakiman yang akan datang.

Dari mulut anak-anak dan bayi-bayi keluarlah ayat-ayat Firman Tuhan dengan menggunakan bahasa Perancis yang tinggi yang tidak pernah mereka gunakan pada saat mereka sadar.

Pada saat mereka sadar kembali mereka mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui apa yang telah terjadi atau apa yang telah mereka katakan. Kadang-kadang wajah mereka masih tampak kosong tapi tak lebih dari itu. Tak ada kesan bahwa mereka melakukan kebohongan atau merekayasa saja. Tak ada tanda-tanda bahwa pada saat mereka mengucapkan kata-kata nubuatan tentang peristiwa penting yang akan terjadi itu mereka menunjukkan rasa kesombongan, keragu-raguan akan kebenaran yang mereka nubuatkan itu.

Brueys, yang paling menentang mereka bahkan lebih bersifat positif dari saksi-saksi yang mengagumi mereka.

"Orang-orang sinting yang malang ini", katanya "percaya bahwa mereka sungguh-sungguh diilhami oleh Roh Kudus. Mereka bernubuat tanpa direncanakan, tanpa maksud jahat dan dengan sedikit persiapan mereka selalu dengan beraninya mengatakan tempat, hari dan orang yang mereka katakan dalam nubuatan-nubuatan mereka". 44

a. Calvin membela bahasa lidah. Tentang bahasa lidah Calvin menuliskan :

"Saat ini, para teologia yang besar ... dengan keras menentang mereka. Karena jelas bahwa Roh Kudus disini meninggikan bahasa lidah dengan pujian yang tak henti-hentinya, kita boleh bersiap-siap mencari tahu roh apa yang sedang menggeliatkan para pembaharu ini, yang dapat menahan cercaan yang demikian banyak melanda mereka ...

"Namun demikian, Paulus memuji pemakaian bahasa lidah. Ia sangat jauh dari keinginan untuk menghancurkan dan membuang bahasa lidah itu.

5. Valentine Greatlakes (1638)

David Robertson menulis dalam artikelnya "Dari Epidauros ke Lourdres : Kisah penyembuhan oleh iman, tentang seorang Irlandia bernama Greatlakes :

Ia adalah seorang protestan yang tinggal di Irlandia yang Katolik dan melarikan diri ke Inggris tahun 1641, pada saat pecah perang, pemberontakan Irlandia. Selama beberapa saat ia melayani di bawah Cromwell. Dalam tahun 1661, setelah masa kesulitan, ia menjadi percaya bahwa Allah telah memberi dia, seorang yang biasa, kuasa untuk menyembuhkan penyakit scrofula.

Ketika ia mulai berusaha untuk menyembuhkan penyakit raja, kawan-kawan dan kenalannya menjadi heran bahwa ia dapat melenyapkan penyakit tersebut.

Keberhasilan yang menak