PANDUAN BAGI PELATIH

SESI 5

Keinginan Hati dan Pengantar mengenai "Pengalaman"

Anda, pelatih, akan membutuhkan salinan mengenai "Meraih Keinginan Hati Anda" - Catatan dari ceramah Jamie Winship.

Para peserta perlu memiliki lembaran-lembaran berikut: (Bagikan pada saat akan digunakan, jangan sekaligus pada awal pertemuan)

  • "Berani Bermimpi"
  • Mulai Memproses Pengalaman Hidup
  • Meraih Keinginan Hati Anda by Jamie Winship
  • Lembar Kerja Pengalaman Hidup

    Penjadwalan dan Catatan untuk 2 jam pertemuan

  • Doa pembuka dan renungan - 15 menit
  • "Meraih Keinginan Hati Anda" - Ceramah dan Catatan - 40 menit
  • Pengantar mengenai "Pengalaman Hidup" dan Lembar Kerja Pengalaman Hidup - 30 menit
  • Diskusi kelompok kecil
  • Doa penutup - 5 menit
    1. Doa pembuka dan diskusi tentang pekerjaan rumah -15 menit
      Mulailah dengan membaca "Berani Bermimpi" (peserta dapat turut membaca). Bahaslah selama beberapa menit. Beberapa pertanyaan untuk diperhatikan ialah, "Bagaimana karakter Allah memberi kita dorongan, sebagai anak-Nya yang diciptakan menurut gambar-Nya, untuk bermimpi?" "Dalam hal ini, coba gambarkan 'bermimpi' sebagaimana dimaksud - gunakan kata-kata atau ungkapan lain. Bagaimana hal ini berhubungan dengan keinginan hati?" Akhiri di dalam doa.

    2. "Meraih Keinginan Hati Anda" - Ceramah dan catatan - 40 menit
      Kami menyarankan agar Anda, pelatih, mempresentasikan ceramah ini, dan ceritakan kembali cerita dalam ceramah Jamie Winship, dimana Anda sebagai orang ketiga. Doronglah para peserta untuk membuat catatan. Buatlah diskusi sesuai keinginan Anda. Terserah pada Anda bagaimana Anda ingin membawakan ceramah ini. Jika Anda tidak memerlukan 40 menit, kami sarankan untuk menggantikan-Nya dengan penambahan waktu di butir 4, diskusi kelompok kecil. Mereka dapat menggunakan lebih banyak waktu dalam doa.

    3. Pengantar mengenai "Pengalaman Hidup" dan Lembar Kerja Pengalaman Hidup
      Jelaskan bahwa kita akan mulai bagian ini dengan melihat bidang 'SHAPE' yang diwakili oleh huruf 'E' -Experience (Pengalaman). Pengalaman hidup terjalin erat dengan bidang-bidang 'SHAPE' lainnya. Melalui pengalaman hidup, kita memperoleh pengertia mendalam tentang karunia-karunia rohani dan kemampuan. Pengalaman-pengalaman hidup membentuk sebuah jaringan yang berkesinambungan yang mana melaluinya kita dapat mengevaluasi apa yang sedang Allah lakukan di dalam hisup kita dan menolong menegaskan pemahaman kita tentang bagaimana Allah telah merancang kita dan bagaimana Dia hendak memakai diri kita - untuk kemuliaan-Nya, dan dengan peran serta kita yang diiringi suka cita penuh. Demikian juga, pengalaman hidup dapat menolong kita untuk mengekspresikannya.

      Latihan berikut, "Mulai memproses Pengalaman Hidup", hanyalah suatu awal dari sebuah proses yang akan kita teruskan dalam 2 pertemuan selanjutnya. Latihan ini dirancang untuk menolong Anda dalam mengerti lebih jauh mengenai Keinginan Hati Anda.

      Gunakan waktu selebihnya dari batasan waktu ini dan luangkan waktu untuk merenungkan sendiri dan membuat catatan mengenai pengalaman-pengalaman yang berarti atau penting bagi Anda, yang berhubungan dengan kesimpulan-kesimpulan yang telah Anda buat mengenai Keinginan Hati Anda.
      (Rujuklah pada tugas yang Anda lakukan untuk pertemuan ini - "Keinginan Hati-Penugasan tentang Keinginan.")

    4. Diskusi kelompok kecil - 30 menit
      Bentuklah kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4 orang dan bahas tentang pemahaman yang telah Anda peroleh dari kedua latihan ini, "Mulai Memproses Pengalaman Hidup" dan Penugasan tentang Keinginan. Kenali juga beberapa hambatan yang mungkin Anda alami dalam mencapai keinginan-keinginan atau impian-impian ini. (Keinginan-keinginan ini mungkin merupakan beberapa persoalan dalam diri kita, seperti rasa takut.) Langkah-langkah praktis apa yang dapat Anda ambil untuk mencapainya? Gunakan waktu sejenak untuk saling mendoakan sebelum berkumpul kembali dalam kelompok besar.

    5. Doa Penutup - 5 menit
      Anda mungkin memutuskan bahwa cara yang lebih baik untuk mengakhiri pertemuan ini ialah dengan membiarkan tiap-tiap kelompok menutup sendiri dalam doa, khususnya bila mereka menginginkan lebih banyak waktu dari yang telah ditentukan.