Motivasi Pengikut Sejati Kristus

Baca: Markus 9:33-37

Dalam dunia kepemimpinan, motivasi merupakan salah satu faktor yang memiliki peranan penting. Motivasi yang benar dalam diri seorang pemimpin dapat mendorong tercapainya tujuan yang telah digariskan bersama. Demikian juga dalam dunia pelayanan, motivasi adalah salah satu faktor penting keberhasilan pelayanan yang dilaksanakan.

Tidak heran kalau motivasi para murid masih keliru. Mereka memang belum mengerti tujuan mengikut Kristus, yaitu memikul salib masing-masing seperti Kristus memikul salib-Nya. Para murid telah terjebak dalam pola pikir duniawi yang sibuk memperdebatkan siapa yang terhebat di antara mereka (ayat 34). Motivasi mereka adalah mendapat kedudukan dan kehormatan. Maka Yesus memperingatkan para murid agar merenungkan kembali motivasi mereka dalam mengikuti-Nya.

Yesus menunjukkan dua prinsip penting dalam pelayanan. Pertama, kepemimpinan yang melayani (ayat 35). Dunia berpandangan bahwa seorang pemimpin haruslah orang yang terkemuka dan mendapatkan banyak fasilitas. Sebaliknya, pemimpin dalam konteks pengikut Kristus adalah pemimpin yang melayani. Untuk menjadi pemimpin yang melayani, dibutuhkan kerendahan hati.

Prinsip kedua adalah kerendahan hati. Yesus memakai contoh menyambut anak kecil sebagai ilustrasi kerendahan hati. Menyambut anak kecil seperti menyambut Tuhan Yesus sendiri membutuhkan kerendahan hati (ayat 37). Dalam mengikut Kristus, hendaknya segala bentuk motivasi yang berorientasi pada diri sendiri dan kemuliaannya harus dibuang.

Sebagaimana teguran yang ditujukan kepada para murid, teguran itu juga berlaku untuk kita. Sudahkah kita memiliki motivasi yang benar dalam mengikut Kristus? Ataukah kita masih memiliki ambisi dan keinginan pribadi tersembunyi di balik kehidupan kristiani yang kita jalani? Hanya kita yang tahu. Namun apa pun kondisi kita, mintalah kepada Kristus, agar ia memberikan motivasi yang murni sebagai pengikut sejati.

Diambil dari:

Nama situs: SABDA.org (Publikasi e-SH)
Alamat URL: http://www.sabda.org/publikasi/e-sh/2012/02/21
Penulis: Tidak dicantumkan
Tanggal akses: 11 Juni 2012
Kolom e-publikasi: 
Situs: 

Komentar