Bagian E1
TIGA BAGIAN DARI GEREJA
(SETIAP ANGGOTA ADALAH IMAM)

Oleh: Dr. Robert Frost dan Ralph Mahoney

ISI DARI BAGIAN INI
BAGIAN I : FONDASI GEREJA
E1.1 - Rencana Allah Dinyatakan-Penciptaan
E1.2 - Rencana Allah Dihancurkan-Pemberontakan
E1.3 - Rencana Allah Dipulihkan-Penebusan
E1.4 - Penyelamat Kita Yang Agung
BAGIAN II : PEMIMPIN-PEMIMPIN GEREJA
E1.5 - Sifat Pemimpin-Buah Roh
E1.6 - Kekuatan Pemimpin Bagian I - Baptisan Di Dalam Roh Kudus
E1.7 - Kekuatan Pemimpin Bagian II - Karunia Roh Kudus
E1.8 - Panggilan Pemimpin-Karunia Pelayanan
BAGIAN III : PELAYANAN ANGGOTA-ANGGOTA JEMAAT
E1.9 - Pelayanan Pada Tuhan-Penyembahan
E1.10 - Pelayanan Pada Yang Lain-Melayani
E1.11 - Pelayanan Pada Dunia: Bersaksi

BAGIAN I :
FONDASI GEREJA

Bab 1
Rencana Allah Dinyatakan :
Penciptaan

Pendahuluan

Beberapa tahun lalu, sekelompok pemimpin gereja yang peduli tentang suatu hal berkumpul bersama beberapa hari lamanya untuk berdoa dan saling berkonsultasi. Mereka berkumpul untuk menjawab pertanyaan ini : "Pengertian alkitabiah paling sederhana mana yang dibutuhkan seorang pekerja Kristen agar berhasil dalam memenangkan jiwa (penginjilan), pertumbuhan gereja dan pelayanan penggembalaan ?"

Daftar isi di atas adalah jawaban pertanyaan tersebut. Sembilan hal di ataslah yang dibutuhkan, sebab kesembilan hal tersebut merupakan konsep-konsep alkitabiah paling sederhana yang dibutuhkan untuk melaksanakan sebuah pelayanan. Kami menawarkan kesembilan hal tersebut pada anda untuk dipertimbangkan dengan penuh doa.

A. ALLAH MERINDUKAN SEBUAH KELUARGA

Allah Bapa menginginkan sebuah keluarga yang terdiri dari anak laki-laki dan perempuan yang akan menjadi seperti Dia dan berkuasa atas semua ciptaanNya. Cara yang Allah inginkan untuk menghasilkan keluarga tersebut merupakan rahasia ilahi yang telah diwahyukan pada Rasul Paulus oleh Allah sendiri.

Paulus membicarakan wahyu yang luar biasa tersebut di dalam suratnya bagi jemaat di Efesus. Inilah yang Tuhan rencanakan bagi kita:

1. Anak-anakNya

"Sebelum dunia diciptakan, Allah telah memilih kita sebagai anak-anakNya melalui Yesus Kristus ..."

2. Disatukan Bersama-sama

"Rencana itu ialah supaya segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi, akan disatukan bersama-sama di bawah kuasaNya".

3. Satu Tubuh

Allah berencana melakukan hal ini dengan menjadikan Kristus sebagai "... kepala gereja - yaitu tubuhNya (tubuh Kristus) sendiri".

4. Satu Bangsa

"Di dalam tubuh itu, orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi menjadi satu bangsa ... sebab melalui Kristus semua orang boleh datang kepada Bapa dengan bebas ..." (Ef 1:5, 10, 22; 2:14-16,18 disederhanakan). [catatan: "disederhanakan" maksudnya penulis meringkas ayat-ayat Alkitab di dalam tulisan ini untuk mempermudah orang yang mempelajari tulisan ini].

Kata Yunani dalam Perjanjian Baru untuk "gereja' adalah ekklesia. Kata tersebut ditujukan bagi orang-orang yang telah "dipanggil keluar" dari dunia untuk menjadi anggota keluarga Bapa kita di Sorga (Gereja).

Roh yang sama yang "membaptiskan" kita atau menempatkan kita di dalam Tubuh Kristus, juga "melahirkan kita", atau membawa kita ke dalam Keluarga Allah, hingga dengan demikian kita menjadi anggota Gereja Tuhan dan warga Kerajaan Allah.

B. ALLAH MENYATAKAN TUJUANNYA

1. Pernyataan Allah Melampui Ilmu Pengetahuan dan Filosofi

Bagaimana kita dapat mengerti tujuan Allah bagi kita di dalam rencanaNya ? Tujuan ilahi adalah tujuan yang sorgawi, kekal dan rohani. Sebagai manusia yang berdosa, roh kita berlawanan dengan Roh Allah, kita tidak dapat mengerti pemikiran Allah.

Baik "pengertian" secara ilmu pengetahuan ataupun "pemikiran" secara filsafat tidak dapat membawa kita pada Allah.

"... dunia dalam hikmat Allah tidak mengenal Allah oleh hikmatnya ... sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia ... hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah ..." (1 Kor 1:21,25; 3:19).

2. Wahyu: Berasal dari Roh Kudus

Manusia tidak dapat mengenal Allah dengan intelektualitasnya yang terbatas. Kita membutuhkan Roh Kudus untuk mengerti Allah dan rencanaNya.

Yesus mengatakan hal yang sama dalam ayat-ayat berikut:

"Aku bersyukur padaMu Bapa, Pencipta langit dan bumi. Aku memujiMu karena Engkau merahasiakan segala sesuatu bagi orang pintar. Tetapi menyatakannya pada anak-anak kecil" (Mat 11:25-26 disederhanakan/smf).

Ayat-ayat di atas memperjelas hal ini. Kita tidak dapat menemukan Allah dengan usaha kita sendiri atau mengenalNya melalui pemikiran kita sendiri. Allah telah memutuskan untuk memperkenalkan diriNya pada manusia melalui RohNya dan AnakNya.

Wahyu Allah akan diturunkan apabila kita dengan rela menaklukkan roh kita pada RohNya dengan iman yang sederhana seperti anak kecil.

Rasul Paulus berbicara berdasarkan pengalaman pribadinya. Dia sangat bijaksana dalam hal yang agamawi.

"Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi; disunat pada hari kedelapan dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi" (Flp 3:4,5).

Rasul Paulus adalah seorang yang berkesempatan menjadi anggota Sanhedrin (suatu badan pemerintahan yang terdiri dari para pemimpin Yahudi). Namun akhirnya harus merendahkan hati dan pikirannya di hadapan Tuhan seperti seorang anak kecil, sebelum ia dapat mempelajari jalan-jalan Allah.

Rasul Paulus akhirnya diangkat tinggi melewati pikirannya yang dibatasi oleh waktu dan tubuhnya yang terikat dengan bumi.

"Empat belas tahun yang lalu aku diangkat ke sorga untuk melihatNya. Jangan tanya apakah aku berada di sana bersama tubuhku atau rohku saja, sebab aku tidak tahu, hanya Tuhan yang bisa menjawabnya. Tetapi bagaimana pun, waktu itu aku berada di dalam sorga, semuanya mengherankan, sehingga tak seorang pun dapat menggambarkannya dengan kata-kata ..." (2 Kor 12:2-4 smf).

Wahyu yang diterima Rasul Paulus telah tersembunyi di dalam hati Allah Bapa jauh sebelum waktu dimulai. Allah menyatakan rencanaNya yang kekal bagi Rasul Paulus.

Setelah kejadian tersebut, Paulus mulai melihat segala sesuatu dengan pandangan yang berbeda. Dia adalah seorang yang sudah diubahkan, seperti yang kita lihat lewat apa yang dihasilkannya dengan kehidupannya.

Berdasarkan pengalamannya sendiri, Paulus mengajar kita bahwa kitapun memerlukan wahyu dari Roh Kudus. Hanya dengan cara itu saja kita dapat mengenal dan mengerti pemberian yang indah dan ajaib bagi kita di dalam Kristus.

"Dikatakan oleh Kitab Suci, `Allah telah menyiapkan hal-hal yang indah bagi mereka yang mengasihiNya hal-hal yang tidak pernah dilihat, didengar atau dibayangkan manusia'.

"Melalui RohNya Allah telah menyatakan rahasiaNya bagi kita. Rohlah yang menyelidiki dan menunjukkan pada kita hal-hal yang tersembunyi dalam hati Allah.

"Oleh karena itulah Allah memberikan kita RohNya supaya kita mengetahui segala sesuatu yang telah direncanakanNya bagi kita di dalam kasih karunia" (1 Kor 2:9-12 smf).

"Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar" (Ef 1:17).

C. KITA MERUPAKAN BAGIAN KELUARGA BAPA SORGAWI

Gambaran kasih Allah terhadap AnakNya sangat indah dan menakjubkan untuk kita pandang. Dari hubungan kasih ilahi ini, Paulus melihat rencana Allah dari zaman ke zaman diungkapkan. Dan, yang paling ajaib dari semua keajaiban ialah bahwa kita merupakan bagian rencana tersebut !

1. Banyak Anak Lelaki dan Perempuan

Kerinduan Allah yang besar adalah menyatakan pribadi dan kuasaNya lebih lanjut melalui sebuah keluarga dengan banyak anak lelaki dan perempuan.

Setiap anggota keluarga tersebut harus menyerupai Yesus baik dalam kehidupan maupun dalam sifat-sifat mereka.

Perhatikan baik-baik bagaimana Paulus mengungkapkan pesona itu ke dalam kata-kata:

"Di waktu lalu, bahkan sebelum Allah menciptakan dunia, Bapa kita di sorga telah memilih kita menjadi milikNya. Dia sudah merencanakan semuanya melalui apa yang akan Kristus buat bagi kita."

"Bapa di sorga telah memutuskan untuk menyucikan kita tanpa dosa sedikitpun. Kita akan berdiri di hadapanNya ditutup dengan kasihNya."

"Ya, rencana Allah yang tidak pernah berubah selalu bertujuan supaya kita menjadi anak-anakNya, hal ini sudah menjadi keinginan dan kerinduanNya" (Ef 1:4-5 smf).

"Dari awal mulanya Allah Bapa sudah mengetahui siapa saja yang sudah memutuskan untuk mengasihi Dia. Dia memutuskan mereka menjadi seperti anakNya laki-laki. Kerinduan Allah adalah supaya anak laki-lakiNya menjadi anak sulung dalam sebuah keluarga dengan banyak putra" (Rm 8:29 smf).

2. Keluarga Pertama

Wahyu yang diterima Paulus memberi banyak arti dalam kisah penciptaan. Kita dapat melihat dalam catatan kitab Kejadian bahwa kerinduan Allah memiliki sebuah keluarga (yang menyerupai Yesus) sudah ada sejak awal mulanya:

"Mari Kita membuat manusia menurut rupa dan gambar Kita. Supaya mereka memerintah atas segala ciptaan baik yang di udara, darat, dan laut. Maka Allah menciptakan manusia sesuai rupa dan gambarNya ... laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka."

"Lalu Allah memberkati mereka dan berkata pada mereka, 'beranak cuculah dan bertambah banyaklah, penuhi dunia ini dan taklukkan. Engkau harus memerintah atas segala makhluk hidup di udara, tanah dan yang ada di dalam air"' (Kej 1:26-28 smf).

Keluarga pertama yang diciptakan Allah adalah seorang laki-laki dan istrinya yang dengan mereka Allah mempunyai persekutuan yang manis pada waktu hari sejuk (Kej 3:8).

Mereka juga merupakan pasangan kerajaan, karena Allah telah memberikan kekuasaan dan otoritasNya sebagai raja pada mereka. Mereka mempunyai hak memerintah semua makhluk di atas bumi ini. Kehendak Allah harus dilaksanakan di atas dunia ini melalui mereka.

Betapa menyenangkanNya harapan tersebut bagi hati Bapa Pencipta. Namun, yang menyedihkan adalah, bayang-bayang kejahatan kini muncul.

Kejadian indah yang baru saja kita bayangkan tadi ternyata tidak berlangsung lama. Di dalam bayang-bayang kegelapan tersebut ada si ular yang cerdik dan cantik. Dan di dalam ular itu bergerak roh setan.

Bab 2
Rencana Allah Runtuh :
Pemberontakan

A. MANUSIA DICIPTAKAN SEGAMBAR DENGAN ALLAH

Ya, Tuhan menciptakan manusia sesuai dengan gambarNya untuk memerintah dan berkuasa.

1. Bebas Memilih

Kerinduan Allah Bapa ialah bahwa Adam dan Hawa akan mengasihi, menghormati dan taat padaNya dalam segala perkara.

Allah Bapa ingin manusia percaya penuh pada kasih, hikmat, dan kuasaNya. Allah merindukan bahwa manusia menerima dan membalas cintaNya - sama seperti sang Bapa dan sang Anak saling mengasihi satu sama lainnya. Namun, secara alamiah, kasih harus diberikan secara cuma-cuma. Hal ini tidak dapat dipaksakan. Anda tidak dapat membuat atau memaksa orang lain untuk mengasihi.

Sama juga halnya dengan penghargaan, hormat dan penyembahan. Penyembahan dapat dihubungkan dengan "kelayakan". Kita mengasihi, menghargai dan menghormati sesuatu yang kita anggap mempunyai nilai yang "layak".

Kasih adalah pilihan bukan paksaan, begitu juga dengan penyembahan. Kita memilih untuk mengasihi dan menyembah sesuatu yang secara pribadi kita anggap bernilai tinggi.

Allah adalah Tuhan yang berkuasa. Ini berarti Tuhan dapat berbuat segala sesuatu yang Ia ingin lakukan. Allah telah memutuskan untuk menciptakan manusia sesuai dengan gambarNya hingga manusia memerintah dengan kasih atas ciptaan lainnya. Hal ini berarti bahwa manusia diberi kebebasan menentukan kehendaknya. Karena kebebasannya memilih, manusia dapat memilih untuk mengasihi, menyembah dan menghormati Allah atau memilih untuk berbuat dosa dan tidak menghormati Allah.

Ketika Allah memberikan kebebasan untuk memilih ini pada manusia, maka kebebasan itu mempunyai resiko (akibat) juga. Sebab hal itu berarti manusia dapat dengan bebas memilih kebaikan atau kejahatan - benar atau salah. Manusia dapat memilih siapa yang akan ditaati dan disembahnya.

2. Diciptakan Untuk Menyembah

Setiap orang pastilah menyembah sesuatu! Kita mengasihi, menghargai dan menghormati apapun yang kita anggap paling "layak untuk kita hormati" bagi hidup kita. Ini bukanlah satu pertanyaan tentang "menyembah atau tidak" tetapi tentang "apa" yang akan kita sembah.

Allah menciptakan manusia untuk menyembah Dia. Manusia akan mengasihi, melayani dan mentaati apa yang ia sembah. Hal tersebut akan menentukan karakter dan kelakuannya - sikap dan tidakan-tindakannya.

Maka tidaklah heran jika Yesus berkata, "Letakkanlah kerajaan Allah di atas segala sesuatu dalam hidupmu", sebab jika kita melakukannya, maka segala sesuatu akan menjadi beres (lihat Mat 6:33).

Allah mengijinkan manusia menentukan pilihannya tentang penyembahan dengan meletakkan dua pohon khusus di tengah taman Eden. Salah satunya bernama "pohon kehidupan" dimana di dalamnya tersimpan misteri mengenai Sang Pemberi Hidup yaitu Tuhan Yesus Kristus sendiri.

Pohon satunya lagi adalah "pohon kematian". Pohon itu juga disebut sebagai pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Manusia sudah diperingatkan untuk tidak makan dari pohon tersebut. Manusia tidak diciptakan untuk menetapkan ukuran mengenai baik dan jahat - benar atau salah - sebab hidupnya jauh dari hikmat Allah.

"Ada sebuah jalan yang sepertinya sesuai dengan pikiran manusia, tetapi menuju pada kematian" (Ams 14:12 smf). Di dalamnya tersembunyi misteri Penguasa Kematian - setan sendiri !

B. SETAN: HATINYA BERISI KEJAHATAN

Setan, di dalam bentuk ular yang lemah gemulai kini muncul. Dia sangat cerdik dan licin dalam soal melakukan kejahatan dan ada niat dan tujuan yang jahat di dalam hatinya. Darimana ia berasal ? Mengapa dia ada di sana? Apa yang akan dia upayakan ? Marilah kita membuka kembali kitab suci untuk menemukan jawabannya.

1. Bekerja Melalui Manusia

Nabi Yehezkiel menceritakan kepada kita tentang seorang raja Tirus yang sangat jahat. Raja tersebut dikendalikan setan sedemikian rupa sehingga cerita di bawah ini mengungkapkan gambaran tentang setan itu sendiri.

"Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah. Penuh segala batu permata yang berharga ... tempat tatahannya diperbuat dari emas. Dan disediakan pada hari penciptaanmu."

"Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalanjalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya."

"Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu. Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa ..."

"Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau kulempar" (Yeh 28:12-19 smf).

Gambaran yang sama pula dilukiskan oleh nabi Yesaya, dengan tekanan kata yang keras, nabi Yesaya mengungkapkan sifat raja Babel yang sangat jahat. Sekali lagi, sang nabi menunjukkan pada kita bagaimana kejahatan setan itu dikerjakan melalui manusia.

"Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, Putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi - hai yang mengalahkan bangsa-bangsa !"

"Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: `Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan tahtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah Utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, aku hendak menyamai Yang Maha Tinggi !' Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur" (Yes 14:12-15 smf).

Lima kali setan menggantikan "kehendak Allah" dengan "kehendaknya sendiri". (Hal ini patut dicatat bahwa lima luka pada tubuh Kristus di atas kayu salib - telah menghancurkan kehendak setan sepenuhnya).

2. Diciptakan Dengan Kehendak Bebas

Setan dan semua malaikat lainnya, tadinya diciptakan dengan kehendak bebas untuk mengasihi, menghormati, menyembah dan melayani Tuhan. Seperti yang kita bicarakan tadi, untuk menciptakan pribadi-pribadi dengan kebebasan memilih akan disertai resiko. Akan ada bahaya kemungkinan terjadinya pemberontakan. Pribadi-pribadi tersebut mempunyai hak untuk membuat pilihan yang salah.

Akibat salah pilih tersebut bisa tragis. Dengan menolak kasih, kebenaran dan kebaikan Allah berarti menuai akibat-akibat dari kebencian, kesalahan dan kejahatan. Menolak yang satu berarti memilih yang lain. Sama seperti kalau anda mengundi dengan mata uang, hanya salah satu sisi yang muncul, tidak mungkin kedua-duanya. Hal yang menyedihkan adalah bahwa setan membuat pilihan salah!

Ayat-ayat Kitab Suci di dalam Yesaya dan Yehezkiel menunjukkan bahwa setan telah diciptakan Tuhan untuk tujuan yang tinggi dan mulia. Dulunya setan memiliki keindahan dan hikmat yang sempurna dan padanya juga diberikan kuasa dan otoritas yang luar biasa.

Salah satu bagian dalam kitab Yehezkiel mengungkapkan bahwa setan adalah pemimpin puji-pujian di sorga sebelum ia jatuh. Setan memiliki karunia bermain musik yang luar biasa, sehingga ia dapat memimpin penyembahan pada Tuhan.

Setan memimpin semua makhluk (penghuni) di sorga sebelum ia jatuh dan tampaknya dia adalah pengawas/penilik para penghuni kerajaan sorga.

3. Dibutakan oleh Kesombongan

Karena keindahan dan kedudukannya itu, setan mulai dirasuk kesombongan. Paulus menggunakan setan sebagai contoh bagi kita tentang apa yang dapat terjadi bila kesombongan memasuki hati kita.

"Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, ... janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar ia jangan menjadi sombong dan kena hukuman iblis" (1 Tim 3:2,6 smf).

Kesombongan dan haus akan kekuasaan menjadi titik kejatuhan setan. Setan menemukan kesenangan dari keindahannya sendiri lebih daripada kemuliaan Allah, dia meninggikan diri sendiri dan mencari kehormatan dan kuasa yang sebenarnya hanya diperuntukkan bagi Allah.

Setan menginginkan otoritas tahta Allah. Dan untuk memperolehnya ia tak segan-segan memberontak pada Tuhan Maha Mulia. Yang menyedihkan adalah, ada banyak malaikat-malaikat lain yang bergabung dengan setan dalam pemberontakkannya (lihat 2 Ptr 2:4; Yud 6).

Banyak yang bertanya-tanya, mengapa setan dan pengikutnya berpikir bahwa mereka akan berhasil dalam memberontak kepada Allah dan menang. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa setan "penuh dengan hikmat".

Namun demikian, seperti yang telah kita lihat, ada "kebutaan" di dalam ketinggian hati. Penyesatan adalah meyakini hal yang salah itu sesuatu yang benar - dan sesuatu yang baik itu dianggap jahat !

Ketinggian hati selalu disertai dengan penyesatan. Setan telah benar-benar tertipu dan disesatkan, sebenarnya setan jauh lebih pandai daripada mencoba-coba apa yang sebenarnya berakibat kegagalan itu. Dia benar-benar menyangka akan menang !

4. Bimbang dan Tidak Taat

Belum pernah ada satu makhlukpun yang tidak taat pada Tuhan sebelumnya. Kuasa dan otoritasNya belum pernah diuji. Akibat-akibat dari suatu pemberontakkan belum pernah tampak, bahkan kematian pun belum dikenal. Lebih-lebih lagi saat itu adalah saat pertama terjadinya konflik antara kekuatan dari kebaikan dan kejahatan dan perang yang akan terjadi dari zaman ke zaman tampaknya dimulai saat itu !

Tidak seperti Tuhan, setan tidak "maha tahu" - artinya tidak mempunyai pengetahuan akan segala sesuatu. Sebagai makhluk ciptaan, apapun yang akan terjadi padanya adalah seperti firman Allah.

Ketinggian hati selalu disertai penyesatan, dan dari penyesatan muncul kebimbangan. Setan mulai meragukan firman Allah, hingga akibatnya ia memutuskan untuk tidak taat pada firman Tuhan.

Urutan rantai kejahatan itu sekarang dapat dilihat dengan jelas : KETINGGIAN HATI - PENYESATAN - KEBIMBANGAN - KETIDAKTAATAN - Dan akhir dari mata rantai tersebut adalah "Kematian".

"... doa, dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut" (Yak 1:15).

5. Tuhan Sudah Mengetahui Segala Sesuatu Sebelumnya

Kitab Suci menunjukkan bahwa Allah memutuskan untuk mencapai tujuanNya dalam PenciptaanNya melalui makhluk-makhluk yang memiliki kehendak bebas. Para malaikat (dan kemudian manusia) diciptakan dengan kebebasan memilih.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, hal tersebut mengandung resiko yang besar. Akan ada bahaya terjadinya pilihan-pilihan yang salah hingga akhirnya, mengakibatkan hal-hal yang buruk dan jahat. Allah sudah melihat semua kemungkinan itu sebelumnya, tetapi di dalam pengetahuanNya pula, terdapat fakta pada akhirnya :

  1. KEBAIKAN akan mengalahkan KEJAHATAN
  2. KASIH akan mengalahkan KEBENCIAN
  3. TERANG akan mengalahkan KEGELAPAN
  4. KEBENARAN akan mengalahkan kesalahan
  5. YANG BENAR akan mengalahkan YANG SALAH

Selanjutnya, kualitas mulia dari sifat-sifat Allah itu akan dinyatakan melalui mereka yang memilih untuk mengasihi, menghormati dan mentaati Dia.

Di dalam sorga, hal itu akan tercapai melalui malaikat-malaikat yang memilih untuk tetap setia pada Pencipta mereka.

Di atas bumi, melalui keluarga anak-anak Tuhan, laki-laki dan perempuan. "Anak sulung" keluarga tersebut adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri.

6. Dibuang dari Sorga

Sangatlah mungkin terjadi bahwa setan iri akan kasih, penghormatan dan penyembahan yang diberikan pada Tuhan oleh para penghuni sorga. Pemberontakkan setan adalah suatu usaha untuk mengambil alih tempat Allah dan menerima penyembahan yang seharusnya ditujukan pada Allah sendiri.

Ingatkah anda bagaimana iblis menawarkan kerajaan dunia beserta isinya pada Yesus - dalam usaha supaya Yesus menyembah dia di padang gurun (lihat Luk 4:5-8) ? Kejadian ini menunjukkan pada kita bahwa iblis menginginkan penyembahan yang ditujukan hanya bagi Allah saja.

Untuk melawan Allah, setan selalu membuat gara-gara terjadinya peperangan antara kebaikan dan kejahatan di sepanjang zaman.

Setan tidak mampu memperoleh kemenangan di sorga. Setan dan pengikut-pengikutnya dibuang dari sorga. Namun hal-hal yang tidak lagi mereka dapatkan di sorga, mereka upayakan dengan sekuat tenaga untuk mendapatkannya di bumi di dalam taman Eden.

7. Menipu Hawa

Allah menciptakan laki-laki dan wanita yang pertama dan menyuruh mereka untuk menguasai bumi - dan memenuhinya dengan suatu keluarga anak-anak Allah yang akan setia padaNya.

Karena itulah setan lalu mendatangi bumi dan keluarga tersebut. Peperangan yang berawal di sorga sekarang mencapai ciptaan Allah yang baru. Setan berusaha keras untuk merebut warisan keluarga pertama di bumi, dengan cara menggoda mereka untuk melakukan dosa yang sama yang menyebabkan kejatuhannya dari tempat tinggi di sorga, yaitu kesombongan dan pemberontakkan !

Setan datang pada Hawa dalam bentuk ular yang indah dan bijaksana. Dia tidak dapat menguasai Hawa, sebab Hawa telah diberi kekuasaan untuk berkuasa atas segala ciptaan di bumi.

Hanya dengan satu cara setan dapat mencapai Hawa dengan rencana jahatnya - kebohongan dan penipuan !

Anda dapat melihat mengapa Yesus berbicara pada setan seperti ini: "... iblis ... adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran .. sebab ia adalah pendusta ..." (Yoh 8:44).

Rasul Paulus menyoroti penipuan ini di suratnya yang kedua bagi sidang di Korintus. Perhatikan kata-kata peringatannya:

"Aku merasa takut karena engkau. Aku takut kalau pikiranmu dibelokkan dari kasih dan kesetiaanmu yang murni pada Kristus. Inilah yang terjadi pada Hawa ketika ia ditipu oleh si iblis - si ular tua yang cerdik" (2 Kor 11:3 smf).

Ya, setan menggunakan "pohon pengetahuan" (ketinggian hati manusia) sebagai cara untuk mencapai kehidupan manusia. Anda tentu ingat, bahwa Tuhan telah memerintahkan manusia untuk tidak memakan buah pohon tersebut. Mari kita perhatikan firman peringatanNya:

"Engkau boleh makan dengan bebas segala buah yang ada pada pohon di taman ini, tetapi sekali-kali janganlah engkau memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat. Jika engkau makan hari itu engkau akan mati!" (Kej 2:16,17 smf).

a. Rantai Iblis Ditempa. Sekarang setan mulai menempa rantai kejahatannya: ketinggian hati - penipuan - keraguan - ketidaktaatan - kematian. Mari kita pelajari setiap mata rantai yang saling berhubungan, yang tertulis di dalam Alkitab mengenai hal tersebut:

"Si ular lebih cerdik dan licik daripada segala binatang buas yang pernah diciptakan Allah. Si ular berkata pada wanita itu,'Apakah Allah sungguh-sungguh mengatakan,'Engkau tidak boleh makan dari segala pohon yang ada di taman ini ?"

"Wanita itu berkata pada si ular,'Allah berkata kita diperbolehkan makan dari segala pohon yang ada di taman kecuali pohon [pengetahuan yang baik dan jahat] yang berada di tengah taman. Kita diberi tahu untuk tidak menyentuhnya atau akan mati'.

"Engkau tidak akan sungguh-sungguh mati", kata si ular pada wanita itu, 'Allah tahu kalau engkau memakannya, matamu akan terbuka, maka engkau akan menjadi seperti Allah, mengetahui perbedaan antara yang baik dan yang jahat'.

"Lalu wanita itu melihat bahwa buah itu baik untuk dimakan dan sangat menarik dan sesuatu yang pantas diinginkan/dambakan, sebab mendatangkan hikmat, lalu ia mengambil buah tersebut dan memakannya, juga ia berikan pada suaminya yang juga memakannya" (Kej 3:1-6 smf).

Setan berkata pada manusia bahwa buah pohon pengetahuan baik dan jahat tersebut tidak perlu ditakuti, tetapi sesuatu yang patut diingini, karena akibatnya adalah mereka justru akan memulai hidup yang sesungguhnya, bukan mati seperti yang Allah katakan.

Selanjutnya setan mengatakan bahwa nantinya manusia akan menyerupai Allah, mereka akan dapat memutuskan mana yang baik dan jahat - benar atau salah - dari diri mereka sendiri. Mereka tidak membutuhkan Tuhan untuk memimpin hidup mereka. Karena mereka telah memiliki pengetahuan sendiri, mereka akan menjadi diri mereka sendiri, mencapai hal terbaik yang dapat mereka raih semuanya lewat kemampuan mereka sendiri. Kemudian kerajaan, kuasa, kemuliaan akan menjadi milik mereka - sendiri ! Andaikan Allah benar-benar mengasihi mereka, tentunya Dia sendiri telah memberitahu mereka tentang semua itu.

Sangat mudah untuk melihat (dari bacaan di atas) bagaimana setan pertama-tama menebarkan benih-benih ketinggian hati dan keinginan yang berpusat pada diri mereka sendiri, kemudian setan menipu manusia agar meragukan Allah. Ia membuat manusia meragukan firman Allah, kasih, kuasa dan otoritas Allah. Kebimbangan manusia itu kemudian membawa mereka pada ketidaktaatan - lalu ketidaktaatan membawa pada kematian !

C. MANUSIA: TIDAK TAAT DAN KEHILANGAN SEGALANYA

Pada saat manusia mencari cara untuk memisahkan diri dari Allah, mereka kehilangan segala-galanya. Sangat menyedihkan, tipuan yang sudah berhasil di sorga itu juga berhasil di bumi. Karena Hawa mempercayai tipuan setan, ia menjadi tidak taat dan ada di bawah penghukuman. Meskipun Adam tidak tertipu oleh setan secara langsung, dia juga memilih untuk berbuat dosa - lewat perbuatan ini ia merusak gambar dan keserupaan Allah yang ada dalam dirinya.

Tanpa gambar Allah pada diri manusia (kebenaran - tindakan yang benar) kekuasaan manusia atas dunia hilang. "... tongkat kerajaanMu adalah tongkat kebenaran" (Ibrani 1:8).

Setan dengan cepatnya mengambil alih tongkat kekuasaan pemerintahan yang jatuh dari tangan Adam dan Hawa. Akibatnya, otoritas yang telah diberikan pada manusia, jatuh ke tangan setan. Manusia akhirnya berada di bawah otoritas kerajaan kegelapan dan kematian.

Tampaknya seperti sebuah tragedi yang berkepanjangan telah terjadi. Banyak hal yang hilang akibat dosa dan ketidak taatan Adam:

  1. Adam kehilangan hubungan dengan Allah sebagai anak yang dikasihi.
  2. Adam kehilangan perlindungan ilahi dan otoritas pemberian Allah.
  3. Dia juga kehilangan keindahan gambar Allah di dalam hidupnya.
  4. Dia kehilangan tujuan dalam rencana ilahi Allah baginya.
  5. Adam juga kehilangan hidupnya - roh, jiwa dan tubuhnya.

Sepertinya rencana Allah yang ilahi telah berakhir sebelum dimulai, setan tentu gembira melihat kejatuhan rencana Allah yang suci tersebut ! Setan percaya bahwa kekalahannya di sorga sudah dapat ia menangkan di bumi.

Sekarang setan menjadi penguasa atas dunia ini. Dan selama ia memerintah di bumi, kemuliaan, kuasa Anak Allah tidak akan pernah dapat menguasai hati manusia.

Namun, ada satu segi dari sifat Allah yang belum pernah diketahui setan sebelumnya. Yaitu kasih karuniaNya ! Setan tidak mengetahui kekuatan kasih Allah dan betapa kuatnya kasih itu sehingga manusia dapat diselamatkan dan dipulihkan.

Kita akan mempelajari dengan seksama rancangan keselamatan Allah, sebab hal tersebut mengandung harapan pemulihan bagi manusia - mendapatkan kembali segala sesuatu yang pernah hilang.

Bab 3
Rencana Allah Dipulihkan :
Penebusan

A. KITA SEMUA PERLU DISELAMATKAN

Sebelum kita mempelajari rencana keselamatan Allah, kita harus lebih dahulu benar-benar mengerti kebutuhan kita untuk "diselamatkan". Kita semua butuh untuk diselamatkan dari hukuman dan kuasa dosa - sebab kita semua adalah orang-orang berdosa. Kita berdosa karena "sifat alamiah" dan juga karena "praktek dosa" yang kita lakukan. Alkitab menjelaskan dua segi asal dosa tersebut dengan sangat jelas:

1. Berdosa Secara Alamiah

"Dosa datang ke dunia (umat manusia) melalui seorang manusia - Adam. Akibat dosa adalah maut, maka maut menyebar pada semua manusia karena [di dalam Adam] kita semua telah berbuat dosa" (Rm 5:12 smf).

Sebagai yang sulung dari seluruh umat manusia, Adam menulari/menodai - seperti penyakit - semua manusia dengan dosa Adam sendiri. Karena itu, kita telah berdosa sejak dilahirkan dan secara alamiah. Kita dilahirkan dengan sifat dosa. Anak-anak kecil tidak perlu diajar untuk berbuat dosa. Mereka secara alamiah adalah pendosa sejak lahir (seperti orang tuanya).

2. Berdosa Karena Kelakuan

"Seperti domba kita telah tersesat. Kita telah memilih jalan kita sendiri ... Sebenarnya, semua telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah" (Yes 53:6; Rm 3:23 smf).

Kita tidak hanya berdosa secara alamiah, tetapi kita juga berdosa karena pilihan dan karena melakukan praktek dosa. Kita semua telah melakukan perbuatan dosa. Kita semua telah memilih untuk berbuat dosa dengan kemauan sendiri dan memisahkan diri sendiri dari Tuhan.

3. Kematian: Hukuman Dosa

Jalan Tuhan adalah jalan satu-satunya untuk menuju kehidupan kekal. Jalan lainnya hanya menuju kepada kematian. Bila kita terpisah dari Tuhan, kita tidak mempunyai pengharapan, kita kehilangan segalanya, selama-lamanya.

Rasul Paulus mengetengahkan kebenaran ini dengan jelas sekali - tetapi dia juga menjelaskan pengharapan yang kita butuhkan:

"Hukuman dosa adalah maut, tetapi pemberian Allah adalah kehidupan kekal di dalam Kristus Yesus Tuhan kita" (Rm 6:23).

4. Kasih Karunia: Pemberian Allah

Kasih karunia adalah suatu pemberian yang tidak pernah kita dapatkan sebelumnya. Kemurahan adalah kebaikan yang tidak layak kita terima. Keberadaan Allah penuh dengan kasih karunia dan kemurahan, ini semua adalah kualitas dari Kasih Allah.

Allah adalah kasih, tetapi Dia juga kudus dan adil. Karena Allah itu kudus dan adil, Dia tidak dapat melihat dosa manusia begitu saja.

Jika saya berdosa (melanggar hukum) dan di bawa ke hadapan hakim yang adil (benar) maka hakim tersebut akan memegang teguh hukum yang ada. Saya tidak akan mampu membeli kebebasan dengan suap-menyuap. Dia akan menjatuhkan hukuman bagi saya seperti apa yang ditulis di dalam hukum.

Ketika hakim yang ada di dunia ini dilantik untuk melaksanakan tugasnya, dia harus bersumpah untuk memegang teguh hukum yang ada. Tetapi ada juga hakim yang melanggar janjinya sendiri - mereka bukanlah hakim yang adil dan benar.

Allah adalah hakim yang adil. Bila Allah tidak menuntut hukuman terhadap dosa, Dia bukanlah hakim yang adil, lalu apakah hukuman dosa itu ? Dan siapa yang harus menanggungnya ?

Seperti yang sudah kita ketahui, hukumannya adalah maut. "Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati !" (Yeh 18:4,20 smf). Orang berdosalah yang layak mendapatkan hukuman tersebut. Hanya dengan cara inilah keadilan Allah akan terpenuhi.

Sekali hukuman itu terbayar, kita "dibenarkan" atau dibuat menjadi "benar" di mata hukum. Hanya dengan cara ini kita "diampuni" dari dosa-dosa kita.

Mati bagi dosa-dosa kita berarti pemisahan. Kematian jasmani berarti pemisahan dengan tubuh jasmani kita. Kematian rohani (akibat dosa-hukuman dosa) berarti pemisahan antara kita dengan Allah.

Bapa sorgawi menciptakan kita untuk memiliki persekutuan di dalam keluargaNya. Dosa kita merusak hubungan indah tersebut, hal tersebut bukan hanya menyakitkan kita tetapi juga Allah.

Apakah ada suatu cara untuk memulihkan hubungan kasih dan kehidupan tersebut ? Haruskah Allah dan manusia menderita akibat hukuman dosa untuk selama-lamanya ? Adakah jalan untuk membawa manusia kembali ke dalam rencana Allah dan ke dalam persekutuan dengan keluarga Allah ? Terpujilah Tuhan, jawabannya adalah ya, ada. Jawaban tersebut adalah "penebusan!"

5. Penebusan: Tindakan Kasih Karunia Allah

"Mengucap syukurlah pada Bapa yang di sorga. Dia sudah menyiapkan banyak hal-hal indah bagi umatNya yang berjalan di dalam terang dan Dia telah menciptakan kita untuk memilikinya semua."

"Allah Bapa melakukan semuanya dengan membebaskan kita dari kuasa kegelapan dan membawa kita kembali ke dalam kerajaan Anak TunggalNya. Ya, kita sudah ditebus, dibeli dan dibawa kembali oleh darahNya. Di dalam Yesus kita mendapatkan pengampunan dosa kita" (Kol 1:12-14 smf).

Menebus berarti membeli dan membawa kembali sesuatu yang tadinya terhilang. Allah, dengan kasih karunia dan kemurahanNya bersedia menolong manusia, hingga tuntutan dari pelanggaran hukum dan keadilan Allah dapat dipenuhi.

Kini, manusia dapat "dibenarkan" di hadapan hukum. Dia dapat dipulihkan pada "posisi yang benar" di hadapan Allah dan diampuni dosa-dosanya. Data mengenai dirinya kini bersih. (Dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya terhapus seluruhnya). Tidak ada lagi kesalahan yang dapat dibebankan pada manusia bila manusia tersebut meminta Yesus mengampuni dosanya. Sekarang manusia dapat berdiri di hadapan hukum Tuhan yang suci tanpa rasa takut sedikitpun.

Ya, hukuman bagi dosa anda sudah dibayar, dan pada waktu anda menerima kasih karunia Allah, semua kesalahan anda dihapuskan. Kristus mati di atas kayu salib menggantikan tempat anda. Anda dan saya seharusnya mati untuk dosa-dosa kita, tetapi "... Kristus telah mati bagi kita" (Rm 5:8).

Namun harga "Penebusan" kita, tidaklah murah. Untuk membeli dan membawa kita kembali ke dalam keluarga Allah, Allah sendiri harus membayar hukuman dosa-dosa kita. Pembayarannya adalah dengan hidup PuteraNya sendiri.

Yesus Kristus datang di dunia dalam bentuk manusia untuk mati bagi dosa-dosa dunia sebagai manusia, supaya kita bisa ditebus. Anak Allah yang begitu murni, kudus, tak berdosa mengambil alih dosa kita di dalam diriNya sendiri dan mati di atas salib.

Dia melakukan itu semua supaya kita dibenarkan di hadapan Allah dan juga supaya kita bisa menemukan lagi tempat kita di dalam keluarga Allah. Dia mati supaya kita hidup, ini jelas adalah kasih karunia Allah !

Saya yakin setan tidak pernah mengira (memperhitungkan) tindakan Allah akan sedemikian jauh, yaitu hingga mengirimkan AnakNya untuk mati bagi dosa kita.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini atas orang berdosa) sehingga Ia memberikan Anak TunggalNya. Barangsiapa percaya padaNya tidak akan binasa atau mati, tetapi akan hidup sampai selama-lamanya" (Yoh 3:16 smf).

6. Pemulihan: Hasil Penebusan

Allah tidaklah terlalu terkejut dengan dosa-dosa manusia. Anak Allah sudah diberikan pada manusia untuk menyelamatkan mereka bahkan sebelum manusia diciptakan:

"Kristus telah dipilih untuk mati bagimu sebelum seluruh dunia [atau manusia] diciptakan, tetapi Allah baru menyatakan diriNya pada dunia pada akhir zaman."

"Allah telah membayar harga untuk menyelamatkan kamu dari kehidupan yang kosong yang kamu peroleh dari nenek moyangmu. Tetapi kamu bukan ditebus oleh sesuatu yang mudah berlalu seperti emas dan perak. Engkau telah dibeli dan dibawa kembali oleh darah Yesus yang berharga - Anak Domba yang tak bercela dan sempurna" (1 Ptr 1:18-20 smf).

"Pemulihan" adalah kembalinya sesuatu ke tempat/keadaan asalnya dimana dan bagaimana keadaan sesuatu itu ada pada awal mulanya.

Ketika manusia jatuh dalam dosa, Allah tidak mengubah rencanaNya semula tentang adanya sebuah keluarga kerajaan Allah yang dikasihiNya. Allah masih bertujuan untuk memenuhi dunia dengan anak laki-laki dan perempuan yang hidupnya memancarkan keindahan Allah.

Maka, segera setelah manusia jatuh dalam dosa dan kehilangan posisi dalam kerajaan Allah, rencana penebusan Allah mulai dijalankan.

a. Rencana Penebusan Dinyatakan. Memang menarik untuk mengetahui bahwa rencana tersebut pertama kali dinyatakan justru pada setan setelah kejatuhan manusia. Dari catatan Alkitab, kita tampak bahwa saat itu Adam dan Hawa juga hadir di sana. Namun firman Allah, disampaikan secara langsung kepada si ular.

"Allah berkata pada si ular,'karena engkau sudah berbuat itu, engkau dikutuk di antara semua hewan ... mulai sekarang engkau dan wanita itu akan saling bermusuhan. Yaitu benihmu [keturunan] dan benih wanita itu [Yesus]. Engkau akan meremukkan tumitNya, tetapi Ia akan menghancurkan kepalamu"' (Kej 3:14-15 smf).

Ada dua janji pokok yang dibuat Allah; kedua-duanya ditujukan langsung pada setan:

1) Engkau Akan Meremukkan TumitNya. "Engkau [ular] akan meremukkan tumitNya [tumit dari benih perempuan tersebut] ..."

Setan harus "meremukkan tumit" dari "benih wanita itu". Nubuat ini menunjukan pada Yesus. "Allah mengutus AnakNya yang lahir dari seorang perempuan ..." (Gal 4;4). Yesus adalah "Benih wanita itu".

Si ular diberitahu bahwa ia akan meremukkan tumit (milik Yesus)Nya, tetapi luka tersebut tidak akan menjadi fatal akhirnya.

Hal ini menunjuk pada kematian Yesus di atas salib yang kemudian diikuti dengan kebangkitanNya. Setan yang mengambil alih kuasa kematian dari Adam - tidak mampu menahan Yesus untuk tetap ada di dalam liang kubur !

Yesus menuju salib untuk mati (guna menanggung hukuman) bagi dosa saya. Tetapi Ia mati dengan membawa serta janji BapaNya, yaitu: "Sebab Engkau tidak menyerahkan Aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang KudusMu melihat kebinasaan" (Kis 2:27). Yesus mengetahui bahwa Ia akan bangkit dari antara orang mati.

2) Dia Akan Meremukkan Kepalamu. Dia (benih itu-Yesus) akan meremukkan kepala setan (atau menghancurkan posisi setan sebagai "kepala" - yaitu haknya untuk memerintah). Hal ini mengarah pada luka yang fatal, tidak akan pernah dapat disembuhkan. Kekalahan dan kehancuran hak pemerintahan si ular akan sangat fatal. Kalimat "meremukkan kepalamu" mempunyai arti yang sangat penting. Istilah "kepala" berarti hak memerintah dengan kuasa dan otoritas.

Sekarang, kisah yang terjadi di taman Eden akan menjadi sangat dramatis. Allah sendiri yang memberitahu si iblis bahwa suatu hari Benih wanita (Yesus) akan merebut tongkat kuasa pemerintahan dunia dari cengkeramannya, Melalui kematian Kristus di atas salib, manusia akan ditebus dan setan akan dikalahkan dan tidak mempunyai kuasa sama sekali.

Kekuasaan akan dipulihkan kembali pada keluarga Allah. Anak Allah - yang lahir sebagai Anak Manusia - akan mendapatkan kembali otoritas pemerintahan bagi umat manusia yang sudah ditebus, otoritas untuk memerintah yang telah hilang karena dosa.

Kerajaan sorga suatu hari akan memerintah dunia melalui keluarga Allah yang terdiri dari imam-imam rajani. Yesus, Saudara penebus Rajani kita adalah sebagai yang "sulung" dari keluarga yang penuh kemuliaan tersebut. Melalui Dia, kita memiliki kemenangan kekal.

7. Menerima Pemberian Allah

Sungguh, "penebusan" adalah keajaiban kasih karunia Allah yang agung. Pemberian Anak Allah menyatakan kasih Allah yang agung bagi umat manusia yang berdosa. Tetapi meskipun Allah sudah melakukan semua itu melalui Kristus kita tetap dapat kehilangan semua itu.

Sebuah pemberian tidak akan ada harganya jika yang diberi belum menerimanya. Jika seseorang memberi kita segelas air dingin, air dingin itu tidak akan berguna kecuali kita meminumnya. Kita harus menerima pemberian kasih karunia Allah dengan "menerima" Yesus Kristus dalam hati kita sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita juga harus mengakui bahwa kita adalah orang-orang berdosa dan perlu untuk diselamatkan dari hukuman dosa. Kehilangan kasih Allah berarti kehilangan hidup kekal selamanya !

"Allah telah menunjukkan kasihNya yang agung pada kita dengan cara ini: Kristus telah mati bagi kita ketika kita masih berdosa ..."

"Dan seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh Allah Bapa, kita akan berjalan di dalam hidup yang baru ..."

"Karena Allah telah memberi kehidupan kekal pada kita dan kehidupan tersebut ada pada AnakNya. Barangsiapa memiliki Anak dia memiliki hidup. Barangsiapa tidak memiliki Anak di dalam hidupnya, ia tidak memiliki hidup ! ..."

"Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah" (Rm 5:8; 6:4; 1 Yoh 5:11,12; Yoh 1:12 smf).

B. DUA PIHAK MENUJU KESELAMATAN

Kita bisa langsung melihat dari tulisan di atas bahwa ada dua pihak yang terlibat dalam keselamatan kita: pihak Allah dan pihak kita. Allah mempunyai bagian yang tidak dapat kita lakukan. Tapi kita juga memiliki bagian yang tidak akan dilakukan oleh Allah. Kita dapat melihat gagasan-gagasan tersebut seperti di bawah ini:

1. Peran Allah Di Dalam Keselamatan Kita

Allah akan menentang dan menjatuhkan hukuman bagi dosa-dosa kita. Dengan kata lain, Allah akan menghadapi kita bersama dengan kesalahan kita. Dia akan membuktikan bahwa kita bersalah, dan menunjukkan hukuman yang harus kita bayar, yaitu kematian ! Allah akan melakukan hal ini lewat firmanNya dan dengan RohNya, kata kuncinya adalah BERSALAH !

Allah akan menyatakan pada kita bagaimana caranya agar bisa "diselamatkan" dari hukuman dosa-dosa dan mendapatkan tempat kita di dalam keluarga Allah. Dia akan melakukan semua itu dengan membawa kita pada Yesus - Anak Allah dan Juruselamat kita. Kematian Yesus di kayu salib membuktikan bahwa Allah tidak hanya suci dan adil tetapi penuh kasih dan kemurahan. Kata kuncinya adalah KASIH KARUNIA !

2. Peran Kita Di Dalam Keselamatan Kita

Kita harus menanggapi segala kesalahan kita dan kasih karunia Allah dengan mengakui dosa kita dan mengakui Anak Allah. "Mengaku" berarti setuju untuk mengatakan hal yang sama. Kita harus setuju dengan Allah bahwa kita adalah orang-orang berdosa dan membutuhkan seorang Juruselamat. Kata kuncinya adalah MENGAKUI !

Setelah mengaku kita harus bertobat dan menerima Kristus sebagai Juruselamat kita. "Bertobat" berarti mengubah pikiran kita. Artinya kita sekarang memilih jalan dan kehendak Allah bagi hidup kita, bukan jalan dan kehendak kita sendiri. Kita melakukan hal ini dengan meminta Yesus masuk ke dalam hidup kita sebagai Juruselamat dan Tuhan. Kita menanggapi kasih Allah dengan beriman di dalam AnakNya dan taat pada firmanNya.

C. HASIL PENYELAMATAN

Hasil penyelamatan kita adalah pertobatan dan pemulihan. "Bertobat" artinya meninggalkan (berbalik dari) suatu jalan dan menuju ke jalan yang lain. Dengan kasih karunia Allah kita telah berbalik dari jalan kematian menuju jalan kehidupanNya. Kata kuncinya adalah PERTOBATAN !

Kita pernah "diasingkan" atau dipisahkan dari Allah oleh dosa dan ketidaktaatan. Di dalam Kristus kita telah "dipulihkan" atau dibawa kembali pada persekutuan dengan keluarga kerajaan Allah. Kata kuncinya adalah PEMULIHAN ! (Pikiran utama dari ulasan di atas akan dapat dilihat pada tabel di halaman berikutnya).

Ya, kita harus menerima Kristus di dalam hati kita sebagai Juruselamat untuk pengampunan dosa-dosa kita dan memperoleh hidup yang kekal, tetapi ada hal yang lebih besar dari keselamatan agung itu. Bukan saja dosa-dosa kita diampuni di dalam Kristus, tetapi kita juga menerima banyak keuntungan dan berkat. Kita akan diberi :

1. Roh Yang Baru

"Aku akan menaruh Roh yang baru di dalam hatimu dan membuatmu berjalan di dalam jalan-jalanKu dan menyimpan hukum-hukum-Ku" (Yeh 36:27 smf).

2. Hidup Yang Baru

"Inilah yang tertulis: Allah telah memberikan kita kehidupan kekal, dan kehidupan kekal itu ada pada AnakNya" (1 Yoh 5:11 smf).

3. Nama Yang Baru

"Engkau akan memiliki nama baru yang diberikan oleh mulut Allah ... Untuk pertama kalinya para murid disebut sebagai `Orang Kristen' di Antiokia" (Yes 62:2; Kis 11:26 smf).

4. Sifat Yang Baru

"Barangsiapa berada di dalam Kristus Yesus adalah ciptaan baru [memiliki bentuk dan sifat yang baru]. Yang lama telah berlalu; dan lihatlah, segala sesuatu telah menjadi baru" (2 Kor 5:17 smf).

5. Hati Yang Baru

"Aku akan memberimu hati yang baru dan menaruh Roh yang baru di dalammu" (Yeh 36:26 smf).

6. Pikiran Yang Baru

"Jadilah baru di dalam Roh oleh pikiranmu, pakailah manusia yang baru yaitu yang suci dan benar seperti Allah ... sebab kita memiliki pikiran Kristus" (Ef 4:23-24; 1 Kor 2:16 smf).

7. Otoritas Yang Baru

"Aku (Yesus) telah memberimu kuasa yang mengatasi segala kuasa musuh ... tolaklah iblis maka ia akan lari darimu" (Luk 10:19; Yak 4:7 smf).

8. Keluarga Yang Baru

"Bagi mereka yang menerima Dia, Yesus telah memberi mereka hak sebagai anak-anak Allah" (Yoh 1:12 smf).

9. Tujuan Yang Baru

"Engkau adalah umat terpilih, imamat yang rajani, sebuah bangsa yang kudus, umat Allah yang khusus. Ya,Dia telah memanggilmu keluar dari kegelapan ke dalam terangNya yang ajaib. Maka beritakan dan tunjukkan [tunjukkan dan beritahu] puji-pujian bagiNya dan kemuliaan - sampai selama-lamanya" (1 Ptr 2:9 smf).

Sungguh, sebagai orang-orang Kristen kita sudah ditebus dan dipulihkan. Kita sudah dibeli dan dibawa kembali ke dalam keluarga kerajaan yang dikasihi oleh Allah. Melalui AnakNya Yesus, Allah sudah mengampuni dosa-dosa kita dan menetapkan kita kembali pada posisi yang penuh kuasa dan otoritas.

Keluarga pertama sudah gagal memenuhi panggilan ilahinya.

Karena kemenangan Kristus atas setan di atas salib, "Keluarga baru" Allah akan berhasil. ini merupakan harapan kita yang mulia; juga merupakan tujuan ilahi - sebagai anak laki-laki dan perempuan Allah Yang Maha Tinggi !

D. POLA TIGA TITIK

Seperti yang sudah kita ulas sebelumnya di dalam "dasar gereja", pola tiga titik dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Tindakan Allah
  2. Reaksi setan
  3. Kontra Reaksi Allah (Pembalasan Allah)

Bekerjanya kehendak Allah dimulai dari firmanNya, yang akan diikuti oleh suatu tindakan. FirmanNya pasti bekerja ! Allah berbicara dan hal itu pasti terjadi ! Bersama firmanNya mengalir kekuatan Roh Allah, dan tujuan ilahi Allah diwujudkan. Kita dapat melihatnya pada kisah penciptaan dunia: "Berfirmanlah Allah, 'Jadilah terang', lalu terang itu jadi" (Kej 1:3).

Lalu setan "bereaksi" terhadap apa yang Ia katakan !

Lalu setan "bereaksi" terhadap firman Allah dan bekerja. Dia berusaha merusak tujuan Allah dengan menyangkal firman Allah dan menentang pekerjaanNya. Setan menentang "tindakan" Allah dengan "reaksi"nya sendiri.

Bila kejadian tersebut berakhir di sini. Setan akan memenangkan peperangannya, peperangan dari firman dan pekerjaan. Tujuan jahatnya akan tercapai, sedangkan tujuan Allah tidak akan terjadi.Tetapi ini bukan akhir kejadiannya, sebab Allah melakukan "tindak balasan"

Allah selalu memegang keputusan terakhir dan menentukan tindakan akhirnya. Pada akhirnya kejahatan akan dikalahkan oleh tujuan dan rencana baik dari Allah. Tetapi hal itu butuh waktu dan proses. Allah telah memutuskan untuk menyatakan dan melakukan kehendakNya, melalui Anak dan KeluargaNya.

Seperti yang kita lihat sebelumnya, kita mendapat tempat di dalam keluarga Allah melalui AnakNya. Sementara itu kuasa Roh Kritus akan berbicara dan bekerja melalui kita. Keluarga kerajaan Allah di dalam Kristus Yesus kelak akan memerintah atas semua ciptaan. Hal ini sudah menjadi kehendak Allah dari awal mulanya - dan harus dilaksanakan. Inilah pengharapan kita; Inilah tujuan kita !

E. DEFINISI DAN ISTILAH YANG DIGUNAKAN

Pola tiga titik di atas yang sudah kita periksa di atas akan diperjelas di bawah ini. Kita harus mendefinisikan setiap istilah yang ada, sebab anda perlu mengerti konsepnya untuk mengikuti pelajaran ini.

TINDAKAN
ALLAH
REAKSI
SETAN
TINDAK BA
LAS ALLAH
Menciptakan Menghancurkan Menebus
Merencanakan Mengacaukan Memulihkan/
restorasi
Melahirkan Memerosotkan
menjatuhkan
Melahirkan
kembali/
regenerasi
Membentuk Merusak Memperbaiki
reformasi
Menutupi Menelanjangi Menutupi
kembali
Mendamaikan Memisahkan Mendamaikan
kembali

1. Penebusan

"Menebus" adalah membeli dan membawa sesuatu kembali yang tadinya hilang atau direbut pihak lain. Tujuan Allah bagi manusia pada saat penciptaan dihancurkan atau dirusakkan karena ketidaktaatan manusia pada Allah.

Karena dosanya, manusia berada di bawah kekuasaan setan dan menjadi budaknya. Harga pembebasan manusia adalah hidup Anak Allah. Kita "ditebus" oleh darah Yesus dari kuasa iblis.

2. Pemulihan (Restorasi)

"Memulihkan" adalah mengembalikan sesuatu ke posisinya yang mula-mula (pertama) atau kondisi awalnya setelah dihancurkan atau dicabik-cabik.

Manusia jatuh dari posisi pemerintahan dan kekuasaan, juga kehilangan gambar dan rupa Allah waktu ia tidak mentaatiNya. Tujuan Allah yang suci bagi manusia dihancurkan iblis ketika Adam dan Hawa berdosa.

Melalui Yesus, Allah menyediakan jalan untuk memulihkan manusia kepada tempatnya semula yang penuh kehormatan dan otoritas.

3. Dilahirkan Kembali (Regenerasi)

Me "regenerasi" berarti menghidupkan kembali sesuatu yang sudah mati. Waktu manusia jatuh dalam dosa, dia kehilangan hidupnya bersama Tuhan. Di atas kayu salib, Kristus menyelamatkan kita dari kuasa setan, dosa dan maut. Ketika kita menerima Kristus dalam hidup kita, kita menerima keuntungan-keuntungan dari kematian dan kebangkitanNya. Dia mati bagi kita supaya kita hidup di dalam Dia. Dia adalah kehidupan kita - sekarang dan selamanya!

4. Pembaharuan (Reformasi)

"Reformasi" berarti mengembalikan sesuatu ke bentuk asalnya atau ke penampilan asalnya setelah dirusakkan atau dihancurkan. Manusia diciptakan sesuai dengan gambar Allah yang indah. Dosa merusak keindahan tersebut, sehingga tidak dapat terbentuk seperti yang direncanakan Allah.

Namun demikian, bila kuasa Roh Kristus ada di dalam kita, kita bisa bertumbuh lagi di dalam kemuliaan dan kasih karuniaNya. Semua kesalahan dan noda-noda dosa telah dihapuskan. Teladan dari Yesus kembali memancar dengan keindahan yang lebih cerah dan indah.

5. Diselubungi Kembali

"Diselubungi" kembali berarti mendapatkan sesuatu yang telah hilang. Kita tadinya diciptakan untuk berada di bawah atau "diselubungi" oleh terang, kasih dan otoritas Allah. Ketika manusia berdosa, ia keluar dari pelindung tersebut dan terjun ke dalam kegelapan. Dengan berbuat itu, ia berada di bawah murka dan penghakiman Allah atas dosa.

Waktu Yesus mencurahkan darahNya dan mati bagi kita, hukuman dosa kita sudah terbayar. Dia mati supaya dosa kita dapat diselubungi oleh darahNya. Apabila dengan iman kita menyerahkan diri pada Kristus dan menjadikan Dia Juruselamat kita, kita mendapatkan kembali selubung terang, kasih dan otoritas Allah.

6. Pendamaian

"Mendamaikan" berarti mengembalikan seseorang ke dalam suatu hubungan persahabatan. Allah menciptakan manusia untuk bersekutu. Seperti Abraham, kita harus "bersahabat" dengan Allah (Yak 2:23). Dosa memutuskan persahabatan dan membuat kita menjadi musuh Allah. Hubungan kasih yang mula-mula telah hilang. Allah tetap mengasihi kita, tetapi kitalah yang memilih untuk tidak mengasihi dan mentaatiNya. Kita telah menutup diri dari Allah.

"Berdamai" berarti berteman. Ketika Allah menciptakan manusia, Dia menjadikan manusia temanNya. "Mengasingkan diri" berarti menarik diri terhadap seorang sahabat. Perpisahan ini merusak persahabatan.

Dosa manusia menjauhkan mereka dari persekutuan dengan Allah. Di dalam kasih karuniaNya, Allah - melalui kematian AnakNya - telah mendamaikan kita dengan diriNya sendiri. Persekutuan itu sudah dipulihkan !

Ya, kerajaan Allah akan segera datang, kehendakNya akan dinyatakan - di atas bumi seperti di dalam sorga. Dan akan dinyatakan dan dilaksanakan oleh umatNya sendiri. Mereka adalah umat khusus (istimewa) - yang sudah ditebus, dipulihkan, dilaihirkan kembali, dibentuk, diselubungi dan diperdamaikan, ini semua adalah firman Allah. Dialah yang memiliki kata dan keputusan terakhir !

F. KONSEP KESELAMATAN YANG PENTING

"Dasar Gereja" di dasarkan dengan sangat kuat atas Juruselamat agung kita, Yesus ! Masih ada beberapa istilah lain sehubungan keselamatan yang sudah dipergunakan dalam tulisan ini. Karena begitu pentingnya istilah-istilah tersebut, maka baik juga jika saat ini kita membuat daftar istilah dan mendefinisikannya satu persatu.

1. Keselamatan

Kata ini menunjukkan pada pekerjaan kasih karunia Allah di dalam Kristus, di mana kita:

a. Diselamatkan "dari" hukuman, kuasa dan adanya dosa di masa mendatang

b. Diselamatkan "untuk" memenuhi rencana Allah serta ditempatkan dalam keluarga Allah dimana kita memancarkan keserupaan dengan AnakNya.

Pada waktu Kristus mati di atas kayu salib untuk dosa kita, Dia menjadi Juruselamat kita. Dia mati untuk menggantikan tempat kita dan membayar harga (hukuman) untuk dosa-dosa kita.

Pada waktu kita menerima Yesus sebagai Juruselamat kita dengan iman, bersamaan dengan itu kita juga menerima kuasa kebangkitan dalam hidupNya. Selagi hidup penuh kuasa tersebut mengalir ke dalam kita, kita juga mendapatkan keutuhan (kesembuhan) bagi roh, jiwa dan tubuh kita.

"Diselamatkan" berarti diampuni, disembuhkan, dilepaskan, dibuat utuh kembali (dilengkapi), dipulihkan. Kita selamat, sehat dan bebas. Kita bebas menjadi apapun yang Tuhan inginkan.

2. Regenerasi

Istilah "menggenerasikan" artinya menciptakan atau menghasilkan kehidupan. Arti kata regenerasi yang kita pelajari di atas mengarah pada kembalinya atau pulihnya suatu kehidupan setelah mengalami kematian.

Kita telah "mati" di dalam dosa-dosa kita, maka kita memerlukan "masukan baru" dari kehidupan rohani (dilahirkan kembali) untuk dibawa kembali ke dalam keluarga Allah.

Hanya ada satu jalan bagi kita untuk lahir dalam sebuah keluarga di dunia, yaitu melalui masuknya kehidupan alamiah ke dalam tubuh. Hal ini berlangsung melalui proses reproduksi biologis. Sel-sel yang berasal dari laki-laki dan wanita bersama-sama menghasilkan suatu kehidupan yang diperlukan untuk melahirkan bayi laki-laki atau perempuan yang baru.

Hal yang sama terjadi bila seseorang "dilahirkan" ke dalam keluarga Allah, juga harus ada masukkan dari sebuah kehidupan rohani - benih ilahi. "Benih kehidupan" itu adalah sebuah Pribadi - dan Pribadi itu adalah Yesus. Waktu kita menerima Kristus. Dia adalah kehidupan yang membuat kita dilahirkan ke dalam keluarga Allah yang suci. Maka dari itu, setiap orang Kristen memiliki dua macam dasar kelahiran yaitu: kelahiran secara alamiah dan secara rohani. Inilah arti "dilahirkan kembali".

3. Perjanjian (Atonement)/Pendamaian

Kata "Atone" berarti "menjadi satu" (Atone) dengan yang lain (atonement). Kata ini memiliki arti persetujuan dan pendamaian sebagai hasil pembenaran dari kesalahan.

Dosa merupakan kesalahan terhadap Allah, maka dari itu dosa memisahkan dan "mengasingkan" kita dari Allah. Kita perlu "didamaikan" atau "dipulihkan dalam persekutuan dengan Allah.

Satu-satunya jalan agar dosa itu tak membawa akibat buruk terhadap hidup kita adalah dengan cara pembenaran (memperhitungkan orang berdosa sebagai orang benar). Pembenaran bukanlah suatu tindakan (seperti yang disangka beberapa orang) pengabaian dosa atau dengan membutakan diri atas pelanggaran. Allah yang suci dan adil tidak akan pernah mengabaikan dosa.

Dosa bisa dibatalkan, ditutupi atau disingkirkan hanya bila hukumannya sudah dibayar. Hanya dengan cara itulah keadilan dapat ditegakkan dan dosa dihapuskan. Apabila hukuman dosa sudah dibayar, barulah persekutuan yang indah dengan Allah dapat dipulihkan.

Hukuman dosa adalah maut, Yesus dengan kasih karunia dan kemurahanNya, membayar hukuman dosa kita ketika Ia mati di atas kayu salib. Dengan cara demikian, dapat kita katakan bahwa darah Yesus telah membatalkan dan menutupi dosa kita. ("Pembatalan" berarti tidak lagi mempunyai pengaruh) Perjanjian, adalah tindakan Allah - melalui kematian Kristus dimana lewat kematianNya, persekutuan kita dengan Allah dapat dipulihkan. Kita dijadikan "satu" dengan Allah.

4. Kebenaran

Kata ini menunjukan sifat Allah. Allah selalu benar di dalam pemikiran, perbuatan-perbuatan dan kata-kataNya - bahkan dalam sikap dan tindakan-tindakanNya. Dia adalah Allah yang tidak memiliki kesalahan, baik dan selalu benar dalam segala sesuatu.

Ini adalah standar "kebenaran" dari hukum yang ada. Apapun yang tidak benar berarti jahat, buruk dan salah - pendek kata adalah dosa. Untuk alasan ini, manusia berdosa tidak pernah dapat menghadap Hadirat Allah yang suci. Kebenaran dan ketidak benaran selalu saling berlawanan sepanjang masa. Tidak ada landasan bagi persekutuan antara Allah dengan manusia.

Karena hal itu, Allah mengirim AnakNya untuk "mendamaikan" dosa kita. Saat kita menerima Kristus sebagai Juruselamat dalam hati kita, dosa kita ditutupi dan dibatalkan. Allah tidak lagi memandang kita melalui dosa kita, tetapi melalui kebenaran yang ada di dalam AnakNya. Bukan saja Dia berada di dalam kita, tetapi kita di dalam Dia.

Inilah yang disebut kebenaran yang "dilimpahkan". Kata "dilimpahkan" bersifat sah, bukan pemberian yang melanggar hukum. Kata tersebut mempunyai arti, kita mempunyai sesuatu karena pemberian seseorang untuk kita gunakan. Apa yang dulunya milik orang tersebut, kini menjadi milik kita juga. Kedudukan dan semua miliknya menjadi kedudukan dan milik kita juga. Ini adalah kepemilikan bersama.

Kebenaran yang dimiliki Yesus juga kita miliki. Tempat Yesus di sebelah kanan Allah Bapa juga menjadi tempat kita (lihat Ef 1:20-22; 2:4-6).

Selain kebenaran yang "dilimpahkan" itu menjadi milik kita, ada juga kebenaran yang "ditanamkan". "Ditanam" berarti meletakkan sesuatu di dalam sesuatu. Waktu kita menjadi orang Kristen, ada sesuatu yang "diletakkan" di dalam hidup kita. Bukan hanya kita "di dalam Kristus" secara logika tetapi Kristus "di dalam hidup kita" secara pribadi dan nyata.

Di dalam menerima Yesus, kita juga menerima keadaanNya yang suci dan benar. Kita memiliki keadaan alamiah yang baru - suatu sumber kekuatan baru yang memancar dari dalam - dimana dengan kekuatan tersebut kita kini dapat memulai satu kehidupan yang "benar".

"Manusia lama" kita mati bersama Yesus di atas kayu salib, sehingga kita memiliki hak dan kebebasan untuk menyatakan "bentuk baru" kita.

5. Pembenaran

"Membenarkan berarti membuat benar di hadapan hukum, dan dengan sendirinya berarti membebaskan dari kesalahan dan hukuman.

"Menghukum" berarti menyatakan seseorang itu bersalah di hadapan hukum. Dosa berarti melanggar hukum-hukum Allah. Karena itu semua orang yang berdosa adalah orang yang bersalah di hadapan Tuhan. Hukuman bagi dosa adalah maut. Tuntutan hukum tak akan terpenuhi sebelum hukuman dosa itu dijalankan. "Keadilan" tidak dapat meniadakan suatu dosa begitu saja seakan-akan tidak pernah terjadi.

Di dalam rencana Allah, penyelamatan, kemurahan dan keadilan dapat berjalan seiring hanya dengan satu cara saja, yaitu: Sang Hakim (Allah) bukan hanya menjatuhkan hukuman, tetapi sekaligus membayar hukumannya (Kematian Kristus) sendiri. Pihak yang bersalah sekarang telah "dibenarkan" di hadapan hukum.

Orang berdosa dapat bebas sekarang, karena Hakim yang mengadilinya bukan hanya adil (dimana Sang Hakim menerapkan hukum dengan adilnya), tetapi juga penuh kemurahan (Sang Hakim menimpakan hukuman tersebut pada diriNya sendiri, hukuman yang sebenarnya harus dijatuhkan pada orang berdosa).

Inilah yang sudah dilakukan Allah bagi kita di dalam kematian Kristus di kayu salib. Dosa sudah diadili. Hukumannya sudah terbayar. Kita diampuni dan dibebaskan ! Kita sudah DIBENARKAN.

Bab 4
Penyelamatan Kita
Yang Agung

Pendahuluan

"Bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu ?" (Ibr 2:3 smf).

Anda mungkin tidak tertarik dengan keselamatan agung yang anda terima, tapi para nabi dan malaikat-malaikat tertarik sekali pada keselamatan yang anda terima itu.

Nabi-nabi pada zaman Perjanjian Lama sangat tertarik pada rencana Penyelamat Agung bagi umat manusia yang dirancang oleh Allah. Mereka ingin mengetahui, serinci-rincinya rencana Allah bagi manusia itu. Mereka ingin sekali mengetahui bagaimana rencana penyelamatan itu lalu diteguhkan lewat kebangkitanNya. Mereka tidak tahu bagaimana cara Yesus mengalahkan dosa, setan dan kubur itu.

Bukan hanya para nabi saja yang ingin tahu tentang keselamatan yang dinyatakan pada kita saat ini. Para MALAIKAT sendiri sangat ingin mengerti rencana Allah yang diperuntukkan hanya bagi anda !

Penyelamatan ini tidak untuk nabi-nabi zaman Perjanjian Lama (bahkan para MALAIKAT pun tidak termasuk); rencana itu diperuntukkan hanya bagi anda !

Rasul Petrus menyatakan hal tersebut lewat kata-kata di bawah ini:

"Para nabi menyelidiki dengan seksama dan mencoba untuk belajar mengenai pemberian keselamatan. Roh Kristus berada pada para nabi tersebut, dan RohNya memberitahu mereka mengenai sengsara yang akan dialami Kristus dan juga kemuliaan yang akan mengikutiNya.."

"Para nabi itu ingin mengetahui kapan dan untuk siapa semua itu terjadi, lalu mereka melihat bahwa rahasia tersebut tidak akan terungkap di masa mereka hidup, tetapi mereka tetap berbicara mengenai kasih karunia yang akan kita terima."

"Ya, keselamatan itu bagi kita di zaman kita, dan kita menerima kabar baik keselamatan dari para pengkhotbah yang digerakkan adalah sangat luar biasa, bahkan para malaikatpun sangat ingin mengetahuinya !" (1 Ptr 1:10-12 smf).

Para nabi dalam perjanjian Lama dengan rela akan menyerahkan segala sesuatu yang mereka miliki hanya untuk mengetahui apa yang dikatakan Alkitab tentang rencana penyelamatan Allah bagi anda yang luar biasa itu !

Jadi kalau kita tidak mengetahui atau kurang mengerti betapa besarnya kekayaan yang kita dapatkan dari keselamatan, ketidaktahuan itu akan sama membuat kita tinggal dalam perbudakan dan kemiskinan roh.

Supaya hal ini tidak terjadi, Allah Bapa mengirim Roh KudusNya sendiri untuk mengajar kita siapa kita sebenarnya - dan apa yang sudah Allah Bapa berikan dan rencanakan bagi ".. . kita telah menerima Roh Allah supaya kita tahu dan mengerti apa yang sudah diberikanNya pada kita secara cuma-cuma" (1 Kor 2:12).

Banyak orang Kristen berdoa dengan sungguh-sungguh meminta hal-hal yang sebenarnya sudah diberikan pada mereka. Saya sendiri pernah melakukannya selama bertahun-tahun.

Jika anda berdoa meminta sesuatu yang sudah diberikan maka anda membuang-buang waktu anda habis.

Roh Kudus diberikan pada anda supaya anda tahu apa yang telah Allah berikan pada anda di dalam Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus.

Maka dari itu, mari kita belajar dengan seksama tentang peran penting yang dilakukan oleh keselamatan kita di dalam rencana besar Allah sepanjang zaman ini

A. KEADAAN DARI DOSA

Masalah pertama yang harus dipecahkan oleh "keselamatan agung yang kita terima adalah pertanyaan tentang dosa. Dosalah yang memisahkan kita dari kehendak dan rencana suci Allah di dalam hidup kita.

Kita harus lebih dahulu mengerti mengapa kita disebut orang berdosa dan mengapa kita dapat berbuat dosa, apabila kita ingin terus memahami keagungan dari keselamatan yang kita terima.

Maka ada dua pertanyaan yang timbul tentang dosa :

Para pakar Alkitab dan ahli theologia sudah memperdebatkannya selama berabad-abad. Kebanyakaan orang tidak dapat dengan segera menjawabnya karena mereka sendiri tidak yakin tentang hal tersebut. Tetapi, pertanyaan sepenting ini, harus ditemukan jawabannya dari dalam Alkitab.

1. Dosa Masuk Ke Dunia Melalui Satu Orang

Kunci untuk mengerti perbedaan antara dosa dan pelaku dosa dapat ditemukan dalam kitab Roma pasal kelima. Rasul Paulus membicarakan tentang asal usul dosa dan bagaimana dosa mempengaruhi setiap dari kita. Perhatikan apa yang dikatakan rasul Paulus:

"Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang - Adam, dan dari dosa itu timbullah kematian. Akibatnya, kematian menjalar pada seluruh umat manusia, sebab (di dalam Adam) semua orang sudah berdosa" (Rm 5:12 smf).

Kata "dunia" sama dengan kata yang ada di dalam Yohanes 3:16: "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini ..."

Kata "dunia" tadi berasal dari kata Yunani "kosmos" dan berarti umat manusia. Rasul Paulus berkata, sebagai kepala umat manusia, Adam menulari seluruh umat manusia dengan dosanya sendiri. Penularan ini, berakibatkan kematian baik secara jasmani maupun rohani.

Rasul Paulus menjelaskan kebenaran tersebut sebagai berikut:

Dari Adam sampai Musa tidak ada seorangpun dijatuhi hukuman karena dosa-dosanya, sebab hukum Taurat belum diberikan. Tetapi mereka tetap mati, tetapi kematian tersebut bukan akibat langsung dari dosa mereka sebab belum ada hukum. "... tetapi dimana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran" (Rm 4:15).

Jadi, menurut Rasul Paulus, kematian itu tentunya berasal dari dosa Adam. Kita semua "ada di dalam Adam" saat ia tidak mentaati Allah. Karena itu, kita menanggung hukuman dosa sebab kita termasuk dalam umat manusia keturunan Adam.

Inilah penuturan rasul Paulus sendiri tentang dosa :

"Dosa sudah ada di dalam dunia sebelum hukum Taurat Musa diberikan, jadi tak seorangpun dinyatakan bersalah tanpa adanya hukum tersebut, meskipun demikian, semua manusia mati pada masa itu meskipun mereka tidak melakukan dosa seperti yang dilakukan Adam ... karena dosa seseorang manusia [Adam] maut memerintah atas umat manusia ... Karena satu orang tidak mentaati Allah, banyak orang menjadi berdosa ..." (Rm 5:13,14,17,19 smf).

a. Wabah Yang Mematikan. Kita akan melihat sebuah contoh supaya dapat lebih mengerti. Ada suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan, menyebar sangat cepat dimulai dari Afrika sampai di dunia Barat yang disebut AIDS. (Para dokter menyebutnya Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Seperti yang anda ketahui, luka dan goresan pada kulit dapat menjadi jalan masuk kuman-kuman ke dalam darah dan daging sehingga mengakibatkan infeksi dan penyakit yang fatal.

Secara normal, tubuh anda dapat menolak penyakit dan infeksi yang masuk ke dalam tubuh melalui kuman-kuman, itu dapat terjadi sebab anda memiliki sistem kekebalan (immune system).

Jika anda mengidap AIDS, sistem kekebalan tubuh anda berhenti bekerja - dan bersama berlalunya waktu, segala luka-luka, penyakit, infeksi memasuki setiap bagian tubuh anda, lalu dalam beberapa tahun anda akan meninggal.

Tetapi tahukah anda, apa yang paling mengerikan dari AIDS ? Jika orang tua anda mengidap AIDS, anda akan terinfeksi AIDS di dalam rahim ibu anda. Anda akan lahir bersama AIDS di dalam tubuh anda - ANDA AKAN MATI JUGA karenanya, dalam waktu yang sangat singkat.

Dosa sama seperti itu ! Manusia pertama yang hidup kakek moyang kita ADAM telah berdosa. Dosa tidak hanya menjangkiti Adam, tetapi juga seluruh keturunannya. Anda dan saya lahir dengan mengidap dosa kita akan mati rohani dan jasmani jika tidak ada orang yang mampu melakukan mujizat dan penyelamatan bagi kita.

2. Di Dalam Adam Semua Berdosa dan Mati

Kebenaran sudah sangat jelas: kita dilahirkan sebagai orang berdosa karena dosa Adam. Lepas dari dosa yang kita lakukan sendiri, kita tetap merupakan pewaris-pewaris dosa Adam dan keberadaannya yang berdosa.

Sekalipun kita tidak berbuat dosa, kita tetap orang berdosa, di bawah hukuman maut.

"Karena pelanggaran satu orang, penghakiman datang atas semua orang" (Rm 5:18). "Maut datang melalui seorang manusia ... di dalam Adam semua mati ..." (1 Kor 15:21,22 TL).

Di dalam Adam kita semua berdosa; dan di dalam Adam kita semua mati. Konsep atau gagasan mengenai "di dalam Adam" sangat penting untuk dimengerti.

Seperti yang akan kita lihat, hal yang sama terjadi dalam gagasan atau konsep antara hubungan kita dengan Tuhan yaitu "di dalam Kristus", suatu kebenaran yang akan membuat kita mengerti tentang keselamatan agung yang kita terima.

a. Contoh Dari Alam. Gagasan tentang "di dalam yang lain" dapat juga kita lihat contohnya dari alam.

Untuk menghasilkan beras yang lebih baik mutunya, para pakar pertanian menyinari benih padi dengan suatu sinar yang berenergi tinggi. Radiasi semacam ini mampu merubah kondisi genetika benih padi tersebut.

Dengan radiasi energi tinggi ini, keadaan alami benih tersebut akan berubah, juga cara benih itu tumbuh dan bertahan hidup akan berubah.

Kebanyakan, perubahan melalui radiasi genetika (sel-sel keturunan) akan merugikan dan merusak, tetapi kadang-kadang perubahan tersebut justru menjadi bentuk yang lebih baik dari aslinya. Hasil penyinaran radiasi baru dapat diketahui hasilnya bila benih itu di tanam kemudian melihat hasil panennya (lebih baik atau lebih buruk).

Satu benih yang ditanam ini akan menghasilkan satu ikat tanaman berisi benih-benih serupa yang membawa perubahan genetika di dalamnya seperti pada benih induknya entah itu baik atau buruk. Akankah perubahan genetika pada benih-benih tersebut menghasilkan sesuatu yang lebih baik, akan dapat dilihat pada generasi benih padi yang berikutnya lagi.

Selagi benih padi itu ditanam, dan ditanam lagi, maka akan datang tahun-tahun yang penuh panenan besar padi berkualitas tinggi. Setiap tanaman memiliki karakter dan kualitas seperti yang sudah "tersusun" pada benih pertama tadi.

Jika perubahan genetik tersebut menghasilkan jenis yang lebih baik, akan didapat panenan beras berkualitas tinggi. Dari manakah panenan berkualitas tinggi itu semua? Itu semua berasal dari benih pertama tadi ! Hasil panenan berkualitas tinggi tersebut semua berasal dari "dalam satu benih tadi".

Hal yang sama akan terjadi bila panenan itu ternyata hasilnya buruk. Di dalam benih yang buruk itu terkandung potensi hasil panenan yang berkualitas rendah. Hasil radiasi tersebut diteruskan pada generasi selanjutnya.

Radiasi yang berakibat buruk itu tidak lagi diperlukan untuk mencemari generasi berikutnya, sebab keadaan benih tersebut sudah berubah dan akan merubah seluruh generasinya di masa depan !

b. Di Dalam Tubuh Adam. Sekarang kita dapat mengerti dengan lebih baik apa yang dimaksudkan rasul Paulus ketika ia menuliskan: "di dalam Adam" kita dibuat menjadi orang berdosa. Waktu Adam berbuat dosa, kita berada di dalam tubuh Adam.

Benih darimana kita berasal, berada [di dalam] Adam dari awal mulanya. Lalu apa yang terjadi dengan anda dan saya (yang ada di dalam Adam itu) ketika Adam berbuat dosa ? Kita menjadi sama dengan dia yaitu menjadi orang-orang berdosa ! "Karena pelanggaran satu orang, penghakiman jatuh atas semua orang" (Rm 5:18).

Daud mengaku bahwa ia dilahirkan sebagai seorang berdosa. Dia dibuat menjadi seorang berdosa, seperti umat manusia lainnya yang berada di dalam Adam.

Daud mengetahui bahwa ia membutuhkan hati yang bersih dan roh yang baru, bukan hanya karena dosa-dosa yang diperbuatnya, tetapi karena keadaannya yang sudah berdosa sejak lahir.

Ya, seperti Daud, kita semua dilahirkan berdosa sebab kita semua berada di dalam Adam. Kita berdosa karena kita memiliki tabiat dosa. Dosa telah menunjukkan dirinya sejak usia yang sangat dini dalam kehidupan seseorang.

Kita para orang tua dapat melihat hal tersebut di dalam anak-anak kita. Kita tidak perlu mengajarkan mereka untuk berbuat dosa; Mereka dengan sendirinya melakukan dosa yang tabiatnya diwarisi dari para orang tua. Dengan cepat mereka belajar cara mendapatkan keinginannya dengan jalan yang tidak benar.

Kalau kehendak mereka ditentang, sifat dosa anak-anak yang masih kecil itu menjadi semakin keras suaranya dan semakin kuat tenaganya. Sifat dosa yang ada di dalam mereka kelihatan tumbuh lebih cepat daripada tubuh mereka.

Mengapa begitu? Ini karena kita sekalian mengikuti jejak kakek moyang kita, ADAM.

"Ketika Adam berdosa, banyak [semua keturunannya] menjadi orang-orang berdosa" (Rm 5:19). Kita semua berada di dalam Adam dari awal mulanya.

3. Orang Berdosa Sejak Lahir

Juga benar bahwa anda disebut sebagai orang berdosa karena anda telah berbuat dosa.

Ya, kita berdosa sejak lahir. Kita telah membuktikannya dengan banyaknya dan berulang-ulang kita melakukan dosa. Paulus menjelaskannya dengan tegas Bahwa: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak ... semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Rm 3:10,23).

Jika ada seseorang bertanya kepada kita, "Apakah kita melakukan perbuatan dosa karena kita orang-orang berdosa ?" Kita seharusnya mengatakan "ya".

Dan jika mereka bertanya lagi,"Apakah kita menjadi orang berdosa karena melakukan perbuatan dosa ?" Kita harus berkata "ya" lagi.

Keduanya benar, bukan salah satunya saja.

Kita dilahirkan sebagai orang berdosa, dan banyak orang telah membuktikannya dengan banyaknya dosa yang mereka lakukan. Kita akan dihakimi sebagai orang berdosa karena dua hal pertama karena kakek moyang (Adam) kita orang berdosa dan kedua karena dosa-dosa yang kita lakukan sendiri. Dua hal tersebut seperti dua sisi pada satu mata uang.

Ya, kita semua dilahirkan sebagai orang berdosa. Tetapi masih begitu banyak orang yang merasa dirinya rohani belum dapat melihat bahwa mereka membutuhkan keselamatan, sebab mereka menganggap dirinya bukan orang berdosa.

Mereka merasa telah hidup sebagai orang baik, dan jujur. Mereka selalu datang ke gereja atau kuil-kuil secara teratur, bahkan juga menyumbangkan uangnya bagi kegiatan kerohanian. Mereka membayar rekening-rekening mereka, tidak pernah mabuk-mabukan, atau berkata-kata kotor. Mereka selalu berusaha mentaati Sepuluh Perintah Allah. Mereka percaya bahwa dengan cara itu, mereka dapat masuk sorga ialah dengan melakukan kebenaran mereka sendiri.

Semua itu adalah suatu kesalahan besar, kesalahan yang mematikan ! Kita semua adalah orang-orang berdosa dua kali baik karena keturunan maupun dari perbuatan. Hal ini merupakan fakta sejarah dan fakta kehidupan.

Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan diri kita sendiri. Perbuatan baik bagaimanapun juga tidak dapat merubah keadaan kita yang penuh dosa atau membatalkan hukuman kita karena dosa itu.

Kitab Suci mencatat bahwa "perbuatan baik kita yang terbaik sekalipun sama seperti kain kotor" (Yes 64:6 TL). Kita tidak dapat mengharapkan "perbuatan baik" kita untuk menutup dosa kita.

Di bawah sinar kesucian Allah yang cemerlang itu, kita hanya tampak sebagai orang-orang berdosa. Harapan kita tidak terletak pada kebaikan kita sendiri tetapi semata-mata pada kemurahan Allah. Kita harus tahu bahwa kita sakit dan menuju kematian oleh dosa-dosa yang kita warisi dari Adam juga dari perbuatan kita sendiri, sebelum kita menerima pemulihan dari Allah !

B. HUKUMAN DOSA

Kita sudah melihat bahwa dosa bersifat universal, artinya setiap orang, dimana saja adalah seorang berdosa ! Hukuman dosa juga bersifat universal. Setiap orang akan terhukum mati karena dosa-dosanya. "Semua orang telah jatuh ke dalam dosa ... hukuman dosa adalah maut" (Rm 3:23; 6:23 TL).

1. Menghadapi Hukuman Mati

Alkitab menggambarkan bahwa setiap orang seperti "menunggu giliran" untuk dihukum mati. Lepas dari kemurahan Allah, tak seorangpun terkecuali. Kita semua menghadapi tujuan kegelapan yang sama; Kematian !

Hukuman dosa tetap sama sejak awal mulanya. Allah telah memperingatkan Adam dan Hawa dengan sangat jelas dan pasti bahwa ketidaktaatan berarti kematian.

"Tetapi dari pohon itu, jangan kau makan buahnya ... sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati" (Kej 2:17).

Nabi Yehezkiel menegaskan lebih jauh mengenai hukuman dosa dengan kata-kata yang sederhana namun kuat penekanannya: "Jiwa orang-orang yang berdosa harus mati" (Yeh 18:4,20 TL).

Tak dapat diterangkan lebih jelas lagi, bahwa upah dosa adalah maut. Kita menjadi orang berdosa karena nenek moyang kita, juga karena perbuatan kita sendiri. Kita juga telah lebih sering memilih jalan kita sendiri daripada jalan Allah. "Kita semua sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri" (Yes 53:6).

Apa yang akan terjadi bila kita memilih jalan dan pikiran kita sendiri ?

"Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut" (Ams 14:12 niv).

Jalan manusia adalah jalan buntu ! Tidak ada jalan lain. Yesus berkata, "Akulah jalan, kebenaran dan hidup, tak seorangpun datang kepada Bapa selain melalui Aku" (Yoh 14:6 TL).

Kehendak dan jalan hidup Allah berpusat di dalam AnakNya, jalan lain hanya memimpin kepada kematian. Apabila kita tidak mentaati Allah, dan memilih jalan kita sendiri, kita akan memilih jalan yang mengarah jatuh pada kehancuran.

Dosa dapat diartikan sebagai melawan kehendak dan jalan Allah lalu memilih jalan kita sendiri.

Ketidaktaatan hanya mengarah pada kematian. Inilah sebabnya semua orang berdosa dijatuhi hukuman mati. Kita semua telah dengan sengaja memilih jalan yang salah.

Semua itu bermula "di dalam Adam" ketika ia memilih untuk tidak mentaati Allah. Kita bukan hanya korban dari pilihan Adam, tetapi juga karena kita telah mengembangkan pilihan itu dengan melakukan tindakan kita sendiri yang melawan Allah. Di luar kemurahan dan kasih karunia Allah kita terlantar di dalam dunia ini tanpa harapan. kematian adalah jalan yang kita tuju !

C. LAWATAN ALLAH ATAS ORANG BERDOSA

Setiap orang berdosa tidak memiliki Allah dan tidak memiliki harapan di dunia ini, yang ada hanya kelamnya keputus asaan. Tetapi justru pada kekelaman itu sinar kasih Allah yang cemerlang telah bersinar.

Alkitab mengatakan bahwa, "Di mana dosa memuncak di situ juga kasih karunia Allah dinyatakan dengan melimpah" (Rm 5:20 TL).

Kita sangat bersyukur bahwa ayat yang menyatakan "upah dosa adalah maut ..." memiliki bagian kedua yang mengandung berita harapan dan kasih, yaitu: "... tetapi pemberian Allah adalah hidup yang kekal melalui Tuhan kita Yesus Kristus" (Rm 6:23).

1. Hidup Yang kekal: Pemberian Dari Kasih Allah

Kita dapat mengetahui pemberian Allah yang luar biasa ini dari ayat yang sangat terkenal di dalam Injil Yohanes.

"Karena begitu besar kasih Allah pada dunia [orang-orang berdosa] sehingga Dia berikan AnakNya yang tunggal, supaya barangsiapa percaya padaNya tidak akan binasa (mati) tetapi akan menerima hidup yang kekal" (Yoh 3:16 TL).

a. Definisi Dari Pemberian (Karunia). Definisi kata pemberian mengandung tiga bagian penting. Tiga unsur tersebut adalah:

  1. Suatu tawaran / Ada penawaran
  2. Diterimanya tawaran tersebut / Ada penerimaan
  3. Tanpa pembayaran apapun

Suatu pemberian (karunia) adalah sesuatu yang ditawarkan dengan cuma-cuma dan diterima tanpa ada sedikitpun pemikiran untuk membayarnya.

b. Allah Memberikan TawaranNya. Allah memberikan tawaranNya ketika Ia memberikan AnakNya bagi kita. Tetapi, penawaranNya belumlah merupakan suatu pemberian sebelum tawaran tersebut diterima.

Anda tentu ingat bahwa "Yesus datang pada milik kepunyaanNya, tetapi mereka tak mengenalNya" (Yoh 1:11).

Karena orang-orang Yahudi yang hidup pada masa Yesus menolak untuk menerima Dia, maka mereka tidak menerima keuntungan dan berkat dari tawaran Allah.

"Semua orang yang menerimaNya, diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah" (Yoh 1:12).

c. Keselamatan: Pemberian (karunia) Yang Diberikan Secara Cuma-cuma. Pemberian adalah sesuatu yang ditawarkan dengan cuma-cuma. Tidak ada pembayaran yang terlibat di dalamnya, jika ada maka bukan lagi "pemberian" tetapi "pembelian" atau sesuatu yang sudah dibeli.

Pemberian keselamatan oleh Allah diberikan secara cuma-cuma. Allah tidak pernah menawarkan sesuatu yang harus kita beli Dia selalu menawarkan sebuah pemberian.

"Semua orang sudah jatuh ke dalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, tetapi setiap orang dapat diperdamaikan dengan Allah karena pemberian kasih karuniaNya ... melalui Yesus Kristus" (Rm 3:23,24 TL).

Beberapa orang tidak benar-benar mengerti bahwa keselamatan diberikan secara cuma-cuma. Karena itu mereka berusaha untuk merubah pemberian tersebut menjadi pembelian dengan cara mereka sendiri menurut cara mereka sendiri.

Di kawasan Asia Tenggara, ada sekelompok orang yang mencoba menarik perhatian Allah dengan cara yang sangat ekstrim. Mereka biasa disebut "flagelis".

Pada hari Jumat Agung sebelum Paskah, mereka mencambuki punggung mereka hingga berdarah, bahkan ada yang benar-benar memaku tangan mereka pada sebuah salib.

Mengapa orang-orang itu melakukan hal-hal yang mengerikan atas nama kekristenan ? Itu karena mereka tidak mengerti bahwa keselamatan yang mereka terima merupakan suatu pemberian. Kehidupan kekal adalah pemberian Allah.

Kita tidak dapat menarik hati Allah dengan mengerjakan atau mengusahakan sesuatu. Kita diselamatkan oleh kasih karunia, bukan oleh "perbuatan baik" (Ef 2:8,9). Jika keselamatan bisa didapat dari perbuatan-perbuatan baik, kita dapat menyombongkan kemampuan kita untuk menyelamatkan diri kita sendiri. "Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah ? Sama sekali tidak ada ! Berdasarkan apa ? Berdasarkan perbuatan ? Tidak, melainkan berdasarkan apa yang telah dilakukan Kristus dan berdasarkan iman kita padaNya" (terjemahan bebas Rm 3:27 tlb).

Keselamatan kita telah "dibayar lunas" di atas Kalvari. Menjelang kematianNya di atas kayu salib, Yesus berkata "Sudah genap [bahasa Yunani = teleo - dibayar lunas]" (Yoh 19:30). Saat itulah, iman kita dilengkapkan (diselesaikan) di dalam pekerjaan Kristus di atas salib. Kristus sudah membayar lunas harga dan hukuman dosa kita lewat kematianNya di salib. Kita tidak dapat menambah ataupun mengurangi sedikitpun korban Kristus. Apa yang sudah Kristus perbuat sudah lengkap dan tuntas terbayar lunas.

Orang-orang di kawasan Asia Tenggara tersebut melakukan upacara keagamaannya dengan sungguh-sungguh. Saya sudah berbicara dengan beberapa orang dari mereka. Tapi mereka tidak peduli. Nyatanya mereka tidak mengerti atau tidak mengetahui keagungan keselamatan yang datang dari Allah.

Mereka ingin diselamatkan, tetapi mereka mencari keselamatan dengan usaha mereka sendiri. Mereka sangat fanatik, tetapi kesungguh-sungguhan dan semangat tidak akan dapat menyelamatkan kita. Kita dapat menjadi bersungguh-sungguh akan sesuatu yang salah pada satu saat dan hal itu merupakan kesalahan yang membawa pada maut.

Rasul Paulus menjelaskan mengenai kefanatikan agama semacam ini di dalam suratnya bagi jemaat Roma :

"Aku tahu kesungguh-sungguhan mereka [orang-orang Yahudi] terhadap Allah, tetapi tidak dilandasi pengetahuan. Mereka tak berpengetahuan dan tidak mengenal kebenaran yang datang dari Allah. mereka mencoba membenarkan diri mereka sendiri dengan cara mereka sendiri. Mereka tidak dapat menerima pembenaran Allah yang melalui iman percaya pada Kristus" (Rm 10:2-4 TL).

Apa yang dapat kita simpulkan ? Apakah orang-orang semacam itu bersungguh-sungguh? Ya. Bersemangat ? Ya. Salahkah mereka? Ya. Terhilangkah mereka ? Ya karena ketidak pedulian mereka !

Tidak mungkin kita dapatkan hak untuk hidup dengan Allah dengan usaha dan perbuatan-perbuatan kita sendiri. Mencoba menyelamatkan diri sendiri, bukanlah jalan Allah untuk mencapai kehidupan kekal.

Keselamatan merupakan suatu pemberian bagi kita, bukan sesuatu yang harus kita beli. keselamatan tidak dapat dibeli dengan apapun perbuatan kita, pekerjaan keselamatan telah dilaksanakan oleh Kristus di atas kayu salib, yang harus kita lakukan hanyalah menerima keselamatan yang ditawarkan dengan cuma-cuma itu. Tidak ada pilihan lain.

Banyak orang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat dan menerima hidup yang kekal. Namun di antaranya ada yang masih juga merasa harus menambah sesuatu untuk melengkapi pekerjaan keselamatan Kristus di atas kayu salib. Mereka mungkin tidak menyiksa diri secara phisik, tetapi mereka menyiksa diri sendiri dengan cara-cara lain.

Mereka bekerja keras untuk menyenangkan hati Allah, tetapi mereka tidak pernah merasa sepenuhnya diterima oleh Allah; mereka selalu berjuang untuk mencapai hasil-hasil yang lebih besar, tetapi malah selalu gagal.

Karena itu mereka dengan keras dan kasar mencambuki diri sendiri dengan perasaan bersalah dan terhukum. Bersungguh-sungguhkah mereka ? Ya. Penuh semangatkah mereka ? Ya. Salahkah mereka ? Ya. Tersesatkah mereka ? Ya ! Mereka belum kehilangan keselamatan yang telah disediakan bagi mereka karena ketidak pedulian mereka!

d. Suatu Pemberian Harus Diterima. Billy Graham (penginjil paling terkenal dalam abad kedua puluh) sekali waktu mengejutkan banyak orang dengan mengatakan: "Salah satu misteri keselamatan ialah: bersamaan dengan masuknya banyak orang jahat ke sorga, banyak orang-orang baik menuju neraka!"

Mengapa orang-orang jahat bisa masuk sorga ? Karena seperti penjahat yang mati di salib di samping Yesus mereka menerima pemberian hidup yang kekal.

1) Penjahat Di Atas Kayu Salib. Ingatkah anda penjahat yang di salib di samping Yesus ? Menjelang saat-saat kematiannya ia berkata: "Ingatlah akan aku apabila Engkau datang sebagai Raja" (Luk 23:42).

Doanya yang sederhana itu penuh dengan iman. Doa itu mengandung semua unsur dari iman yang menyelamatkan. Apa sajakah elemen-elemen itu ?

  1. Dia percaya bahwa Yesuslah Raja (Tuhan)
  2. Dia percaya bahwa Seorang Raja tentu memiliki sebuah kerajaan
  3. Dia minta untuk dilibatkan di dalam kerajaan tersebut

Yesus menjawab: "hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus" (Luk 23:43). Yesus menerima penjahat itu sebab ia menerimaNya sebagai Tuhan dan Raja.

Mengapa banyak orang baik masuk neraka? Sebab mereka menolak pemberian Allah dan mempercayai "perbuatan-perbuatan baik" mereka bisa lebih menolong.

Yesus memperlakukan mereka sama dengan pada orang-orang Parisi yang tampak sangat rohani tetapi sebenarnya juga paling tersesat: "Sesungguhnya, Aku katakan kepadamu, para pemungut cukai dan pelacur akan lebih dulu memasuki Kerajaan Sorga daripada kamu" (Mat 21:31 TL).

Mengapa justru orang-orang jahat masuk ke sorga dan orang-orang Parisi tertinggal ? Orang-orang Parisi adalah orang-orang yang sangat taat beragama; selalu pergi ke tempat ibadah dan membayar perpuluhan, juga berpuasa serta merayakan setiap hari raya keagamaan tanpa kecuali, dan memelihara hari Sabat dengan ketat (Luk 18:9-14).

Mengapa orang Parisi masuk neraka dan para pelacur masuk sorga ? Sebab para pelacur tersebut menerima pemberian Tuhan sedangkan orang Parisi tidak mau menerimanya.

Sebaliknya, orang Parisi berusaha mencari keselamatan dengan cara mereka sendiri yaitu dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang mereka anggap baik dan benar. Jalan Ilahi menuju hidup yang kekal berada tepat di depan mereka, tetapi mereka memilih jalan mereka sendiri.

Rasul Paulus berkata bahwa orang-orang Yahudi dengan kebenaran dirinya sendiri ini akan tidak "takluk pada kebenaran Allah" (Rm 10:3). "Takluk" (tunduk) memiliki arti menerima pemberian Allah berupa keselamatan di dalam Kristus. Bagi banyak dari kita, sulit untuk "takluk" pada apapun juga. Ada sesuatu di dalam diri kita. Yang selalu memberontak pada bentuk kekuasaan apapun bahkan pada Allah yang penuh kasih dan hikmat.

Ralp Mahoney (pendiri Worl Map pelayanan yang mensuplai The Shepherd's Staff = Tongkat Gembala) suatu saat teringat bagaimana Allah bekerja dalam hidupnya pada waktu ia masih seorang remaja yang bangga akan dirinya sendiri :

"Saya sangat heran, bagaimana saya bisa begitu dipenuhi rasa bangga akan diri sendiri dan juga merasa diri paling benar pada waktu itu. Hal yang paling sulit bagi saya adalah menyerah (takluk) pada pemberian kebenaran Allah. Saya kira, pada waktu itu saya mencoba menyelamatkan diri sendiri, lalu membanggakannya pada Tuhan bahwa saya bisa melakukannya !"

"Apa yang sebenarnya yang membuat hati manusia begitu bangga akan diri sendiri dan keras kepala ? Kita lebih memilih mati daripada menerima pemberian kasih karunia Allah yang penuh kelimpahan berupa kebenaran. Akan lebih mudah bagi saya berjalan di atas lutut melintasi benua Amerika daripada berjalan sejauh tiga puluh kaki ke depan lalu merendahkan diri, berlutut di hadapan altar pertobatan.

"Saya bersyukur bahwa Bapa Sorgawi saya sangat bersabar terhadap saya pada tahun-tahun kemudaan saya itu. Pada akhirnya saya menemui jalan buntu dan mulai mencari jalan Allah untuk keluar dari jalan saya. Akhirnya, saya menyerahkan (takluk) hidup saya ke dalam kehendakNya dan menerima pemberianNya, yaitu kehidupan kekal. Saya tak pernah menyesal karena pilihan tersebut!"

D. HATI ALLAH - HATI SEORANG BAPA

Ada kisah yang sangat indah di dalam Perjanjian Lama yang dengan jelas mengilustrasikan bahwa hati Allah adalah hati Seorang Bapa yang penuh kasih. Di dalam cerita ini, Allah tidak hanya menyatakan diriNya sebagai Bapa Pencipta, tetapi juga sebagai Bapa Penebus (yang menebus).

Nabi Yesaya melihat dua sifat Allah tersebut. "Tetapi sekarang, Allah yang telah menciptakan engkau, o Yakub dan Dia yang membentukmu, o Israel, berkata: `Jangan takut, sebab Aku sudah menebusmu. Aku memanggilmu dengan namamu. Engkau adalah kepunyaanKu" (Yes 43:1 TL).

Allah yang menciptakan, adalah juga Allah yang membebaskan, yaitu untuk membeli dan membawa manusia kembali ke dalam rencana Allah yang dibayar oleh hidup Anak tunggal-Nya. Hidup Kristus sudah diberikan, sebagai anak domba yang dikorbankan, untuk membeli dan membawa kita kembali pada Allah untuk penebus kita.

1. Abraham Dan Ishak: Gambar Nubuatan Dari Kasih Yang Menebus

"Beberapa waktu lamanya setelah Allah menguji Abraham, Allah berkata pada Abraham, 'Abraham!' Abraham menjawab, 'Aku di sini, ya Allah', Allah berkata, 'Bawa serta anakmu, anak tunggalmu Ishak yang kamu kasihi dan pergilah ke tanah Moria, persembahkan dia sebagai korban bakaran di salah satu gunung yang akan Kutunjukkan kepadamu."

Maka Abraham bangun pagi-pagi benar dan menyiapkan keledainya dan membawa serta kedua pelayannya dan Ishak anaknya, juga kayu untuk korban bakaran lalu pergi ke tempat yang akan ditunjukkan Allah.

Pada hari ketiga Abraham dapat melihat tempat yang dimaksud Tuhan dari kejauhan, lalu ia berkata pada kedua pelayannya,'tinggallah di sini bersama keledai ini, aku dan anakku ini akan naik ke sana menyembah Tuhan dan segera kembali padamu.' Abraham mengambil api dan pisau dan meletakkan kayu bakar di punggung Ishak lalu pergi bersama.

"Ishak berkata pada Abraham ayahnya, 'Bapa!' Abraham menjawab,'Ya, anakku.' Ishak berkata,'Lihatlah, kita sudah memiliki api dan pisau juga kayu bakar tetapi dimanakah korban bakaran untuk dikorbankan?" (Kej 22:1-7 TL).

Pada kejadian ini, kita akan bertanya-tanya, mengapa Allah meminta seorang manusia untuk menyerahkan anak tunggalnya sebagai korban sembelihan. Ishak, yang berarti "tertawa" adalah bayi yang diliputi keajaiban ketika ia dilahirkan. Pada waktu Ishak dilahirkan baik Abraham maupun Sarah sudah jauh melewati batas umur untuk memiliki seorang anak.

Allah sudah menjanjikan Abraham seorang anak laki-laki, dan Allah sudah memenuhi janjiNya. Abraham telah menanti janji tersebut selama 25 tahun, dan menjadi sangat bersuka cita waktu Ishak dilahirkan. Lalu sekarang, setelah Ishak berumur kira-kira 20 tahun, Allah meminta Abraham mempersembahkan anaknya sebagai korban. Benarkah Allah akan sungguh-sungguh melakukanNya ? Jika ya, mengapa ?

Ada suatu tujuan rohani/ilahi di dalam cerita itu hingga tercantum di dalam Alkitab. Tujuannya adalah menyatakan suatu kebenaran yang sangat penting. Cerita tersebut adalah gambaran nubuatan dari rencana penyelamatan yang akan dilakukan oleh Allah. Allah ingin kita mengerti sepenuhnya bagaimana peranan Allah Bapa dan Allah Anak di dalam menjalankan karya penyelamatan.

a. Ishak Anak yang Taat. Kita semua mengetahui bahwa Ishak adalah anak yang taat. Ishak memiliki sifat yang sama dengan Yesus.

Kayu-kayu bakar untuk korban bakaran ada di punggung Ishak, selagi ia dan ayahnya mendaki gunung. 2000 tahun kemudian Anak tunggal Allah akan membawa salib kayu di punggungNya mendaki gunung lain yaitu Golgota.

Kadang-kadang secara sekilas kita melihat bahwa Abraham memiliki sifat seperti Alah Bapa. Seseorang tentunya hanya bisa mereka-reka perasaan sakit yang ada dalam hatinya, saat ia membawa pisau yang akan menikam anaknya dan api yang akan membakarnya sebagai korban persembahan.

Allah sudah menjanjikan keturunan sebanyak bintang di langit melalui Ishak kepada Abraham. Bagaimana janji tersebut dapat dipenuhi jika Ishak harus mati kecuali jika ada harapan kebangkitan ? Tetapi nyatanya Abraham rela untuk mengorbankan Ishak sebab ia percaya Allah akan membangkitkannya (Ibr 11:17-19).

b. Mereka Berdua Bersama-sama. Ada suatu sentuhan halus yang mengharukan ketika kita membaca kisah ini "mereka berdua berjalan bersama-sama" saling berdampingan dan keduanya tidak berkata apa-apa, seorang bapa yang penuh kasih bersama anaknya dan seorang anak yang penuh kasih bersama bapanya.

Bapa Abraham berjalan dengan langkah-langkah yang penuh iman dan ketaatan, tetapi hatinya menanggung sakit yang luar biasa. Hatinya hanya bisa ditenangkan oleh harapannya di dalam janji Allah.

Akhirnya kesunyian tersebut pecah karena satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Ishak: "dimanakah domba yang akan dipersembahkan?"

Di dalam jawaban Abraham tersembunyi gambaran indah yang menubuatkan rencana penyelamatan Allah:

"Abraham berkata, 'Allah sendiri (sebagai korban) akan menyediakan seekor domba untuk dikorbankan.' Lalu keduanya melanjutkan perjalanan" (Kej 22:8 TL).

Kata "bersama-sama" muncul kedua kalinya di dalam rekaman peristiwa tersebut dan mempunyai arti yang luar biasa. Kata tersebut mengungkapkan kasih di antara keduanya, juga iman dan ketaatan mereka.

Abraham pasti sudah memberitahu Ishak tentang kehendak Allah akan kematian Ishak juga janji Allah tentang hidupnya. Keduanya berkemauan untuk tunduk pada firman Allah. Ishak adalah seorang pemuda yang kuat, dan dapat dengan mudah menolak kehendak bapanya.

Alangkah indahnya kasih Allah yang dinyatakan melalui kejadian ini: seorang bapa dengan rela mengorbankan anak tunggalnya seorang anak yang rela dan tunduk untuk dikorbankan. Kita hanya bisa melihat hal ini dengan rasa terpesona.

Tentu kita sudah mengetahui akhir cerita itu. Pada akhirnya Allah benar-benar menyediakan korban pengganti berupa domba jantan yang tersangkut di semak-semak dekat Abraham. Nyawa Ishak diselamatkan dan Allah membaharui janjiNya pada Abraham. Melalui Ishak akan lahir sebuah bangsa yang sudah ditentukan untuk menjadi berkat bagi bangsa lain di atas muka bumi.

2. Dua Ribu Tahun kemudian: Cerita Yang Sama

Dua ribu tahun kemudian, kita melihat cerita serupa dinyatakan. Hanya kali ini, pada akhir cerita Allah tidak menyelamatkan korban yang sudah rela menyerahkan nyawaNya untuk dipersembahkan.

a. Yesus Anak Yang Dikasihi. Di sini kita membicarakan Anak Alllah yang menyerahkan diriNya sebagai "Anak Domba Allah." Abraham dan Ishak merupakan gambaran yang indah yang mengungkapkan hubungan antara Bapa dan Anak di dalam Allah tritunggal.

Bila sebuah kata atau sebuah konsep yang penting muncul pertama kali di dalam Kitab Suci, maka itu merupakan suatu pola yang dapat diteladani/digunakan untuk masa-masa selanjutnya. Kejadian dimana kata tersebut pertama kali muncul memiliki arti yang khusus.

Dengan patokan tersebut di dalam hati kita, kita perhatikan bahwa pada saat kata "kasih" muncul pertama kalinya di dalam alkitab, kata tersebut berhubungan dengan kasih antara bapa dan anak. Lebih rinci lagi, kasih antara Abraham dan Ishak.

"Ambillah ... anakmu Ishak, yang kamu kasihi ..." (Kej 22:2).

Kata "kasih" dalam Perjanjian Baru pertama kali muncul di dalam Injil-injil sinopsis, dalam kalimat yang sangat kita kenal ini: "Engkau adalah Anak yang Kukasihi, kepadaMu Aku berkenan!" (Mat 3:17; Mrk 1:11; Luk 3:22 TL). Jika Abraham saja begitu mengasihi anak tunggalnya, lebih-lebih lagi Allah mengasihi satusatunya anak, AnakNya yang tunggal !

Injil Yohanes adalah Injil tentang kasih Allah. Ayat mana yang pertama kali menunjukkan tentang kasih Allah yang agung dalam Buku yang khusus ini ? Kalau kita lihat ayat yang mana, kita akan terheranheran dan takjub:

"Karena begitu besar kasih Allah pada dunia ini sehingga Ia memberikan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal!" (Yoh 3:16 TL).

b. Mereka "Berjalan bersama-sama". Ya, Allah Bapa selalu mengasihi Allah Anak, sejak awal mulanya Allah Bapa telah mengasihiNya (Yoh 17:24). Sungguh, anda bisa lihat bagaimana Mereka saling mengasihi ! Tapi kita juga dilibatkan di dalam kasih itu juga. Yesus berkata bahwa Allah Bapa mengasihi kita seperti AnakNya sendiri (Yoh 17:23).

Sebelum dunia diciptakan, Anak Domba Allah telah disembelih (Why 13:8).

Mungkin hal ini jauh di luar jangkauan pikiran kita, tetapi Allah Bapa dan Allah Anak telah merencanakan keselamatan bagi kita dengan penuh kasih bahkan sebelum dunia diciptakan. Mereka "berjalan bersama-sama" di dalam kasih bagi anda dan saya.

Lebih dari itu, mereka "mengerjakan" keselamatan bersama-sama di atas salib.

Banyak dari kita memiliki anggapan yang salah bahwa Allah Bapa memisahkan diri dari AnakNya pada waktu penyaliban di mana Yesus "ditinggalkan sendiri". Itu adalah kenyataan, Allah yang suci tidak dapat melihat/memandang dosa dan Kristus mengambil alih dosa kita dan mati di atas kayu salib.

"Allah Bapa membuat AnakNya yang tidak pernah mengenal dosa menjadi berdosa bagi kita supaya di dalam Dia kita dibenarkan di hadapan Allah" (2 Kor 5:21 TL).

Tetapi bukan berarti Allah Bapa tidak merasakan sakit yang dirasakan AnakNya yang mengalami sengsara di kayu salib.

Ketika Anak Allah yang murni, suci, tak berdosa mengambil alih dosa kita, ada sesuatu yang mengerikan terjadi. Untuk pertama kalinya sejak awal mula segala sesuatu, persekutuan Yesus dengan Allah BapaNya terputus !

Dosa memecahkan persekutuan. "yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu ..." (Yes 50:2).

Kematian rohani adalah perpisahan dengan Allah. Sebagai Anak Manusia, Dia membayar lunas hukuman dosa kita, seorang diri di atas kayu salib.

Tetapi Allah Bapa juga merasakan sakitnya hukuman dosa secara penuh. Ketika persekutuan itu diputuskan, kedua belah pihak merasakan sakit yang luar biasa itu. KeduaNya menempuh jalan yang penuh sengsara itu bersama-sama sampai pada akhirnya.

Rasul Paulus sudah menangkap arti yang terkandung dalam kebenaran yang menyedihkan sekaligus indah ini. Di dalam kata-katanya kepada jemaat di gereja Korintus :

"Allah Bapa secara pribadi menyatakan DiriNya di dalam Kristus mendamaikan dunia dengan diriNya. Dia tidak lagi memperhitungkan dosa-dosa manusia" (2 Kor 5:19 smf).

Ini semua adalah bagian dari misteri ketritunggalan Allah yang suci. Yesus berkata,"Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku" (Yoh 14:10,11).

Ketika Yesus dilahirkan dari seorang perawan, kita tahu di dalam Matius 1:23 bahwa "mereka akan menamakan Dia `Imanuel' yang berarti `Allah beserta kita'". Pada waktu Yohanes Pembaptis melihat Yesus, ia berkata, "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" (Yoh 1:29).

c. "Aku Akan Mati Menggantikan Mereka". Kita ingat apa yang Abraham katakan pada Ishak,"Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagiNya, anakku" (Kej 22:8). Allah turun dari sorga di dalam Kristus, berjubah kemanusiaan dan menyediakan diriNya sebagai "... Anak domba Allah yang menanggung dosa seisi dunia."

Kata-kata nubuatan ini mengungkapkan kasih Allah secara pribadi pada kita. Allah menyediakan "diriNya" sebagai domba korban bagi dosa kita. Allah membuat diriNya bertanggung jawab atas keselamatan kita.

Allah yang kudus dan benar. "... orang yang berbuat dosa. itu yang harus mati" (Yeh 18:4).

Dengan itu, Hakim seluruh bumi membinasakan seluruh umat manusia. Tetapi hanya dengan itulah keadilan dapat ditegakkan.

Namun, Sang Pencipta alam semesta yang perkasa dan Hakim seluruh umat manusia adalah juga Bapa Penebus. Dia memandang dunia yang penuh dosa ini dengan kasih, dan membuat keputusan terindah meskipun menyakitkan :

"Aku akan mati menggantikan mereka, Aku akan membayar harganya agar keadilan tetap ditegakan supaya mereka tetap hidup. Aku sangat mengasihi mereka!"

Itulah yang dilakukan Allah. Dia berada di dalam Kristus Yesus dan mendamaikan dunia dengan diriNya sendiri (2 Kor 5:19). Di dalam AnakNya, Allah mengumpulkan seluruh umat manusia dan mati di atas kayu salib. Maka sekarang surat rasul Paulus akan menjadi lebih hidup dengan arti sangat dalam :

"Karena dosa satu orang saja (dosa Adam) hukuman dosa jatuh ke atas seluruh umat manusia."

"Dengan cara yang sama pula, melalui kebenaran satu orang (kebenaran Kristus), pemberian cuma-cuma berupa kehidupan diberikan pada setiap orang. Mereka semua dibenarkan oleh Allah melalui Kristus."

"Karena ketidaktaatan satu orang (ketidaktaatan Adam) seluruh umat manusia menjadi berdosa. tetapi karena ketaatan satu orang (ketaatan Kristus), banyak orang dibenarkan ..."

"Dosa berkuasa melalui maut, kasih karunia berkuasa dengan membenarkan kita di dalam Yesus Kristus Tuhan kita, maka kita akan hidup selamanya" (Rm 5:18,19,21 TL).

Segala puji bagi Allah kita karena kasih karunia dan kemurahanNya di dalam Kritus Yesus!

E. HARI INI ADALAH HARI PENYELAMATAN

Ini bukan berarti semua orang diselamatkan tanpa datang secara pribadi pada Kristus untuk mendapatkan pemberianNya yaitu keselamatan. Kita ingat bahwa suatu pemberian bukanlah merupakan suatu pemberian sebelum diterima.

Kita mengetahui dari Roma 5:17 bahwa kita harus "menerima" pemberian Allah yang penuh kasih karunia di dalam Yesus secara pribadi ! Jika pemberian ini tidak diterima pemberian itu tidak akan berfaedah bagi kita. Hanya mereka yang menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat akan menikmati kehidupan kekal.

"Dengarkanlah ! SEKARANGLAH waktunya. lihatlah, hari ini adalah hari keselamatan" (2 Kor 6:2 TL). Allah memanggil anda hari ini untuk satu perkara: terima AnakNya sebagai Juruselamat anda. Tidak ada hal lain yang lebih berarti dari itu.

Charles Wesley menulis sebuah lagu yang indah, "Nothing in my hand I bring, only to Thy cross I cling." (aku tidak mempunyai apa-apa untuk kubawa, hanya salibMu saja yang kupegang erat).

Andrew Murray mempunyai pandangan sendiri, yaitu "Setiap orang harus menumpuk dosa-dosanya menjadi satu tumpukan lalu menumpuk perbuatan-perbuatan baiknya menjadi tumpukan lainnya setelah itu kedua tumpukan itu harus ditinggalkan dan berlari pada Yesus!"

"Ya, upah dosa adalah maut, tetapi pemberian Allah adalah hidup yang kekal melalui Kristus Yesus ..."

"Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah yaitu mereka yang percaya dalam namaNya" (Rm 6:23; Yoh 1:11,12).

Haleluyah, betapa hebatnya Juruselamat kita! Betapa AGUNG KESELAMATAN di dalam Dia !

1. Doa Keselamatan

"Tuhan Yesus, aku menerimaMu sebagai Tuhan dan Juruselamat, aku membuka hati bagiMu dan memintaMu masuk dan tinggal dalamku. Aku percaya sepenuh hatiku bahwa Allah telah membangkitkanMu dari antara orang mati. Aku menyesal atas dosa-dosaku dan bertobat sungguh-sungguh. Dengan bantuanMu dan Roh KudusMu, aku akan berusaha menjalankan hidup selalu menyenangkanMu. AMIN !"

"Jika engkau mengaku dengan hatimu bahwa Tuhan telah, membangkitkan Yesus dari antara orang mati dan mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, engkau akan diselamatkan" (Rm 10:9 TL).

Sekarang temui seseorang dan katakan "Aku telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku !"

F. KESIMPULAN

Di dalam bab 1, 2, 3 dan 4 secara singkat telah kita pelajari dasar-dasar gereja yang alkitabiah. Kita melihat bagaimana rencana Allah dinyatakan lalu dihancurkan dan dipulihkan dengan penuh kemuliaan. Di bab 5 kita akan bersiap mempelajari peran dan fungsi para pemimpin di dalam gereja.

BAGIAN 2:
PEMIMPIN-PEMIMPIN GEREJA

Bab 5
Sifat Seorang Pemimpin:
Buah Roh

Pendahuluan

Seperti apakah karakter Kristus itu ? Bagaimanakah sifat-sifatNya ? Kita akan menjawab pertanyaan tersebut dalam bab ini. "Pribadi" Kristus saat ini duduk di sebelah kanan Allah Bapa di sorga. Tetapi lewat RohNya, "kehadiranNya" bisa berada di dalam anda dan saya juga di dalam tiap orang percaya di bumi ini.

"Engkau tidak lagi dikendalikan oleh daging [hidup lama dengan tabiat dosa]. Tetapi Roh Kudus tinggal [hidup] dalammu" (Rm 8:9 TL).

Seorang bayi kecil menerima keadaan alamiah dan sifat keluarga dari orang tuanya. Keadaan tersebut akan terbangun bersama tumbuhnya anak itu.

Banyak tanda-tanda fisik segera terlihat: mata, kulit dan warna rambut. Ukuran tubuh dan tinggi badan memakan waktu yang lebih lama untuk berkembang, tetapi "gambaran bentuk" keluarga tersebut sudah terlihat. Kadang kita berkata, "anak itu benar-benar `gambaran' orang tuanya".

Hal yang sama terjadi pada keluarga Allah. Waktu kita dilahirkan di dalam keluarga Allah, kita menerima kehidupan Kristus beserta sifat-sifatNya. Kita juga dibangun serupa dengan gambar Allah, keadaan dan sifat hidup Kristus bertumbuh di dalam kita selagi kita pertumbuh di dalam Dia.

Menjadi seperti Yesus - tujuan ilahi kita ! Pengharapan mulai ini dinyatakan dengan jelas di dalam Kitab Suci:

"Karena wajah-wajah kita tidak ditutupi, kita dapat memancarkan kemuliaan Allah seperti sebuah cermin. Kita sedang diubahkan untuk menyerupai gambar dan rupaNya -[keserupaan] dari kemuliaan ke kemuliaan. Keubahan ini berasal dari Roh Allah" (2 Kor 3:18 TL).

Ya, kita harus menjadi seperti Yesus - baik dalam sifat, kata-kata maupun perbuatan kita.

A. SIFAT KRISTUS: BUAH ROH KUDUS

Seperti apakah karakter Kristus sebenarnya? Bagaimanakah sifat-sifatNya ?

Kita mengetahui dari 2 Korintus 3:18 (di atas) bahwa Roh Allah sendiri akan menjadi sumber kehidupan kita yang baru. Rasul Paulus membuat daftar kualitas kehidupan Kristus dengan kata-kata sebagai berikut:

"Buah roh adalah kasih, sukacita, damai, sabar, kebaikan, kemurahan hati, kesetiaan, kelemah lembutan dan penguasaan diri" (Gal 5:22-23 TL).

Buah Roh adalah gambaran kata-kata yang sangat indah dari sifat Kristus. Setiap buah Roh adalah kualitas kehidupan Kristus yang spesifik, yaitu unsur dari "keberadan" Kristus. Hal yang sama juga terjadi pada alam. Sinar berwarna putih terpecahpecah menjadi warna pelangi ketika melewati sebuah prisma kaca, demikian juga buah Roh adalah warna pelangi dari kehidupan Kristus.

Buah Roh menggambarkan aspek kehidupan Kristus yang sangat indah. Kita dapat menggaris bawahi buah-buah Roh sebagai berikut:

  1. Berkat Ke Dalam
    1. Kasih - kehidupan di dalam yang penuh kasih
    2. Sukacita - kehidupan ke dalam yang penuh sukacita
    3. Damai - kehidupan ke dalam yang penuh kedamaian
  2. Berkat Keluar
    1. Kesabaran - bersabar pada orang lain
    2. Bermurah hati - bermurah hati pada orang lain
    3. Perbuatan baik - berbuat baik pada orang lain
  3. Berkat Ke Atas
    1. Kesetiaan - setia pada Tuhan
    2. Kelemah-lembutan - rendah hati pada Tuhan
    3. Mengendalikan diri - dipimpin oleh Tuhan

Setiap orang dapat melihat bahwa "berkat-berkat" di atas dapat saling berhubungan dengan sangat mudahnya. Jika kita memiliki kasih di dalam diri kita dengan sendirinya kita akan mengasihi sesama dan Tuhan. Diperlihatkan di sini bagaimana Buah Roh mencapai segala arah dan membawa berkat yang luar biasa.

Daftar di atas mengandung sifat-sifat penting dari kehidupan, tetapi masih banyak lagi hal-hal yang lainnya. Rasul Paulus memberikan sembilan buah di atas sebagai contoh untuk kita pelajari.

B. KUNCI MENUJU HIDUP YANG BERBUAH-BUAH

1. Keberadaan Versus Perasaan Manusia

Sangat penting bagi kita untuk melihat apa yang Buah Roh tunjukkan mengenai "bagaimanakah" Kristus itu. Kesemuanya adalah kualitas "keberadaanNya".

Kristus bukan hanya penuh kasih; Dialah kasih itu sendiri. Dia bukan saja penuh sukacita, Dialah sukacita itu sendiri. Dia bukan saja penuh damai, Dialah damai itu sendiri. Jika kita memiliki Kristus di dalam hati kita, kita memiliki kasih, sukacita dan damai yakni Kristus itu sendiri. Maka, sebagai hasil kita berada di dalam Dia, kitapun akan menjadi penuh kasih, sukacita dan penuh kedamaian.

Kita ambil buah sukacita sebagai contohnya. Kita memiliki sukacita baik dalam keadaan senang ataupun susah, sebab Kristus berada di dalam kita. Yesus berkata bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita begitu juga sukacitaNya. Perasaan atau emosi yang berasal dari sukacita tersebut mengikuti perjalanan iman kita. Hal tersebut merupakan reaksi emosional dari alam roh. Sukacita dan Tuhan adalah Tuhan sendiri !

Buah sukacita dapat diekspresikan dalam pelbagai cara. Kadang-kadang ekspresi itu sangat ceria, keras dan sangat hidup, orang-orang dapat menyanyi, bersorak, menari dan tertawa.

"Engkau mengubah tangisku menjadi tarian dan mengubah pakaian kedukaanku dengan pakaian kesukacitaan. Hatiku akan memujiMu dengan nyanyian dan tidak akan tinggal diam. Tuhan Allahku aku bersyukur padaMu selamanya" (Mzm 30:12-13 TL).

Di lain waktu, sukacita Allah kita rasakan seperti aliran kuat sebuah sungai yang tenang, bahkan dapat membawa kita pada buah kedamaian, seperti sebuah warna pelangi yang membaur dan menyatu dengan warna yang di dekatnya.

2. Kesulitan Menghasilkan Buah yang Terbaik

Hal ini mengajak kita melihat kebenaran yang lain lagi mengenai buah Roh, yaitu bahwa Buah tersebut tumbuh terbaik justru di tanah yang sulit dari kehidupan kita sehari-hari.

Setiap hari kita menghadapi banyak hal yang menentang kehidupan kita dalam Kristus. Seringkali, bukannya kasih yang kita hadapi, tapi kekerasan dan kebencian. Bukannya sukacita, tapi kesedihan, penderitaan dan dukacita. Bukannya damai, tapi tekanan, ketegangan, pertentangan dan perselisihan. Kekuatan-kekuatan gelap ini bekerja menyusup ke dalam banyak orang di banyak tempat dan dalam kejadian-kejadian di dalam kehidupan kita di dunia ini.

Kadang-kadang kita ingin melarikan diri dan menghindarkan diri dari semuanya itu. Biasanya kita tidak dapat dan meskipun kita dapat, pasti tidak akan memberi kelegaan yang kita harapkan. Ya itulah yang terjadi karena bagian dari masalah kita adalah akibat sikap dan tindakan kita sendiri.

Namun Allah memiliki sebuah jawaban bagi kita. Hampir seluruh masalah-masalah kita baik yang ada di dalam atau di luar diri kita, disebabkan oleh kekuatan-kekuatan yang melawan Buah Roh. Kita dapat menyebut kekuatan-kekuatan tersebut sebagai buah-buah "daging" yaitu keadaan dosa lama kita.

Buah Roh Buah daging
Kasih: Kebencian, Kepentingan
diri, Kecemburuan, Peno
lakan
Sukacita: Kesedihan, Dukacita, Te
kanan, Mengasihani Diri
Sendiri
Damai: Kuatir, Takut, Perselisih
an, Konflik, Ketegangan
Kesabaran: Ketidak sabaran, Tergesa
gesa, Cepat Marah
Kemurahan Hati: Kejam, Kasar, Tidak Ra
mah, Suka Memaksa,
Suka Memukul
Kebaikan: Jahat, Kejam, Tak Bermo
ral, Pelit, Serakah
Kesetiaan: Ceroboh, Tidak Dapat
Diandalkan, Tidak Jujur,
Tidak Setia
Kelemahlembutan: Kebanggaan Diri, Dog
matis, Suka menghakimi
Pengendalian Diri: Tidak Disiplin, Tidak
Menurut Peraturan, Kacau
Balau

Yesus selalu menghasilkan Buah "kehidupan" yaitu Buah Roh. Sedangkan setan selalu berbuah "kematian" yaitu buah daging. Kita bisa memilih kepada siapa kita akan meenyerahkan diri kita.

Di waktu kita menghadapi tekanan, kita sering tergoda untuk bereaksi sesuai dengan sifat dan dosa lama kita, jika kita melakukannya, berarti kita menyerahkan diri pada pengaruh yang salah. Hal itu hanya akan membawa awan kegelapan dan kematian bagi kita juga bagi orang lain. Makin kita menyerah pada daging, makin parah hasil yang kita dapatkan.

Hingga suatu saat sifat-sifat dosa yang mematikan itu menetap dalam sifat kita. Bila ini terjadi, tindakan kita akan tampak lebih seperti iblis daripada seperti Tuhan.

Tidak ada hal yang paling menyedihkan di dunia ini selain dari orang Kristen yang dikalahkan. Seorang Kristen memiliki kehidupan Kristus di dalamnya, tetapi Roh Allah sangat berdukacita. Hasilnya, kemuliaan Allah tidak lagi bersinar di wajahnya yang tampak hanyalah bayang-bayang kegelapan.

Cerita ini bisa berakhir dengan cara yang berbeda sangat berbeda !

Waktu-waktu yang sulit juga dapat merupakan saat bertumbuh secara luas biasa di dalam Krisitus. Jika kita mencari kehidupan dan kuasa Roh Kudus di dalam hidup kita, kita dapat menjadi kuat di dalam kelemahan kita.

Terang selalu mengalahkan kegelapan. Kegelapan tidak pernah dapat memadamkan terang. Satu lilin saja dapat menyapu habis kegelapan yang ada di dalam sebuah ruangan.

Hal yang sama juga terjadi di alam roh. Terang kasih Allah selalu bisa mengusir bayangan gelap dari ketakutan, kemarahan dan kedukaan. Pada kenyataannya, Buah Roh Allah yang terbaik dapat berkembang pada masa-masa yang tersulit. Dari tanah kelemahan kita, Allah menyempurnakan kekuatanNya. KasihNya tumbuh terbaik justru ketika kita berada di tempat yang tidak ada kasih.

Reaksi alamiah yang kita keluarkan di saat-saat yang tidak enak di dalam hidup kita. Kita menjadi orang-orang Kristen yang lebih baik, dan menjadi lebih seperti Yesus di dalam sifat kita. KemuliaanNya bertahta di dalam kehidupan kita, lalu kita menjadi berkat bagi Allah, sesama bahkan bagi diri kita sendiri.

a. "Duri" Yang Dimiliki Rasul Paulus. Kebenaran tentang pembangunan karakter Kristen dapat kita lihat di dalam kehidupan Rasul Paulus. Rasul Paulus telah diberi "duri dalam daging" untuk membuat dia tetap rendah hati. Apapun hal tersebut, duri tersebut sudah membawa banyak kesulitan dan rasa sakit di dalam hidupnya.

Tiga kali ia meminta kepada Tuhan untuk mencabut duri-duri tersebut, tetapi selalu ditolak.

Mengapa Tuhan mengijinkan sesuatu yang sangat menyakitkan itu menjadi bagian dalam hidup rasul Paulus dan pelayanannya ? Mengapa Tuhan tidak mencabutnya ketika rasul Paulus berdoa ? Jawabannya sederhana: Tuhan telah memikirkan sesuatu yang lebih baik, sesuatu yang akan menjadi pijakan yang mantap bagi pelayanan rasul Paulus di masa mendatang.

Rasul Paulus meneguhkan kebenaran tersebut bagi kita di dalam kata-kata berikut ini:

"Lalu Allah berkata padaku, `Kasih karuniaKu akan berlimpah, kekuatanKu akan disempurnakan di dalam kelemahanmu'."

"Maka, aku akan bersukacita di dalam kelemahanku, sebab kuasa Kristus bertahta dengan hebatnya di dalamku ... ketika aku lemah Dia membuatku kuat !" (2 Korintus 12:9-10 TL).

Prinsip pertumbuhan buah yang baik sudah jelas sekarang. Buah Roh tumbuh terbaik di atas "tanah kondisi yang bertentangan" (yang tak mendukung) dimana ada orang-orang, tempat-tempat yang menentang buah-buah Roh.

Di atas "kelemahan" rasul Pauluslah buah "kekuatan" Allah dapat terbangun.

Di atas dasar kebencian orang lain terhadap kita, penderitaan dan kesulitan kitalah buah kasih, sukacita dan damai yang segar, baik, indah itu dapat datang.

b. Demi Kebaikan Kita/KemuliaanNya. Ya, Allah mengijinkan adanya rasa sakit, sengsara, kesulitan mencapai hidup kita. Tetapi Ia berjanji tidak satupun dari hal-hal tersebut terbuang percuma, kesemuanya bekerja sama demi kebaikan kita dan kemuliaan Tuhan.

"Kebaikan" dan "Kemuliaan" adalah karakter Kristus. Pelayanan kita pada Tuhan, pada gereja dan pada dunia benar-benar menuntut buah Roh di dalam hidup kita.

Miskinnya karakter Kristen adalah alasan utama kegagalan pelayanan di dalam gereja. Seorang pemimpin boleh dikatakan "terpanggil", "bertalenta" banyak, atau bahkan "sukses" di dalam pelayanannya pada suatu saat. Tetapi hal itu tidak akan tahan lama tanpa adanya karakter kekristenan.

Buah-buah Roh adalah landasan pelayanan pada Allah yang kuat, teguh dan mantap. Hal ini yang terjadi pada rasul Paulus, juga dapat terjadi pada kita sekarang !

Kita tetap bisa bersukacita ketika mengalami masalah dan pencobaan. Kita tahu masalah dan pencobaan adalah demi kebaikan kita dan menolong kita belajar bagaimana menjadi sabar. Kesabaran membangun karakter yang kuat di dalam kita. Dengan cara ini kita belajar lebih mempercayai Tuhan.

"Akhirnya, pengharapan dan iman kita menjadi kuat dan stabil, lalu kita dapat berdiri dengan kepercayaan dan keyakinan apapun yang terjadi."

"Kita tahu bahwa semuanya baik adanya dan Allah sangat mengasihi kita. Kita rasakan kasihNya yang hangat di dalam hati kita yang telah dipenuhiNya dengan Rah Kudus" (Rm 5:3-5 tlb TL).

Biarlah buah Roh tumbuh di cabang-cabang anda, hingga andapun akan berbuah-buah dalam melayani Tuhan, melayani sesama dan melayani dunia.

Bab 6
Kekuatan Pemimpin I:
Baptisan Di Dalam Roh Kudus

A. YESUS: PEMBAPTIS DENGAN ROH KUDUS

Adalah sesuatu hal yang indah apabila kita mempunyai Roh Kudus, tetapi bagi Dia adalah lebih indah untuk memiliki kita dan mengisi seluruh kehidupan kita. Kita tidak saja memerlukan "kehidupan" Kristus di dalam, tapi "kuasa" untuk mengungkapkan hidup itu keluar. Kita perlu "diisi dan dialiri" dengan kehidupan dan kuasa Allah.

Adalah memungkinkan untuk memiliki persekutuan hidup dengan Yesus sebagai "Juruselamat" kita dan tetap menjadi orang-orang kristen yang lemah. Kita juga perlu mengetahui bahwa Tuhan Yesus adalah "Pembaptis" Roh Kudus yang perkasa. Inilah sumber kekuatan kita untuk hidup sebagai saksi-saksi Tuhan.

Yohanes Pembaptis "membaptiskan" orang-orang yang bertobat di sungai Yordan. Kata "membaptiskan" berarti menempatkan ke dalam sesuatu. Orang-orang yang ditobatkan oleh Yohanes Pembaptis ditempatkan (dimasukkan) dalam sungai Yordan. Seluruh tubuh mereka ditenggelamkan ke dalam air. Yohanes menggunakan hal ini sebagai gambaran dari Baptisan Roh Kudus yang akan dilakukan Yesus: "Sesungguhnya aku membaptiskan engkau dengan air, tetapi Dia (Yesus) yang akan datang itu lebih berkuasa dari aku ... dan Dia akan membaptiskan engkau dengan Roh Kudus dan api" (Luk 3:16 TL).

Yesus juga membicarakan tentang baptisan Roh Kudus yang luar biasa ini tepat sebelum Ia naik ke Sorga. Ia memberitahu murid-muridNya bahwa mereka memerlukan kuasa Roh Allah yang sepenuhnya dalam kehidupan mereka di dunia :

"Aku akan mengirimkan janji yang telah diucapkan BapaKu (Roh Kudus) ke atasmu. Tunggulah di Yerusalem sampai engkau berjubahkan (ditutupi/dilingkupi) dengan kuasa dari surga ..."

"Karena Yohanes membaptiskan dengan air tetapi engkau akan segera dibaptiskan dengan Roh Kudus ... engkau akan menerima kuasa setelah Ia datang kepadamu, lalu engkau akan menjadi saksi-saksi bagiKu ..." (Luk 24: 49; Kis 1:4,5,8 TL).

Yesus benar-benar memenuhi perkataanNya dengan mengirimkan janji dari Bapa karena hal tersebut terjadi pada hari Pentakosta seperti yang dikatakanNya.

"Waktu hari Pentakosta tiba mereka bersekutu bersama-sama di suatu tempat. Lalu tiba-tiba terdengarlah suara angin keras dari sorga ... mereka semua dipenuhkan dengan Roh Kudus dan mulai berbicara dengan bahasa asing yang tidak mereka pelajari sebelumnya" (Kis 2:1,2,4 TL).

Banyak orang Yahudi berhimpun di Yerusalem pada waktu perayaan Pentakosta. Mereka segera berkumpul untuk mendengar dan melihat kejadian yang dialami murid-murid dan mereka sangat keheranan. Petrus menjelaskan apa yang terjadi pada mereka, yaitu bahwa Roh Kudus telah dicurahkan tepat seperti yang dikatakan nabi Yoel bahwa Allah akan mencurahkan Roh Kudus di akhir zaman.

(Catatan penulis: "Akhir zaman" di sini berarti masa yang dimulai sejak kenaikan Yesus ke sorga dan yang diakhiri dengan kedatangan Yesus yang kedua kalinya nanti di bumi ini).

Lebih lagi karena Yesus (yang disalibkan oleh orang Yahudi dan Romawi itu) telah bangkit dari antara orang mati dan terangkat ke sorga itu mencurahkan Roh Kudus ke atas murid-muridNya yang sedang berdoa di ruangan atas rumah tempat mereka berkumpul.

Petrus berbicara pada orang banyak itu dengan kuasa Roh Kudus, hasilnya, orang-orang Yahudi menjadi takut dan merasa bersalah lalu bertanya pada Petrus, apa yang harus mereka lakukan, Petrus menjawab mereka dengan kata-kata yang sangat penting:

"Bertobatlah dan berilah dirimu untuk dibaptiskan dalam nama Yesus agar dosa-dosamu diampuni. Maka engkau akan menerima pemberian dari Roh Kudus. Janji ini berlaku bagi engkau dan anak-anakmu. Janji ini juga bagi setiap orang dimanapun yang akan dipanggil oleh Tuhan di hari-hari terakhir ini" (Kis 2:38-39 TL).

B. TIGA POKOK PENTING UNTUK KEHIDUPAN ROHANI YANG PENUH KUASA

Reaksi Petrus di dalam Kisah Rasul 2:38-39, memuat suatu pola dengan tiga pokok penting yang dapat kita gunakan untuk memiliki kehidupan rohani yang penuh kuasa. Tiga pokok inilah yang diikuti oleh gereja awal seperti yang dikisahkan dalam seluruh Kitab Para Rasul. Kita dapat meringkas tiga pokok ini dengan menggunakan kata "bertobat", "dibaptiskan" dan "menerima" sebagai pokok-pokok yang akan dijelaskan lebih lanjut :

1. BERTOBAT (garis besar sebuah khotbah mengenai pertobatan)

a. Berpaling dari dosa dan menyerah pada Allah. "Bertobatlah! Ubah hatimu dan ber-palinglah pada Allah, Dia akan mencuci bersih dosamu dan menyegarkanmu dengan Roh Kudus" (Kis 3:19 TL).

b. Percaya Yesus sebagai Juruselamat. "... Percayalah pada Tuhan Yesus Kristus, maka engkau akan diselamatkan, engkau dan seisi rumahmu" (Kis 16:31).

c. Roh Kehidupan akan masuk. "Roh itu akan bersaksi bersama-sama roh kita sebab kita adalah anak-anak Allah" (Rm 8:16).

"Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita; Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam RohNya" (1 Yoh 4:13).

d. Anda dilahirkan kembali ke dalam keluarga Allah. "Roh yang ada di dalam kita menjadikan kita anak-anak Allah" (Rm 8:15 TL).

"Engkau adalah anak Allah oleh iman di dalam Yesus Kristus ... dan berjubahkan jubah yang sama dengan Dia" (Gal 3:26-27 TL).

e. Dibaptiskan ke dalam Tubuh Kristus. "Sebab dalam satu roh kita semua, baik Yahudi maupun Yunani, baik budak maupun orang merdeka telah dibaptiskan menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh" (1 Kor 12:13).

f. Roh Allah akan berbuah di dalam kita. "Dia yang hidup di dalamKu dan Aku di dalam dia akan berbuah banyak ... buah Roh adalah kasih, sukacita, damai ..." (Yoh 15:5; Gal 5:22,23 TL).

2. DIBAPTIS (garis besar sebuah khotbah mengenai baptisan)

a. Dibaptis di dalam air. "Bertobatlah dan baptislah di dalam Nama Yesus supaya dosa-dosamu diampuni ..." (Kis 2:38-39 TL). "Barangsiapa percaya dan dibaptiskan akan diselamatkan ..." (Markus 16:16).

b. Lakukanlah dengan Iman dan Ketaatan. "Ketaatan (dan iman) Nuh untuk membangun bahtera membuatnya diselamatkan dari air bah itu adalah gambaran keselamatan yang kita dapat. Air melambangkan baptisan yang menyelamatkan kamu ..." (1 Ptr 3:20-21; lihat Ibr 11:7 TL).

c. Lakukanlah untuk menyaksikan imanmu. "Ketaatan Nuh untuk membuat bahtera lalu diselamatkan dari air bah adalah gambaran keselamatan yang kita dapat."

"Air melambangkan baptisan yang menyelamatkan kamu dan menunjukkan (kepada semua orang) bahwa kita telah diselamatkan dari maut oleh kebangkitan Kristus ..." (1 Ptr 3:20-21 TL).

d. Waktu dibaptis, anda menerima penyucian dosa. "Dengan baptisan air kita menunjukkan bahwa kita juga telah diselamatkan dari maut ... bukan karena tubuh kita telah dibersihkan oleh air, tetapi karena berbalik pada Allah dan meminta Dia untuk menyucikan hati kita dari dosa" (1 Ptr 3:20-21 TL).

"... melalui kematianNya, kekuatan sifat dosa dihancurkan. Manusia lamamu yang mengasihi dosa dikuburkan bersama Dia di dalam baptisan ..." (Rm 6:34 tlb).

e. Menerima baptisan sebagai kebangkitan dalam kehidupan yang baru. "... ketika Allah Bapa membangkitkan Dia dengan kuasa yang penuh kemuliaan, kamu telah diberi hidup yang baru untuk kau nikmati, sebab kamu sudah menjadi bagian dari Dia ... sekarang kamu juga mendapatkan kehidupan baruNya dan akan bangkit seperti Ia sudah bangkit" (Rm 6:4-5 tlb).

"Kamu tidak hanya dikuburkan bersama Dia di dalam baptisan tetapi juga dibangkitkan ke dalam kehidupan baru bersama Dia. Hal ini terjadi karena kamu percaya pada kuasa Alah yang telah membangkitkan Kristus dari antara orang-orang mati" (Kol 2:12 TL).

f. Pandanglah baptisan sebagai pendahuluan dari baptisan Roh Kudus. "Aku (Yohanes) membaptiskan engkau dengan air, tetapi Dia (Yesus) akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus" (Mrk 1:8 TL).

3. MENERIMA (garis besar sebuah khotbah tentang menerima Roh Kudus)

a. Terimalah janji Bapa. "Janganlah meninggalkan Yerusalem, nantikanlah janji yang sudah diberikan oleh Allah Bapa ... Yohanes membaptiskan dengan air, tetapi engkau akan dibaptiskan dengan Roh Kudus beberapa hari lagi ..."

b. Alamilah kepenuhan Roh Kudus. "Pada waktu hari Pentakosta tiba ... mereka semua dipenuhkan dengan Roh Kudus ... yang dicurahkan dari sorga" (Kis 2:1,4,33 TL).

c. Berikan diri dibaptiskan dengan Roh Kudus oleh Yesus. "Tetapi Ia yang mengutus Aku untuk membaptis dengan air telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atasNya, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Kudus" (Yoh 1:33).

d. Terimalah kuasa Roh Allah. "Engkau akan menerima kuasa setelah Roh Kudus datang ke atasmu ..." (Kis 1:4,5,8 TL).

e. Saksikan pada dunia. "Engkau akan menerima kuasa setelah Roh Kudus datang ke atasmu dan engkau akan menjadi saksi-saksiKu ..." (Kis 1:8 TL).

f. Usahakanlah untuk melakukan yang terbaik dengan karunia-karunia Roh Kudus. "Rindukanlah karunia-karunia Roh dengan sungguh-sungguh ... berusahalah untuk melakukan yang terbaik supaya engkau dapat membangun gereja di dalam kasih" (1 Kor 14:1,12 TL).

C. TIGA MACAM BAPTISAN

Sangat menarik mengetahui bahwa tiga pokok penting di atas juga melibatkan "tiga macam" baptisan. Setiap macam "baptisan" berhubungan satu sama lain. Kesemuanya itu memainkan peranan yang penting di dalam rencana keselamatan Allah yang agung.

Ketiga macam baptisan tersebut membentuk suatu dasar bagi penebusan kita semua di dalam Kristus. Ketiga baptisan tersebut menemukan hakikatnya di dalam Yesus yaitu: Yesus sebagai Juruselamat dan pembaptis kita. Dalam Kristus dan oleh RohNya kita menerima kuasa yang memberi kehidupan (kemampuan untuk memberikan keselamatan dan kesembuhan serta pertolongan bagi orang lain).

Buah dan karunia Roh Kudus akan mengalir ke dalam kita jika kita membangun persekutuan kasih dengan Kristus.

1. Tiga Persamaan

Ketiga baptisan tersebut memiliki tiga persamaan:

a. Orang yang akan dibaptis. Adalah orang yang baru percaya yang siap untuk dibaptiskan.

b. Pembaptis. Adalah orang yang membaptis orang-orang yang baru percaya.

c. Pengantara. Adalah suatu pengantar (tempat, bagian) dimana di dalamnya orang percaya dibaptiskan.

2. Tiga Macam Baptisan dan Keselamatan

Ketiga macam baptisan ini dihubungkan dengan tiga pokok penting bagi keselamatan seperti hal berikut ini:

a. BERTOBAT (baptisan masuk ke dalam tubuh Kristus). "Kita semua dibaptiskan ke dalam satu tubuh oleh satu Roh. Kita juga bersekutu bersama di dalam roh yang sama" (1 Kor 12:13 TL).

Ketika bertobat dan berbalik pada Kristus sebagai Juruselamat kita. Kita dibangkitkan dari keadaan mati rohani lalu menerima perubahan hidup yang dimiliki Allah.

Oleh RohNya, kita dibaptis (ditempatkan) ke dalam tubuhNya, maka kita menjadi anggota Tubuh kristus, Kepala kita.

Roh Kudus adalah Pembaptis. Tubuh Kristus adalah tempat kita ditempatkan. Inilah yang kita sebut sebagai Media, yaitu unsur dimana kita ditempatkan.

b. Dibaptiskan (Baptisan air). "Maka dari itu pergi dan ajarkanlah semua orang dimanapun juga, lalu dibaptiskanlah mereka dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus" (Mat 28: 19 TL).

Yesus memerintahkan murid-muridNya untuk membaptiskan orang-orang percaya ke dalam air. Para murid itu adalah PEMBAPTIS, Air adalah MEDIA, unsur dimana mereka ditempatkan.

c. MENERIMA (Baptisan Roh).

"Aku (Yohanes) membaptiskan kamu dengan air, tetapi Dia (yesus) akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus" (Mrk 1:8 TL).

Ini adalah baptisan di dalam Roh Kudus. Yesuslah pembaptisnya. Roh Kudus adalah Medianya, unsur dimana kita dimasukkan.

3. Tiga pokok penting di dalam Kisah Para Rasul

Pola dan pokok keselamatan yang digariskan di atas dapat diikuti penerapanNya dalam pelayanan para rasul di dalam kitab Kisah Para Rasul.

a. Filipus di Samaria

"Filipus pergi ke kota Samaria dan mengabarkan Kristus di sana ... setelah mereka percaya (bertobat) ... mereka dibaptiskan di dalam air ... Petrus dan Yohanes datang lalu berdoa bagi mereka agar mereka menerima Roh Kudus, sebab Roh Kudus belum turun ke atas mereka. Lalu mereka menumpangkan tangan ke atas mereka dan mereka semua menerima Roh Kudus" (Kis 8:5,12,14,17 TL).

Catatlah susunannya:

  1. Pertobatan
  2. Baptisan Air
  3. Baptisan Roh Kudus

b. Rasul Paulus di Efesus.

"Waktu di Efesus, Rasul Paulus menemukan beberapa murid dan pengikut Yohanes Pembaptis. Dia bertanya kepada mereka, `Apakah kamu sudah menerima Roh Kudus ketika kamu menjadi percaya?' mereka menjawab `Kita tidak pernah mendengar tentang Roh Kudus sebelumnya.'"

"Rasul Paulus menjawab, `Baptisan Yohanes untuk pertobatan, yang mengubah hati dan kehidupan, lalu Yohanes memberitahu orang-orang supaya percaya pada Seseorang yang akan datang setelah ia."

"`Orang tersebut adalah Kristus Yesus.' Ketika mereka mendengar hal itu, mereka dibaptiskan didalam nama Yesus. Kemudian Rasul Paulus menumpangkan tangan atas mereka, lalu Roh Kudus turun ke atas mereka dan mereka berkata-kata dalam bahasa asing dan bernubuat" (Kis 19:1-7 TL).

Catatlah susunannya :

  1. Pertobatan
  2. Baptisan air
  3. Baptisan Roh Kudus

Pola seperti ini dapat ditemukan pada bagian lain dari kitab Kisah Para Rasul (lihat Kis 8:20-39; 9:17-18; 10:35-38, 44-48; 11:1-4, 15-18).

4. Rencana Ilahi Allah

Di balik rancangan/pola ilahi ada tujuan ilahi. Rencana Allah adalah menempatkan dan membuat kita berakar di dalam kehidupan dan kuasa Roh Allah. Ini adalah suatu dasar pelayanan dan kesaksian kita di dalam Tubuh Kristus. Hal tersebut sangat penting bagi gereja saat ini seperti pada gereja mula-mula. Hanya Roh Allah saja yang dapat memenuhi rencana ilahiNya!

Pengajaran di bawah ini akan menolong kita memiliki pengalaman yang mendalam bersama Tuhan untuk menggenapi rencanaNya.

Mungkin ada beberapa pembaca yang ingin menerima kuasa Pentakosta secara pribadi dalam hidup mereka. Dengan mengikuti petunjuk di bawah ini, anda akan dapat mengalami sendiri Baptisan Roh Kudus.

D. JALAN UNTUK MEMILIKI KUASA BERSAMA ALLAH

1. Pemberian yang Sudah Dijanjikan Allah

a. Sebuah Pesan Pribadi. Allah telah berjanji untuk membaptis setiap orang kristen dengan RohNya yang kudus. Tujuan baptisan ini adalah untuk memberi kemampuan pada orang-orang percaya untuk membagikan kehidupan dan kasih Yesus pada orang lain. Yesus bukan hanya Juruselamat kita tapi juga Pembaptis kita.

b. Ayat-ayat Pendukung. "Yohanes berkata kepada mereka semua, memang benar aku membaptis kamu dengan air. Tetapi Dia yang akan datang lebih besar daripada aku... dan Ia (Yesus) akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan api" (Luk 3:16 TL).

"Sebelum naik ke Sorga ... Yesus memberitahu murid-muridNya untuk tidak meninggalkan Yerusalem, mereka semua menunggu kedatangan janji Bapa seperti yang pernah dikatakan Yesus sebelumnya. `Yohanes membaptis dengan air, tetapi beberapa hari lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus'" (Kis 1:4-5 TL).

"Engkau akan menerima kuasa setelah Roh Kudus turun ke atasmu dan kamu akan menjadi saksi-saksiKu dan akan mengabarkan tentang Aku di Yerusalem, Yudea, Samaria sampai keujung dunia" (Kis 1:8 TL).

c. Pertanyaan Pribadi. Bagaimana caranya supaya saya bisa dibaptis dengan Kuasa Yesus di dalam Roh Kudus? Jalan untuk memiliki kuasa bersama Allah dapat ditemukan di dalam Alkitab. Jalan tersebut mempunyai tiga tahap yang akan dijabarkan sebagai berikut :

2. Meminta dengan Rendah Hati

a. Sebuah Pesan Pribadi. Allah Bapa di Sorga mengetahui kebutuhan dan keinginan hati anda. Kuasa Roh Kudus dalam kepenuhanNya adalah pemberian Allah untuk anda. Yesus sudah membayar harga pemberian itu di atas kayu salib, yang harus anda lakukan hanyalah meminta pemberian itu dan menyerahkan diri anda pada Yesus; Pembaptis anda.

b. Ayat-ayat Pendukung. "Apapun yang kamu minta dalam namaKu, akan Kuberikan padamu, supaya dengan ini kuasa dan kemuliaan Bapa dinyatakan dalam Anak...."

"Ya, Aku akan meminta pada Bapa untuk memberikan seorang penolong yang lain yaitu Roh Kudus. Dia yang adalah Roh Kebenaran akan menyertaimu selamanya" (Yoh 14:13,16, 17 TL).

"Aku berkata padamu, mintalah maka Allah akan memberikannya padamu... Sesungguhnya, apabila sesorang dengan tekun meminta dia akan menerima.... Jika di dunia ini seorang anak meminta roti pada bapanya.... ikan dan telur. Apakah anak itu akan menerima batu... ular atau seekor kalajengking?"

"Tentu saja tidak! Sekalipun seorang bapa yang jahat tahu bagaimana memberikan pemberian yang baik pada anaknya, lebih-lebih Bapa di Sorga akan memberikan pada siapapun yang meminta kepadaNya!" (Luk 11:9, 11-13 TL).

c. Doa Pribadi. "Bapa di Sorga, saya datang kepadaMu sebagai anakMu dan dengan rendah hati saya meminta agar dipenuhkan dengan Kuasa Roh Kudus."

"Tuhan Yesus, baptiskan saya sekarang juga ke dalam kuasa RohMu yang dahsyat, kasih dan kemuliaan yang hanya ditujukan kepadaMu saja."

"Terpujilah Roh Kudus, saya mengundangMu untuk menjadi penolongku yang selalu hadir dan menjadi sumber kuasa bagiku. Saya ingin hidup ini menjadi saksi bagi kasih dan kebenaran Kristus sehari-hari".

3. Menerima Dalam Iman

a. Sebuah Pesan Pribadi. Yesus berkata jika anda meminta, anda akan menerimanya. Segera setelah anda datang padaNya dengan iman sebagai Pembaptis anda, Dia akan mulai membaptiskan anda dengan Roh Kudus.

Anda akan dipenuhkan baik dari dalam dan akan dibanjiri (diliputi kuasa Roh Kudus dari luar diri anda. Roh Kudus sendiri akan memberikan kehangatan hadiratNya dalam diri anda. Ketika kita membebaskan iman kita untuk bekerja, kita akan merasakan damai, ketenangan, kuasa dan sukacita Allah di dalam diri kita.

b. Ayat-ayat Pendukung. "Kristus telah membayar hukuman yang diminta hukum Taurat untuk dosa-dosa kita.... supaya kita menerima janji Roh dengan iman" (Gal 3:13,14 TL).

"Pada hari-hari terakhir pada sebuah pesta yang agung, Yesus berdiri dan berseru dengan suara keras! Barangsiapa haus, biarlah ia datang kepadaKu dan minum."

"Barangsiapa percaya padaKu seperti yang dikatakan oleh kitab Suci, akan memiliki sungai hidup yang mengalir di dalam jiwanya; Yesus berkata-kata mengenai Roh Kudus yang akan diterima oleh setiap orang percaya" (Yoh 7:37-39 TL).

c. Doa Pribadi. "Bapa di Sorga, terima kasih atas pemberian Roh Kudus secara penuh. Saya menerima Dia sekarang dengan iman seperti anak pada bapanya."

"Tuhan Yesus terima kasih karena Engkau telah membaptiskan saya ke dalam sungai Roh KudusMu yang dahsyat. Sehingga kuasa RohMu mengalir ke dalamku, bekerja didalamku dan bersaksi melalui diriku."

"Terpujilah Tuhan Allah, karena Engkau memenuhkan saya dengan kasih, sukacita, damai dan kuasa Yesus".

4. Mengungkapkan Pujian Bagi Allah

a. Sebuah Pesan Pribadi. Iman selalu menanggapi Hadirat Roh Kudus. Tanggapan anda pada aliran Roh Allah untuk pertama kalinya akan menjadi luapan pujian anda pada Allah. Seperti yang kita lihat dalam Kitab Suci, pujian-pujian tersebut dapat berbentuk doa atau nyanyian yang diarahkan oleh kuasa ilahi dan akan dinyatakan dalam sebuah bahasa yaitu bahasa Roh.

Kata-kata atau nyanyian itu terdiri dari suara dan bunyi yang tidak dapat dimengerti oleh pikiran kita. Tetapi hal ini sangat menyenangkan hati Allah dan akan menguatkan rohani anda. Bahasa tersebut adalah tanda ilahi dari hadirat Kuasa Allah dalam hidup anda demi kebaikan anda dan kemuliaanNya!

b. Ayat-ayat Pendukung. "Mulut berbicara dari hati yang penuh. Seseorang yang baik membuahkan hal-hal yang baik dari perbendaharaan hatinya" (Mat 12:34,35 TL).

"Mereka semua dipenuhkan Roh Kudus, kemudian mereka mulai berbicara di dalam bahasa yang tak dikenal yaitu bahasa yang diberikan Roh untuk mereka berkata-kata" (Kis 2:4 TL).

"Ketika Petrus sedang berbicara, Roh Kudus turun ke atas semua orang yang mendengar kata-katanya. Dan mereka .... terheran-heran.... karena Roh Kudus dicurahkan pada orang-orang bukan Yahudi. Itulah yang terjadi, mereka mendengar orang-orang bukan Yahudi itu berbicara dalam bahasa yang tidak dikenal dan memuliakan Allah" (Kis 10:44-46 TL).

"Ketika Paulus menumpangkan tangan ke atas mereka. Roh Kudus turun ke atas mereka. Mereka berbicara dalam bahasa lidah dan bernubuat" (Kis 19:6 TL).

"Barangsiapa berbicara di dalam bahasa lidah, Ia tidak berkata-kata pada manusia, tetapi berbicara pada Allah. Tidak seorang pun yang akan mengerti apa yang dikatakannya."

"Tetapi, di dalam Roh ia berbicara tentang kebenaran ilahi. Barang siapa berbicara dalam bahasa lidah membangun dirinya di dalam Allah...."

"Lalu apa yang harus kuperbuat? Aku akan berdoa di dalam Roh (bahasa lidah) dan juga menafsirkannya. Aku akan menyanyi di dalam Roh (bahasa lidah) juga menyanyikan penafsirannya" (1 Kor 14:2,4,15 TL).

"Maka marilah kita terus menerus mempersembahkan pujian-pujian yaitu buah bibir kita dan selalu mengucap syukur pada NamaNya" (Ibr 13:15).

c. Doa Pribadi. "Bapa di Sorga, sekarang saya melepaskan iman saya dan dengan aktif menanggapi Hadirat Roh Kudus. Roh Kudus selalu memenuhi saya dengan pujian, penyembahan dan ucapan syukur dengan setia pada saat itu juga.

"Tuhan Yesus, terimalah penyembahan saya. Sekarang saya menaikkan suara saya dalam kata-kata atau nyanyian yang diarahkan kuasa ilahi. Saya akan menanggapi hadirat Roh Kudus dengan berbicara atau bernyanyi dalam bunyi dan suara puji-pujian dan penyembahan."

"Roh Allah yang Kudus, sekarang saya menyerahkan anggota tubuh saya yang paling sulit diatur, yaitu lidah saya didalam kendaliMu. Saya tahu Engkau tidak hanya menyempurnakan doaku, tetapi juga seluruh hidupku, supaya saya dapat hidup di dalam kemuliaan Allah yang penuh puji-pujian!"

d. Tanggapan Pribadi. Pada tahap ini, berhentilah berdoa dengan menggunakan bahasa anda sehari-hari. Mulailah berbicara atau menyanyi dalam bahasa lidah. Meskipun pada awalnya hanya terucap sedikit macam bunyi dan suara, jangan berhenti, karena Roh Kudus adalah setia. Anda tidak akan menerima "batu" ketika anda meminta "roti" padaNya.

Semakin banyak anda berdoa dan menyanyi di dalam bahasa Roh; akan semakin mudah bahasa itu mengalir.

Jangan ragukan janji Bapa, tetapi puji dan sembahlah Dia di dalam nama Yesus dan di dalam kuasa RohNya!"

Jika pada saat pertama tidaklah terlalu mudah bagi anda untuk mengalirkan bahasa Roh jangan merasa kecewa atau putus asa.

Teruslah berbicara dan menyanyikan puji-pujian dalam bahasa Roh, karena Allah setia. Perlu anda ketahui, puji-pujian kita naik kehadapanNya seperti dupa yang harum. Penyembahan kita di dalam Roh adalah suatu penyembahan yang sangat menyenangkan hati Tuhan. Di dalam penyembahan ini kita temukan kebebasan di dalam RohNya.

Janganlah meragukan pekerjaan Allah di dalam hidup anda. Berharaplah agar Roh Kudus akan bergerak dengan karunia-karunia Roh melalui anda. Pada waktu anda bergerak dengan cepat dan tanggap pada Roh Allah di dalam iman dan ketaatan, anda akan melihat kuasa Allah bekerja lebih luar biasa dalam hidup anda.

Dalam bab 7, kita akan membahas karunia-karunia Roh dan bagaimana anda dapat menerimanya. Berdoalah selalu dan berharaplah adanya hal-hal baru di dalam hidup dan pelayanan anda, selagi roh Kudus ingin mencurahkan otoritas dan kuasaNya yang baru untuk melakukan tugas pelayanan.

Ingat, pelayanan anda sebagai pemimpin gereja adalah untuk melengkapi jemaat anda untuk melayani Allah, melayani sesama dan dunia.

Bab 7
Kekuatan Seorang
Pemimpin II :
Karunia-Karunia Roh

Pendahuluan

Menerima karunia-karunia Roh adalah sesuatu yang terjadi dengan sendirinya jika seseorang dibaptiskan di dalam Roh. Pada waktu orang-orang percaya dibaptiskan dalam Roh di zaman gereja mula-mula (gereja Perjanjian Baru), mereka berbicara dengan bahasa-bahasa asing, seperti yang diberikan Roh Kudus pada mereka untuk diucapkan (Kis 2:4).

Lalu mereka mulai berjalan bersama-sama Tuhan dengan karunia bahasa lidah [bahasa-bahasa] (1 Kor 12:10). Kita boleh mengharapkan hal yang sama terjadi pada kita, ketika kita menerima baptisan Roh (lihat Kis 2:1-6; 10:44-46; 19:1-6).

Jika anda belum menerima baptisan Roh, kembalilah dan bacalah lagi bab 5, di sana anda akan dibantu untuk menerima Roh Kudus.

A. KARUNIA-KARUNIA ROH : TUJUAN ATAU KUASANYA

Orang-orang Kristen yang kita baca dalam kitab Kisah Para Rasul bergerak maju dengan pengalaman kuasa Pentakosta. Selagi mereka terus melayani, karunia-karunia Roh menjadi aktif di dalam pelayanan dan kesaksian mereka bagi Tuhan.

Nubuat dan bahasa lidah (bahasa yang tidak bisa dipelajari) telah tercatat pada ayat-ayat Alkitab di atas. Karunia-karunia lainnya : kata-kata hikmat, kemampuan untuk mengenali kegiatan-kegitan roh jahat, iman, kesembuhan, mujizat dan sebagainya, tercantum di seluruh kitab Kisah Para Rasul.

Buah Roh memampukan kita kita menyerupai Yesus di dalam "karakter"Nya. KarakterNya berhubungan dengan "tindakan"Nya.

Karunia-karunia Roh memampukan kita menyerupai Yesus dalam "kuasa"-Nya. Kuasa Yesus berhubungan dengan demonstrasi kemampuan supranatural (contoh : kesembuhan, pengusiran roh-roh jahat, dll).

Rasul Paulus berbicara tentang karunia-karunia Roh di dalam surat pertamanya kepada gereja-gereja di Korintus (lihat 1 Kor 12:14). Suatu studi mengenai tulisan-tulisan Paulus menunjukkan dengan jelas bahwa karunia-karunia tersebut tidak menghambat jalannya kemampuan-kemampuan alamiah dan mental manusia. Karunia-karunia tersebut bisa bekerja melalui atau juga menggunakan pikiran manusia, tetapi berasal dari Roh Kudus dan kuasaNya. Karunia-karunia tersebut adalah pemberian Allah, diberikan pada para hambaNya, untuk umatNya.

1. Karunia-karunia Diberikan Oleh Allah

  1. Untuk Sebuah Tujuan yang Khusus
  2. Pada waktu yang Khusus
  3. Melalui Orang yang Khusus
  4. Untuk Umat yang Khusus

Karunia-karunia diberikan pada kita untuk memuliakan Allah dan menolong sesama.

Kita bisa menggerakkan dan mengaktifkan karunia-karunia tersebut (2 Tim 1:6), tetapi harus senantiasa di dalam penyerahan kita pada ke Tuhanan Roh Kudus.

Kita harus selalu mempertahankan dan memelihara karunia-karunia yang diberikan Allah pada kita dengan menyerah pada Tuhan. Jika itu kita lakukan, Allah dipermuliakan dan kebutuhan umat Allah terpenuhi lewat kemampuan-kemampuan supra alami yang diberikan pada kita.

Karunia-karunia Roh bukanlah suatu "upah" bagi orang-orang yang baik dan suci. Karunia-karunia tersebut adalah "pemberian-pemberian" oleh kasih karunia Allah yang akan bekerja melalui orang-orang beriman.

2. Bahaya: Kuasa Tanpa Karakter

Yang menyedihkan adalah pemberian karunia-karunia Allah ini dapat disalah gunakan untuk keperluan-keperluan yang salah juga. Simson adalah tokoh dalam Perjanjian Lama yang dapat untuk digunakan sebagai contoh. Karakter Simson itulah yang menyebabkan kejatuhan dan kehancuran Simson.

Penyalahgunaan semacam ini mendatangkan penghakiman dan hardikan Allah.

Akibatnya bisa fatal bagi pelayan atau hamba Tuhan itu sendiri, juga pelayanannya. Itulah sebabnya mengapa karakter seseorang sangat penting artinya.

Buah-buah dan karunia-karunia Roh selalu bekerja bersama-sama. "Karakter" dan "kuasa". Allah selalu menjadi sahabat dekat selalu berjalan bersama-sama. Manusia menghancurkan dengan karakter mereka sesuatu yang mereka bangun dengan karunia-karunia mereka, dengan karakter mereka.

3. Banyak Karunia

Ada banyak karunia-karunia Roh yang berbeda-beda. Rasul Paulus membuat daftar karunia-karunia Roh yang agak umum sifatnya di dalam surat pertamanya bagi gereja di Korintus:

"Setiap orang diberi pemberian rohani supaya bisa digunakan demi kebaikan semua orang."

"Roh kudus memberi seseorang kata-kata hikmat. Pada orang lainnya Ia memberi kata-kata pengetahuan. Kepada yang lainnya lagi dengan Roh yang sama Ia memberikan kata-kata iman. Bahkan ada yang diberi karunia kesembuhan, mujizat. Roh itu juga memberikan roh nubuat, selagi juga memberikan karunia menimbang antara roh yang baik dan yang jahat. Ada beberapa yang menerima karunia berkata-kata bahasa asing (bahasa yang tidak dapat dipelajari) dan ada juga yang bisa menafsirkan (menjelaskan) bahasa asing tersebut."

"Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendakiNya" (1 Kor 12:7-11 TL).

B. KARUNIA-KARUNIA ROH SECARA GARIS BESAR

Karunia-karunia Roh telah dicantumkan dalam 1 Korintus 12:7-11 yang membuat orang-orang Kristen mampu untuk menyerupai Yesus di dalam (1) pikiran, (2) kata-kata, dan (3) perbuatan.

Hal ini akan menjadi dasar/landasan garis besar yang akan dijelaskan kemudian.

1. Karunia Wahyu (pemikiran)

a. Perkataan Pengetahuan. Dengan karunia ini, Tuhan membuat kita mengetahui kejadian-kejadian atau hal-hal yang tidak kita ketahui. Hal ini bersifat supra alami dan biasanya diberikan kepada kita melalui impresi/kesan yang lembut di dalam pikiran kita, yaitu sebuah gambaran yang terbentuk di dalam benak kita atau pada perasaan di dalam jiwa (hati) kita. (Lihat Yoh 1:48; 4:17-19, Kis 5:3-5; 21:10-11).

b. Perkataan Hikmat. Perkataan hikmat memberitahu tindakan apa yang harus kita ambil di dalam suatu kejadian yang sudah diterangkan oleh perkataan pengetahuan. Pada waktu Allah mewahyukan sesuatu kepada kita, kita harus tahu "bagaimana", "kapan", "dimana", dan melalui "siapa" kehendak Tuhan dan rencanaNya bisa ditanamkan. Kita membutuhkan hikmat praktis untuk mengetahui cara bagaimana menerapkan perkataan pengetahuan itu (Mat 22:18-21; Luk 12:12; Kis 15:13-31).

c. Membedakan Roh. Adalah kemampuan ilahi untuk mengetahui kekuatan Roh yang bergerak di balik suatu kejadian yang supra alami itu:

  1. Berasal Dari Sorga
  2. Berasal Dari Manusia
  3. Berasal Dari Roh-roh jahat

Dengan karunia membedakan Roh kita bisa mengetahui roh macam apa yang sedang memanifestasikan diri melalui manusia sebagai alatnya yang dipengaruhi atau dipenuhi kuasanya.

Contohnya, Roh ramal (sihir) dapat meniru perkatan pengetahuan (Kis 16:16-18 dan 1 Kor 14:24,25). Roh kelemahan dapat masuk ke dalam tubuh manusia sebagai penyakit yang biasa saja. Roh kenajisan (amoral, dll) dapat menyamar sebagai kasih dan bukannya nafsu kedagingan.

2. Karunia Berbicara (Firman)

a. Nubuatan. Nubuatan adalah berbicara (kadang berkhotbah) spontan atas dorongan Roh Kudus yang biasanya "memberitahu terlebih dahulu" mengenai kata-kata yang dikatakan Tuhan. Tujuan nubuat adalah membangun, menghibur (membuat bahagia), menasehati. Karunia nubuat seperti halnya sungai yang mengalir, mengapungkan kata Pengetahuan yang "memberitahukan lebih dahulu" atau memberitahu mengenai masa depan (Kis 11:28; 20:23, 20:4,10,11; 1 Kor 14:3,24,25).

b. Bahasa Lidah. Ini adalah perkataan/kata-kata yang bersifat supra alami yang berbentuk bunyi dan suara yang tak dikenal bagi pendengarnya.

Bahasa lidah ini biasanya berupa kata-kata doa, pujian, ucapan syukur pada Tuhan. Tiga ungkapan ini kadang-kadang disertai dengan suatu irama yang diberikan oleh Roh. Sehingga bahasa ini menjadi nyanyian pada Allah.

Kadang-kadang, bahasa lidah dapat mengandung pesan Allah yang dipenuhi kuasa dan rencana Allah bagi umatNya.

Karuni ini mempersiapkan hati umat Tuhan untuk mendapatkan "penafsiran" bahasa lidah. Bahasa lidah ini juga dapat merupakan "tanda" kehadiran Allah bagi orang yang tidak percaya.

c. Penafsiran Bahasa Lidah. Biasanya bahaya penafsiran ini (dalam bahasa yang dimengerti oleh pendengar yang hadir saat itu) mempunyai arti yang sama dengan apa yang dikatakan oleh bahasa lidah sebelumnya. Tujuan penafsiran ini untuk menjelaskan atau mengulang kata-kata yang diucapkan bahasa lidah (Bahasa yang tidak dikenal) pada kita.

Penafsiran ini juga bisa berupa terjemahan bahasa lidah. Bila bahasa lidah berbentuk doa, penafsirannya juga dapat berupa doa. Kadang penafsiran ini diikuti irama lagu, pujian atau ucapan syukur pada Tuhan bahkan bisa berupa nasehat dan teguran pada jemaat (1 Kor 14:5, 6,15).

3. Karunia Kuasa (tindakan)

a. Iman. Iman yang bersifat supra alamiah (atau "mendeklarasikan/mengetahui" tanpa rasa bimbang sedikitpun) yang membuat anda mendeklarasikan Firman Allah (rhema) dan kehendakNya. Rhema ini diikuti oleh manifestasi atau demonstrasi kuasa mujizat Allah. Hal-hal semacam ini jauh melampaui indera dan perasaan pikiran manusia (Ibr 11:1; Mat 21:19-21; Kis 3:4,9,16).

b. Karunia Kesembuhan. Dalam bahasa Yunani memiliki arti "karunia kesembuhan". Ini adalah pekerjaan ilahi yang dikerjakan Allah, dimana jiwa dan tubuh yang sakit dipulihkan kembali.

Ada beberapa yang merasakan adanya karunia kesembuhan yang khusus untuk tiap-tiap penyakit. Dengan ini kebutuhan pribadi tiap-tiap orang yang sakit dapat terpenuhi (Mat 8:16; Mrk 16:17,18; Kis 28:8,9).

c. Mujizat-mujizat. Ini adalah kuasa pekerjaan ilahi yang ajaib di alam nyata. Mujizat-mujizat adalah kejadian-kejadian supra alami jauh melampaui hukum alam nyata. Tujuannya untuk memperlihatkan" kuasa dan otoritas Allah (Mat 14:16-21; Mrk 16:17-20; Kis 19:11-12; 28:1-6).

C. Kesimpulan

Akan sangat menarik jika anda mempelajari karunia Roh dengan lebih terperinci. Lihatlah bagian D2 untuk sebuah studi lengkap mengenai karunia Roh. Pada tahap ini, sudah jelas bahwa baik "buah" maupun "karunia-karunia." Roh itu dibutuhkan oleh para pemimpin dan anggota gereja supaya dapat menyerupai Yesus di dalam karakter dan kuasaNya.

Akan kita lihat lebih jauh, bahwa penting juga karunia-karunia ini terjadi dalam pelayanan atau "panggilan" kita. Ini akan kita bahas dalam bab 8

Bab 8
Panggilan Seorang Pemimpin:
Karunia-Karunia Dalam Pelayanan

Oleh Dr. Robert Frost

Pendahuluan

Program Allah bagi gerejaNya adalah melengkapi jemaatNya supaya mereka menjadi anggota yang melayani. Sesuai dengan Efesus 4:11-12, karunia-karunia kepemimpinan sebagai rasul, nabi, penginjil, gembala dan guru telah diberikan untuk memperlengkapi anggota gereja sehingga mereka dapat melayani.

Buah dan karunia Roh memampukan para pemimpin gereja memenuhi "panggilan" atau pelayanan mereka dalam Tubuh Kristus. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tugas utama seorang pemimpin gereja adalah melatih dan memperlengkapi anggotanya sehingga mereka menjadi anggota yang melayani. Supaya para pemimpin dapat melakukan hal itu, Tuhan menyediakan kuasa dan otoritasNya untuk membantu kita.

"Otoritas Seorang Hamba Tuhan"

Roh Kudus datang ke atas kita untuk memberi kuasa dan otoritas. Pada hakekatnya, kata "ke atas" selalu mempunyai arti yang mengarah pada pekerjaan dan otoritas bila dihubungkan dengan Roh Kudus.

A. HAMBA TUHAN: KUASA DAN OTORITASNYA

1. Yesus: Kepala Gereja

Kepala dan pemimpin gereja adalah Tuhan Yesus Kristus. Otoritas pemimpin gereja datang dari kepala gereja. Yesus berkata bahwa semua otoritas di bumi dan di sorga sudah diberikan kepadaNya (lihat Mat 28:18).

Perhatikan ayat-ayat Alkitab di bawah ini, bagaimana otoritas dan kuasa ilahi Kristus dihubungkan dengan kehadiran Roh Kudus "di atas" Yesus :

Roh Tuhan akan ada padanya: Roh hikmat, pengertian, nasehat, keperkasaan, pengetahuan, dan Roh takut akan Allah akan menjadi kesenangannya. Dia tidak akan mudah menghakimi apa yang Ia lihat dan dengar, tetapi hanya pada yang benar dan adil. Dia akan melindungi kaum miskin dan yang tak berpengharapan (Yes 11:2-4 TL).

"Lihat, itu hambaKu yang Kupegang, orang pilihanKu, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh RohKu ke atasnya supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa .. ia akan menyatakan hukum" (Yes 42:1,3 TL).

"Roh Tuhan ada padaku; oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada mereka yang miskin dan sengsara. Ia telah mengutus aku untuk menghibur mereka yang remuk hatinya; untuk melepaskan orang-orang yang terbelenggu; untuk mencelikkan mata orang-orang buta ... Sebab Aku Tuhan mencintai keadilan" (Yes 61:1,8 TL terjemahan bebas).

"Dan turunlah Roh Kudus ... ke atasnya ... Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan ... Dan semua orang takjub, lalu berkatalah seorang kepada yang lain, katanya `Alangkah hebatnya perkataan ini ! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar" (Luk 3:22; 4:1,14,36 TL).

Roh Kudus dalam ayat-ayat di atas dan di bawah ini digambarkan sebagai jubah kerajaan atau mantel pada Yesus. Dia "dibungkus dalam" (memakai pakaian) kuasa dan otoritas.

2. Memakai Pakaian dari Tempat yang Tinggi

Lukas 24:49 (rsv) merupakan suatu janji yang indah bagi anda dan saya: "Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini samnpai kamu diperlengkapi (diberi pakaian) dengan kekuasaan dari tempat tinggi"

Kata "bahu" dalam ayat Alkitab di bawah ini menunjuk pada tanggung jawab dan otoritas ilahi hak dan kemampuan (otoritas dan kuasa) untuk memerintah: "Lambang pemerintahan ada di bahunya ... besar kekuasaanNya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan" (Yes 9:5,6 TL).

"Aku akan mengenakan jubahmu kepadanya dan ikat pinggangmu akan Kuikatkan kepadanya, dan kekuasaanmu akan Kuberikan ke tangannya; ..... Aku akan menaruh kunci rumah (pemerintahan) Daud ke atas bahunya ... ya, mereka akan meletakkan ke atasnya kehormatan, dan tanggungan sepenuhnya dari tugas-tugas kerajaan bagi kaum keluarganya" (Yes 22:21,22,24 smf terjemahan bebas).

Kemuliaan, hormat dan kuasa semacam itulah yang pernah diberikan pada Adam dan Hawa pada hari penciptaan. Mereka diciptakan segambar dengan Allah dan diberi "pakaian" otoritas ilahi. Di bawah pemerintahan Allah mereka memerintah seluruh dunia.

Tetapi ketika mereka jatuh ke dalam dosa, mereka kehilangan "jubah kerajaan" yaitu jubah otoritas kebenaran. Setan mengambil alih kekuasaan mereka untuk memerintah dan berkuasa atas dunia sampai Yesus datang.

Di atas kayu salib, kekuasaan setan dilucuti dan dikalahkan. Kristuslah pemenangnya dan telah memenangkan kembali hak manusia atas dunia (lihat Ibr 2:14-15).

Yesus meneguhkan kebenaran ini di dalam pikiran murid-muridNya setelah kebangkitanNya dengan kata-kata berikut ini: "Semua kuasa dan otoritas di sorga dan bumi telah diberikan kepadaKu ... seperti Allah telah mengutusKu, Aku mengutusmu juga ... Sesungguhnya Aku akan mengirimkan janji Bapa kepadamu. Tunggulah di Yerusalem sampai kamu diberi jubah kuasa dari Allah ... Engkau akan menerima kuasa setelah Roh Kudus turun ke atas kamu" (Mat 28:18; Yoh 20:21; Luk 24:49; Kis 1:8).

3. Di Bawah otoritas

Lewat Firman Allah dan kuasa RohNya, kita telah diberi otoritas atas roh-roh jahat bahkan atas si iblis sendiri (lihat Luk 10:19).

Yakobus dengan jelas menerangkan kebenaran ini dalam suratnya: "Serahkan dirimu pada Allah. Tolaklah iblis maka ia akan lari daripadamu" (Yak 4:7).

Kata "serahkan" dalam bahasa Yunani dalam Perjanjian Baru adalah suatu istilah kemiliteran. Artinya adalah "menempatkan diri di bawahnya" atau berada di bawaah otoritas seseorang perwira dari tingkat yang lebih tinggi. Mereka mempunyai otoritas harus lebih dahulu mengalami berada dibawah otoritas orang lain.

Pada waktu kita berada "dibawah suatu otoritas", otoritas itu "ada pada" kita. Kita berkata-kata dan bertindak dengan kuasa yang ada pada otoritas tersebut, bukan tindakan kita sendiri.

Kebenaran yang sama dapat diterapkan pada otoritas rohani. Pada waktu kita menempatkan diri di bawah otoritas Yesus, otoritasNya datang pada kita. Waktu kita mengucapkan firmanNya dan mentaati perintahNya, kuasa RohNya menopang segala tindakan kita. Kita berbicara dan bertindak atas namaNya. Tidak heran jika iblis gemetar dan lari !

B. CARA MENEMUKAN SESUATU YANG BARU DAN MEMBANGUN PELAYANAN ANDA

Tuhan menawarkan kuasa dan otoritas pada setiap pemimpin yang dipanggilNya dalam memenuhi pelayanan dan panggilan mereka.

Pertanyaannya adalah: "Bagaimana kita dapat menemukan sesuatu yang baru dalam pelayanan dan membangun pelayanan serta anggota jemaat ?"

"Apakah cara terbaik untuk mempersiapkannya ? Dimana kita bisa mempraktekkannya ?" Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang bagus dan layak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

1. Dipanggil oleh Allah

Pelayanan kita dalam Tubuh Kristus dipilih oleh Allah bukan pilihan kita atau orang lain (lihat Ibr 5:4). Roh Kudus sendiri akan menetapkan panggilanNya dalam hati kita. Selagi Roh Kudus menanamkan panggilan itu, Allah akan memperhatikan dan menyetujui serta mempromosikan kita. Daud berkata "Sebab bukan dari Timur atau dari Barat dan bukan dari padang gurun datangnya promosi dan kuasa itu tetapi dari Allah saja" (Mzm 75:6-7 tlb).

Allah menetapkan pemimpin-pemimpin lokal di dalam gerejaNya untuk menjadi gembala-gembala atas kawanan dombaNya. Para gembala (gembala-gembala gereja) dipanggil Allah untuk melindungi, mengarahkan, menegur, memberi makan, mengajar dan menjaga kawanan domba. Visi semacam ini dibutuhkan untuk pelayanan-pelayanan yang dilakukan anggota-anggota gereja supaya pelayanan mereka dibangun secara seimbang dan sehat.

2. Gereja lokal

Ini berarti bahwa setiap orang percaya harus dihubungkan dengan Tubuh Kristus di dalam gereja lokal yang sudah ditetapkan (sebagai anggota). Jika gembala lokal adalah seorang yang bijaksana, penuh kasih, juga penuh dengan Roh Kudus dan iman, gereja lokal tersebut adalah tempat yang paling baik bagi pertumbuhan dan pembangunan pelayanan.

Banyak pembuangan tenaga dan waktu, masalah, kesulitan yang bisa dihindari oleh anggota gereja bila pemimpinnya bijaksana dan penuh kasih. Apakah anda pemimpin itu ?

Hal ini adalah rencana Allah bagi umatNya. Supaya rencana Allah dapat bekerja, Dia membutuhkan gembala-gembala gereja yang penuh kasih, setia, penuh iman, serta sungguh-sungguh mengabdi pada Tuhan dan domba-dombanya.

Tidak ada satupun gereja lokal yang sempurna. Tuhan tidak menuntut seorang pemimpin harus sempurna. Ia menggunakan pemimpin-pemimpin yang tidak sempurna untuk melatih dan melengkapi anggota jemaat yang tidak sempurna.

Jika anda dipimpin Tuhan menjadi anggota suatu gereja lokal dan memiliki seorang gembala senior, hormatilah otoritas kepemimpinannya seperti anda menghormati otoritas Kristus sendiri. Bantulah gembala anda dengan cara yang terbaik yang bisa anda lakukan. Lakukanlah sesuatu yang ekstra bagi gembala anda seperti bila memperlakukan Kristus.

3. Prioritas Para pemimpin

Pelayanan kita di dalam Tuhan dimulai dengan orang-orang yang paling dekat di sekeliling hidup kita. Hidup kita sering berhubungan dengan banyak orang setiap hari. Maka kita harus mulai melayani orang-orang di dalam dunia kecil milik kita sendiri, yaitu anggota keluarga kita, gereja kita, teman sekolah, teman sekerja, tetangga kita.

Kerinduan kita adalah membagikan kehidupan, kasih dan kebenaran Yesus dengan orang-orang tersebut. Kita pasti ingin melakukannya secara hangat, praktis dan pribadi dengan mereka. Mari kita berusaha membantu dan melayani mereka sebisa kita di dalam nama Tuhan.

Percayakan pada Roh Kudus untuk mengalir melalui hidup anda setiap hari dan membawa berkat-berkatNya kepada mereka yang berada di sekeliling anda. Kita akan melihat kebutuhan-kebutuhan kita dipenuhkan dan selanjutnya kita akan melihat kebutuhan orang lain juga dipenuhkan.

Bila kita berusaha membawa kehidupan Allah lewat kata-kata dan perbuatan kita, seiring dengan itu kita akan belajar mempercayakan diri pada kuasa dan pertolongan Roh Kudus.

Karunia dan buah Roh akan bekerja bersama dengan indah dan seimbang, bahkan kita mungkin tidak melihat betapa berkuasanya Karunia dan buah Roh itu dalam hidup kita, tetapi orang lain akan melihatnya !

C. LIMA DASAR KARUNIA/JABATAN PELAYANAN

Rasul, nabi, penginjil, dan guru adalah lima jabatan pelayanan yang berfungsi sebagai landasan berdirinya gereja (lihat Ef 2:20; 1 Kor 3:10-11). Kelimanya disebut oleh Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di Efesus:

"Kristus telah memberi kita masing-masing pemberian khusus dari perbendaharaan kasih karuniaNya. Maka pemazmur berkata,'Ketika Ia terangkat ke Sorga, Dia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia ..."

"Pemberian yang Ia berikan adalah orang-orang dengan bermacam-macam pelayanan: rasul, nabi, penginjil, gembala dan guru."

"Dia melakukan semuanya itu agar umat Tuhan dilatih dan dilengkapi untuk melayani Dia. Pemberian-pemberian tersebut dibutuhkan oleh Tubuh Kristus untuk bertambah menjadi kuat dan sehat" (Ef 4:7,8,11,12 smf).

Sekarang kita akan mengulas kelima pelayanan kepemimpinan tersebut secara singkat:

1. Rasul

Dia adalah seorang yang meletakkan landasan (menanam) gereja-gereja baru. Dia menetapkan pemimpin-pemimpin lokal dan menasehati mereka selagi menjalankan tugasnya. Rasul akan terus berhubungan dengan pemimpin-pemimpin lokal tersebut dan memberi informasi pada mereka tentang apa yang dilakukan Tuhan pada gereja dalam lingkup yang besar. Rasul-rasul Kristus memiliki suatu panggilan khusus yang harus dipenuhinya pada tiap generasi. Jabatan rasul memiliki arti penting selama berdirinya gereja sampai masa ini. (lihat Luk 11:49; 1 Kor 12:28; Ef 2:20).

2. Nabi

Nabi adalah sesorang yang memiliki pesan dari pikiran dan hati Allah dari waktu ke waktu. Nabi juga memberitahukan hal-hal yang akan terjadi, dia berbicara baik pada pemimpin maupun orang biasa tentang apa yang akan menimpa mereka jika mereka berjalan di luar kehendak Allah. Fungsi nabi yang lebih kecil adalah "membangun", "menasehati" dan "menghibur" Tubuh Kristus. (Lihat Kis 11:28; 13:1; 21:10-11).

3. Penginjil

Penginjil adalah seseorang yang memberitakan Injil Kristus pada orang berdosa. Khotbahnya sederhana, menuju sasaran dan berada di dalam kuasa firman Allah. Banyak orang digerakkan olehnya untuk membuat keputusan mengenai Kristus (lihat Kis 8:5-10; 21:8).

4. Gembala

Gembala sidang adalah seseorang yang memiliki hati seorang gembala. Ia memperhatikan setiap domba secara pribadi, tetapi juga memelihara mereka sebagai kawanan domba secara keseluruhan. Dia selalu berusaha untuk mengarahkan, melindungi, menegur, memelihara, memberi makan dan menghibur umat Tuhan di dalam gereja setempat (lihat Yoh 10:11-18).

5. Guru

Guru adalah seseorang yang mengasihi Firman dan umat Allah. Dia selalu berusaha mengajarkan kebenaran ilahi secara pribadi dan praktis. Dia melayani pemikiran manusia agar mereka mengetahui bagaimana berjalan bersama Allah dengan benar (lihat Neh 8:4-8).

D. KARUNIA KEPEMIMPINAN DIBERIKAN UNTUK MELATIH DAN MELENGKAPI ORANG PERCAYA

Rasul Paulus memberitahu kita bahwa Yesus memberikan kelima jabatan pelayanan untuk melatih dan melengkapi orang-orang percaya yang lahir baru menjadi orang-orang yang siap melayani.

1. Jemaat Harus Belajar untuk....

Setiap orang yang terpanggil untuk menduduki satu satu jabatan dalam pelayanan memiliki tiga kewajiban yang harus di lakukan mengetahui bagaimana:

  1. Melayani Tuhan;
  2. Melayani Sesama; dan
  3. Melayani dunia

2. Ajarkan Mereka Caranya

Untuk melengkapi jemaat supaya melaksanakan tiga pelayanan tersebut di atas, perlu juga mengajarkan pada mereka bagaimana caranya melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Menyembah dalam Roh dan Kebenaran
  2. Berjaga-jaga, berdoa dan bersyafaat
  3. Melakukan peperangan rohani
  4. Mempelajari kitab suci
  5. Bertumbuh dalam karakter Kristus
  6. Melatih karunia-karunia Roh
  7. Mendengarkan suara Allah
  8. Melayani orang-orang kudus umat Allah
  9. Bersaksi pada orang-orang yang belum percaya

Dengan cara ini, jemaat akan menjadi matang dan terbangun di dalam Tuhan Yesus serta mengokohkan TubuhNya yaitu gereja.

3. Setiap Anggota Adalah Pelayan Allah

Umat Allah tidak boleh menyerupai anak kecil, yang selalu mencari pertolongan orang lain; mereka harus bertumbuh di dalam Kristus supaya mereka dapat melayani kerajaan Allah. Mereka memiliki masalah semacam ini pada zaman Perjanjian Baru:

"Kamu telah menjadi Kristen sejak lama, dan seharusnya kamu sudah mengajar, tetapi kamu malah mundur dan diajar orang lain mengenai prinsip Allah dari awal lagi. Kamu seperti bayi-bayi yang hanya minum susu, dan belum bisa menerima makanan yang keras."

"Kalau seseorang masih minum susu, itu menunjukkan bahwa ia masih jauh dari kehidupan kekristenan dan tidak mengetahui perbedaan antara yang benar dan yang salah, ia adalah orang kristen yang masih bayi !"

"Kamu tidak mampu menelan makanan yang keras dan mengerti hal-hal mengenai firman Allah yang mendalam sampai kamu menjadi orang Kristen yang lebih baik dan belajar mengetahui hal yang benar dan yang salah dengan mempraktekkan hal-hal yang baik" (Ibr 5:12-14 tlb).

Setiap anggota jemaat harus juga menjadi anggota pelayan-pelayan Allah yang melayani baik Allah, orang-orang percaya, bahkan orang-orang yang belum percaya !

E. PELAYANAN LAIN YANG DISEBUT OLEH PAULUS

Di samping kelima karunia jabatan dalam pelayanan di atas, Paulus memasukkan pelayanan-pelayanan lain yang diperuntukkan bagi jemaat, yang akhirnya melatih jemaat untuk:

1. Melayani dan Menolong

Hal ini mengarah pada pelayanan praktis pada persekutuan-persekutuan lokal, dimana kegiatan-kegiatan tersebut termasuk pelayanan diakonia dan kegiatan semacamnya.

2. Memberi Nasehat

"Menasehati" berarti memberi semangat, kekuatan dan memberi petunjuk pada anak-anak Allah. Tujuan pelayanan ini adalah merangsang orang-orang percaya untuk menyembah, bekerja, berperang dan bersaksi bagi Allah. Seorang "penasehat" mengobarkan iman kita.

3. Memberi

Pelayanan ini melibatkan kekayaan seseorang (biasanya uang) untuk menunjang pekerjaan Allah. Pemberinya harus peka terhadap Roh Kudus dan dikaruniai hikmat. Dengan cara itu jumlah yang tepat akan diberikan pada orang, waktu dan alasan yang tepat.

4. Administrasi (pemerintahan/pengaturan)

Pelayanan ini membutuhkan seorang pemimpin yang tahu bagaimana merencanakan sesuatu, mengorganisasikan, melatih dan menetapkan anggaran serta pertanggung jawaban. Hal ini juga meliputi struktur dan organisasi yang dibutuhkan untuk menangani masalah-masalah gereja (Kis 6:3).

5. Kemurahan

Pelayanan ini membutuhkan simpati perasaan ingin memperhatikan dan memenuhi kebutuhan orang lain juga hikmat untuk mengetahui harus berbuat apa. Hikmat di sini berhubungan dengan tindakan praktis.

Ini adalah sebuah panggilan yang tidak semata-mata memenuhi kebutuhan orang lain, tetapi membangkitkan iman, harap dan kasih bagi yang membutuhkan. Tubuh Kristus memerlukan seorang "malaikat penolong yang penuh kemurahan" semacam ini (lihat Yak 2:13-16).

6. Mujizat dan Kesembuhan

Mujizat-mujizat menunjukkan kuasa Allah dan membuktikan hadiratNya. Tujuan mujizat-mujizat tersebut untuk menunjukkan jalan bagi orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan dan membangun bagi orang-orang percaya. Mujizat-mujizat tersebut adalah tanda tindakan kasih ilahi bagi orang-orang yang membutuhkan. Pelayanan ini mempersiapkan jalan bagi turunnya Injil dan kasih karunia Allah.

Karunia kesembuhan (bersifat jamak di dalam teks Yunani aslinya) disediakan untuk memberi kuasa penyembuhan Kristus bagi mereka yang sakit.

Betapa indahnya jika karunia ini bekerja di dalam kehidupan jemaat dan para pemimpin gereja !

F. PELAYANAN-PELAYANAN LAIN DI DALAM TUBUH KRISTUS

Masih banyak lagi pelayanan-pelayanan di dalam Tubuh Kristus yang didukung kitab suci. Dengan sedikit pemikiran kita akan melihat pelayanan-pelayanan lain tersebut.

1. Doa Syafaat

Doa dan puasa bagi orang lain selalu besar kuasanya meskipun sering menjadi pelayanan tersembunyi di dalam gereja.

2. Keramahtamahan

Sambutan hangat di dalam rumah-rumah orang Kristen telah menjadi berkat bagi banyak orang, banyak contoh dapat kita lihat di dalam Alkitab.

3. Kunjungan

Kita dapat membawakan kasih Allah bagi orang lain bila mereka tidak dapat mendatangi kita, yaitu orang-orang sakit, orang-orang tua, yatim piatu bahkan mereka yang ada dalam penjara, Yesus ingin mencapai mereka semua.

4. Kepedulian Sosial

Tuhan sangat rindu untuk menjamah orang-orang miskin dan yang membutuhkan dan mereka yang dikucilkan dan dicampakkan. Yesus bisa menjamah mereka hanya melalui kita.

5. Literatur (penulisan/bacaan)

Kuasa Firman yang dituliskan sangat besar artinya, Tuhan telah memberikan talenta-talenta menulis pada banyak orang. Hal ini mencakup surat pribadi sampai tulisan-tulisan yang dipublikasikan seperti artikel dan buku-buku. Hal ini membutuhkan usaha keras tetapi pahalanya pun besar.

6. Media Modern

Banyak kemajuan telah dicapai dalam bidang radio, TV dan bidang-bidang komunikasi lainnya adalah metode-metode modern yang dapat digunakan sebagai alat kesaksian. Allah telah memberikan kemampuan dan latihan bagi mereka yang akan dipakaiNya dalam hal-hal yang kreatif. Jika kita tidak bergerak dalam bidang ini bagi Allah, si iblis akan sangat senang mengambil alih posisi kita.

7. Kesenian

Tuhan telah memberikan kemajuan pada musik-musik Kristen yang telah menjadi berkat selama bertahun-tahun. Ini saatnya bidang seni lainnya dibawa kembali untuk menyandang rencana Allah yang penuh kemuliaan. Bidang ini dapat dijamah Roh Allah untuk membantu kita mengajar, memperkaya penyembahan kita, dan meningkatkan kesaksian kita bagi dunia. Seni itu tidak akan lagi untuk seni itu sendiri, tapi seni untuk kemuliaan Allah.

8. Perdamaian

"Berdamai" artinya mempersatukan orang-orang yang dulunya bermusuhan. Hal ini tentunya harus didahului dengan perdamaian antara manusia dan Allah.

Kemudian akan ada kebutuhan untuk berdamai dengan yang lainnya (sesama). Ini benar-benar jalan yang khusus dalam gereja. Sikap permusuhan dan pertikaian di antara orang-orang percaya dapatlah mengherankan jika Alkitab mengatakan, "Berbahagialah orang-orang yang membawa damai ..."

G. PEMIKIRAN AKHIR AKAN PELAYANAN PRIBADI

Kita dapat melihat dengan mudah bahwa pelayanan-pelayanan di atas saling mengisi atau saling bekerja sama. Seseorang dapat memiliki lebih dari satu macam pelayanan dalam ladang pekerjaan Tuhan.

Lebih dari itu, suatu pelayanan dapat menjadi landasan dimana pelayanan lainnya dibangun. Filipus, seorang "hamba" yang setia kemudian menjadi Filipus, seorang "penginjil" yang berapi-api (bandingkan Kis 6 dengan 8).

Kita semua mendapat panggilan dalam Tubuh Kristus. Kita dapat memulainya di tempat kita berada dengan apa yang kita miliki SEKARANG ! Roh Kudus, penolong ilahi kita akan menyediakan, buah-buah dan karunia-karunia yang kita perlukan dalam panggilan kita.

Kewajiban kita adalah "meningkatkan" atau mengembangkan buah-buah itu dengan berbalik kepada Roh Allah pada masa-masa kesulitan kita.

Dan kita harus belajar untuk "memaksimalkan" atau menggunakan karunia-karunia ilahi dengan baik. Kerinduan kita adalah menjadi hamba Tuhan Yesus Kristus yang baik dan setia.

Pelayanan pribadi yang terbaik adalah jika ditemukan dan dikembangkan dalam persekutuan gereja setempat yang dipenuhi Roh Kudus. Di bawah kepemimpinan yang berhikmat dan penuh kasih, kita akan menemukan tempat dan fungsi kita di dalam keluarga Allah. Dengan jalan inilah gereja Yesus Kristus akan menjadi kuat dan aman.

Kemudian kita akan siap untuk melayani Tuhan, sesama dan seluruh dunia !

BAGIAN 3:
PELAYANAN ANGGOTA-ANGGOTA JEMAAT

Bab 9
Pelayanan Pada Tuhan:
Penyembahan

A. SETIAP ORANG PERCAYA ADALAH SEORANG IMAM

Setiap orang percaya adalah seorang imam menurut rencana dari Perjanjian baru.

"Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib" (1 Ptr 2:9 smf).

Ayat yang indah di atas menggambarkan gereja dari Yesus Kristus. Kita adalah umat pilihan dipanggil untuk menjadi imamat yang rajani di dalam gereja. "Dia ... telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, BapaNya ..." (Why 1:6 tlb).

Sebagai "imamat yang rajani", setiap anggota memiliki pelayanan keimanan yang luas dan indah dalam pekerjaan pelayanannya. Fungsi dari pelayanan itu mencakup 3 bagian:

  1. Pelayanan Pada Tuhan
  2. Pelayanan Pada Sesama
  3. Pelayanan Pada Dunia

Hanya ada satu dimana tugas yang besar seperti pelayanan pada dunia itu dapat dilaksanakan. Dan caranya adalah dengan menjadikan setiap anggota gereja menjadi anggota yang melayani. Setiap anggota gereja harus memenuhi tempat pelayanan dalam gereja.

"Dan Engkau (Kristus) telah membuat kita menjadi suatu kerajan (kerajaan Imamat), dan menjadi imam-imam bagi Allah kita (untuk melayaniNya) ... dan kita akan memerintah sebagai raja di bumi" (Why 5:10 smf).

B. PELAYANAN KITA DALAM PENYEMBAHAN

Semua pelayanan kekristenan harus dimulai dengan pelayanan pada Tuhan. "Penyembahan pada Allah" harus menjadi sumber darimana "pekerjaan kita bagi Allah" dimulai.

Pelayanan keimaman kita pada Allah harus mencakup 4 fungsi utama:

  1. Doa
  2. Pujian
  3. Ucapan syukur
  4. Penyembahan

Setiap fungsi ini memiliki tujuan yang khusus. Walaupun demikian, dalam artikel ini kita akan meletakkan semua itu di bawah satu judul umum yaitu "penyembahan".

Allah adalah Bapa sorgawi kita yang terkasih. ia berada di atas segala-galanya. Dia menginginkan kasih dan penyembahan kita. Penyem-bahan berbicara tentang "(bahasa Inggris : worthship, yang artinya "kelayakan") Allah itu "layak" untuk menerima kasih kita karena Dia mengasihi kita terlebih dahulu dan agunglah kasih yang seperti ini !" (1 Yoh 4;19).

Orang-orang Farisi pada suatu ketika pernah berusaha mencobai dan menjebak Yesus dengan pertanyaan yang sulit. Mereka bertanya kepadaNya," Apakah hukum Taurat atau perintah Allah yang terbesar?" Yesus dengan segera mempermalukan mereka dengan jawabanNya yang sederhana tapi berkuasa:

"Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama" (Mat 22:37-38 smf).

Kita mengasihi apa yang kita sembah dan kita menyembah apa yang kita kasihi. Penyembahan kita bersumber dari hubungan/pesekutuan kita dengan Allah.

Sebagaimana seorang ayah, Allah ingin kita bersekutu dengan keluargaNya. Dia ingin dan menantikan kita untuk menanggapi kasihNya yang suci dengan doa-doa, pujian dan penyembahan kita. Apabila kita mendekat padaNya, dia akan mendekati kita juga (lihat Yak 4:8).

Pemazmur Daud menemukan bagaimana persekutuan dengan Allah itu sangat erat hubungannya, anda tidak dapat memiliki yang satu tanpa yang lainnya.

C. PENYEMBAH-PENYEMBAH LALU PEKERJA-PEKERJA

Banyak orang mengira bahwa keinginan Allah yang terbesar adalah memperoleh "pekerja-pekerja". Ini tidaklah benar. Yesus dengan jelas mengatakan pada murid-muridNya bahwa Allah Bapa sedang mencari "penyembah-penyembah" mereka yang akan menyembahNya dalam Roh dan Kebenaran (lihat Yoh 4;23).

Panggilan kita yang terbesar dan tertinggi adalah untuk menyembah Tuhan sebelum melakukan segala sesuatu. Jika kita melakukannya, Allah tidak akan mengalami kekurangan pekerja. Penyembah-penyembah yang benar selalu menjadi pekerja-pekerja yang benar. Kasih yang sejati selalu berusaha untuk menyenangkan dan melaksanakan kehendak dari orang yang dikasihinya !

Kebenaran ini tampak dengan jelas dalam kisah yang sangat kita kenal yaitu tentang Maria dan Martha (lihat Luk 10:38-42). Martha sedang berada di dapur bekerja dan penuh rasa kekhawatiran. Maria berada di bawah kaki Yesus menyembah dan belajar untuk mendengar. Yesus berkata bahwa bagian Maria adalah yang paling penting, dan hal itu tidak akan diambil daripadanya.

Orang-orang Kristen bukan terutama "diselamatkan untuk nelayani", tapi "dipanggil untuk menyembah". Tuhan menginginkan agar penyembahan itu menjadi pertama sebelum segala sesuatu. Jika kita tidak masuk dalam pelayanan pada Tuhan, kita tidak akan pernah memiliki pelayanan yang efektif bagi sesama atau bagi dunia.

1. Gereja Di Antiokia

Gereja di Antiokia menunjukkan bahwa penyembahan harus ditempatkan sebagai hal penting yang pertama bahkan sebelum kebaktian. Gereja ini adalah gereja yang "bekerja", tapi sebelum melakukan pekerjaannya lebih dahulu ada penyembahan.

Apa yang dilakukan gereja itu sebelum Paulus dan Barnabas dipilih oleh Roh dan diutus keluar sebagai "para pekerja" untuk misi di ladang-ladang Allah? Mereka menyembah Allah!

"Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus : `Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagiKu untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka" (Kis 13:2).

Sangatlah menarik untuk dicatat bahwa Kisah Rasul 13:1 mengatakan pada kita bahwa ada nabi-nabi dan guru-guru dalam gereja. Jelasnya, prioritas pelayanan mereka bukan bernubuat atau mengajar, tapi menyembah. Setiap orang mnyembah melayani Tuhan. Dari pelayanan penyembahan mengalir nubuatan Allah tentang pekerjaan yang harus dilakukan.

Tingkatan atau tahap-tahap itu jelasnya dalam susunan seperti ini:

  1. Penyembahan: Pertama, ada "penyembahan" bagi Tuhan
  2. Firman: Kedua, ada "Firman" dari Tuhan
  3. Pekerjaan: Ketiga, ada "pekerjaan" bagi Tuhan

Pelayanan pada dunia mengikuti pelayanan pada Tuhan.

2. Tidak Ada Penyembahan Tidak Ada Hujan!

Prioritas ilahi untuk menyembah ini dapat dilihat dalam kata-kata nubuatan yang keluar dari mulut Zakharia: "Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, Tuhan semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan" (Zak 14:7).

Prinsipnya sudah jelas : tidak ada penyembahan, tidak ada hujan ! Kegiatan tanpa penyembahan akan menghasilkan sedikit tuaian tidak peduli bagaimana kerasnya kita bekerja. Mengapa ? Dibutuhkan hujan Roh Allah untuk menghasilkan tuaian. Tanpa penyembahan, kita tidak akan memperoleh hujan. Jika kita tidak memiliki waktu untuk menyembah, jam kerja kita akan hanya menghasilkan buah yang sedikit.

Perintah ilahi Allah adalah untuk menyembah lalu bekerja. Pelayanan pada Tuhan menghasilkan berkat-berkat dari RohNya atas usaha kita. Tuhan jauh lebih tertarik pada hubungan kita denganNya daripada pekerjaan kita bagi-Nya !

D. MENYEMBAH DALAM ROH DAN KEBENARAN

Selama tujuh abad orang-orang Yahudi dan orang-orang Samaria telah berdebat tentang tempat yang tepat untuk menyembah.

Ketika berjalan melewati Samaria, Yesus bertemu dengan seorang wanita di tepi sumur. Secara mengejutkan Yesus mulai berbicara padanya tentang keinginan dan kerinduan hati wanita tersebut akan Allah.

Dalam pembicaraan mereka, wanita ini mengajukan suatu pertanyaan yang sudah sangat kuno tentang tempat yang tepat untuk beribadah. Marilah kita mendengarkan percakapan mereka:

"Kata perempuan itu kepadaNya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi Kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah".

"Kata Yesus kepadaNYa: `Percayalah kepadaKu, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem ... Saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam Roh dan Kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian"' (Yoh 4:19-23).

1. Dua Bagian yang Penting

Dari perkataan Yesus ini, penyembahan dapat secara jelas dibagi menjadi 2 bagian :

  1. Roh ... yang merupakan bagian Allah
  2. KEBENARAN ... yang merupakan bagian manusia

Dengan kata lain, baik Allah maupun manusia memiliki bagian untuk dilakukan agar penyembahan menjadi lengkap.

2. Bagian Allah dalam Penyembahan

Bagian Allah dalam penyembahan melibatkan baik AnakNya maupun RohNya. Penulis kitab Ibrani berbicara tentang peranan Yesus dalam penyembahan kita. Dia mengutip Mazmur Daud dimana saat itu pemazmur sedang berbicara sebagai wakil dari Kristus:

"Bapa, Aku akan memberitakan namaMu kepada saudara-saudaraKu dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat" (Ibr 2:12 smf).

Ayat ini memiliki pertanyaan yang menarik bagi kita untuk dipertimbangkan. Bagaimana Yesus dapat menyanyikan pujian bagi Bapa di tengah-tengah gerejaNya?

a. Nyanyian Pujian Yesus. Saya percaya Dia melakukannya lewat bibir kita, menggunakan suara kita. Jika kita menyerahkan diri kita pada apa yang dilakukan Roh Kudus atas diri kita pemujaan Yesus sendiri pada BapaNya akan mengalir dari sanubari kita yang paling dalam.

"Pribadi" Yesus Kristus sekarang berada di sebelah kanan Bapa. Tapi "Hadirat" Tuhan ada di dalam kita oleh karena RohNya.

Karena itu, sebagaimana Roh mengurapi kita untuk menyembah, nyanyian pujian Yesus akan memenuhi hati dan mulut kita. Apabila kita menyerahkan bibir dan suara kita pada tindakan Roh Kudus atas kita menyembah Bapa di dalam Roh.

Hal ini adalah benar-benar "nyanyian dari Allah" karena saat roh itu memenuhi roh kita dengan penyembahan dari Yesus, kita sebaliknya akan mengungkapkannya pada Bapa dengan suara kita.

Hal ini terjadi dalam Perjanjian Lama, pada masa pemerintahan Hezekia, suatu kegerakan besar terjadi sebagai akibat dari penyucian dan pemulihan Bait Suci. Inilah kisahnya:

"Ia (Hezekia) menempatkan orang-orang Lewi di rumah Tuhan dengan ceracap, gambus dan kecapi sesuai dengan perintah Daud dan Gad, pelihat raja, dan nabi Natan, karena dari Tuhanlah perintah ini, dengan perantaraan nabi-nabiNya."

"Maka berdirilah orang-orang Lewi dengan alat-alat musik Daud, demikian pula imam dengan nafiri."

"Lalu Hizkia memerintahkan untuk mempersembahkan korban bakaran di atas mesbah. Pada saat persembahan korban bakaran dimulai, mulailah pula dinyanyikan nyanyian (dari Tuhan) terjemahan bahasa Inggris (yaitu ... nyanyian-nyanyian yang diberikan oleh Tuhan sendiri) dan dibunyikan nafiri, dengan iringan alat-alat musik Daud, Raja Israel."

"Seluruh jemaah sujud menyembah sementara nyanyian dinyanyikan dan nafiri dibunyikan. Semuanya itu berlangsung sampai korban bakaran dipersembahkan. Raja dan semua orang yang hadir bersama-sama dia berlutut dan sujud menyembah".

"Lalu raja Hizkia dan para pemimpin memerintahkan orang-orang Lewi menyanyikan puji-pujian untuk Tuhan dengan kata-kata Daud dan Asaf, pelihat itu. Maka mereka menyanyikan puji-pujian dengan sukacita, lalu berlutut dan sujud menyembah" (2 Taw 29:25-30 tlb).

b. Dipenuhkan dengan Roh. Yang menyedihkan adalah adanya kemungkinan memiliki "bentuk" penyembahan tanpa keterlibatan Yesus atau Roh Kudus.

Hanya Roh Kristus yang dapat menghasilkan penyembahan yang benar dan berkenan pada Bapa. Tanpa keterlibatan RohNya penyembahan kita yang terbaik pun hanyalah suatu upacara keagamaan yang kosong. Inilah yang dimaksud Yesus ketika Ia berbicara tentang para pemimpin rohani pada masaNya:

"Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripadaKu. Percuma mereka beribadah (menyembah) kepada-Ku" (Mat 15:8,9 smf).

Sebaliknya, apabila kita menyerah pada Roh Kristus yang hidup, penyembahan kita tidak akan merupakan suatu bentuk yang kosong. Tapi penyembahan itu akan merupakan aliran kasih dan pujian yang segar. Paulus menempatkan kebenaran ini dalam kata-kata yang indah.

"Hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam Mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyilah dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucapkanlah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita" (Ef 5:18-20 smf).

Sebagaimana kita secara terus menerus dipenuhkan dengan Roh Kudus kita dapat mempersembahkan pujian pada Tuhan dan bernyanyi serta memainkan musik bagiNya.

Gereja masa modern ini sering memiliki musik yang dinyanyikan pada orang-orang atau bagi orang-orang. Dalam Alkitab, musik hanya ditujukan pada dan dinyanyikan bagi Tuhan.

Kita perlu menyerah pada tindakan Roh Kudus atas kita, agar kita menjadi penyembah-penyembah yang benar. Allah telah memberi kita Roh KudusNya agar kita dapat menyanyikan puji-pujian dari Yesus, yang diinspirasikan oleh Roh, bagi Bapa keluar dari hati kita masing-masing !

3. Bagian Manusia dalam Penyembahan

"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan ? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus (untuk menyembah) ? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN" (Mzm 24:3-5 smf).

Bagian manusia dalam penyembahan adalah untuk datang pada Allah dalam "kebenaran". Ini berarti bahwa hati (motivasi) manusia harus bersih, murni, jujur, dan tulus atau penyembahannya tidak diterima Allah.

a. Peraturan Di Tabernakel. Ini diteguhkan oleh peraturan-peraturan yang diberikan pada imam-imam dalam Tabernakel Musa. Di dalam susunan dan keimaman dari Tabernakel ada banyak hal yang menggambarkan apa yang Yesus dan pengikut-pengikutNya harus lakukan.

Semua pengorbanan, penyucian-penyucian, pengurapan-pengurapan dan pakaian-pakaian adalah gambaran-gambaran yang penting dari prinsip-prinsip rohani yang akan dilakukan Yesus dan Gereja di masa kemudian.
Sebelum imam-imam dapat melayani dan menyembah Tuhan di ruangan suci, mereka harus:

  1. Disucikan dari dosa oleh darah korban (Im 4;3),
  2. Dibasuh dengan air,
  3. Diurapi untuk menyembah dan
  4. Mengenakan Pakaian/berpakaian imam yang bersih (Kel 30;17-33).

Mereka berada dalam ancaman kematian, jika mereka belum menyelesaikan dosa mereka, membasuh diri mereka dari noda, belum menerima urapan dan tidak mengenakan pakaian imamat yang bersih. Hanya jika mereka memenuhinya mereka dapat datang ke hadirat Allah yang suci. Mereka harus mempersiapkan diri untuk menyembah !

b. Persiapan Kita Berada Dalam Kristus Yesus. Kita juga harus:

  1. Menerima darah pengorbanan Yesus di atas salib (Why 1:5).
  2. "Dibasuh" dengan cara yang benar oleh baptisan air (Kis 22:16; Ibr 10:22).
  3. "Diurapi" untuk melayani dengan cara dibaptiskan dalam Roh (Luk 4:18); dan
  4. "Diperlengkapi/dikenakan pakaian" kuasa (Luk 24:49) sebelum kita dapat melayani Tuhan dengan benar.

c. Alkitab Menyatakan. Puji Allah, semua kebutuhan ini dapat dipenuhkan dalam Kristus Yesus. Alkitab menyatakan bahwa Kita telah:

1) Disucikan dengan DarahNya. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita, dan meyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yoh 1:9 smf).

2) Dibasuh dengan Baptisan Air dan FirmanNya. "Kristus telah mengasihi jemaat dan menyerahkan diriNya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikan dengan memandikannya (membasuhnya) dengan air dan Firman" (Ef 5:25,26 smf).

3) Diurapi dengan RohNya. "Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milikNya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita" (2 Kor 1:21,22 smf).

4) Diberi Pakaian KebenaranNya. "Kiranya, ya Tuhan, Allah, imam-imamMu, berpakaian keselamatan ... Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran ..." (2 Taw 6:41; Yes 61:10 smf).

d. Kristus Yesus: Imam Besar Agung Kita. Penulis kitab Ibrani menyarikan hak-hak Istimewa dari para imam yang telah dibasuh oleh darah Kristus. Perkataan-perkataan yang indah ini:

"Jadi saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat Kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan Imam yang teguh."

"Oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni, marilah kita teguh berpegang kepada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia yang menjanjikannya" (Ibr 10:19-23 smf).

Ya, Kristus telah menyediakan semua yang kita butuhkan untuk menyembah Allah dalam Roh dan dalam kebenaran.

Yesus masih berusaha untuk menyembah Bapa "di tengah-tengah sidang jemaat" (Ibr 2:12). Yesus ingin melakukan hal ini lewat kita yang adalah anggota tubuhNya, lewat kita dan RohNyalah Anak ingin mengagungkan Bapa-Nya.

E. RINGKASAN

Kita telah melihat:

1. Bagian Allah

Bagian Allah dalam penyembahan melibatkan AnakNya dan RohNya.

2. Bagian Kita

Kitapun memiliki bagian yang kita harus lakukan. Kita harus datang di hadapan Tuhan dengan tangan yang bersih dan hati murni. Ini berarti mengakui dosa-dosa, kesalahan dari kegagalan kita secepatnya pada Tuhan. Ini berarti kita disucikan dan diberi pakaian lewat kemurahanNya. Artinya kita diurapi dengan RohNya. Artinya menjaga pikiran, perkataan dan tindakan kita agar tetap benar dan suci di mata Allah sehingga kita dapat hidup " ... menjadi puji-pujian bagi kemuliaanNya" (Ef 1:12).

Sungguh, setelah itu, kita akan menjadi " ... bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, dan bangsa yang kudus" (1 Ptr 2:9). Dengan gembira kita akan membagikan kasih dan kemurahanNya ke seluruh dunia dengan penuh sukacita. Dan itu semua berawal dari penyembahan.

Inilah apa yang kita maksudkan ketika kita berkata bahwa setiap orang percaya harus belajar "melayani Tuhan".

Mengapa anda tidak menyerahkan bibir dan suara anda pada Tuhan sekarang juga dan mulai menyembah Dia ! Katakan padaNya:

"Aku mengasihiMu Tuhan,
dan kuangkat suaraku
untuk menyembahMu
Oh jiwaku bersoraklah;
bersukalah Rajaku
atas apa yang Kau dengar;
biarlah suara itu menjadi
suara yang sangat manis
di telingaMu"

Bab 10
Pelayanan Kepada
Orang Lain :
Melayani

Pendahuluan

Pelayanan seorang pada yang lain :

Melayani dan mendukung pada yang lain. Kita harus saling menolong dan mengasihi dan memperhatikan, kita juga harus membangun secara emosional dan perasaan.

Ini berarti kita terlibat untuk memberikan pertolongan yang praktis dan dukungan pada saudara-saudara kita didalam Kristus yang membutuhkan.

Dengan melakukan ini berarti kita mendirikan sistem dukungan secara "Alkitabiah"

Ada 3 sistem dasar yang meliputi hampir semua kebutuhan pribadi kita yang penting. sebagai para pemimpin kita harus melatih anggota-anggota kita bagaimana cara melayani satu dengan lain melalui :

  1. Sistem dukungan Emosional/sistem dukungan perasaan;
  2. Sistem dukungan finansial atau sistem dukungan keuangan; dan
  3. Sistem dukungan spiritual/sistem dukungan rohani.

Inilah cara Kristus untuk mencapai umat-Nya didalam pelayanan penuh kasih. Sama seperti Yesus yang menyembah BapaNya melalui kita Ia melayani anggota-anggota tubuhNya juga melalui kita.

Yesus menghibur orang-orang yang terluka dengan menggunakan tangan-tangan kita untuk memeluk mereka. Dengan penuh cinta kasih Ia menjamah mereka dengan tangan-tangan kita, Ia ingin berbicara pada mereka melalui lidah-lidah dari anggota-anggota tubuhNya, yakni gerejaNYA!

Marilah kita buka kembali buku Kisah Para Rasul, bagaimana prinsip ini dilaksanakan dan bagaimana hasil yang dicapainya.

Di dalam ayat-ayat dibawah ini, kita dapat melihat bahwa garis besar yang telah kita pilih untuk menerangkan apa yang seharusnya anda sebagai pemimpin gereja harus melatih umat anda untuk melakukannya diteguhkan kembali.

Inilah apa yang telah dilakukan anggota-anggota gereja di Yerusalem.

Anggota-anggota Gereja Melayani Tuhan. "Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah mereka memecahkan roti .... dengan gembira dan dengan tulus hati sambil memuji Allah" (Kis 2:41,46,47 tlb).

Inilah yang mereka utamakan penyembahan pengucapan syukur dan pujian pada Allah.

Anggota Melayani Satu dengan Lainnya. "Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya lalu membagi-bagikannya semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam bait Allah mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati" (Kis 2:44-46).

Mereka selalu membagi makanan mereka di dalam rumah-rumah mereka dan tak seorang pun yang kelaparan atau yang tertinggal tanpa tempat kediaman, masing-masing memberi apa yang mereka dapat berikan pada mereka yang sedang membutuhkan dan ini semua dilakukan dengan "penuh sukacita".

Dari kedua pelayanan mereka itu, pelayanan mereka berkembang jadi pelayanan dunia. Maka ketakutanlah mereka semua ketika rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda sambil memuji Allah dan mereka disukai semua orang dan tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah orang yang diselamatkan (Kis 2:43,47).

Dari pelayanan mereka pada Allah dan sesama, kesaksian mereka menjalar ke seluruh dunia. Setiap hari orang-orang yang percaya bertambah jumlahnya kedalam persekutuan mereka. Ini adalah gambaran dari rencana dan tujuan Allah yang sempurna yang sedang berlaku. Kini marilah kita pelajari sistem-sistem hubungan yang berbeda-beda ini yang merupakan bagian dari pelayanan kita satu pada lainnya.

A. Sistem Dukungan Emosional

Sistem dukungan yang pertama didalam pelayanan kita pada sesama, berhubungan dengan kebutuhan emosional kita. Emosional kita ini dipenuhi melalui "persekutuan". Kita semua tidak diciptakan untuk hidup "sendiri". "Dan Allah mengatakan : `marilah kita membuat manusia menurut teladan kita ... tidaklah baik seorang-orang itu hidup sendiri saja'" (Kej 1:26; 2:18).

Sebagaimana kita ini dibentuk menurut teladan Allah. Kita itu membutuhkan persekutuan (Rm 3:29; 2 Kor 3:18).

Kita dibentuk untuk mempunyai persekutuan dengan Allah dan dengan sesama untuk mengasihi sesama kita atau untuk saling mengasihi.

Tanpa persekutuan seperti itu, kita ini tidak lengkap dan hal itu tidak baik. Kita masing-masing sangat memerlukan! Allah merencana-kannya sedemikian.

1. Koinonia

Kata Yunani untuk persekutuan adalah koinonia yang berarti adalah :

  1. Hidup bersama
  2. Mempunyai satu tujuan

Kehidupan bersama adalah kehidupanNya di dalam kita dan tujuan kita ialah Yesus.

2. Koinonia Memenuhi Kebutuhan Emosi-onal Kita

Koinonia ini menghasilkan hasil-hasil yang sangat praktis. Persekutuan orang Kristen (Koinonia) menghasilkan kebutuhan dan keinginan hati kita yang mendalam. Sangat menarik untuk mengetahui bahwa istilah koinonia ini juga dipakai dalam persekutuan untuk ikatan perkawinan dari orang-orang Yunani dalam Perjanjian Baru. Perkawinan haruslah merupakan satu koinonia.

Kata Yunani untuk masyarakat adalah juga Koinonia, suatu masyarakat "sekolompok orang yang disatukan" untuk satu tujuan bersama.

Yesus mengasihi kita tanpa pamrih. Kasih yang demikian mempunyai kekuatan untuk mengampuni, menyembuhkan dan memulihkan. Yesus menghendaki agar kita juga memiliki kasih yang sama terhadap sesama kita.

Apabila kita memiliki kasih yang sedemikian, maka mereka yang beriman juga dapat mengakui kesalahan mereka mereka dapat jujur dan membuka masalah mereka. Di dalam persekutuan koinonia yang benar dari orang Kristen, kami seharusnya bisa menemukan orang yang datang untuk minta perlindungan, penerimaan dengan penuh cinta kasih dan pengertian. Kita memerlukan "koinonia" untuk alasan-alasan dibawah ini.

Ketika kita: Kita memerlukan:
1. Gagal Pengampunan
2. Jatuh Ditunjang
3. Terluka Disembuhkan
4. Terikat Dilepaskan
5. Salah Dikoreksi/dibetulkan
6. Tersesat Diarahkan
7. Takut Dilindungi
8. Ditolak Diterima
9. Dibenci Dikasihi

Inilah beberapa kebutuhan emosional yang seharusnya ada dalam setiap masyarakat kristen. Kalau saja ada dalam gereja kita, maka semua akan dipenuhi. Sistem ini sangat diperlukan untuk masyarakat yang menentang Injil Kristus.

Pada zaman gereja pertama di Yerusalem, setelah gereja dimulai para pemimpin orang Yahudi pada zaman itu tidak menyambut persekutuan-persekutuan kristen yang baru terbentuk itu. Sehingga gereja yang pertama itu merasa teraniaya oleh kebencian , mereka diperlakukan dengan kejam dan tak adil. Oleh karena itu mereka yang baru bertobat, datang berkumpul bukan saja untuk menyembah dan mempelajari tentang Yesus, tetapi mereka juga membutuhkan perlindungan dan dukungan dari situasi yang tidak ramah disekitarnya itu. Maka persekutuan-persekutuan itu tumbuh disepanjang dari gereja, kita tidak perlu heran kalau dunia (setan) selalu menentang tujuan Allah dan menganiaya umat Allah.

3. Peranan Dasar dari Kelompok Gereja Rumah

a. Dukungan Secara Praktis. Cara praktis yang dipakai gereja pertama untuk memberikan dukungan bagi anggotanya adalah melalui persekutuan dalam rumah mereka.

Gereja di Yerusalem memulai persekutuan pada suatu minggu pentakosta dengan tiga ribu anggota. Mereka tumbuh dengan sangat cepat, karena setiap hari anggota mereka terus bertambah. Beberapa orang percaya bahwa akhirnya mereka menjadi tiga puluh atau empat puluh ribu setelah + 2 tahun kemudian.

Bagaimana mereka menempatkan jumlah yang besar ini?

Yesus telah memperingatkan mereka, bahwa rumah ibadah itu akan dihancurkan, dan tidak ditemukan catatan bahwa mereka mencoba menemukan bangunan untuk suatu pertemuan. Sebaliknya mereka kemudian menganjurkan untuk bertemu di dalam rumah-rumah mereka. Bahkan mereka menentukan tua-tua untuk bertanggung jawab atas persekutuan yang baru dibentuk itu.

Kemudian rasul-rasul itu dapat selalu berhubungan dengan umat itu melalui tua-tua yang telah ditugaskan dalam kelompok gereja rumah itu.

Ketika Petrus dan Yohanes melaporkan pertemuan mereka dengan sidang Yahudi setelah mereka menyembuhkan orang yang lumpuh di pintu elok (lihat Kis 4:23).

Rumah adalah tempat yang ramah dan tempat pelayanan yang praktis.

Saat itu mereka belum mengenal katedral atau gereja yang besar dengan pendeta-pendeta yang berjubah panjang, baru dikenal pada zaman Konstanstin (Kaisar Romawi yang dikatakan bertobat pada abad ke 4).

Katedral-katedral mulai didirikan dan pendeta berjubah mulai datang, dan saat itu gereja mulai menyimpang hal yang mulai menggeser pelayanan Kuasa, hadirat Roh Kudus, umat Allah pada Tuhan dan pelayanan sesama. Gedung-gedung besar dan Pendeta berjubah itu dihubungkan dengan menurunnya pelayanan kehidupan kerohanian.

Pelayanan anggota mulai ditekan, sejak pendeta-pendeta yang profesional mulai meninggalkan iman yang benar. Sehingga tidak ada lagi pelayanan pribadi dan sentuhan kasih untuk sesama tidak lagi dipenuhi, akhirnya ritual keagamaan menggantikan fungsi gereja yang benar.

b. Kontak Pribadi. Anak-anak tidak hanya butuh untuk diberi makan, pakaian hangat. Tetapi mereka memerlukan sentuhan kasih untuk dibelai, dipeluk, diajak berbicara. Ada juga panti/tempat penampungan bayi merasa cukup hanya memperhatikan hal makan, pakaian, tempat tinggal. Hal ini belum cukup memenuhi kebutuhannya, karena kurangnya rasa kasih sayang dalam bentuk belaian, pelukan, kepedulian akan dapat menyebabkan kematian. Tidak hanya bayi/anak-anak, tetapi orang dewasa pun akan sama jika kekurangan kasih sayang. Walaupun prosesnya lebih lambat. Untuk beberapa orang dapat disebut sebagai kematian. Juga dalam hal kesepian dalam kerumunan orang banyak, masih merasa sepi. Karena tidak ada seorang pun yang memperhatikan. Oleh karena itu gereja Tuhan harus memperhatikan mereka terutama hal ini banyak dirasakan oleh mereka yang sedang sakit, mereka yang tidak ada kasih sayang.

Itulah salah satu alasan persekutuan rumah dari gereja pertama adalah untuk mendukung secara emosional dari masing-masing anggotanya sampai mereka merasa bahwa mereka adalah milik dari kelompok yang mau menerima dan mengasihi mereka di dalam Tuhan.

Di dalam persekutuan yang benar, setiap orang yang hadir harus bisa merasakan bahwa mereka adalah pribadi yang diperdulikan, tempat dimana kasih Allah dibagikan.

Gereja seharusnya selalu merupakan tempat dimana kita bisa menyembah, saling melayani dan bersaksi.

B. Sistem dukungan finansial/keuangan

Cara kedua dalam Alkitab adalah melayani dalam bidang finansial. Hal ini tidak saja mencakup dalam bidang keuangan, tetapi juga dalam bentuk benda materi.

1. Di Dalam Gereja Mula-mula

Bagaimana gereja mula-mula beraksi dalam mendukung anggota-anggotanya dalam hal finansial. Kita akan melihat prinsip yang alkitabiah dan seperti yang gereja mula-mula kembangkan dasar finansial ini untuk mendukung anggotanya. Dasar apa yang digunakan gereja mula-mula yang ada di Yerusalem, marilah kita lihat.

"Dan semua orang yang menjadi percaya tetap bersatu dan apa yang menjadi kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

"Sebab tidak ada seorang pun yang kekurangan diantara mereka karena semua orang yang punya tanah atau rumah menjual kepunyaan mereka, dan hasil penjualannya itu semua dibawa dan mereka letakkan didepan kaki rasul-rasul dan dibagi-bagikan pada setiap orang sesuai dengan kebutuhannya (Kis 2:44, 45; 4:34,35 tlb).

Sikap kita terhadap harta milik kita, sering kali menunjukkan apa yang ada dalam hati kita baik ataupun jahat.

"Allah telah melepaskan gereja dari dosa tamak dan dosa dusta. Demikian juga dengan "Yusuf yang disebut juga Barnabas yang artinya anak penghiburan seorang Lewi dari Siprus yang menjual ladangnya miliknya lalu membawa uang miliknya itu kedepan kaki rasul-rasul.

"Ada seorang lain yang bernama Ananias ia beserta istrinya Safira menjual sebidang tanah. Dengan sepengetahuan istrinya ia menahan sebagian dari hasil penjualannya itu dan sebagian dibawa dan diletakkannya didepan kaki rasul-rasul itu.

"Tetapi Petrus berkata : Ananias mengapa hatimu dikuasai iblis sehingga engkau mendustai Roh Kudus ... Selama itu tidak dijual bukankah itu tetap kepunyaanmu dan setelah dijual itu hasilnya tetap dalam kuasamu. Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu, engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah. Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. (Kis 4:36 - 5:11 smf).

Setelah Ananias mati hukuman yang sama menimpa istrinya Safira iapun jatuh dan mati.

a. Prinsip-prinsip ditemukan. Tidak akan pernah cukup uang untuk menolong setiap orang. Karena itu prioritas akan dimana dan kapan kita memberi dukungan itu harus diperlukan beberapa hal penting dan praktis atau prinsip yang jelas itu dapat dilihat dari dukungan gereja dalam perjanjian baru.

1) Permintaan pertolongan itu diteliti. Anggota yang telah hidup didalam melayani sesama dan yang membutuhkan ditolong.

Paulus membuat prinsip yang praktis untuk dukungan finasial pada anggota sebuah gereja. Contohnya agar kita mempunyai tanggung jawab pada para janda.

Hormatilah para janda yang benar-benar janda (1 Tim 5:3 nif,niv).

a) Yang tua atau yang lemah. Orang yang ditolong haruslah yang tua/lemah, yang tak mampu untuk bekerja untuk mendukung diri mereka sendiri. "Yang didaftarkan sebagai janda adalah mereka yang tidak kurang dari 60th..." (1 Tim 5:9 niv).

b) Bekerjalah apabila anda bisa. Mereka yang secara fisik dan mental masih memungkinkan untuk bekerja, mereka tidak perlu mendapat dukungan dari gereja. "... juga waktu kami masih ada diantara kamu, kami memberi peringatan pada kamu jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Kami katakan ini karena kami dengar ada orang yang tidak tertib dan tidak bekerja. Melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna" (2 Tes 3:10-12).

c) Keluarga harus bertanggung jawab. Keluarga (keluarga yang jauh) harus bertanggung jawab pada keluarga yang terlalu tua dan tidak sanggup bekerja.

"Tetapi jika seorang janda atau cucu, hendaklah mereka itu pertama-tama belajar berbakti pada keluarganya sendiri dan membalas budi pada orang tua dan nenek mereka, karena itulah yang berkenan pada Allah. Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak keluarganya apalagi seisi rumahnya. Orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman" (1 Tim 5:4,8 niv).

Para pemimpin gereja seharus menganjurkan hal ini agar mereka menanggung keluarga mereka dengan sukacita. Apabila mereka tidak dapat melakukan atau mereka tidak mempunyai keluarga ....

d) Janda itu haruslah seorang yang terhormat. Janda yang diberi dukungan finansial itu haruslah janda yang terhormat. "Yang didaftarkan sebagai janda adalah yang tidak kurang dari 60 tahun yang hanya satu kali bersuami dan terbukti telah mengerjakan pekerjaan yang baik, mengasuh anak, memberi tumpangan, memberi pertolongan pada orang dalam kesesakan, dan lain-lain" (1 Tim 5:9,10 niv).

e) Contoh dari gereja Yerusalem. Banyak dari orang beriman yang berasal dari luar kota dan datang ke Yerusalem untuk pesta Pentakosta (Kis 2:5-12). Setelah mereka mengakui Yesus sebagai Mesias mereka dibaptis dan dipenuhi Roh Kudus, beberapa mereka bergabung dengan masyarakat Kristen di Yerusalem.

Suatu saat mungkin dari pada mereka kekurangan uang dan sulit mencari pekerjaan, mereka janda miskin. Ikatan keluarga pada mereka begitu kuat, sehingga mereka menjual apa yang mereka miliki. Uang yang mereka miliki itu dipersembahkan pada para rasul dan membagikan pada mereka yang membutuhkan.

2) Tak satupun dipaksa untuk melakukan/menjual apa yang mereka miliki. Mereka dengan sukacita menolong sesama yang dalam kekurangan dan mereka dengan adil melakukan itu.

Dosa dari Ananias dan Safira bukanlah karena mereka menahan dari sebagian uang dari penjualan tanah mereka. Mereka mempunyai hak untuk menyimpan semua uang dari hasil penjualan itu.

Para rasul tidak pernah meminta mereka untuk menjual tanah, dan memberikan semua uang mereka. Bahkan Allah pun tidak.

Tidak, dosa dari Ananias dan Safira karena mereka bohong dan berpura-pura sepertinya mereka memberikan semua, padahal tidak demikian. Mungkin mereka berpikir, pemberian itu akan membawa harga diri mereka naik. Sebenarnya mereka tidak harus berdusta, walaupun semua uang hasil penjualan itu disimpan adalah hak mereka.

3) Gereja mula-mula dikaruniai dengan Pemimpin-pemimpin yang benar. Orang yang jujur dengan sifat yang baik. Para Rasul telah dilatih oleh Yesus sendiri. Namun ada juga kelompok yang dikuasai oleh iblis sehingga mereka menjadi tamak dan tidak jujur.

Orang yang demikian pada akhirnya akan kehilangan hidupnya dan merupakan suatu tragedi, karena tindakannya tidak hanya menjual dirinya pada iblis juga telah menjual Tuhannya pada mereka yang menghendaki Dia disalib. Hal ini merupakan peringatan bagi umat Allah pada sepanjang zaman agar berwaspada terhadap roh ini.

Oleh karena itulah Allah bertindak sangat keras terhadap Ananias dan Safira, yang juga memiliki roh yang sama dengan Yudas. Roh Kudus dengan cepat bertindak untuk menumpas dan mencabut pekerjaan roh ini, agar tidak menajiskan dan menodai persekutuan umat Allah di Yerusalem.

Setiap orang bisa melihat, maka sangat ketakutanlah seluruh jemaat dan semua orang yang mendengar hal itu (Kis 5:11).

b. Pola kebijaksanaan finansial. Kini kita bisa mengerti mengapa para rasul sangat berhati-hati dalam menangani finansial. Apakah hal itu telah ditangani secara adil dan jujur, sebab hal ini adalah tugas yang harus ditangani secara serius. Seperti dalam Kisah Para Rasul, dapat kita lihat bahwa mereka telah melaksanakan dengan bijaksana, berhikmat dan sangat hati-hati serta jujur. Hal itupun dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi kita saat ini.

1) Para Pemimpin adalah Orang-orang yang Jujur dan Penuh dengan Roh Kudus. Mereka yang bertanggung jawab atas keuangan didalam gereja, haruslah orang yang penuh tanggung jawab, mampu, jujur dan hendaknya penuh dengan Roh Kudus kesaksian hidupnya baik ditengah masyarakat. Mereka jangan tidak setia dalam persekutuan, tetapi hendaknya yang setia dan memiliki kesaksian hidup yang baik, bisa dipercaya.

2) Menolong "umat" dalam kebutuhannya haruslah didahulukan dari pada kebutuhan akan "acara". Kalau di dalam persekutuan ada umat yang memerlukan pertolongan, hendaknya pemimpin dalam persekutuan itu memberitahukan secara terbuka, terus terang pada seluruh umat didalam persekutuan. Maka mereka bisa memberi bantuan dengan sukarela tanpa tekanan, sehinggga tidak dibayangi oleh murka Allah.

Jadi mereka jangan beranggapan kalau tidak memberi maka Allah akan menghukum ataupun dengan memberi karena pamrih untuk mendapat balasan berkat finansial.

Pemberian yang diberikan untuk menolong sesama saudara di dalam Kristus, hendaknya didorong oleh karena Kasih Allah dalam hidup ini. Sehingga orang lain pun bisa melakukan sesuai dengan gerakan Roh Kudus.

3) Sesuai dengan Kebutuhan Setiap orang. Para pemimpin membagi/memberi dana "sesuai dengan kepentingan masing-masing orang". Di Yerusalem sistem dukungan ini diberikan kepada setiap yang membutuhkan dengan adil tidak lebih dan tidak kurang. Siapapun yang malas tidak akan menerima bantuan financial dan janganlah mengharapkan bantuan dari gereja, apalagi bagi mereka yang bebal banyak hutang. Gereja tidak perlu merasa bersalah jika tidak memberi dukungan bagi mereka yang memiliki kebiasaan yang buruk.

Mereka yang tidak disiplin dan tidak memiliki tanggung jawab, harus diajarkan disiplin dalam menangani masalah keuangan mereka sesuai kehendak Allah. Sebab jika seseorang terlibat dengan hutang, itu adalah ikatan yang membuat dia tidak memiliki kebebasan dalam melayani Tuhan.

Bagi mereka yang terlibat dalam problem keuangan, ada cara sederhana untuk menghadapi masalahnya yakni : "apabila engkau tidak memerlukannya, jangan mengambilnya, apabila engkau tidak mempunyai uang, jangan membelinya."' Hutang yang banyak, akan menjadi rintangan untuk kita melayani Tuhan, dan juga akan menghancurkan kesaksian hidup pada dunia.

Kebijaksanaan dalam hal menggunakan uang adalah salah satu tanda kematangan rohani. Kebijaksanaan keuangan dalam Gereja mula-mula telah menghindarkan mereka dari masalah-masalah yang lain.

4) Hati-hatilah kepada para Pelayan Tuhan yang mengangkat dirinya sendiri. Para pelayan Tuhan yang mengangkat diri sendiri, beranggapan bahwa orang lain akan mencukupi kebutuhannya. Beberapa di antara mereka pergi melayani Tuhan tanpa ada jemaat yang bertanggung jawab dan mengutusnya. Mereka tiba di tempat pelayanan kemudian berkata kepada persekutuan tersebut bahwa mereka diutus oleh Allah dan membutuhkan bantuan keuangan. Mereka tidak berada di bawah tanggungan dari jemaat tersebut, namun menginginkan penghormatan dan uang.

Paulus memperingatkan di dalam surat-suratnya, bahwa ada pelayan-pelayan semacam ini dan agar kita waspada terhadap mereka. Masalah ini masih tetap ada. Kita harus berhati-hati agar jangan tertipu. Sungguh, dalam sistem pengaturan keuangan yang alkitabiah ini terdapat hikmat dan keamanan untuk pengaturan keuangan dari gereja.

c. Persekutuan adalah Kunci keberhasilan dari Sistem Dukungan ini. Kita telah melihat Gereja mula-mula mempunyai sistem dukungan emosional yang menyebabkan para pemimpin mereka ada persekutuan dengan anggota jemaat. Dari hubungan persekutuan ini kemudian mereka mengembangkan sistem dukungan keuangan. Tidak hanya kebutuhan emosional dari umat percaya terpenuhi, tetapi juga kebutuhan sehari-hari dan keuangan. Karena para pemimpin yang baik dan para anggota jemaat saling mengenal dengan baik di dalam Tuhan, bijaksana sehingga sistem keuangan yang baik juga tercipta. Dan Tuhan mencurahkan berkat-Nya, "dan tidak seorang pun di antara mereka yang kekurangan."

C. SISTIM DUKUNGAN KEROHANIAN

Gereja Yerusalem melayani tidak hanya meliputi sistem dukungan perasaan dan keuangan, tapi juga melayani dengan baik dalam dukungan kerohanian.

Sistem dukungan kerohanian ini dapat dilihat dalam persekutuan keluarga mereka.

1. Gereja Rumah: Tempat Terbaik untuk Bertumbuh

Tempat terbaik untuk sebuah pohon buah-buahan ialah di kebun. Kebun adalah tempat di mana pohon-pohon terlindung dari bahaya luar karena terpagari. Akar mereka akan mendapatkan makanan yang cukup dan terairi dengan baik, sehingga pohon tersebut dapat bertumbuh dengan subur dan menghasilkan buah pada musimnya. Seringkali diberi pestisida dan pupuk yang memadai. Hal ini dimaksudkan agar semua pohon dapat mengeluarkan buah dengan lebatnya.

Grup persekutuan yang kecil adalah tempat baik yang aman.

2. Gereja Rumah : Tempat Terbaik untuk Belajar

Pada saat kita belajar dan mencoba sering melakukan kesalahan. Kesalahan ini perlu dibetulkan. Koreksi yang membangun dalam kasih Allah tidak akan menimbulkan penolakan.

Jika kasih agape Allah memenuhi hati para pemimpin dan para anggota, kita tidak akan takut bila kesalahan kita dikoreksi.

Kita semua memerlukan pembetulan tapi kita mengharapkan itu dari orang-orang yang mengasihi kita. Jika kita menerima didikan dan tidak memberontak, pada saat kita membuat kesalahan, kita tidak takut akan tertolak.

Ketika kita merasakan bahwa Allah ingin kita melakukan sesuatu, kita harus segera melakukanya. Jika kita takut membuat kesalahan, hal ini membuktikan bahwa kita tidak mau menerima resiko karena "tindakan iman".

Contoh yang baik bisa kita dapatkan ketika Petrus berjalan di atas air bersama Yesus. Petrus bangun dan berjalan dengan iman, turun dari perahu dan pergi ke laut yang sedang berombak. Ketika ia tenggelam karena takut, Yesus mengulurkan tangannya dan mengangkatnya kembali. Kemudian Yesus mengajar dia tentang bahayanya bimbang kepada Perkataan Allah.

Dari pelajaran ini kita mendapatkan bahwa Petrus kembali berjalan di air yang bergelombang menuju ke perahu bersama Yesus dua orang yang memiliki iman, saling bergandengan.

Tindakan iman dari Petrus sekalipun sempat jatuh dan bangun telah diberkati Allah. Hanya Petrus yang berpegang kepada perkataan Yesus. Hanya Petrus yang berani mengambil resiko "tindakan iman" dan berjalan di atas air (lihat Mat 14:22-34).

Gereja Rumah juga merupakan tempat terbaik dimana kita dapat belajar dengan bijaksana dan aman untuk berjalan di dalam Roh. Dengan harapan akan terdapat di gereja rumah saudara seseorang yang dapat membetulkan saudara dengan bijaksana jika saudara bimbang dan membuat kesalahan yang tidak disengaja.

a. Belajar menggunakan Karunia-karunia Roh. Paulus berkata, "Engkau semua boleh bernubuat... supaya semunya belajar" (1 Kor 14:31). Ayat ini mengandung dua arti.

Dari yang pertama kita belajar bahwa tidak hanya karunia-karunia Roh tapi juga kita harus belajar untuk menggunakannya.

Tidak cukup hanya dipanggil dan diberi karunia oleh Allah saja. Kita juga harus belajar bagaimana melakukannya dengan baik dan bijaksana di dalam pelayanan kita. Ini memerlukan waktu, latihan-latihan dan pengalaman-pengalaman praktis. Sistem Dukungan Rohani dari sebuah Gereja memerlukan session-session di mana mereka yang ingin belajar menggunakan karunia karunia Roh dapat memanfaatkannya, misalnya pelayanan untuk berkhotbah dan mengajar.

3. Berlatih di dalam Pertemuan yang Besar

Dalam suatu pertemuan di mana ratusan orang hadir, bisa juga menjadi tempat berlatih bagi anggota-anggota jemaatnya untuk saling melayani satu sama lain. Sebagai contoh kita dapat melakukan sebagai berikut:

a. Doa Berkelompok. Doa berkelompok dapat dilakukan. Bentuklah kelompok dari 4-6 orang. Mereka dapat melakukannya dengan berdiri sambil bergandengan tangan.

Kemudian yang harus dilakukan adalah sbb:

  1. Perkenalan. Setiap orang dari kelompok doa tersebut saling memperkenalkan diri.
  2. Kemukakan Permintaan Doa Masing-masing. Kemudian setiap orang mengemukakan, masing-masing satu permintaan doa. Suatu permintaan doa yaitu sesuatu yang akan didoakan bersama oleh orang lain dalam kelompok tersebut. Mereka dapat mengemukakan permintaan doa seperti untuk kesembuhan dari penyakit, permohonan pekerjaan baru, atau lainnya, banyak macamnya.
  3. Satu persatu Berdoa. Kemudian orang nomer satu berdoa untuk yang nomer dua atau di samping kanannya (sementara yang lainnya mendukung dengan suara pelan) untuk 1 atau 2 menit memohon kepada Allah agar Allah mengabulkan permohonannya. Kemudian yang nomer dua berdoa untuk yang nomer 3 dengan cara yang sama. Lanjutkan hal ini sampai semua orang dalam kelompok tersebut selesai didoakan.
  4. Saling Menyadarkan. Ketika kelompok doa ini berlangsung, kadang-kadang Roh Kudus memberikan kepada kita suatu visi atau gambar dalam ingatan kita tentang kebutuhan doa dari seorang di antara kelompok tersebut. Kadang-kadang sebuah doa nubuatan dikaruniakan. Atau sebuah ayat dari Firman Tuhan yang kita ingat dan perlu disampaikan kepada semua. Semua perkara ini (yang diberikan oleh Roh Kudus) harus disampaikan kepada orang yang kita sedang doakan.
  5. Mintalah Peneguhan/Konfirmasi. Kita harus bertanya kepada orang yang mana kita mendapatkan visi untuknya, atau perkataan doa nubuatan atau ayat Firman Tuhan tersebut, "Apakah yang dikemukakan berbicara persis dengan kebutuhannya?" Apakah itu mengenainya? Apakah cocok ?

Jika ia berkata "Tidak !" kemudian orang yang mengucapkan kata-kata tersebut harus memberi respon: "Saya sedang belajar dan kadang-kadang bisa salah. Maafkan saya. Saya akan lebih banyak lagi berdoa dalam minggu ini dan memohon kepada Tuhan untuk menolong saya melakukannya lebih baik di waktu yang akan datang."

Jika mereka berkata "YA!" berikanlah syukur kepada Tuhan yang telah menolong saudara untuk menolong orang tersebut.

b. Prinsip-Prinsip dari Doa Kelompok. Jika kita mengikuti prinsip di atas, maka doa kelompok kita akan menjadi waktu belajar yang sangat berharga. Harap diingat bahwa prinsip-prinsip ini memerlukan tiga hal :

  1. Kebebasan untuk setiap orang berlatih dan dalam latihan, wajar saja bisa berbuat kesalahan.
  2. Keterbatasan. Ini berarti setiap orang harus memeriksa apakah yang disampaikan itu akurat dan benar. Jika tidak, pengakuan yang jujur dari ...
  3. Kekeliruan. Ini berarti kita bisa saja membuat suatu kesalahan.

Karakter dan karunia-karunia berkembang sejalan, bersama-sama. Seseorang tidak mungkin menjadi seorang nabi yang besar hanya dalam satu malam.

Diperlukan waktu untuk berlatih dan mencoba, mempelajari jalan-jalan dari Allah Roh Kudus. Kemudian pada saat kita berbuat kekeliruan dan dibetulkan kita bertumbuh di dalam karunia-karunia kita dan pelayanan kita. Gereja Rumah adalah tempat yang baik untuk hal ini.

Banyak kali sekolah-sekolah dan Seminari Alkitab hanya memberikan waktu yang sedikit untuk karunia-karunia Roh. Ketika mereka mempelajari, mereka sering kali tidak memberitahu siswa-siswanya bagaimana memberi respon kepada pergerakan Roh Kudus.

Kita tidak dapat belajar bagaimana bergerak dalam kuasa Roh Kudus dari sebuah pelajaran garis besar di kelas. Harus ada pengalaman praktis di mana kita dapat memperhatikan dan bekerja dengan mereka yang memiliki karunia-karunia tersebut.

c. Gereja Mula-mula. Di dalam Gereja mula-mula (Gereja Perjanjian Baru) petobat-petobat baru telah melihat bagaimana bergerak dalam kuasa Roh Kudus di dalam pertemuan persekutuan yang kecil.

Mereka telah belajar bagaimana berbicara dan bertindak dalam iman. Mereka telah belajar bagaimana dikuatkan dan diarahkan oleh para pemimpin yang bijaksana dan penuh kasih.

Buah dan Karunia-karunia Roh Kudus harus ada dalam keadaan seimbang. Petobat-petobat baru harus bertumbuh dalam keduanya, baik dalam karakter maupun dalam panggilannya. Allah menaruh perhatian baik kepada pekerjanya maupun pekerjaannya.

Kita memerlukan nasehat dari pemimpin yang rohani dan bersekutu dengan saudara-saudari untuk bertumbuh di dalam Tuhan. Kita belajar dengan melayani Tuhan juga sesama. Kita tidak boleh mengabaikannya dengan berkata : Biarlah itu terjadi apa adanya.

Di dalam membentuk suatu grup persekutuan kecil, kita harus menunjukkan buah dari kegiatan kita dengan mereka. Supaya seimbang. Karakter dan Panggilan, Motivasi dan Pelayanan, dapat berkembang bersama-sama.

Kemudian, kita siap untuk pergi melayani ke dunia, kita akan pergi melayani dengan dukungan, perhatian dan bantuan dari persekutuan lokal kita.

D. MELAKUKAN PRINSIP-PRINSIP TERSEBUT

Kami telah menunjukkan kepada saudara tentang prinsip-prinsip sistem dukungan yang meliputi perasaan, keuangan dan kerohanian. Ketiga hal ini harus diingat dan dilakukan.

1. Lakukanlah dengan Hati-hati dan Perlahan-lahan

"Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan." (Ams 21:5)

Allah tidak tergesa-gesa. Ia ingin kita melakukannya dengan bijaksana dan baik. Berarti kita harus meletakkan dasar yang hati-hati. Kita harus meletakan dasar bagi setiap anggota jemaat sebagai berikut :

a. Latihlah petobat-petobat baru. Mulailah mengajar mereka dengan pelajaran dasar tentang pertobatan, keselamatan, dan seterusnya.

b. Prajurit-prajurit Doa. Ajarlah mereka bagaimana menjadi prajurit-prajurit doa.

c. Dibaptiskan Roh Kudus dan Menerima Karunia-karunia Roh Kudus. Ajarlah mereka tentang baptisan Roh Kudus dan tentang karunia-karunia Roh Kudus.

Hal-hal ini akan sangat membantu mereka untuk berperan aktif dalam pelayanan dan mengakhiri rasa takut untuk melayani sesama.

2. Semuanya Harus Dilakukan dengan Hati yang Rela

"... dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kau pungut persembahan khusus darinya" (Kel 25:2).

Penyembahan, pekerjaan dan pelayanan yang menyenangkan Tuhan tidak boleh dipaksa. Hal ini bertentangan dengan hukum kasih. Ajarlah anggota-anggota jemaat, kemudian ijinkan Roh Kudus memotivasi mereka untuk tampil dalam pelayanan dan pelatihan.

Orang-orang yang dibentuk dan terjamah diajar dan dijamah oleh Roh Kudus akan senang dan memberi respon dengan aktif. Seorang gembala yang bijaksana akan memimpin dengan kesabaran domba-dombanya sehingga mereka dapat bertumbuh menjadi dewasa. Mereka jangan dipaksa atau di "karbit".

3. Semuanya Harus Dilakukan dalam Kebersamaan

"Jadi, kalau seluruh jemaat berkumpul bersama-sama ... Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu, yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau pernyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia menafsirkan bahasa roh, tapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.... Karena kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan" (1 Kor 14:23,26,31).

Kata kunci dalam ayat di atas ialah karunia-karunia dan pelayanan-pelayanan hanya dapat dipelajari jika kita melakukannya dalam sebuah persekutuan gereja. Kita belajar dalam hal melakukannya bersama-sama dan untuk satu sama lain.

Rasul Paulus menggunakan kata "semua" berkali-kali, menunjukkan kepada kita bahwa setiap orang memiliki bagian dalam pelayanan tersebut.

Tidak hanya segelintir orang yang memang sudah lebih dewasa dan memiliki karunia. Setiap orang memiliki tempat dan fungsinya masing-masing di dalam Tubuh Kristus. Dalam rencana ilahiNya Allah, kita semua belajar dari dan dalam kebersamaan oleh RohNya.

E. KESIMPULAN

Dengan bijaksana Allah telah menunjukkan kepada kita prinsip-prinsip dan petunjuk-petunjuknya. KehendakNya akan dilakukan oleh umatNya dalam waktu sekarang.

Dari Firman Allah kita mendapatkan bahwa:

1. Setiap Anggota adalah Seorang Imam

Ia telah menaruh para pemimpin di dalam Gereja untuk memperlengkapi dan mempersiapkan setiap orang menjadi "Kerajaan Imam-imam."

2. Setiap Anggota memiliki Sebuah Pelayanan

Pelayanan dapat ditemukan dan dikembangkan di dalam pribadi seorang lewat grup persekutuan kecil.

3. Grup Persekutuan Kecil Sangat Penting Sebab merupakan tempat belajar untuk:

  1. Menyembah Allah bersama-sama
  2. Melayani dalam Karunia-karunia Roh bersama-sama; dan
  3. Pergi menjadi saksi kepada dunia.

Dengan ini kita akan menjadi anggota Tubuh Kristus yang dewasa. Inilah kehendak Allah dan Rencana Allah bagi kita.

4. Pemimpin-pemimpin harus Mencukupi

Sebagai pemimpin dalam sebuah Gereja, marilah kita memantapkan sistem-sistem dukungan untuk memberi jaminan dari perkembangan rohani anggota jemaat. Marilah kita mencukupi untuk kebutuhan mereka dalam hal:

  1. Sistem Dukungan Emosional : Persekutuan/Fellowship.
  2. Sistem Dukungan Keuangan : Keuangan bagi yang membutuhkan.
  3. Sistem Dukungan Kerohanian : Melatih karunia-karunia Roh Kudus dan pelayanan.

Jika kita melakukan langkah-langkah ini dengan sungguh-sungguh dan banyak berdoa, maka Tuhan akan menambahkan kepada gereja kita orang-orang yang akan diselamatkan.

Bab 11
Pelayanan Pada Dunia: Bersaksi

Pendahuluan

Setiap orang perlu untuk mengerti:

- Rencananya ...
APA yang akan dikerjakan

- Tujuannya ...
MENGAPA hal ini dikerjakan

- Cara kerjanya ...
BAGAIMANA hal itu akan dikerjakan

- Orang-orangnya ...
SIAPA yang akan mengerjakannya

- Tempatnya ...
DIMANA hal itu akan dilaksanakan

- Programnya ...
KAPAN hal itu akan dikerjakan

Yesus mengatakan kepada murid-muridNya bahwa pada akhir zaman, dunia akan menghadapi masa yang sulit dan tekanan yang amat besar. Ketakutan, kebencian dan ketamakan akan menyebabkan bangsa-bangsa di dunia saling berperang. "Hari-hari terakhir" akan benar-benar merupakan hari-hari yang gelap (lihat Mat 24; Luk 21).

"Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu dan kemulianNya menjadi nyata atasmu" (Yes 60:2 tlb).

Tetapi ada harapan yang cerah bagi Gereja Kristen. Pada saat kegelapan mulai bertambah, kemuliaan Allah atas umatNya juga akan bertambah. Alkitab menyatakan bahwa pada hari-hari terakhir Allah akan "... mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia ... Dan barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan" (Kis 2:17,18,21 smf).

Ini mengajar kita bahwa akan lebih banyak yang mendengar Injil dan diselamatkan pada hari-hari terakhir yang gelap (tapi penuh dengan kemuliaan) daripada masa-masa yang lainnya dalam sejarah. Akan ada suatu kebangunan rohani yang besar diakhir zaman ini. Cahaya dari Injil akan bersinar di tengah kegelapan dunia yang sudah hampir mati ini.

Allah selalu memberikan sebuah "peringatan" dan "kesaksian" sebelum waktu penghakiman yang besar itu tiba. Kemurahan yang diabaikan akan membawa penghakiman. "Sebab itu bertobatlah .. Aku akan segera datang ... dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulutKu ini" (Why 2:16).

Untuk alasan ini Allah ingin menyatukan gereja dalam penyembahannya, pekerjaannya, peperangan rohani dan dalam kesaksiannya. Kebangunan rohani akan datang hanya apabila kuasa dan kemuliaan Kristus dinyatakan lewat gerejaNya ke seluruh dunia.

"... Aku berdoa ... supaya mereka semua menjadi satu ... supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang mengutus Aku ... Dan Injil kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya" (Yoh 17: 20,21; Mat 24:14 smf).

A. PERDAMAIAN: RENCANA ALLAH/MISI KITA

"Perdamaian" adalah kata yang indah dan bagus. Kata tersebut berarti mendamaikan mereka yang hubungan dengan sesamanya telah terputus.

Ketika manusia berdosa, ia menolak Allah dan masuk di bawah penguasaan musuhNya Setan. Tidak mentaati Allah berarti dosa. Dan dosa memisahkan kita dari Allah dan menjadikan kita musuhNya.

Allah dalam kemurahanNya, ingin mengampuni dosa-dosa kita dan membawa kita kembali dalam keluargaNya. Singkatnya Dia ingin kita untuk "diperdamaikan" dengan diri-Nya sendiri dan hidup damai denganNya. Itulah sebabnya Dia mengirimkan AnakNya ke dalam dunia: Untuk mati bagi dosa-dosa kita. Allah ingin menjadi Bapa kita: Dia ingin menjadi sahabat kita!

Ya, perdamaian itu adalah suatu kata yang penuh dengan kesucian yang ajaib. Kata itu diucapkan dari hati Allah sendiri. Kata itu bercerita kepada kita tentang kasihNya dan kemurahanNya bagi seluruh umat manusia. Kata itu berbicara tentang keinginanNya untuk membawa semua bangsa di dunia kepada diriNya sendiri.

Bangsa-bangsa terdiri dari banyak orang. Allah mengasihi semua orang bahkan orang-orang yang telah berdosa dan pergi mencari keinginannya dan jalannya sendiri. Karena dosa, manusia kehilangan jalan hidupnya bersama Allah dan menjadi musuh Allah. Melalui Kristus, Allah berusaha untuk membawa seluruh dunia kembali kepada hubungan yang benar dengan Dia.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga dikaruniakanNya AnakNya yang tunggal. Supaya orang yang percaya jangan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal" (Yoh 3:16 smf).

Allah menyatakan pada rasul Paulus kasihzNya yang besar bagi bangsa-bangsa di dunia. Lebih dari itu, Dia menanamkan kasih yang sama dalam hati Paulus. Dengarkanlah kata-kata yang dituliskan pada gereja Korintus ini baik-baik:

"Dan semuanya ini dari Allah yang dengan perantara Kristus telah mendamaikan kita dengan diriNya dan yang telah mempercayakan berita perdamaian itu kepada kami ..."

"Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasehati kamu dengan perantara kami, dalam nama Kristus kami meminta kepadamu, berilah dirimu didamaikan dengan Allah" (2 Kor 5:18-20 smf).

Sungguh, inilah rencana Allah bagi bangsa-bangsa bahwa mereka akan diperdamaikan dengan DiriNya. Rencana Allah adalah selalu untuk memilih suatu keluarga yang mencakup seluruh dunia. Dia menginginkan suatu umat yang mengenal, mengasihi, menyembah dan melayaniNya dengan seluruh keberadaan mereka. Dia tidak pernah merubah pikiranNya; rencana itu masih merupakan kerinduan yang terdalam di hatiNya.

1. Banyak Orang dengan Sebuah Misi

Kitab Kisah Para Rasul adalah kisah tentang banyak orang dengan sebuah misi untuk menjangkau dunia bagi Kristus. Pada pasal-pasal permulaan di kitab Kisah Para Rasul, kita menemukan orang yang dipilih, dipanggil dan dipersiapkan bagi tugas-tugas mereka.

Tuhan memberi mereka waktu dan latihan yang dibutuhkan untuk "berkembang/tumbuh" dalam buah-buah Roh dan "menjadi cakap" dalam karunia-karunia Roh. Waktu pertumbuhan ini menyangkut pelayanan pada Tuhan dan pelayanan pada sesama. Dan pada saat terakhir akan tiba bagi mereka di mana mereka diperlengkapi untuk melayani dunia.

Kisah mereka adalah kisah tentang orang-orang biasa (orang-orang awam, bukan petugas-petugas gereja) yang dipakai dalam cara yang sangat tidak umum. Orang-orang yang kecil dengan misi Allah yang mulia untuk menjangkau dunia bagi Kristus!

Kisah Para Rasul 7 dan 8 mencatat bagaimana kegerakan misionaris-misionaris yang mula-mula dalam gereja Kristen dimulai.

a. Stefanus Seorang Martir. Pasal 7 adalah cerita tentang seorang biasa (yang tidak mempunyai keahlian apa-apa) yang anda tentunya ingat bahwa ia adalah seorang yang dari ketujuh orang yang ditunjuk untuk melayani meja. Dia menjadi seseorang yang besar di dalam iman dan melakukan banyak mujizat dan tanda-tanda ajaib di antara banyak orang. Dia juga merupakan seorang pejuang iman yang kuat, dan menjadi orang Kristen yang pertama yang memberikan hidupnya bagi Yesus. Stefanus telah mengumpulkan banyak untuk Tuhan dalam kehidupannya yang singkat bagi Tuhan!

Pasal tujuh adalah titik balik dari kitab Kisah Para Rasul. Kegiatan tidak lagi berpusat di sekitar rasul-rasul di Yerusalem saja.

Rencana Allah bagi "setiap anggota Gereja Kristus untuk melayani" di dalam gereja akan segera terlaksana. Hal ini akan mengakibatkan "ledakan Injil" suatu kejutan dari Injil yang akan dilihat dan didengar sampai di tempat-tempat yang jauh. Bagaimana kejadiannya dan siapa yang terlibat di dalamnya akan merupakan suatu bacaan yang menarik.

b. Saulus Si Penganiaya. Setelah kematian Stefanus, seorang pria bernama Saulus muncul dalam cerita ini, dan kisah gereja di Yerusalem tidak akan pernah sama lagi. Biarlah catatan ini berbicara sendiri:

"Saulus juga setuju (bahagia), bahwa Stefanus mati dibunuh .. Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara."

"Sebagai akibatnya, semua orang Kristen kecuali para Rasul terpaksa meninggalkan Yerusalem. Mereka semua tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri tersebut sambil memberitakan injil" (Kis 8:1,3,4 smf).

Gereja di Yerusalem tercerai-berai karena penganiayaan. Sangatlah jelas bahwa semua orang sekarang berdiri sendiri-sendiri. Mereka tidak lagi dapat mencari/mengharapkan para rasul untuk menolong/memberi mereka petunjuk.

Sudahkah mereka dilatih dan dipersiapkan dengan benar untuk masa-masa yang sulit dan keras itu? Dapatkah mereka berfungsi tanpa kepemimpinan di Yerusalem? Sudahkah Saulus menghancurkan satu-satunya gereja Perjanjian Baru yang ada pada saat itu?

Perlakuan kejam untuk menghancurkan sekelompok orang disebut "penganiayaan".

Berhasilkah Saulus dalam usahanya menganiaya korban-korban yang tidak berdaya ini? Apakah api penganiayaan itu sudah memenuhi hati orang-orang percaya dengan ketakutan? Apakah mereka akan berani untuk berbicara bagi Tuhan mereka?

Alkitab memberi kita jawaban secara pasti: "Kemanapun mereka pergi, mereka mengabarkan Injil!" Saulus telah berbuat kesalahan yang terbesar dalam hidupnya. Dia telah menentang bukan hanya Gereja dari Kristus yang hidup, tetapi pada Kristus dari Gereja yang hidup.

Dalam usahanya untuk memadamkan api Roh Kudus di Yerusalem, ia justru berhasil dalam menyebarkan dan menyalakan api-api di seluruh daerah tersebut.

Ya, rasul-rasul telah melakukan tugasnya dengan baik: "untuk memperlengkapi orang-orang kudus untuk melayani". Mereka telah mengajar orang-orang untuk berdoa dan berkhotbah sendiri untuk mendengar dan mentaati suara Allah. Karena itu, ketika saatnya tiba, gereja di Yerusalem telah siap untuk membawa kesaksiannya keluar sampai "di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi" (Kis 1:8).

Allah sebenarnya menggunakan senjata dari setan yaitu "penganiayaan" untuk membuat GerejaNya bertindak.

2. Suatu Misi Bagi Dunia

Allah tahu pada saat umatNya akhirnya telah siap untuk pergi, setiap orang memiliki bagian mereka masing-masing dalam rencana ilahi-Nya. Mereka benar-benar akan menjadi "bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus umat kepunyaan Allah sendiri" (1 Ptr 2:9).

Pekerjaan dan kesaksian mereka tidak akan mudah, tapi mereka akan "... kuat dan teguh hati, karena mereka tahu bahwa Allah bersama dengan mereka dan mereka akan berhasil kemana pun mereka pergi" (lihat Yos 1:6-9).

Dan akhirnya pergilah mereka! Dan mereka pun berhasil! Perpindahan yang menyakitkan dari Yerusalem itu berubah menjadi misi yang mulia bagi dunia. Kemanapun mereka pergi dalam kemah mereka, Injil menyertai mereka dengan kuasa!

a. Semua Harus Mendengar. Misi dari gereja mula-mula adalah juga misi dari gereja saat ini. Allah masih ingin berdamai dengan semua bangsa-bangsa. Dia ingin berita baik tentang Yesus Kristus tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Kata "bangsa" dalam Alkitab menunjuk pada kelompok orang-orang yang memiliki bahasa, budaya dan atau wilayah geografis yang sama. Ini adalah pengelompokan sosial di mana orang-orang tersebut menemukan identitas mereka. "Bangsa" ini disebut sebagai "kelompok orang-orang".

Tidak ada suku, bahasa atau "kelompok orang-orang" yang boleh diabaikan, semua memiliki hak atau kesempatan istimewa yang sama untuk mendengar tentang kasih Allah bagi mereka. Tugas ini berat. Banyak orang di dunia ini yang belum pernah mendengar tentang nama Yesus tidak pernah walau satu kalipun!

Menurut pusat misi dunia di Amerika ada lebih dari lima milyard (5.000.000.000) orang di dunia ini. Mereka dapat dibagi menjadi 24.000 "kelompok orang-orang" yang berbeda.

Kira-kira 7.000 kelompok dari orang-orang ini sudah terjangkau oleh injil Kristus. Jumlah mereka kira-kira ada tiga milyard orang. Namun, sekitar 17.000 kelompok orang-orang yaitu 2,4 milyard orang, belum pernah mendengar tentang Tuhan Yesus Kristus. Jumlah ini hampir 40% dari jumlah populasi dunia!

Siapakah orang-orang yang belum pernah terjangkau oleh Injil ini? Kelompok-kelompok utamanya dapat di daftar seperti di bawah ini:

KELOMPOK ORANG POPULASI
Suku-suku terasing 5.000 135 juta
Cina 4.000 774 juta
Islam 2.000 418 juta
Hindu 3.000 561 juta
Budha 1.000 264 juta
Lain-lain 2.000 281 juta

b. Tujuan Misionaris. Ya, tugas ini memang berat, tapi bukannya tidak mungkin. Buktinya banyak pemimpin-pemimpin misionaris percaya bahwa Amanat Agung dari Kristus untuk membawa Injil pada semua "bangsa" akan tercapai dalam sepuluh tahun.

Pada tahun 1983 ada kira-kira 1,4 milyard orang-orang Kristen di dunia. Artinya 1 dari 3 orang menyebut dirinya seorang Kristen. Lebih jauh, populasi orang orang-orang Kristen sekarang berkembang sampai lebih jauh dari 28 juta orang pertahun.

Setiap bulan di Asia dan Afrika saja lebih dari 50.000 gereja-gereja baru terbentuk. Seratus tahun yang lalu tidak ada satu gerejapun di Korea. Pada tahun 1970 hanya 10% dari orang-orang Korea Selatan adalah orang Kristen. Pada tahun 1980 mereka telah berkembang sampai 20%. Pada tahun 1984 jumlah mereka hampir mencapai 30%.

Pada tahun 1949-1950 ada kira-kira 1 juta orang Kristen di Cina. Saat itu semua misionaris Barat diminta untuk pergi. Beberapa orang mengira bahwa hal ini mungkin akan menghancurkan keadaan gereja. Pada tahun-tahun terakhir ini, ketika pintu ke Cina dibuka lagi, ternyata kekuatan dari gereja sangat mengejutkan, Bukannya hancur, namun orang-orang Kristen disana justru bertambah menjadi kira-kira 40-60 jiwa orang!

Gereja berkembang sangat pesat di banyak tempat. Tetapi di tempat-tempat lain, pekerjaan penginjilan masih sangat sulit dan bahkan mustahil untuk dilaksanakan.

Hanya ada sedikit orang yang dikenal sebagai orang Kristen di Republik rakyat Mongolia, di Albania, di Libia atau Afganistan. Perancis, Israel dan Bangladesh juga adalah tempat-tempat yang sulit untuk menyebarkan injil.

Meskipun demikian, 90 persen bagian dari dunia ini masih terbuka untuk injil. Di beberapa tempat, pintu-pintu yang tertutup bahkan dibuka kembali. Yang menyedihkan adalah kita belum memakai kesempatan dari sebagian besar pintu-pintu yang terbuka ini.

Ada lebih dari 2,8 milyard orang bukan Kristen di dunia saat ini. Dan, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sekitar 2,4 milyard orang sama sekali belum pernah mendengar kabar baik tentang kasih Allah.

Untuk menjangkau mereka, penghalang-penghalang budaya harus dilewati. Kesaksian hanya dapat datang dari luar karena di dalam sana belum ada gereja sama sekali. Dalam hal ini dibutuhkan kasih untuk orang-orang yang terhilang, juga usaha yang terarah dengan baik untuk menjangkau "orang-orang yang tersembunyi" bagi mereka juga Kristus telah mati. Itulah sebabnya kita perlu memberitahukannya pada mereka. Informasi ini perlu untuk menghubungkan kuasa kasih Allah dengan bagian-bagian dunia yang paling membutuhkannya.

Hanya dengan jalan inilah Amanat Agung dari Tuhan Yesus Kristus dapat ditaati dan tugas tersebut dapat diselesaikan jika kita melihat, mendengar, berdoa dan taat.

c. Menanam Modal dalam Misi. Dengan menggunakan sudut pandang ini, umat Allah tidak akan pernah merasa puas sampai setiap "bangsa" dijangkau oleh injil. Ini harus menjadi tujuan kita yang tertinggi dan terbesar.

Yang menyedihkan adalah bahwa banyak orang lebih tertarik untuk "mendapatkan" daripada untuk "memberikan". Kita berdoa untuk saat-saat dimana seluruh umat Allah akan dengan senang menanamkan modal mereka dalam misi-misi ini sama seperti keinginan mereka untuk menanamkannya pada hal-hal material.

Perumahan dan keperluan material itu penting pada dunia modern kita saat ini, tapi tidak amat sangat penting. Batu-batu, papan-papan kayu, logam-logam berkilat suatu kali akan lenyap, tapi jiwa-jiwa manusia itu kekal.

Yesus berkata bahwa hati kita dan harta kita akan selalu berjalan bersama-sama. Di mana anda menemukan hal yang satu, anda akan menemukan yang satunya lagi (Mat 6:21).

Keinginan dan perhatian (hati) kita akan selalu tertuju pada arah dari nilai-nilai (harta) kita. Kita akan memberikan kehidupan, waktu, talenta dan energi kita pada hal-hal yang kita anggap berharga dan sangat berarti bagi kita.

Perkataan dari Jim Elliot, seorang misionaris dan seorang martir bagi orang-orang Indian Auka di Amerika Selatan berbicara langsung ke hati kita: "Bukanlah kebodohan memberikan apa yang tidak dapat ditahan, dan memperoleh apa yang tidak dapat hilang!"

d. Pergi Ke Seluruh Dunia. Orang-orang mengatakan bahwa kata-kata terakhir seseorang yang mau mati itu sering merupakan kata-kata terpenting dalam hidup orang tersebut. Perkataan orang-orang penting telah banyak yang dicatat dari ranjang kematian mereka untuk kebaikan mereka yang masih hidup atau bahkan bagi mereka yang belum dilahirkan sekalipun.

Yang kita ketahui adalah: Perkataan terakhir Yesus telah dicatat, dan kata-kata itu sangat penting, kata-kata perpisahanNya pada rasul-rasul-Nya begitu jelas dan tegas.

"Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala makhluk, segala tempat" (Mrk 16:15 smf).

Yesus berkata "pergi". Dalam suatu ketaatan yang sederhana, alkitab mengatakan kepada kita bahwa mereka telah "pergi".

"Mereka pun pergilah memberitakan injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya" (Mrk 16:20 smf).

Apa yang telah dikatakanNya dan dilakukanNya pada mereka dulu, akan dilakukan dan sedang dikatakanNya bagi kita sekarang. Jika kita pergi dan mentaati perintahNya, Kristus akan menghargai FirmanNya yang ada dalam kita dan dalam dunia kita, sama seperti yang dilakukanNya dulu pada mereka.

e. Apa yang Harus Kita Lakukan. Setiap orang percaya harus dilatih dan diperlengkapi untuk menggenapkan perintah ini. Setelah itu orang-orang percaya harus pergi keluar dan mengabarkan injil, berdoa bagi mereka yang berangkat dan memberi mereka uang tidak perduli apakah itu sedikit atau banyak untuk membiayai mereka yang terpilih untuk menggunakan semua waktu mereka untuk mengabarkan injil. Ingat, pekerjaan ini hanya dapat dilaksanakan selama musim tuai, jika masa panen ini telah berlalu dan musim dingin itu tiba, segala sesuatunya sudah sangat terlambat. Sama halnya dengan musim tuai dari jiwa-jiwa. Kita harus mengabarkan injil hari ini.

Pada masa kekekalan, orang-orang berdosa yang menderita, yang gagal kita beritahu tentang Kristus, akan meratap, "sudah lewat musim menuai, sudah berakhir musim kemarau, tetapi kita belum diselamatkan juga!" (Yer 8:20). Kemudian jika kita sampai di Sorga kegagalan ini akan menyebabkan kita merasa sedih untuk beberapa saat. "Dan Ia (Tuhan) akan menghapus segala air mata dari mata mereka ..." (Why 21:4).

Tidak heran jika rasul Paulus memperingatkan kita: "Sadarlah ... jangan berbuat dosa lagi! Ada diantara kamu yang tidak mengenal Allah" (1 Kor 15:34). Rasul Paulus memperingatkan kita bahwa kita bisa berbuat dosa karena gagal mentaati Amanat Agung Tuhan.

Ingatlah perkataan Yesus ini di dalam hati: "Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu ... `Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai" (Yoh 4:35).

Tunggulah dalam doa penyembahan sampai anda dibaptiskan oleh Roh Kudus. Mulailah berbicara pada saudara-saudara dan kawan-kawan anda tentang apa yang telah Yesus kerjakan bagi anda.

Jika mereka membutuhkan kesembuhan, tumpangkan tangan atas orang yang sakit dan berdoalah baginya untuk kesembuhan. Usirlah semua iblis yang anda temui. Jadilah pemenang jiwa. Sebarkanlah berkat dan kemenangan Kristus. Kalahkan setan dimanapun anda berada.

Karena itu marilah kita mendengar, belajar, percaya dan taat supaya kita akan benar-benar menjadi "bangsa yang terpilih, imamat rajani, bangsa yang kudus dan pemberita-pemberita kesaksian yang penuh kuasa" dari kebenaran dan kasih Allah ... sampai ke ujung bumi.

"Dan Injil kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya ... datanglah Tuhan Yesus" (Mat 24:14; Why 22:20 smf).