Kunci-kunci dalam Otoritas Rohani

Bagian B2
KUNCI-KUNCI DALAM OTORITAS ROHANI

Oleh Leo Harris

ISI DARI BAGIAN INI
B2.1 - Kunci dari Otoritas Kristus
B2.2 - Kunci dari Otoritas Orang-orang Beriman
B2.3 - Kunci dari Otoritas Firman Allah
B2.4 - Kunci dari Otoritas Pelayanan
B2.5 - Kunci dari Otoritas Kristus dalam rumah Allah

Bab 1
Kunci dari Otoritas Kristus

Tentang pengarang : Pengarang dari pelajaran ini adalah pendiri dan seorang pemimpin senior atau rasul dari persekutuan yang sangat berhasil dari gereja-gereja di Australia. Hikmat yang praktis yang ada dalam materi latihan ini, dapat membuat anda menjadi seorang pemimpin gereja yang lebih berkuasa. Bacalah dengan penuh doa dan seksama.

Pendahuluan

Suatu malam pada awal tahun 1949, saya mengalami bagian-bagian yang pertama dari problema yang sangat menyedihkan dalam pelayanan saya. Ketika saya melihat kembali dalam tahun-tahun itu, maka tampak oleh saya bahwa saat-saat kedukaan itu tersusun merupakan suatu pola.

Masa-masa krisis ini telah membentuk suatu dasar atas mana pelayanan saya berkembang. Dalam menemukan penyelesaian dari Allah pada masalah-masalah ini, melahirkan sebuah berita yang Allah telah mempercayakannya pada saya.

Saat itu saya berada dalam satu masa yang sangat tidak puas.

Saya merasa saat itu begitu tidak mampu ketika menghadapi problema-problema dan tuntutan-tuntutan dari pelayanan. Saya kemudian beristirahat di tempat tidur saya tetapi malam itu saya tak dapat tidur.

Saya kemudian membangunkan seorang teman saya yang tinggal serumah dengan saya pada saat itu; saya memintanya untuk membantu saya di dalam doa. Selama beberapa jam kami membaca Alkitab dan berpegang pada FirmanNya serta menyerahkan seluruh situasi itu kepada Tuhan di dalam iman.

Ketika saya masih berdoa, Roh Tuhan mulai bergerak di atas saya. Saat itu kuasa Roh terasa begitu nyata dan begitu pasti sehingga saya memeriksa jam berapa saat itu dan melihat pada jam saya. Saat itu jam 04.20 pagi. Secara berkala rasanya Firman Allah menggelegar dalam hati dan pikiran saya: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi, karena itu pergilah ... " (Mat 28:18,19).

Rasanya, seolah-olah kata-kata itu keluar dari Kristus sendiri yang dimuliakan di atas tahtaNya. Saya merasa diriku mengulangi kata-kata itu berulang kali. Teman saya hanya merasakan percikan-percikan dari "kemurahan itu", tetapi dia mengetahui bahwa Roh dari Tuhan sedang hadir dengan kuatnya.

Bagi saya saat itu rasanya sorga telah datang padaku dan saya telah mendapatkan konsep yang sama sekali baru tentang otoritas dari Kristus yang bangkit dan dimuliakan.

Saya melihat bahwa otoritas itu ada sehubungan dengan saya secara pribadi dan pelayanan saya pada Tuhan. Saya melihatnya dalam wahyu untuk GerejaNya.

Saya melihat itu dalam hubungannya pada setan dan pekerjaan-pekerjaannya. Saya melihatnya dalam wahyu pada saat Kristus datang kembali dan ketika semua bangsa duduk dan menyembah Dia. Saya melihat otoritas Kristus dinyatakan di dalam kepenuhan dari seluruh rencana dan tujuan Allah.

Kata-kata ini rasanya tak dapat menyatakan betapa pentingnya pengalaman ini dalam pelayanan saya. Saya telah melayani sebagai seorang full-timer selama kira-kira 10 tahun di seluruh Australia dan Selandia Baru. Saya telah membangun gereja-gereja di Adelaide, dan tahun sebelumnya saya telah melihat hampir 100 orang telah dibaptiskan dalam Roh Kudus. Namun pengalaman malam itu telah menjamah hati saya hingga iman saya diperbaharui secara luar biasa di dalam otoritas Kristus.

Saya telah diberi suatu kunci untuk pelayanan yang efektif yang telah memberkati banyak orang di Australia dan di negara-negara lain.

Pagi harinya, setelah saya mandi dan berpakaian, saya pergi ke rumah dari dua pemimpin gereja kami. Salah satunya sedang makan pagi, hampir pergi bekerja. Yang seorang lagi masih di tempat tidur.

Namun, saya begitu meluap untuk menyatakan konsep yang telah Tuhan bakar dalam jiwa saya malam itu. Saya menceritakan pada kedua saudara ini bahwa saya yakin kami telah mendapatkan kunci untuk suatu kebangunan Perjanjian Baru.

Malam harinya, kami ada persekutuan doa seperti biasanya. Saya menceritakan pengalaman saya pada orang-orang di sana. Roh dari Tuhan sekali lagi turun. Tanpa pemberitahuan orang-orang terjatuh di atas lututnya dalam memuji dan menyembah Tuhan.

Pada kebaktian itu kami mendapat pengalaman kami yang pertama dalam pelayanan kami di Adelaide tentang melepaskan seseorang dari kekuasaan kegelapan.

Saya meneruskan khotbah saya dan membuka wahyu tentang otoritas dari Kristus yang bangkit ini. Dan sejak saat itu kami melihat pasang dari berkat kebangunan rohani mulai tinggi dalam pelayanan kami.

Minggu demi minggu lewat, saya makin diyakinkan bahwa Roh Kudus telah menempatkan dalam tanganku kunci yang dapat melepaskan tawanan-tawanan dari ikatan-ikatan mereka dan membawakan kebangunan rohani yang mulia dari Kristus.

Pada tahun-tahun berikutnya, kami mengalami banyak lagi pengalaman. Banyak problema-problema telah dapat dihadapi dan banyak kesulitan-kesulitan dapat diatasi. Namun, apa yang selalu masih ada dalam hatiku dan dalam pelayananku ialah keyakinan yang begitu kuat dan keberanian yang begitu besar. Tuhan Yesus Kristus sungguh-sungguh mempunyai otoritas yang mutlak.

Pernyataan otoritas Kristus ini telah membangkitkan kuasa dari setan dan roh-roh jahatnya pada suatu tingkatan yang pada hampir-hampir tak dapat kami lawan. Namun pernyataan ini telah juga menyiapkan kami sebuah senjata yang sangat kuat, hingga kami dapat memenangkan musuh dan melepaskan mereka yang terikat.

Marilah kita menyimak tentang beberapa aspek dan penerapan dari kunci pertama yang begitu penting untuk suatu pelayanan yang efektif dan berhasil dan untuk sebuah gereja yang berhasil ialah otoritas dari Kristus.

A. OTORITAS DARI KRISTUS

1. Diberikan Oleh Bapa

Kata Yunani untuk exousia berarti suatu kekuasaan utusan dan kata itu adalah yang dipakai oleh Yesus dalam Matius 28:18; "Semua kuasa (exousia) diberikan padaKu di dalam sorga dan di atas bumi".

Kita melihat otoritas apa yang dipakai Yesus di dalam pelayananNya di muka bumi ini. "Tetapi ketika orang banyak melihat hal itu, mereka semua dipenuhi ketakutan dan memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian kepada manusia" (Mat 9:8). Kuasa itu adalah otoritas yang dipakai Yesus untuk berbicara dan melayani sehingga mencengangkan banyak orang.

Namun Yesus berkata bahwa : baik Firman-firmanNya dan pekerjaan-pekerjaanNya diberikan padaNya oleh Bapa (Yoh 14:10,11).

2. Meliputi Sorga Dan Bumi

Setelah meninggal di atas salib dan dibangkitkan oleh Allah dan duduk di sebelah kanan dari tahtaNya, Yesus telah diberi "semua otoritas baik di sorga maupun di atas bumi".

Paulus menerangkan dalam Filipi 2:10 bahwa setiap lutut di sorga, di dunia dan dibawah dunia ini harus bersujud pada Nama dari Yesus. Setiap lidah akan mengaku bahwa Dia adalah Tuhan.

Ia telah menjadi Putera yang kekal sejak semula, tetapi di dalam putera itu juga telah ditetapkan otoritas dari Allah Bapa. "Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia" (Kol 1:19). "Sebab di dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke Allahan " (Kol 2:9).

a. Otoritas Di atas Malaikat-Malaikat. Dalam Ibrani 1, Kristus dinyatakan dalam pengangkatanNya yang lebih dari malaikat-malaikat baik oleh keadaanNya yang murni dan suci juga karena pekerjaanNya yang mulia. Karena itu kita membaca, "Biarlah semua malaikat-malaikat dari Allah memuji dan menyembah Dia".

Tidak pada satu malaikat pun Tuhan berkata pada saat manapun, "Duduklah di sebelah kananKu sehingga Aku menaklukkan musuh-musuhmu di atas tumpuan kakimu". Tetapi Kristus akan memerintah sehingga musuh terakhir dihancurkan dan semua benda akan dibawa untuk tunduk kepadaNya. Malaikat-malaikat telah melakukan perintahNya.

b. Otoritas Di atas Kuasa-Kuasa Dan Penguasa-Penguasa. Kami membaca dalam Ibrani 4:14 bahwa "Yesus naik ke Sorga". Terjemahan yang lebih harafiah lagi berbunyi bahwa di dalam kenaikanNya ke sorga, Ia "menembusi semua langit-langit".

Jika demikian, ada berapa langit di atas kita? Beberapa orang mengatakan ada 3, beberapa lagi mengatakan ada 7. Berapapun langit itu, Kristus telah melewati semuanya untuk didudukkan di atas tahta di tempat yang tertinggi dan memegang otoritas atas seluruh semesta alam ini.

Itulah sebabnya Paulus dapat berkata bahwa Allah membangkitkan Kristus dari antara orang mati "dan mendudukkan Dia di sebelah kananNya di tempat yang mahatinggi, jauh lebih tinggi daripada semua penguasa dan kuasa, dan kekuatan, dan pemerintahan, dan di atas nama apapun, tidak hanya di dunia ini (zaman ini) tetapi juga pada zaman yang akan datang; dan telah meletakkan semua benda itu di bawah kakiNya dan menjadikan Dia kepala dari semua gereja yang adalah tubuhNya, di dalam kelengkapanNya yang memenuhi semuanya" (Ef 1:20-23).

Walaupun setan adalah "ilah zaman ini" dan "penguasa di udara", ia ditempatkan di bawah kaki dari Yesus dan harus tunduk pada otoritas dari Kristus yang telah dinaikkan. Bukankah Kristus dalam kematianNya itu telah menghancurkan penguasa-penguasa dan kuasa dan menjadikan Dia tontonan di hadapan umum (Kol 2: 15) ? Bukankah Ia telah mengalahkan setan dan semua balatentaranya dengan mencurahkan darahNya dan bangkit dari kuasa kematian dengan memegang kunci-kunci otoritas dalam tanganNya?

Kristus yang sama ini, hari ini duduk di atas tahta dari kekuasaan yang universal dengan semua otoritas yang diberikan kepadaNya.

c. Otoritas Di atas Gereja. Di dalam Kolose 1, Paulus mengemukakan kekuasaan Kristus di atas semua ciptaan. Ini termasuk yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, dalam sorga maupun atas bumi. Ia mempunyai otoritas di atas tahta dan pemerintahan dan penguasa dan kuasa. Kemudian dengan beraninya Paulus menerangkan, "Ia adalah kepala dari tubuh, yaitu gereja".

Gambaran yang serupa ini telah dinyatakan pada kita dalam nas Alkitab yang telah kita kutip, yaitu dari (Efesus 1) namun dengan satu perbedaan yang menyolok!

Dalam Efesus kita diberitahu bahwa Kristus telah dijadikan "Kepala dari segala sesuatu pada gereja yang adalah TubuhNya". Maka kami melihat bukan hanya "kepala gereja" yang mempunyai otoritas tetapi bahwa Ia juga adalah kepala di atas segala sesuatu dari gereja.

Gereja tidak hanya harus tunduk pada otoritas Kristus; tetapi harus juga memiliki kemenangan-kemenangan dari Kristus, kuasa dari Kristus di atas segala sesuatu di sorga dan di dunia. Tidakkah seharusnya gereja di bumi ini memantulkan supremasi otoritas dari Kristus ?

Betapa tragisnya untuk melihat adanya gereja yang kalah dan lumpuh yang tidak berdaya di depan setan yang tidak dibinasakan.

Gereja yang benar seharusnya menampakkan bahwa dia adalah Tubuh dari Kristus yang tampak dan yang ditinggikan, yang memegang otoritas dan kuasa atas alam semesta!

Tidakkah seharusnya kita menerima tantangan untuk menjadi duta-duta yang setia yang mewakili Raja dari segala Raja?

d. Otoritas Untuk Menyelamatkan Dan Untuk Menghakimi. Yesus menerangkan bahwa Anak Manusia mempunyai otoritas di atas bumi ini dan mengampuni dosa-dosa. Petrus memberi pernyataan bahwa "Tidak ada nama lain di bawah langit ini yang diberikan di antara manusia yang dapat menyelamatkan kita" (Kis 4:12). Ya, dan Kristus yang sama ini juga mempunyai otoritas untuk menghakimi semua orang.

Orang-orang beriman akan berdiri di hadapanNya, di hadapan tahta pengadilan dari Kristus. Orang-orang yang tidak beriman akan memandang Dia yang duduk di tahta putih pada akhir pengadilan itu.

"Karena Bapa tidak menghakimi orang, tetapi telah menyerahkan semua pengadilan kepada anakNya: sehingga semua orang harus menghormati Putera itu seperti mereka menghormati Bapa" (Yoh 5:22-23).

Lagi dalam ayat 27, Bapa telah memberi Dia (Putera) otoritas untuk melakukan pengadilan". Dengarkan juga apa yang di khotbahkan Paulus di Athena: "Karena Dia (Allah) telah menunjukkan suatu hari dimana Ia akan menghakimi bumi ini dalam kebenaran oleh seseorang yang telah ditentukan (Yesus); dan Ia telah memberikan kepastian untuk semua orang bahwa Ia telah dibangkitkan dari antara orang mati" (Kis 17:31).

Sungguh suatu otoritas yang tinggi telah diberikan pada Putera Allah!

B. KITA HARUS MEMPERCAYAI OTORITAS KRISTUS.

Lima hal yang disebutkan di atas hanyalah pandangan yang sekilas saja, hanya beberapa facet dari intan kebenaran yang berkilau-kilauan. Sebagai sebuah doktrin, semua orang-orang Kristen harus menerima otoritas dari Kristus. Secara ilmu pengetahuan semua orang beriman harus memberikan perhatian padaNya. Namun kuncinya bukanlah pengetahuan kita tentang otoritas Kristus, tetapi wahyu tentang otoritas itu, pengakuan yang mendalam tentang otoritas itu dan iman yang membara tentang otoritas itu.

Hal itu harus menyinari hati kita, roh dan pikiran kita. Hal itu harus membakar kita dengan pengabdian yang berkobar pada kebenaran dan penerapannya dengan segenap hati dalam kehidupan dan pelayanan kita kepada Tuhan.

1. Hal Itu Dapat Memberikan Kemenangan

Iman kita dalam otoritas Kristus haruslah menjadi suatu perangsang untuk hidup berkemenangan. Iman itu harus memberi kita inspirasi untuk suatu pelayanan yang berhasil. Iman itu juga harus membuat semua janji-janji Allah terjadi dalam kehidupan kita, dan harus menantang gereja untuk suatu kebangunan yang berkemenangan.

Tidaklah heran kalau rasul Yohanes di pulau Patmos "jatuh tersungkur pada kakiNya seperti orang mati". Ia melihat Tuhan yang bangkit dan mendengar kata-kataNya yang penuh kemenangan :

"Janganlah takut; Aku adalah yang pertama dan terakhir; Aku adalah yang hidup, yang dahulu mati; dan lihatlah, Saya hidup selamanya, Amin; dan pemegang kunci dari neraka dan kematian" (Why 1:17,18).

Kiranya otoritas dari Kristus menjadi kunci dalam tangan dari umatNya yang dapat mengusir musuh dan melepaskan kuasa Allah yang penuh kemuliaan.

Bab 2
Kunci dari Otoritas Orang-orang Beriman

Pendahuluan

Untuk 6 hari lamanya saya bersama dua orang pemimpin telah mencari Tuhan di dalam doa dan berpuasa. Kami telah diminta untuk memakai rumah yang separuh jadi, dekat pantai kira-kira 20 mil dari Adelaide. Saat itu adalah musim dingin dalam tahun 1951.

Kami bertiga merasa kebutuhan kami untuk sementara melepaskan diri dari kegiatan-kegiatan pastoral. Kami ingin mencari Allah untuk pengurapan yang baru dari Roh Kudus dalam pelayanan kami. Hari demi hari kami saling melayani melalui Firman Tuhan, belajar bersama, berdoa bersama dan seringkali berjalan-jalan di atas gunung-gunung pasir di pantai. Kami juga menikmati saat-saat persekutuan secara pribadi dengan Tuhan.

Kami menyadari berkat-berkat dari Allah dalam hati kami, dan kami telah membangunkan kehidupan rohani kami.

Tetapi malam terakhir, kami harus pulang ke rumah pada esok harinya. Saya merasa bahwa saya belum menerima semua yang saya cari.

Kami beristirahat ke tempat tidur kami. Saya segera merasa bahwa saya tak dapat tidur, pikiran saya begitu peka terhadap kebenaran-kebenaran dalam Firman Allah. Jam demi jam seluruh buku Efesus itu datang pada pikiran saya. Kebenaran-kebenaran yang begitu agung di dalam buku yang menggetarkan itu telah memberi kesan yang begitu mendalam pada saya.

Saya telah mengenal dengan baik buku Efesus, dan saya senang sekali untuk berkhotbah tentang buku itu. Tetapi kali ini, kebenaran-kebenaran yang lama itu datang kembali dengan hal-hal yang baru. Kebenaran-kebenaran yang baru melompat ke dalam hati dan pikiran saya serta memberikan inspirasi dari Roh Kudus.

Keesokan harinya, teman-teman saya yang tidur di kamar yang lain, bertanya pada saya apa yang terjadi sepanjang malam itu. Ternyata doa dan puji-pujian saya yang berulang-ulang itu telah mengganggu mereka !

Minggu berikutnya, ketika kami pergi ke gereja, saya berkata pada orang-orang di sini: "Banyak di antara kamu mengetahui bahwa kami telah mencari Tuhan minggu yang lalu. Anda tentu mengharapkan saya untuk membuka tas saya dan memberi anda suatu kebangunan! Itulah yang benar-benar akan saya lakukan".

Saya seolah-olah mengambil sebuah tas, membukanya dan mengeluarkan Alkitab saya serta menerangkan : "Itu semua ada di sini. Di sini ada rahasia dari kebangunan rohani itu dan kemenangan serta kekuasaan bersama dengan Allah. Apa yang harus kita lakukan adalah hanya menerimanya, mempercayai dan bertindak atasnya. Kita harus mengetahui siapa kita ini, apa yang Allah katakan terhadap kita dan apakah kekuasaan kita dalam Yesus Kristus".

Marilah kita menyelidiki dengan singkat beberapa dari kebenaran yang indah dari Tuhan yang membakar jiwa saya malam itu. Kebenaran-kebenaran itu jelas telah mewarnai pelayanan saya sejak itu, membuktikan bahwa suatu kunci yang baru dari kebangunan rohani dan kemenangan orang-orang Kristen.

A. POSISI (KEDUDUKAN) DAN KONDISI (KEADAAN) KITA DALAM KRISTUS.

Dalam surat rasul Paulus kepada gereja di Efesus, dibagi dalam dua bagian : tiga pasal pertama adalah pernyataan yang positif tentang kedudukan orang-orang beriman di dalam Kristus.

Bagian ini mengandung berkat yang dijanjikan ...

"Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja dalam kita; bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin" (Ef 3: 20,21).

Pada tiga pasal yang kedua adalah tentang kehidupan orang-orang beriman secara praktisnya.

Kami dapat mengatakan bahwa bagian yang pertama itu menyatakan tentang kedudukan kita secara resmi di hadapan Allah, dan yang kedua adalah kondisi (keadaan) yang sebenarnya dari kita dalam kehidupan Kristus.

Bagian yang pertama itu berbicara tentang kekayaan kita, dan bagian yang kedua itu berbicara tentang perjalanan kita.

Bagian yang pertama menunjukkan hak-hak kita, sedangkan yang kedua menunjukkan tanggung jawab kita. Yang pertama adalah bersifat pengajaran (doktrin), yang kedua bersifat praktis.

1. Urutan-Urutannya Secara Ilahi

Sungguh penting untuk kita ketahui urutan-urutannya yang ilahi ini: pertama adalah kedudukan kita, kemudian keadaan kita.

Banyak orang Kristen berusaha untuk mendapatkan suatu keadaan yang sempurna agar mendapatkan kedudukan yang benar dengan Allah. Ini adalah berlawanan dengan metoda Allah. Pertama Ia memberi kita kedudukan yang benar dulu dan meminta kita untuk mempercayainya, kemudian Ia akan memberi kita kekuatan untuk hidup sesuai dengan kedudukan kita itu.

Berdiri kita, atau posisi kita, kekayaan, hak-hak kita atau peluang-peluang kita di dalam Kristus itu hanyalah kerena kasih karunia dari Allah saja. Semua hal itu menunjukkan kebaikan dari Allah atas semua orang-orang beriman.

2. Kita Harus Menerima Kedudukan Kita atau Posisi Kita

Apabila kita memikirkan tentang keadaan kita, perjalanan hidup kita, tanggung jawab kita dalam kehidupan kita sehari-hari, kita harus pertama-tama menerima bagaimana seharusnya kita apabila kita berada di tempatnya Yesus Kristus.

Kita harus benar-benar mempercayai wahyu yang ilahi, seperti yang dikatakan dalam tiga bab pertama di Efesus. Tiga bab ini akan memberi kita kuasa agar "hidup kita ini sebagai orang-orang yang telah dipanggil, berpadanan dengan panggilan itu" (Ef 4:1), seperti yang diminta dari kita dalam tiga bab yang kedua.

Kawan, inilah cara yang selalu Allah ingin kita lakukan dan cara untuk menolong kita. Pertama-tama Ia menunjukkan pada kita bahwa kita ini berada dalam Kristus. Ia memberi kita suatu pernyataan yang jelas dari kasih karuniaNya (kuasa yang membuat kita mampu). Kemudian Ia memberitahu kita "kalau kamu percaya, maka apa yang telah saya tunjukkan padamu akan menjadi kenyataan dalam hidupmu". Inilah cara iman itu bekerja. Kami percaya sebelum kami melihat.

Dan seperti hukum alam, penyucian dan hidup yang kudus akan dengan sendirinya terjadi akibat pekerjaan-pekerjaan itu. Perbuatan-perbuatan baik sekalipun kalau dilakukan oleh daging, bersifat kedagingan. Yang menyenangkan Allah hanyalah pekerjaan-pekerjaan yang merupakan hasil dari kasih karuniaNya (kemampuan ilahi) yang bekerja melalui iman kita di dalam FirmanNya.

Marilah kita sekarang melihat bagaimana kebenaran ini memancarkan cahayanya dalam surat Efesus.

B. FIRMAN ALLAH YANG BAIK

Dalam Efesus 1:3 kami dapat menemukan satu ayat yang menjadi kesukaan dari banyak orang .....

"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga".

Ada suatu kebenaran yang mendalam yang tersembunyi dalam ayat ini. Kata-kata "terpujilah Allah" atau "blessed" dan "berkat" atau "blessing" berasal dari kata Yunani yang menghasilkan kata"pujian" atau "eulogy".

Kata yang sama ini digunakan juga dalam Roma 15:29, Paulus berkata: "Aku akan datang mengunjungi kamu, Aku akan melakukannya dengan penuh berkat Kristus" atau secara harafiah "dalam kepenuhan dari ucapan yang baik dari injil Kristus".

Dalam Roma 16:18 kami mendapatkan kata yang sama yang dipakai, tetapi dalam ayat ini kurang pasti. Paulus berbicara tentang "kata-kata yang muluk dan bahasa mereka yang manis untuk menipu orang-orang yang tulus hatinya".

Namun, "kata-kata yang muluk" itu bagi kita mengandung arti murni dan pasti.

Sekarang marilah kita membaca dalam Efesus 1:3 dengan terjemahan yang lebih baik ... .

"Kata-kata yang baik adalah dari Allah dan Bapa kita Yesus Kristus yang telah diucapkan dengan benar dan mulia tentang kita dengan ucapan yang benar di sorga di dalam Yesus Kristus".

Ya teman-teman, ini adalah kebenaran yang benar-benar mencengangkan! Allah memuji (mengucapkan pujian terhadap kita) karena Ia melihat kita di dalam Kristus. Ia meninggikan kita dengan memakai ucapan-ucapan yang baik tentang kita.

1. Allah Mengatakan Yang Baik Tentang Kita

Allah tidak memuji kita ketika keadaan kita belum dilahirkan kembali dan masih dalam keadaan Adam yang lama; tetapi begitu kita menerima Kristus, Allah melihat kita di dalam PuteraNya dan mengucapkan hal-hal yang baik tentang kita.

a. Alamiah Dari Adam Mati. Ia menyatakan bahwa alamiah Adam kita telah mati disalibkan bersama Kristus (Rm 6:6-11)

b. Ciptaan Yang Baru Di Dalam Kristus. Ia menyatakan bahwa kita adalah ciptaan-ciptaan yang baru di dalam Kristus. Yang lama telah lewat dan semua keadaan itu menjadi baru (2 Kor 5:17).

c. Bangkit Bersama Kristus. Ia menyatakan bahwa kita ini dibangkitkan bersama Kristus dan didudukkan di atas tahta dengan Dia di dalam tempat yang tinggi di sorga (Ef 2:6).

d. Sempurna Di Dalam Kristus. Semua yang dilakukan Kristus itu bukan untuk diriNya sendiri, tetapi untuk kita. Allah kini melihat kita dalam keadaan lengkap (sempurna, tanpa cacat cela) di dalam Kristus.

2. Allah Memberi Kita Semangat Dan Menolong Kita

Inilah metode Allah ialah memberi semangat dan menolong kita, serta selalu saja begitu. Ia memberikan FirmanNya, mengajak kita agar percaya dan bertindak atasnya.

a. Jangan Mau Ditipu Oleh Iblis. Iblis meminjam metode ini. Kita melihat iblis telah memakai cara ini dalam Kejadian 3. Ketika ia memakai kata-kata dustanya kepada Hawa. Dia mempengaruhinya untuk mempercayainya dan bertindak atasnya.

Andaikata Hawa telah mempercayai Firman Allah dan telah bertindak atasnya, ia tidak akan jatuh atau terseret masuk dalam kedagingannya dan kehancurannya.

b. Ikutilah Jalan Allah. Allah selalu mendekati manusia dengan jalan ini:

  1. Ia memberi kita FirmanNya yang baik, dan
  2. Mengajak kita untuk mempercayainya dengan segenap hati kita, dan
  3. Bertindak sesuai dengan kehendakNya.

c. Firman Allah Mempunyai Kuasa. Sungguh, apabila kita mempercayai Firman Allah dengan sungguh-sungguh, Ia memberi kita kekuatan untuk bertindak sesuai dengan Firman itu. Firman Allah mempunyai hidup dan kuasa untuk memateraikan (menjadi apa yang seperti diucapkan).

Sebuah benih yang ditanam di tanah akan bertumbuh dan hidup serta membentuk seperti apa yang telah dirancang Allah. Benih Firman Tuhan yang diterima dalam hati kita, juga akan menumbuhkan kehidupan dan membentuk sesuatu dalam kita.

Itulah sebabnya mengapa Allah memuji kita seperti Dia melihat kita di dalam Kristus. Ia mengetahui bahwa apabila kita mau menerima dan mempercayai FirmanNya, maka tindakan kita akan menjadi nyata (dapat dilihat hal-hal itu) dalam kehidupan kita.

Ini adalah resep yang ilahi untuk kemenangan orang-orang Kristen.

C. HUBUNGAN KITA DENGAN KRISTUS

Jika kita berpisah dari Kristus, kita akan mati dalam semua kesalahan dan dosa-dosa kita. Namun Allah memanggil kita untuk menggambarkan kita sendiri ini sebagai Putera AllahNya.

Kemudian Ia bertanya pada kita untuk mempercayai bahwa kita telah disalibkan bersama Dia, dikuburkan bersama Dia, dan dibangkitkan bersama Dia. Persatuan dari orang-orang beriman ini dengan Kristus dapat terlihat dalam dua aspek kedudukan kita yang resmi (menjadi milikNya), dan kediaman kita yang utama.

1. Kedudukan Kita Yang Resmi/Sah

Ini adalah kedudukan kita yang sah dihadapan Allah. Pada saat kita menerima Kristus sebagai Juruselamat dan Tuhan kita, kita dibenarkan. Kita diberi kedudukan secara hukum, yaitu tempat yang sah di hadapan Allah yang suci.

Dalam Efesus 1:15-23, Paulus berdoa agar kita dapat mempunyai pandangan yang jelas secara rohani tentang bagaimana kedudukan kita di dalam Yesus. Inilah doa Paulus:

"Aku meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa kita yang mulia supaya ia memberikan kepadamu Roh Hikmat dan Wahyu untuk mengenal Dia dengan benar."

"Dan betapa hebat kuasanya bagi kita yang percaya sesuai dengan kekuatan dan kuasanya yang dikerjakannya dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kananNya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang".

Kemudian dalam pasal 2, Paulus menerangkan bahwa Allah "membangkitkan kita dari orang mati (menghidupkan kita dari antara orang mati) bersama dengan Kristus, dan memberikan kita tempat bersama-sama Dia di sorga" (dapat kita baca dalam ayat 4-6).

Dalam pemikiran dan tujuan Allah, ketika Kristus mati kita mati bersama Dia; ketika Ia dibangkitkan (kita dibangkitkan bersama-sama Dia; dan ketika Dia dinaikkan ke sebelah kanan Bapa) kita juga dinaikkan dan didudukkan bersama Dia di tahta di sebelah kanan dari Allah Bapa.

Disini ada beberapa "kata-kata yang baik" dari Allah tentang kita. Kata-kata itu merupakan pernyataan yang suci dari hubungan kita dan hak istimewa yang resmi karena menjadi seseorang yang bersama dengan Kristus Yesus.

Paulus mendorong kita untuk memandangnya bahwa kita telah mati bagi dosa, tetapi hidup bagi Allah di dalam Yesus Kristus (Rm 6: 11).

Pemikiran kita secara alamiah memberontak terhadap wahyu yang secara supra alami ini. Ini hanya terjadi apabila kita mengambil bagian dalam pemikiran Kristus dan bahwa kita dapat mencapai kebenaran-kebenaran ini.

Kemudian inilah cara untuk mendapatkan kuasa dan kemenangan pribadi diatas segala problema-problema, dosa, penyakit dan kuasa-kuasa kegelapan.

2. Tempat Kita Yang Utama

Allah telah memberi kita suatu tempat yang resmi di dalam Kristus (yang harus kita terima dengan iman). Ia juga telah memberi kita suatu pengalaman yang utama dengan Dia oleh Roh Kudus.

Dalam suratnya di Galatia, Paulus berkata: "Karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita yang berseru, Abba, ya Bapa" (Gal 4:6).

Alamiah Adam kita telah mati bagi Allah. Tetapi sejak kelahiran baru kita, kita mempunyai tempat oleh Roh Kudus dalam PuteraNya yang kudus. Paulus berkata, "Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan menjadi satu roh dengan Dia" (1 Kor 6:17).

Rasul Paulus bersaksi lagi dalam Galatia 2: 20; "Aku telah disalibkan bersama Kristus : namun aku hidup; tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku: dan hidupku yang kuhidupi sekarang ini di dalam daging adalah hidup oleh iman di dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku".

Dalam kehidupannya sehari-hari ataupun dalam pelayanannya yang hebat itu, Paulus tidak menggunakan kuasa pribadinya atau hikmat pribadinya, namun ia memakai konsep yang diinspirasikan oleh Kristus di dalam dia oleh Roh Kudus.

Rasul Yohanes juga mengerti kebenaran ini: ia mengatakan; "Sebab Roh yang ada di dalam kamu lebih besar daripada Roh yang ada di dunia ini" (1 Yoh 4:4). Rasul yang sama itu menulis dalam Yohanes 1:16; "Karena dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia". Ini berarti bahwa kita orang-orang beriman mempunyai tempat yang pasti dengan kekuatan penuh dari kehidupan Kristus. Ia meletakkan kasihNya, kesukaanNya, damaiNya, kesabaranNya, kelembutanNya, kebaikanNya, imanNya dan penguasaan diriNya di dalam kita (Gal 5:22, 23).

Semua itu adalah buah-buah dari Roh yang tinggal dalam kita.

Oleh iman kita menerima kedudukan yang resmi, yang telah ditetapkan bagi kita oleh Allah (yaitu kedudukan kita yang resmi itu dalam Kristus). Roh dari Kristus yang tinggal di dalam kita akan menanggapi iman itu dan menghasilkan kealamiahan dari Kristus di dalam kita.

Dalam dua cara : (1) kepercayaan kita, dan (2) RohNya yang membuat kita mampu mempersatuan kita dengan Kristus akan memberikan aksi. Keduanya ini telah memberi kita kekuatan untuk hidup sedemikian rupa sehingga orang lain melihat Kristus di dalam kehidupan kita.

Di tengah-tengah gelombang dan badai dari dunia ini, marilah kita tidak melupakan apa yang sudah ada di dalam kita, yaitu "ruangan suci" tempat Kristus tinggal di sana. DaripadaNya kami akan menerima sumber-sumber yang lebih dari cukup untuk setiap kebutuhan dan setiap keadaan. Karena itu "di dalam semuanya itu, kita lebih daripada orang-orang yang menang oleh Dia yang mengasihi kita (Rm 8:37).

D. OTORITAS KITA DI DALAM KRISTUS

Karena Allah telah menyatakan bahwa kita berada dalam Kristus semua yang dikatakan tentang Kristus juga dikatakan tentang kita.

Apapun pujian yang diberikan pada Kristus, Bapapun memberikan pujian itu (memberikan kata-kata yang indah) bagi kita di dalam Kristus.

1. Otoritas Di Atas Kuasa Dari Musuh

Kristus mempunyai semua otoritas (Mat 28: 18). Karena itu kami juga mempunyai otoritas (Luk 10:19);

"Sesungguhnya Aku telah memberi kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking, dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh; sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu".

2. Otoritas Terhadap Setan

Setan telah terluka (sama sekali dihancurkan) di bawah kaki daripada Kristus (Kej 3:15). Setan juga dihancurkan di bawah kaki kita: "Semoga Allah sumber damai sejahtera segera akan menghancurkan iblis di bawah kakimu" (Rm 16:20).

Secara resmi setan telah ditempatkan di bawah kaki dari Kristus, yaitu tunduk pada otoritasNya (Ef 1:22). Dan setan telah juga secara resmi ditempatkan di bawah kaki kita juga.

Pemazmur menyanyikan, `Singa dan ular tedung akan kau langkahi; engkau akan menginjak anak singa dan ular naga" (Mzm 91:13).

3. Otoritas Sebagai Duta-Duta Dari Kristus

Seperti Kristus telah diutus ke dalam dunia ini, maka kita pun telah diutus ke dunia ini. Yesus berkata kepada Bapa : "Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia" (Yoh 17:18).

Karena itu kami adalah duta-duta dari Kristus, yang membawa kuasaNya dan berbicara serta bertindak sebagai wakilNya (2 Kor 5:20).

Kita diberi kuasa untuk menghukum ialah kuasa untuk bertindak atas nama Yesus Kristus. Dengan kekuasaanNya kita memberitakan Injil. Dengan kekuasaanNya kita meletakkan tangan di atas orang sakit. Dengan kekuasaanNya kita menghancurkan musuh-musuh.

4. Otoritas Di Dalam Kerajaan Allah

Yesus adalah ahli waris dari segala sesuatu, dan kami pun adalah ahli waris "jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris" (Rm 8:17). Kami juga memiliki hak-hak di atas tahta sekarang di sini, dan akan bersama Dia di dalam kerajaanNya pada zaman yang akan datang.

5. Ambillah Allah Dengan FirmanNya

Kawan, inilah kunci yang akan mengubah kehidupan anda. Percayalah ini. Tindakan ini akan membuka bagi anda sumber-sumber yang tidak terhingga dari Kerajaan Allah.

Di dalam Bab 1 kami berbicara tentang kunci dari Otoritas Kristus. Di sini sekarang ada kunci yang kedua, adalah otoritas dari orang beriman dalam Kristus atau seharusnya kita mengatakan, `otoritas dari Kristus di dalam orang-orang beriman'.

Marilah sekarang kita berhenti daripada mengatakan kegagalan-kegagalan dan marilah kita berbalik dari semua kelemahan-kelemahan kita menjadi kesaksian-kesaksian. Marilah sekarang kita memegang kunci yang ditawarkan pada kita; percayalah, pakailah, dan buktikanlah.

Pada saat kunci-kunci ini telah sangat ditekan dalam hatiku pada malam di tahun 1951, saya tak pernah berhenti mengucapkan terima kasih kepada Allah untuk kunci dari otoritas ini. Saya kemudian tak henti-hentinya mendorong setiap orang beriman yang berani mengambil Allah di dalam setiap FirmanNya dan melatih hak-hak istimewa untuk menjadi seseorang yang mempunyai hubungan dengan Kristus.

Ini adalah hak-hal istimewa anda. Latihlah!

Bab 3
Kunci dari Otoritas Firman Allah

Pendahuluan

Bagaimana caranya agar kita dapat membuat Firman Allah itu TERJADI? Bagaimana caranya kita dapat membuat Firman Allah itu BEKERJA? Ini adalah suatu problema yang sangat menekan hati dan pikiran saya selama musim dingin dalam tahun 1953.

Seperti saya sebutkan dalam bab-bab sebelumnya, kami mempunyai musim-musim yang penuh pengalaman dengan berkat yang begitu besar dalam pelayanan kami. Namun saya masih harus menghadapi krisis yang lain, suatu masa dari ketidak puasan yang lain dan suatu perasaan yang tidak mampu serta frustasi.

Lagi-lagi saya akan membaca janji-janji yang begitu indah dan pernyataan-pernyataan yang begitu indah di dalam Firman Allah mengenai kami sebagai orang-orang beriman, posisi kita dalam Kristus, kemenangan kita, kekuasaan kita, kebebasan kita dari alamiah yang nafsani ini, janji-janji akan kesembuhan dan kelepasan serta pemenuhan dari semua kebutuhan kita secara material.

Tetapi apakah mereka itu juga akan terjadi dalam hidupku?

Secara singkat Perjanjian Baru menggambarkan suatu kehidupan yang penuh realitas yang mulia di dalam Kristus. Secara pribadi saya seringkali dikonfrontasikan karena kurangnya kekuasaan supra alami dalam banyak facet di dalam kehidupan dan pelayanan saya.

Sebagai seorang hamba Tuhan, saya sangat menyadari ketidak mampuan saya sendiri untuk menghadapi kebutuhan-kebutuhan yang sangat menantang dalam kehidupan banyak orang di dalam gereja saya.

Kalau saja kebenaran-kebenaran dari Firman Allah itu bisa bekerja, maka semua itu tentu bisa diubahkan.

A. FIRMAN BEKERJA OLEH IMAN

Selama berminggu-minggu dalam pikiran dan hatiku timbul perdebatan ini. Saya kemudian berhenti, mengambil Perjanjian Baruku, membaca dan membacanya lagi. Kemudian saya mengangkat hatiku pada Tuhan dan bertanya, "Mengapa semua ini tidak bekerja Tuhan?"

Saya kemudian bangun ditengah malam, mengambil Alkitabku dan membacanya semua janji-janji dan pernyataan-pernyataan yang begitu hebat untuk setiap orang beriman dan untuk gereja Kristus pada umumnya. Kemudian saya mengambil Alkitab saya dan mengangkatnya ke atas dan bertanya pada Tuhan mengapa FirmanNya tidak bekerja padaku dan dalam kehidupan gerejaku.

Kemudian suatu malam, ketika saya meninggalkan tempat tidur saya dan menelusuri lantai itu dengan Alkitab terbuka di atas bangku saya, saya bertanya dengan pertanyaan yang sama, "Mengapa, mengapa, MENGAPA ?"

Tiba-tiba sesuatu berubah di dalam saya. Sebuah sungai iman dan satu kepastian telah memancar dalam kehidupan saya yang paling dalam. Sebuah tirai yang tersobek telah membuka pengertian saya. Mulut saya kemudian terbuka, bukan dengan pertanyaan yang lama tentang ketidak percayaan, tetapi mengucapkan kata-kata iman dan pengakuan :

"Firman itu bekerja! Firman itu bekerja oleh iman, dan SAYA TELAH MEMPUNYAI iman! Apa yang dikatakan Firman tentang Allah adalah BENAR! Apa yang Firman katakan tentang SAYA adalah benar! Apa yang Firman katakan saya DAPAT melakukannya melalui Kristus, SAYA DAPAT MELAKUKANNYA!"

Kemudian di dalam ucapan-ucapan yang serupa ini, saya masuk ke dalam pengakuan saya yang paling mendalam di dalam hatiku.

Saya percaya, dan saya MENGETAHUI serta saya meyakininya. Allah telah memberikan saya suatu Pemberian Iman (kepercayaan) (1 Kor 12:9).

Betapa berbedanya saat ini ketika saya berkhotbah. Saya ingin membuka Alkitabku dan berteriak di atas sotoh rumah.

Dengan keberanian saya akan berkata pada semua orang :

"Apa yang Allah katakan tentang engkau adalah benar, engkau dilahirkan dari Allah, ciptaan yang baru di dalam Kristus, diam di dalam Kristus, dan engkau dapat melakukan apa saja melalui Kristus!

"Perasaan anda mungkin mengatakan kepada anda bahwa anda kalah dan frustasi dalam berperang melawan sesuatu yang tidak adil yang sedang menuangi anda. Tetapi FIRMAN ALLAH mengatakan bahwa anda adalah tuan di atas segala suasana dan anda berdiri di atas tempat yang tidak dibatasi oleh kemustahilan dalam Kristus, dan melalui iman di dalam FIRMAN".

Jangan lagi melihat alamiah Adam yang lama dengan perasaan tidak ada harapan dan frustasi, dan bertanya "MENGAPA Firman Allah tidak bekerja" saya saat ini mempunyai gambaran dalam kepala saya tentang saya sendiri sebagai seorang ciptaan yang baru di dalam Kristus. Dengan memandang pernyataan Allah yang begitu luas dan berkuasa, tidak terukur tentang kedudukan saya di dalam Kristus, saya dengan berani berteriak : "AMIN! FirmanMu adalah BENAR! Haleluyah!".

Dan betapa benarnya ayat yang mengatakan "jadi iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Allah" (Rm 10:17), untuk khotbah-khotbah tentang kebenaran yang positif dari Firman Allah akan membuahkan hal-hal yang besar di dalam kehidupan mereka yang mendengarnya.

B. FAKTA-FAKTA DASAR

Sekarang marilah kita melihat beberapa fakta-fakta yang mendasar mengenai Firman Allah dan bagaimana Firman itu dapat bekerja pada setiap orang yang dipilihnya untuk mempercayainya.

1. Firman Mempunyai Otoritas Suci

Di dalam Kejadian 1, Allah mengucapkan FirmanNya yang penuh kuasa : "Jadilah ..." dan "terjadilah". Alam sekeliling kita adalah hasil dari Firman yang berkuasa. Teori Evolusi tidak begitu berarti dibandingkan dengan kuasa Allah dan kemampuan Allah karena semua itu mengandung kuasa dari FirmanNya.

Allah membuat manusia dan membawanya langsung di bawah kuasa dari FirmanNya : "Lalu Allah memberi perintah ini kepada manusia" (Kej 2:16).

Dalam zaman yang akan datang, Kristus akan memerintah dengan kuasa dari FirmanNya: "Dan dari mulutNya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa" (Why 19:15), dan "Ia akan menghajar bumi dengan perkataanNya seperti dengan tongkat, dan dengan napas mulutNya Ia akan membunuh orang fasik" (Yesaya 11:4).

Di antara Adam dan tahun Yobel (seribu tahun dari pemerintahan Kristus di atas bumi ini) akan ada perlawanan yang hebat pada kuasa Firman Allah. Setan bertanya pada Hawa, "Adakah Allah mengatakan?" (Kej 3:1). Hari ini, inilah saat dari kegelapan rohani yang paling dalam di dalam dunia ini, pertanyaan yang sama itu sudah dimasukkan juga dalam pikiran-pikiran banyak orang. Suara itu lembut, tetapi penuh tantangan keiblisan pada kuasa Firman Allah.

Tetapi otoritas dari Firman Allah telah dikuatkan oleh pribadiNya, sifatNya dan tahtaNya yang kekal. Otoritas itu berdiri tidak tergoncangkan dan tak mungkin dapat digoncangkan oleh iblis ataupun manusia. Walaupun langit dan bumi akan berlalu tetapi Firman Allah tetap kekal sampai berzaman-zaman yang tak terhitung (Luk 21:33). Haleluyah!

2. Firman Allah Mempunyai Kuasa Ilahi

Bukan saja atom-atom yang tergabung bersama-sama dengan perintah otoritas dari Allah, tetapi atom-atom tersebut akan tinggal bersama-sama karena kuasa dari Firman yang mengatakan: "Oleh Dia, segala sesuatu ada di dalam Dia ... (terikat bersama-sama)" (Kol 1:17).

Ahli - ahli ilmu pengetahuan tentang molekul telah menegaskan bahwa partikel-partikel atom yang paling kecil tidak mempunyai elemen positif dan negatif. Elemen positif - negatif inilah yang menyebabkan benda-benda itu terikat bersama-sama. Dari sudut pandangan ahli ilmu pengetahuan, semua ciptaan itu seharusnya beterbangan dan terpisah. Namun Alkitab mengatakan bahwa Yesus yang menyebabkannya atom-atom itu terikat satu dengan yang lain!

Di balik semua ciptaan ada pemikiran, rancangan, Firman, kuasa dan kehidupan dari Allah.

Perhatikan kata-kata dari malaikat kepada Maria yang terdapat dalam (Luk 1:37) : "Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil". Secara harafiah terjemahan itu ialah : "Tidak ada Firman Allah yang tidak mengandung kuasa".

Karena itu tidaklah heran ketika Maria menjawab, "Jadilah padaku menurut PERKATAAN itu". Malaikat telah menjelaskan sebuah janji yang mengandung kepenuhan secara supra alami, tetapi "Firman Allah" mempunyai kuasa yang supra alami sendiri untuk membentuk benda-benda tersebut (ialah menjadikan Firman itu kenyataan) seperti apa yang telah diucapkan!

3. Yesus Mengucapkan Kata-Kata Yang Penuh Otoritas Dan Kuasa

Ketika Yesus mengusir roh-roh jahat dari orang yang ada di rumah Allah itu, orang-orang semua tercengang dan berseru : "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh kuasa dan wibawa Ia memerintahkan pada roh-roh jahat, dan merekapun keluar" (Luk 4:30).

Firman dari Yesus mengandung bukan saja wibawa dari Allah, tetapi juga kuasa, kehidupan, energi dan kemampuan dari Allah. Kita melihat wibawa ilahi dari perkataanNya ketika Ia mengutuk pohon Ara, dan pohon Ara itu menurut dan mati. Kemudian, lagi ketika ia memerintahkan angin dan ombak untuk tenang dan diam, dan mereka pun menurut dan terjadilah ketenangan yang besar.

Kemudian kita akan melihat kekuatan dari FirmanNya ketika Ia mengambil lima ketul roti dan dua ikan - yang hanya cukup untuk makan siang seorang anak kecil dan berkata pada murid-muridNya, "Berilah mereka makan!" (Luk 9:13). Bertindak atas Firman-firman itu yang begitu penuh kuasa dan mengandung energi yang kreatif, roti dan ikan itu diperbanyak dan murid-murid akhirnya melihat bahwa makanan cukup untuk memberi makan lima ribu orang laki-laki. Setelah itu mereka mengumpulkan duabelas bakul sisanya!

Yesus memegang baik kewibawaan dan kekuasaan. Ketika Ia melihat pada orang yang lumpuh itu, Ia berkata : "Manakah yang lebih mudah mengatakan ... dosamu sudah diampuni (kewibawaan), atau mengatakan, Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah (Kekuasaan) ?" (Mrk 2:9).

Ya, Yesus telah mempersonifikasi Firman dan kewibawaan serta kekuasaan yang ilahi itu.

4. Orang-orang Percaya Diberikan Firman Dari Otoritas Dan Kuasa.

Yesus mengucapkan Firman Allah : "Firman yang Kukatakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriku sendiri: tetapi Bapa yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaanNya" (Yoh 14:10).

Kemudian Yesus memberikan otoritas, Firman-firman Allah yang berkuasa itu kepada kita : "Sebab segala Firman yang telah Engkau sampaikan kepadaKu telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka menerimanya" (Yoh 17:8).

Firman apa yang kita ucapkan?

Yesus berkata: "Manusia bukan hidup dari roti saja, tetapi dari tiap Firman yang diucapkan dari Allah" (Luk 4:4).

Salomo berkata : "Perut orang dikenyangkan oleh hasil mulutnya; dan ia dikenyangkan dari hasil bibirnya. Hidup dan mati dikuasai lidah; dan siapa yang suka menggemakannya akan memakan buahnya" (Ams 18:20,21).

Lagi Yesus berkata : "Karena menurut ucapan-ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapan-ucapanmu pula engkau akan dihukumkan" (Mat 12:37).

Yesus hidup dan melayani dengan kekuasaan dan kewibawaan dari BapaNya yang diberikan kepadaNya. Tidak heran bahwa kemudian orang-orang itu begitu tercengang dan berkata, "Perkataan apa ini!" Dan dengan rasa takut dan tercengang penjaga-penjaga dari imam-imam besar dan orang-orang Farisi itu, yang dikirim untuk bertanya pada Yesus, kembali dan berkata, "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu" (Yoh 7:46).

Sahabat, kata-kata dari Allah ini diberikan juga pada kita. Kita juga boleh mengucapkannya. Kita juga boleh hidup dari otoritas dan kuasaNya.

Seperti Firman dari Allah itu diam dalam hati kita dan diucapkan melalui mulut kita, mereka merupakan roti dan buah-buah bagi kita. Kita akan dipenuhi oleh kuasaNya. Kita akan diubah dan dibaharui oleh Dia. Kata-kata itu akan membenarkan kita, menyembuhkan kita, memberi kita kemampuan dan memberi kita kemenangan.

5. Kami Menerima Otoritas Dari Firman Allah Dan Kami Membuktikan KekuasaanNya

Mengapa Firman Allah tidak bekerja?

Sekarang perkataan itu akan menjadi; "Bagaimana caranya agar Firman itu bekerja?" Perkataan "Mengapa" rasanya tidak relevan! Persis seperti gema dari Eden: "Adakah Allah mengatakan?"

Malam itu, ketika saya menelusuri lantai dengan Alkitab yang terbuka, rasanya Allah berkata pada saya: "Pada saat engkau menerima otoritas dari perkataan itu tanpa bertanya-tanya, engkau akan mengalami kuasaNya".

Secara mental saya menerima kuasa otoritas dari perkataan itu, tetapi hati saya bergumul dan bimbang sebelum menerima tantangan itu.

Tetapi sekarang saya mengetahui bahwa pada saat hati kita tanpa bertanya-tanya menerima otoritas dari Firman itu, Firman itu akan bekerja! Mungkin tidak segera terwujud (dipenuhi), tetapi dengan segera menjadi suatu faktor yang kreatif dan produktif di dalam kehidupan kita.

Allah dengan otoritas dan kuasaNya berkata, "Hendaklah menjadi terang dan terang terjadilah ... " Dia juga berkata :

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru" (2 Kor 5:17). Saya berada di dalam Kristus - karena itu saya adalah "ciptaan yang baru!".

"Yang lama telah berlalu; sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Kor 5:18) - dan memang begitulah keadaannya!

"Saya disalibkan bersama dengan Kristus ... Kristus hidup di dalam saya" (Gal 2:20). Saya menerima Firman dari Allah untuk saya dan akan terjadi sedemikian!

"Barangsiapa menjadi milik Kristus (dan saya adalah milik Kristus) ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsunya dan keinginannya" (Gal 5:24). Saya menerima otoritas dari Firman Allah dan saya mengalami kuasanya!

Ya, sahabatku, Allah yang berkata: "Jadilah cakrawala ... dan terjadilah seperti perkataanNya" (Kej 1:6,7), Dia juga berkata: "Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu, dan Tuhan akan membangunkan dia" (Yak 5:14-15).

"Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh" (Mrk 16:18).

"Aku adalah Tuhan yang menyembuhkan engkau" (Kel 15:26).

Dan Allah yang berkata : "Hendaklah tanah yang menumbuhkan tunas-tunas muda ... dan terjadilah juga demikian" (Kej 1:11).

Ia juga berkata :

"Semoga Allah sumber damai sejahtera segera akan menghancurkan iblis di bawah kakimu" (Rm 16:20).

"Tetapi di dalam semuanya itu kita lebih dari orang-orang yang menang oleh Dia yang mengasihi kita" (Rm 8:37).

" Aku berdoa semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja" (3 Yoh 2).

Begitulah terus menerus, janji demi janji, pernyataan demi pernyataan, kepastian demi kepastian, kebenaran demi kebenaran, wahyu demi wahyu!

Rendahkanlah dirimu di depan kewibawaan dari Firman itu.

Kemudian bangkitlah dan pakailah kekuasaanNya. Allah menjelaskan bahwa "manusia lama" keadaan alamiah yang lama yang penuh dosa, dengan semua ikatannya, dan dengan semua keterbatasan-keterbatasan dan penipuannya dan kekalahannya, "telah mati, disalibkan bersama Kristus". Percayalah! Hal itu memang demikian.

Allah menyatakan bahwa anda telah dibangkitkan di dalam kehidupan baru dalam Kristus, sempurna dalam Kristus, dan tinggal di dalam Kristus. Percayalah! Hal itu memang demikian.

Allah menjelaskan bahwa anda dapat melakukan segala sesuatu di dalam kuasa yang besar dari Kristus. Yakinlah! Keadaannya memang begitu.

Ribuan pemikiran mungkin timbul dengan pemberontakan melawan otoritas dari Firman ... tetapi Allah berkata ... jadilah demikian.

Ini adalah kunci dari kemenangan untuk menyembuhkan, untuk melepaskan, dan untuk memenuhkan semua kebutuhan anda.

Jangan lagi bertanya, "Mengapa Firman Allah tidak bekerja?"

Tetapi dengan segenap hati terimalah wibawa otoritasNya, "Dan Allah berkata ... "

Anda segera akan membuktikan kuasaNya : "JADILAH DEMIKIAN!"

Bab 4
Kunci dari Otoritas dalam Pelayanan

Pendahuluan

Kita telah membahas tiga kunci yang penting dari otoritas, yaitu:

  • otoritas Kristus
  • otoritas orang beriman, dan
  • otoritas dari Firman Allah

Semua ini mewakili kekuasaan kita untuk mendapatkan hak atas jaminan yang begitu berlimpah dari Allah untuk semua orang-orang percaya, dan otoritas kita atas setan dan pekerjaan-pekerjaan kegelapannya. Kita dapat membebaskan orang-orang yang tertawan dari pekerjaan setan.

Semua orang beriman dalam Kristus mempunyai peluang untuk menggunakan tiga kunci otoritas ini. Namun, beberapa orang yang telah dipanggil Allah dan telah dipersenjatai dengan pelayanan-pelayanan yang khusus baik untuk gereja ataupun untuk orang-orang yang belum beriman.

Panggilan untuk suatu pelayanan adalah lebih dari menjadi seorang saksi secara pribadi saja. Pelayanan itu adalah pelayanan dari Kristus yang di dalamnya dan melewati beberapa bejana-bejana pilihan. Melalui orang-orang ini, Yesus melanjutkan membangun gerejaNya dan menyiapkan orang-orang untuk hari di mana Dia akan datang kembali.

Orang-orang yang dipanggil Allah untuk pelayanan semacam ini cepat atau lambat harus mengakui "Saya perlu dipersenjatai dengan kuasa supra alami dari sorga untuk memenuhi tugas saya dan rencana Allah di dalam pelayanan saya".

Menghadapi tantangan semacam ini, pemimpin gereja atau akan mengeraskan hatinya dan menutup telinganya untuk jeritan-jeritan dari yang terikat, atau akan mencari Tuhan untuk kemampuan supra alami yang dia perlukan untuk melakukan pelayanan-pelayanan dari Kristus ini dan membebaskan tawanan-tawanan.

Tantangan semacam itu datang kepadaku di tahun 1955.

Saya telah melihat hasil-hasil yang menggembirakan dalam pelayanan itu. Banyak yang bersaksi tentang kuasa kesembuhan Allah yang begitu nyata. Beberapa lagi telah dilepaskan dari ikatan-ikatan setan yang telah mengikat tubuhnya dan menyiksa batinnya.

Namun tampaknya kemanapun kita pergi, kita selalu dihadapkan dengan orang-orang yang sedang bergumul untuk mencari penyelesaiannya. Untuk ini tampaknya kita kekurangan kuasa yang penting itu.

Pada hari-hari itu, kami mempunyai beberapa orang yang tinggal dengan kami di dalam rumah sewaan kami yang kecil, karena itu kami dapat melayani kebutuhan-kebutuhan mereka. Akhirnya saya tidak dapat melepaskan diri dari tantangan itu. Setiap hari saya menghadapi mereka. Pada saat kami makan bersama, ketika orang-orang itu duduk bersama-sama dengan kami di meja yang sama.

Saat itu tahun 1955, ketika Tuhan begitu ajaib telah menyiapkan untuk kami membeli rumah yang lebih besar, sehingga kami dapat mempunyai banyak tempat untuk pelayanan ini dan meluaskannya.

Namun apa yang saya alami adalah sebaliknya, kebalikan dengan berkat Tuhan yang begitu besar dan mujizatNya untuk meningkatkan saya dalam pelayanan ini, saya setiap harinya hidup dalam tekanan dari kebutuhan orang- orang itu. Setiap hari saya merasakan kekurangan dalam pelayanan saya itu.

Ketika saya melihat kembali pada masa-masa itu, tampaknya lebih dari setahun saya sudah menyembunyikan diri dalam "gua" untuk mencari Tuhan, daripada makan di meja makan saya. Saya lebih banyak menghabiskan waktu saya di "sarang" saya daripada tidur di tempat tidur saya.

Saya bukannya menghitung berapa kali waktu makan yang hilang ataukah waktu tidur yang hilang untuk berdoa, tapi ada satu pertanyaan bagaimana untuk hidup bersama dengan beban itu. Beban itu tidak saya cari atau inginkan, tetapi oleh Roh Tuhan telah diletakan di atas saya.

Jelas pada saya, seorang tidak dapat hidup dengan beban itu dengan perasaan acuh tak acuh. Karena pekerjaan yang penting itu akan sama sekali terlantarkan dan tuntutan yang diletakkan di atas pundakku oleh pekerjaan dari Tuhan akan samasekali dengan sengaja diabaikan.

Jelas saat itu suatu krisis yang lain telah datang dalam pelayanan saya, telah melanda pelayanan saya. Ketika saya melihat kembali tahun-tahun itu, saya jelas melihat bagaimana Tuhan telah menyiapkan agar saya menerima kunci yang lain daripada otoritas.

Kunci itu bukannya untuk diriku sendiri tetapi juga untuk lain-lain pekerjaan dari Tuhan.

Kebenaran yang kekal dari Firman Allah yang dibukakan pada saya dan yang diwahyukan dengan mendalam di dalam rohku selama jam-jam dan hari-hari di mana saya lalui sendiri dalam "sarang saya" telah menjadi bagian dari pelayanan saya sejak itu.

Sayangnya waktu telah menghalang-halangi saya untuk menonjolkan semua keindahan dan kebenaran dari pertama ini. Juga tidak memungkinkan bagi saya menceritakan pada anda bagaimana saya memeriksa dan menyelidiki, bagaimana saya menguji kebenaran, menguji apa yang sedang saya peluk sekarang ini. Saya tak dapat juga mengatakan pada anda janji-janji saya yang begitu gegabah di hadapan Tuhan dengan harapan ia mau memuliakan pelayanan yang telah diberikan pada saya.

Saya memohon pada Tuhan untuk memberikan kekuatan yang efektif demi kemuliaanNya.

A. KUASA OTORITAS YANG ILAHI DARI KARUNIA PELAYANAN

Sayangnya juga bahwa waktu tak mengijinkan saya untuk menceritakan pada anda tentang konflik yang nyata antara kuasa kegelapan dan kemenangan-kemenangan yang penuh kemuliaan. Kita memenangkan semua itu melalui iman di dalam Firman Allah, dengan urapan dari Roh Kudus. Tetapi satu hal yang harus saya bagikan dengan anda ialah : otoritas ilahi dari pelayanan.

Bukan maksud saya pelayanan yang profesional, atau pelayanan dari diri sendiri yang saya tentukan sendiri, atau hanya sebagai seorang pengkhotbah yang pandai atau ahli berpidato. Saya sedang berbicara tentang kuasa otoritas dari pelayanan ini yang telah ditentukan oleh Kristus sendiri dalam gerejaNya saat ini.

Konsep dari otoritas ilahi ini dilakukan oleh Allah sendiri telah begitu menekan secara mendalam di dalam hidupku selama jam-jam dan hari-hari yang saya lalui sendirian dengan Tuhan.

Apa yang kemudian mengikutinya, hanyalah sedikit bagian saja dari otoritas yang Tuhan telah berikan dalam karunia-karunia dari pelayanan itu. Dan semua karunia ini hanya diberikan pada hamba-hamba Tuhan yang sejati di dalam gereja dan Kristus Yesus.

Kekuasaan ini bukanlah atas kehidupan manusia atau kekuasaan dari suatu kantor atau organisasi, tetapi otoritas dari Kristus atas setan dan semua pekerjaannya. Otoritas ini adalah otoritas untuk melaksanakan pekerjaan dari Kristus, dalam membangun gerejaNya, untuk menyempurnakan orang-orang kudusNya dan mempersiapkan mereka untuk hari dimana mereka memberikan diri mereka sendiri bagi Tuhan.

Otoritas inilah yang membuat pelayanan itu efektif dan produktif. Otoritas ini adalah kekuasaan yang dapat membuat semua macam pelayanan yang berbeda itu berbuah-buah di dalam keadaannya sendiri-sendiri.

1. Pemberian Karunia-karunia Dari Kristus

Karunia-karunia macam itu telah diberikan oleh Tuhan sendiri di dalam Efesus 4:11; "Dan Dialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi; baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar."

Disini kita mendapat daftar yang lengkap dari karunia-karunia pelayanan Kristus yang diberikan pada orang-orang tertentu di dalam gerejaNya. Banyak lagi karunia-karunia yang lain yang mungkin dapat diterima oleh para pemimpin. Beberapa dari karunia ini dapat diberikan untuk memperlengkapi pelayanan mereka.

Tetapi daftar yang baru kita baca tadi mencakup tipe-tipe utama pelayanan yang keluar dari Kristus sendiri untuk kepentingan dari gerejaNya.

Marilah kita sekarang lebih menyelidikinya secara lebih mendetail.

a. Rasul-Rasul : Kata ini berarti "utusan yang khusus". Seorang pendahulu atau pemula, seorang yang dipanggil Allah untuk memperbaiki facet-facet yang baru dari kebenaran untuk memberikan inspirasi dan fisi yang baru, dan untuk mendirikan dan untuk memelihara gereja-gereja Kristen lokal.

b. Nabi-Nabi : Pelayanan ini menyatakan pikiran Allah dari gerejaNya untuk memenuhi kebutuhan yang khusus dari suatu keadaan, untuk melaksanakan pemberian-pemberian dan kata-kata yang penuh hikmat dan kata-kata tentang ilmu pengetahuan, dan juga untuk menegur gereja-gereja dengan kata-kata yang diwahyukan.

c. Pemberita-Pemberita Injil : Mereka yang menyandang pemberian pelayanan ini terpanggil untuk memberitakan Injil dari Kristus, membawa orang-orang laki-laki dan perempuan untuk diselamatkan, dan biasanya pemberitaan ini ditandai dengan tanda-tanda mujizat, supra alami.

d. Gembala-Gembala Dan Guru-Guru : Pemberian pelayanan ini sangat erat hubungannya satu dengan yang lain sehingga banyak yang mempertimbangkan sebagai suatu pemberian. Apakah ini merupakan satu pemberian atau dua pemberian yang sangat erat hubungannya, namun kedua pelayanan ini sangat efektif di dalam penggembalaan dan dalam mengatur gereja-gereja lokal.

Karena kedua pemberian ini saling tumpang tindih satu dengan lainnya masing-masing menyatakan ciri-ciri khasnya dan masing-masing juga mengambil bagian dari kemampuan Ilahi itu oleh Kristus yang hidup melalui kuasa dari Roh Kudus.

Pemberian-pemberian pelayanan ini mewakili pelayanan yang utuh dari Kristus sendiri, sehingga pekerjaan-pekerjaanNya dapat diteruskan dan kemenangannya yang sudah dibayar dengan DarahNya dapat mengalahkan setan dan semua kekuatan jahatnya.

2. Pemberian-Pemberian Pelayanan Dimenangkan Oleh Kristus.

Kini semua pemberian pelayananNya telah dimenangkan bagi kita di Kalvari. Ini adalah seperti yang kita baca dalam Efesus 4:8-10; "Itulah sebabnya kata nas, tatkala Ia naik ke tempat tinggi dan membawa tawanan-tawanan, Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.

"Bukankah Ia yang telah naik, berarti bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit untuk memenuhkan segala sesuatu".

Karena itu, ini adalah oleh kematianNya dan penguburanNya, dan karena Ia telah menguasai daerah kekuasaan setan dan dengan kebangkitanNya lagi d

Jenis Bahan Indo Lead: 
File: 
AttachmentSize
otoritas_rohani.htm90 KB

Komentar