Editorial

Kepemimpinan di Saat Krisis (I)

Shalom,

Semakin tinggi Anda memanjat pohon, semakin besar tiupan angin yang menerpa Anda. Begitulah kira-kira pepatah yang tepat bagi karier pemimpin yang sedang menanjak. Meski demikian, "angin" itu tidak hanya menerpa mereka yang ada di puncak pohon, tetapi juga mereka yang berada di dahan yang lebih rendah. Jadi, semua pemimpin mengalami terpaan angin itu, yaitu krisis dalam kepemimpinannya. Hanya saja, skala krisis yang mereka hadapi mungkin berbeda-beda. Read more about Kepemimpinan di Saat Krisis (I)

Pemimpin Pembelajar (II)

Shalom,

Setinggi dan seterjal apa pun pendakian yang Anda lakukan, jika yang Anda daki adalah gunung, suatu saat Anda akan mencapai puncaknya. Akan tetapi, jika Anda sedang mendaki lereng kepemimpinan, mengharapkan sebuah puncak merupakan sesuatu yang naif. Sebab, kepemimpinan tidak memiliki puncak. Oleh sebab itu, seorang pemimpin harus terus "mendaki" (baca: belajar) di sepanjang hidupnya. Karena, tetap belajar merupakan sarana yang diperlukan pemimpin untuk bertahan pada posisinya, bahkan menolongnya mendaki lebih tinggi. Mereka yang setelah duduk pada kursi kepemimpinan, baik skala kecil maupun besar, menghentikan kegiatan belajar sedang menjadikan dirinya sendiri seorang pengikut, bukan pemimpin. Hanya pemimpin pembelajarlah yang akan terus mendapati orang-orang setia mengikuti dirinya. Read more about Pemimpin Pembelajar (II)

Pemimpin Pembelajar (I)

Shalom,

Seorang pemimpin bukanlah seorang yang sudah mengetahui segala-galanya. Banyak hal yang perlu dipelajari untuk menjadi pemimpin yang semakin berkualitas, dan proses pembelajarannya bisa tidak terbatas. Dunia ini terus berkembang, ilmu, pengetahuan, dan teknologi pun turut berkembang. Oleh karena itu, seorang pemimpin juga dituntut untuk selalu bergerak mengikuti perkembangan yang ada untuk menambah wawasan kepemimpinannya. Hanya pemimpin pembelajar yang dapat menyadari bahwa belajar adalah proses seumur hidup. Read more about Pemimpin Pembelajar (I)

Pages

Komentar