Editorial

Pemimpin Kristen di Era Digital (I)

Salam Kasih,

Pemimpin Kristen memiliki tanggung jawab yang besar, baik dalam memproduksi pemimpin-pemimpin baru yang berkarakter Kristus maupun dalam mengembangkan/meningkatkan keterampilan orang-orang yang dipimpinnya. Khusus dalam hal mengembangkan keterampilan orang-orang yang dipimpinnya, pemimpin Kristen pun dituntut untuk mengembangkan dirinya juga supaya bisa terus mentransfer hal-hal yang diperlukan demi diri sendiri, orang-orang yang dipimpin, dan tempat di mana ia melayani. Bahkan, di era digital ini pun, setiap pemimpin Kristen harus diperlengkapi, baik secara keterampilan maupun kerohanian, untuk menyelesaikan tugas menuai ladang di abad ke-21 ini. Read more about Pemimpin Kristen di Era Digital (I)

e-Leadership 195 - Pemimpin dan Saat Teduh (II)

Salam kasih,

Intensitas serta komitmen seorang pemimpin menjadi salah satu hal yang dibutuhkan agar tujuan bersama dalam suatu komunitas pelayanan dapat tercapai. Pemimpin yang memiliki intensitas tinggi akan berfungsi sebagai api pengobar semangat pengikutnya untuk terus berjuang dalam mencapai tujuan dan visi misi bersama. Mengutamakan doa, seperti telah disinggung dalam edisi sebelumnya, menjadi syarat mutlak seorang pemimpin untuk dapat secara efektif melakukan tugas dan peranannya. Oleh karena itu, intensitas untuk mengembangkan kehidupan doa sebagai dasar kepemimpinan serta pelayanan juga menjadi hal yang sungguh-sungguh perlu dilakukan oleh para pemimpin. Read more about e-Leadership 195 - Pemimpin dan Saat Teduh (II)

Pemimpin dan Pengorbanan (I)

Salam Kasih,

Dalam dunia yang menganut paham bahwa memimpin berarti menguasai dan memegang kekuasaan atas orang-orang yang dipimpin, konsep kepemimpinan kristiani sungguh menjadi sesuatu yang amat berbeda. Berdasarkan perintah dari Tuhan Yesus sendiri, menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan bagi orang-orang yang dipimpin. Dan, ketika memerintahkannya, Tuhan Yesus telah terlebih dahulu meneladankannya kepada murid-murid-Nya. Read more about Pemimpin dan Pengorbanan (I)

Pages

Komentar