Editorial

Editorial

Shalom, Dalam edisi lalu, kita sudah melihat bersama-sama mengenai beberapa alasan mengapa kita harus menepati janji-janji yang sudah kita katakan. Nah, kami harap sajian kali ini dapat semakin memantapkan kita untuk dapat menepati setiap perkataan dan janji yang kita ucapkan. Seorang pemimpin adalah figur dan panutan dari orang-orang yang dipimpinnya. Jika seorang pemimpin Kristen tidak dapat dipercaya lagi karena perkataannya hanya sebuah kebohongan, tentu akibatnya sangat tidak baik bagi generasi

Editorial

Shalom, Sepertinya mudah sekali mengucapkan sebuah janji kepada siapa saja dan kapan saja. Seolah-olah janji bukanlah sesuatu yang serius. Akhirnya, tidak semua janji yang kita ucapkan itu dapat kita hidupi dan lakukan. Padahal, memegang janji itu menunjukkan cerminan diri kita yang sebenarnya, apakah kita termasuk orang yang memiliki moral yang baik atau sebaliknya. Banyak sekali aspek penting dan contoh-contoh dalam Alkitab yang secara implisit maupun eksplisit memberikan contoh konkret gambaran

Editorial

Shalom, Dalam edisi lalu, kita sudah melihat bersama-sama mengenai mengapa kita membutuhkan seorang pemimpin. Nah, kami harap sajian kali ini semakin dapat membakar para pemimpin Kristen untuk membentuk pemimpin-pemimpin baru demi masa depan komunitas Kristen. Kepemimpinan Kristen perlu diteruskan. Jika kepemimpinan Kristen berhenti hanya pada beberapa orang, krisis kepemimpinan Kristen akan terjadi. Akibatnya tentu saja tidak baik. Generasi muda akan kehilangan arah hidup mereka; hidup mereka jauh

Editorial

Selama ini kita banyak membahas mengenai pemimpin yang harus memiliki visi, kesabaran, disiplin, dll.. Dibahas pula tentang bagaimana seorang pemimpin harus memimpin, yaitu dengan penuh kasih, mengambil keputusan yang baik, mengenal orang-orang yang dipimpin, dll.. Namun, pernahkah kita menyadari mengapa seorang pemimpin itu dibutuhkan? Pertanyaan inilah yang akan dijawab oleh artikel yang sudah kami siapkan. Semoga memotivasi Anda untuk menjadi pemimpin yang baik. Selain itu, jika Anda lihat dalam

Editorial

Shalom, Seorang atlet lari akan berlari dengan sangat cepat dan kencang tanpa menghiraukan yang lainnya, dengan tujuan menjadi yang pertama dalam mencapai garis akhir. Demikian juga untuk mendapatkan sebuah keberhasilan, semua harus diawali dengan antusiasme, dan dengan antusiasme tersebut kita pun terpacu untuk bekerja lebih keras lagi demi mencapai tujuan. Berapa banyak dari kita yang mau berhasil? Mungkin setiap orang mau berhasil, tapi tidak setiap orang mau bekerja keras dan mau mengikuti setiap

Editorial

Shalom, Setiap pemimpin pasti berupaya mencapai sasaran dari visi yang dimilikinya, sekalipun banyak tantangan dari luar maupun dari diri sendiri yang sering kali menjadi penghambat untuk berkembang. Tantangan terbesar bagi seorang pemimpin adalah menjaga integritas dan menjadi teladan serta tetap bertahan dalam keadaan apa pun dengan penuh antusias. Situasi dan kondisi yang seperti inilah yang biasanya membuat seorang pemimpin kehilangan arah dan tujuan dalam upaya mewujudkan visi tersebut. Artikel

Editorial

Myron Rush, seorang penulis buku, yang salah satu artikelnya kami terjemahkan dan sajikan untuk Anda dalam edisi ini, merupakan penulis Kristen yang luar biasa. Ia dapat menguraikan dengan baik dan praktis prinsip-prinsip kepemimpinan berlandaskan kasih yang diambil dari 1 Korintus 13:4-8. Tanpa tedeng aling-aling, Anda dapat melihat bagaimana seorang pemimpin harus menerapkan semua prinsip kasih tersebut dalam kepemimpinannya. Banyak sentilan-sentilan terhadap karakter dan kebiasaan seorang pemimpin,

Editorial

Shalom, Matius 5:44 mengatakan, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu." Saya rasa ayat itu sudah jelas. Tuhan menuntut kita untuk kita mengasihi Allah dan sesama kita, tak terkecuali musuh kita, atau orang-orang yang mungkin tidak kita sukai. Hal itu juga berlaku bagi seorang pemimpin. Mungkin saja, ada kalanya seorang pemimpin harus bekerja dengan orang-orang yang tidak ia sukai. Nah, kalau demikian, apa yang harus ia lakukan? Menjatuhkannya

Editorial

Shalom, "Sebenarnya, mereka (pemimpin) memiliki sumber-sumber yang membantu mereka dalam mengambil keputusan yang tepat, yang membuatnya seolah-olah memiliki indra keenam." Sepenggal kalimat yang dikutip dari editorial edisi e-Leadership 50 di atas, kiranya cukup mengingatkan Anda bahwa pemimpin bukannya memiliki indra keenam sehingga ia seolah-olah dapat melihat masa depan. Ia seolah-olah dapat melihat masa depan dan mampu mengambil keputusan yang tepat karena ia memiliki sumber data atau informasi

Editorial

Shalom, Banyak pemimpin yang mampu mengambil keputusan yang bijaksana, pintar, dan bukan "gambling". "Sepertinya mereka memiliki kemampuan khusus untuk merasakan implikasi dari keputusan-keputusan pada masa sekarang terhadap kenyataan di masa depan; melihat kesempatan emas yang terkubur di tengah-tengah masalah dan melihat apa yang tidak dapat dilihat orang lain; serta melihat potensi kepemimpinan di dalam diri orang-orang di mana kebanyakan dari kita akan mengabaikannya." Semua itu membuat mereka

Pages

Komentar