Kepemimpinan yang Visioner

Kepimimpinan yang visioner dibutuhkan oleh Kerajaan Allah dalam rangka memenuhi rencana besar Allah untuk menjangkau dunia ini. Orang-orang yang menaati pengarahan-Nya itu dapat mengimplementasikan visi dan rencana-Nya bagi individu, gereja, komunitas, dan dunia. Kepemimpinan yang visioner tidak mencari pujian dari pengikutnya dengan cara mengeksploitasi kreativitas yang dimiliki. Sebaliknya, pemimpin Kristen yang memunyai tujuan spiritual merupakan pribadi yang menerima pengarahan Allah dan memulai pekerjaannya dengan kepercayaan bahwa "Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya!" (1 Tesalonika 5:24)

Konsep kepemimpinan rohani yang visioner kadang-kadang bertentangan dengan pemahaman manusia tentang kepemimpinan dan kreativitas. Banyak orang memiliki kemampuan atau bakat-bakat alami, yang memampukan mereka menjadi pemimpin yang dapat memberikan motivasi, memimpin, dan sukses dalam banyak hal. Banyak orang memiliki kreativitas dan pemikiran yang memampukan mereka menjadi pemimpin visioner. Banyak orang yang bertalenta dapat membuat target, menjalankan rencana, mengupayakan pencapaian hasil akhir, dan yang tiba pertama di garis akhir sebelum orang lain. Meskipun demikian, bakat alami tidaklah menjamin kepemimpinan yang visioner -- dalam hubungannya dengan rencana Allah atas berbagai situasi.

Firman Allah mengatakan bahwa Allah memakai "apa yang lemah bagi dunia ... untuk memalukan apa yang kuat" [1 Korintus 1:27], menyiratkan bahwa hanya Allah sendiri yang berkuasa untuk mengerjakan rancangan-Nya melalui orang-orang yang berserah. Walaupun demikian, tidak berarti persiapan, talenta, keahlian, dan kemampuan tidak berperan penting dalam pemenuhan rancangan Allah bagi setiap pemimpin. Jika pemimpin memahami, bahwa "Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN," [Zakharia 4:6] maka tujuan Allah akan sukses karena Ia bekerja di dalam pemimpin tersebut. Ketaatan kepada kehendak Allah dan iman pada firman Allah penting untuk mencapai tujuan apa pun yang sudah dirancang Allah.

Kepemimpinan yang andal melibatkan orang-orang yang termotivasi untuk mengimplementasikan rencana untuk mencapai tujuan. Kebanyakan pemimpin menyusun rencana untuk menyukseskan suatu pekerjaan dalam hidup mereka dengan mencurahkan energinya untuk meraih suatu tujuan tanpa kenal lelah; mereka tidak akan menyerah sampai tujuan itu tercapai. Kepemimpinan yang andal ini bercirikan memunyai sumber kekuatan berlandaskan iman tentang panggilan Allah, yang langsung menanggapi bimbingan-Nya.

Pemimpin sejati selalu melihat apa pun dari sisi pandangan Allah; sebagai pemimpin, ia memastikan bahwa usahanya mencapai tujuan tidak direndahkan oleh orang-orang yang meragu-ragukan mereka ataupun orang-orang yang tidak memercayai mereka. Pernyataan Alkitab bahwa "Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat" [Amsal 29:18] menekankan keperluan setiap orang untuk terbuka pada rencana Allah dalam kehidupan kita karena rencana tersebut juga memengaruhi hidup orang lain. Sering kali suatu tujuan digagalkan oleh mereka yang bersikeras memandang keadaan, sesamanya, maupun Allah dengan pemahaman mereka yang terbatas. Kepemimpinan visioner memerlukan keberanian untuk melangkah dengan iman ke wilayah baru yang sering tampak hampir tidak memiliki peluang.

Gideon adalah teladan kepemimpinan yang baik dan andal ketika ia mengalahkan musuh-musuhnya dengan sekelompok kecil tentara yang bergantung pada tuntunan Allah. Ketaatan Gideon pada visi dan rencana Allah untuk masa depan dihidupkan oleh imannya yang kuat; pada saat itu ia hanya mengerahkan sekelompok kecil pasukan berjumlah [300] orang untuk mengalahkan ribuan tentara, yang menurut ukuran manusia berkekuatan jauh melebihi pasukan Gideon. Kisah Alkitab ini menggambarkan seorang yang hebat di medan pertempuran dan terhormat sebagai seorang pemimpin. Tatkala ia -- tanpa memedulikan segala rintangan -- dipanggil untuk melaksanakan bagian dari visi dan rencana Allah untuk Israel, Gideon menunjukkan kepatuhan yang kokoh dan kepercayaan yang besar kepada Allah. Ini sebenarnya bukanlah jalan pilihan Gideon, tetapi ia patuh di dalam iman dan menjadi pemenang.

Visi dan rencana Allah untuk masa itu sudah dicapai dan kepemimpinan visioner Gideon telah terpatri di dalam sejarah. Semua orang Kristen dipanggil untuk melaksanakan rencana Allah di dalam kehidupan mereka melalui iman dan ketaatan kepada firman Allah. Sebagian orang dipanggil untuk menggenapi tujuan-tujuan yang akan memengaruhi banyak orang di dunia. Orang-orang yang lain dipanggil untuk mengikuti pemimpin yang visioner sebagai bagian dari rencana Allah untuk gereja dan dunia ini. Apa pun panggilan dan tujuan Anda, entah itu sederhana atau spektakuler, hanya akan berhasil jika dijalankan dengan iman dan kepatuhan pada kehendak Allah. "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya." (Filipi 2:13) (t/Uly)

Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:

Kategori Bahan Indo Lead: 
Jenis Bahan Indo Lead: 
File: 

Komentar