Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Leadership

Loading

Kepemimpinan Kristen: Apakah Itu?

KEPEMIMPINAN KRISTEN: APAKAH ITU?

Kepemimpinan dapat dilihat dari banyak sudut yang berbeda. Kepemimpinan adalah suatu posisi. Perusahaan mempunyai para pemimpin. Organisasi mempunyai para pemimpin. Kelompok mempunyai pemimpin. Kepemimpinan adalah suatu hubungan. Pemimpin adalah orang yang mempunyai pengikut - menurut definisinya. Mungkin orang-orang mengikuti karena inspirasi, kepentingan pribadi, atau karena struktur organisasi, tetapi pengikut mutlak harus ada. Kepemimpinan adalah tindakan. Pemimpin dikenal melalui tindakan kepemimpinan yang diperlihatkan mereka. Seseorang mungkin mempunyai sederetan sifat seorang pemimpin, tetapi bila ia tidak pernah mengambil tindakan untuk memimpin, ia bukan (belum menjadi) seorang pemimpin. Pada dasamya kepemimpinan Kristen berbeda dari bentukbentuk kepemimpinan yang lain dalam hal motivasinya, yaitu alasan dari tindakan- tindakannya.

BAGAIMANA MENDEFINISIKAN SEORANG PEMIMPIN .

Selama bertahun-tahun telah berlangsung perdebatan mengenai bagaimana mendefinisikan seorang pemimpin. Apakah seseorang disebut pemimpin karena kualitas atau sifat yang diperankannya?

Apakah seseorang disebut pemimpin sebagai akibat dari hubungannya dengan satu kelompok? Apakah seseorang disebut pemimpin karena hal- hal yang dilakukannya? Selama ini ada kebingungan yang umum antara pribadi atau peran dari pemimpin dengan peran manajer (atau administratur atau eksekutif atau direktur atau jenderal atau penguasa atau apa pun nama yang diberikan pada kedudukan seseorang). Kebingungan ini cukup wajar. Orang-orang yang temyata merupakan pemimpin yang baik temyata duduk dalam kedudukan pemimpin. Karena mereka jarang dikenal sebagai pemimpin sampai mereka mengambil peran pemimpin, maka sulit untuk membedakan individu dengan perannya. "Kepemimpinan sangatlah penting. Sesungguhnya tidak ada yang dapat menggantikannya. Tetapi kepemimpinan tidak dapat diciptakan atau dipromosikan. Kepemimpinan tidak dapat diajarkan ataupun dipelajari". Itulah yang ditulis oleh pakar manajemen, Peter Drucker, dalam bukunya, The Practice of Management (Harper & Row, 1954, hal. 158). Drucker percaya bahwa tugas dari suatu organisasi adalah menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kualitas kepemimpinan yang potensial menjadi efektif. Dengan kata lain, sifat-sifat kepemimpinan adalah bagian dari susunan dasar seseorang. Sifat-sifat tersebut tidak dengan sendirinya akan menjadi jelas sampai orang itu ada dalam situasi kepemimpinan. Sebagian besar, walaupun tidak semua, orang yang ada dalam posisi memimpin telah ditempatkan di sana karena kemampuan memimpin mereka telah diketahui. Bila Anda atau rekan Anda tidak mempunyai karakter dasar seorang pemimpin, Anda tidak akan menjadi seorang pemimpin. Tetapi tidak berarti bahwa orang yang mempunyai potensi sebagai pemimpin akan dengan sendirinya mendapatkan peran sebagai pemimpin. Kalau begitu, apa definisi seorang pemimpin itu? Definisi yang paling tepat ialah seseorang yang mempunyai pengikut-pengikut dalam situasi tertentu. Tidak semua orang akan menjadi pemimpin dalam setiap situasi. Tetapi seorang pemimpin akan dikenali dari kenyataan bahwa ia mempunyai pengikut.

APAKAH ADA KUALITAS DASAR?

Kalau begitu, apakah ada kualitas dasar yang dimiliki oleh semua pemimpin pada tingkat tertentu? Para pengamat pemimpin, dan mereka yang pernah menjadi pemimpin, tampaknya menunjukkan sejumlah sifat yang universal. Beberapa sifat tersebut bersifat keturunan atau berkaitan erat dengan lingkungan khusus. Yang lainnya adalah sifat yang dipelajari. Dedikasi tanpa pamrih adalah hal pertama yang dikemukakan oleh Jenderal Eisenhower ("What is Leadership", majalah Reader's Digest, Juni 1965, hal. 50). Dalam diri seorang pemimpin ada keyakinan terhadap apa yang sedang dilakukannya, sasaran yang ingin diraihnya, alasan yang didukungnya, yang melampaui pribadinya. Ia bahkan bersedia mengorbankan dirinya untuk menyelesaikan tugasnya. Ini membutuhkan keberanian. Bertahan walaupun menghadapi berbagai rintangan yang nyata, membuat keputusan dengan informasi yang tidak memadai, mempertaruhkan reputasi dan kesejahteraan materi, membutuhkan keberanian yang didasarkan pada keyakinan. Sebagian besar dari keberanian ini akan menampakkan dirinya dalam ketegasan mengambil keputusan. Keputusan harus diambil. Orang lain boleh bimbang, namun pemimpin membuat keputusan dan melaksanakannya. Kepemimpinan membutuhkan kemampuan persuasif. Bila orang-orang mau ikut, mereka harus diyakinkan bahwa sasaran dan aspirasi pemimpin layak untuk memperoleh dedikasi mereka dan dimotivasi untuk mencobanya. Yang menarik, hampir ada kesepakatan yang universal bahwa para pemimpin yang paling menonjol mempunyai kerendahan hati yang membuat mereka bersedia menerima tanggung jawab atas kegagalan dan juga keberhasilan. Sampai pada tahap ini kita membicarakan kualitas yang mungkin dimiliki oleh siapa saja dalam bidang apa saja. Tetapi bagi sebagian besar situasi kepemimpinan, harus ada kecakapan; orang tersebut harus mempunyai kecakapan dalam bidang yang sedang dikerjakannya. Tanpa kecakapan hanya sedikit peperangan yang akan dimenangkan, tidak akan ada kapal laut yang berlabuh, tidak akan ada organisasi (Kristen ataupun yang lain) yang bertahan lama. Tentu saja kecakapan, membutuhkan kecerdasan dan kreativitas sampai pada tingkat mana pun yang dibutuhkan. Banyak orang berpikir bahwa para pemimpin mempunyai kepribadian atau karisma yang hebat. Baik pengamatan pribadi maupun sedikit penelitian akan segera memperlihatkan kepada Anda bahwa "kepribadian" bukanlah salah satu kualitas dasar. Ada pemimpin yang pribadinya hangat dan ramah. Ada juga yang dingin dan tidak ramah, dan ada juga yang sangat dikenal oleh umum karena gaya mereka, dan mereka yang pendiam. Para pemimpin juga tidak dapat digolongkan berdasarkan cara mereka mengerjakan tugas mereka. Ada berbagai gaya kepemimpinan yang berbeda - diktator, otokrasi, penuh kebajikan, demokrasi. Beberapa orang memimpin melalui teladan. Yang lain memimpin dengan mengacu kepada acus orang banyak. Beberapa pemimpin adalah orang-orang pemecah masalah yang bekerja dengan baik dalam kelompok. Yang lainnya mungkin membanggakan diri mereka atas kemampuan mereka dalam mengambil keputusan dan bersukacita dengan keputusan pribadi yang dibuat dengan cepat. Dalam masyarakat yang kompleks di mana sebagian besar dari kita bekerja, mereka yang memegang posisi kepemimpinan. dalam organisasi yang dinamis telah belajar menyesuaikan gaya kepemimpinan mereka pada situasi tersebut.

BAGAIMANA MENEMUKAN PEMIMPIN YANG BAIK

Bila Drucker benar, bila kepemimpinan "tidak dapat diajarkan atau dipelajari", lalu apakah yang dapat kita lakukan untuk menemukan, mempersiapkan, dan memilih pemimpin yang terbaik? Jawabannya terletak dalam pembentukan organisasi yang mendorong dan mempromosikan kualitas-kualitas dasar ini. Kepemimpinan berkaitan erat dengan situasi. Kepemimpinan adalah kombinasi antara pemimpin yang tepat yang memimpin kelompok yang tepat dalam serangkaian situasi yang tepat. (Pemimpin yang paling kompeten adalah pemimpin yang dapat meneruskan kepemimpinannya dalam sejumlah situasi dalam arti yang paling luas.) Apakah Anda ingin menarik dan memupuk pemimpin yang baik? Bangunlah di dalam organisasi Anda sasaran dan tujuan yang membutuhkan dedikasi dan keberanian. Tentukanlah standar perilaku, tanggung jawab, dan kinerja yang tinggi. Perlihatkan rasa hormat kepada seseorang dan pekerjaannya. Ciptakanlah iklim di mana pemimpin yang baik akan terlihat dan dipupuk.

Sekali iklim tersebut hadir, pemimpin-pemimpin yang baik akan mulai mengidentifikasi diri mereka. Pada saat itulah latihan dapat dimulai. Sebagaimana yang kami katakan sebelumnya, pemimpin harus mempunyai kecakapan yang memadai di bidang mereka. Bila seseorang harus memikul tanggung jawab yang lebih luas, ia harus memperoleh latihan khusus yang diperlukan. Hal ini dapat diperoleh secara formal melalui pendidikan akademis lanjutan atau latihan kerja. Bila dipilih latihan kerja, maka harus diperhatikan bahwa baik orang tersebut maupun pengawas mengerti tujuan-tujuan (yang dapat diukur) dari latihan tersebut.

Ini tidak berarti bahwa karena seseorang menonjol secara teknis, maka dengan sendirinya ia adalah pemimpin. Menaruh seseorang yang cakap secara teknis dalam kedudukan pemimpin sementara orang tersebut bukan pemimpin hanya akan membuktikan kebenaran Prinsip Peter. ("Setiap orang pada akhirnya sampai kepada tingkat ketidakmampuannya".)

APAKAH KEPEMIMPINAN KRISTEN ITU?

Sejauh ini kita belum banyak berbicara mengenai kepemimpinan Kristen, selain mengemukakan bahwa hal itu berbeda secara mendasar dalam motivasinya. Akan tetapi, selama ini kami memperhatikan bahwa organisasi-organisasi yang memberi prioritas yang tinggi kepada pentingnya individu, kepada standar perilaku pribadi yang tinggi, kepada komunikasi yang baik, baik ke atas maupun ke bawah, organisasi-organisasi yang mempunyai keyakinan yang benar, bisa melampaui yang lainnya. Kami juga memperhatikan bahwa terlalu sering organisasi-organisasi Kristen mempunyai standar individu dan prestasi bersama yang lebih rendah daripada organisasi-organisasi sekuler.

Apakah kepemimpinan Kristen itu? Kepemimpinan Kristen ialah kepemimpinan yang dimotivasi oleh kasih dan disediakan khusus untuk melayani. Itu merupakan kepemimpinan yang telah diserahkan kepada kekuasaan Kristus dan teladan-Nya. Para pemimpin Kristen yang terbaik memperlihatkan sifat-sifat yang penuh dengan dedikasi tanpa pamrih, keberanian, ketegasan, belas kasihan, dan kepandaian persuasif yang menjadi ciri pemimpin agung.

Pemimpin Kristen sejati telah menemukan bahwa kepemimpinan dimulai dari handuk dan baskom - dalam peran seorang pelayan:

  1. Dedikasi tanpa pamrih dimungkinkan karena orang Kristen tahu bahwa Allah mempunyai strategi besar di mana ia menjadi bagiannya.

  2. Keberanian diperbesar oleh kekuatan yang datang dari Roh yang berdiam di dalam hati kita.

  3. Ketegasan datang karena mengetahui bahwa tanggung jawab akhir tidak terletak pada dirinya.

  4. Kepandaian persuasif didasarkan pada kesetiaan kepada satu alasan yang melampaui segala alasan lainnya.

  5. Kerendahan hati berasal dari kesadaran bahwa Allahlah yang melakukan pekerjaan tersebut.

APAKAH ANDA SEORANG PEMIMPIN?

Apakah Anda seorang pemimpin Kristen? Memimpinlah! Maksud dari kepemimpinan adalah untuk memimpin.

 Sumber:
 Buku : Kepemimpinan Kristen
 Penulis : Dr. Yakob Tomatala
 Penerbit : YT Leadership Foundation, Jakarta, 2002
 Hal : 12 - 15
 

Komentar