Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Leadership

Loading

Ilustrasi-Ilustrasi Serta Bahan Diskusi Lain

Jenis Bahan Indo Lead: Workbook

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

Judul: Ilustrasi-Ilustrasi Serta Bahan Diskusi Lain

Keterampilan: *Memakai pelbagai ilustrasi

Siapa yang Melakukan Doa Syafaat Untuk Kita?

Tanyalah kepada orang Islam kenapa mereka berdoa untuk Muhammad dan kenapa Muhammad tidak berdoa untuk mereka. Sedangkan Al-Masih berdoa untuk umat-Nya. Tanya mereka, "Di mana Muhammad sekarang? Di mana Al-Masih?" Beri mereka waktu untuk menjawab dahulu. Al-Masih hidup tetapi Muhammad berada di dalam kuburannya.

Mie Bakso

Ada seorang bapak yang bernama Pak Saleh. Dia bekerja sebagai pegawai negeri. Pada suatu hari ketika Pak Saleh sedang bekerja di kantornya, istrinya menelpon dia. "Pak, secepat mungkin saya harus berangkat ke Jakarta naik bis. Kakak saya sakit keras." Pak Saleh berkata, "Oh ya! Cepat-cepat berangkat deh." Dengan terburu-buru istrinya berangkat pada siang itu juga dan belum sempat masak untuk makan malam di rumah. Pak Saleh tidak sempat makan siang karena dia sangat sibuk di kantor. Malam harinya dia pulang kelaparan dan mencari makanan di rumahnya. Untung ada kaki lima yang menjual mie bakso di depan rumahnya. Dia lalu membeli mie bakso dan duduk di meja makan di belakang rumahnya untuk makan. Tidak seperti biasanya, sebelum dia makan tiba-tiba ada teman akrabnya yang mengetuk pintu. Kemudian dia mengundang temannya masuk dan mengobrol lama dengan temannya. Aduh, dia lapar sekali pada saat itu tetapi temannya terus mengajak dia untuk mengobrol. Setelah satu jam akhirnya temannya pulang juga dan Pak Saleh dengan cepat kembali ke meja makan. Astaga! Ada anjing liar yang baru masuk dan mulai makan mie baksonya. Hanya sebagian kecil yang sempat dimakan. Tetapi apakah dia bisa memakan sisa dari mie bakso itu? Mengapa? Apakah makanan itu dianggap haram sekarang? Adakah cara untuk menghalalkan mie bakso itu?

Cerita seperti ini merupakan suatu gambaran tentang hubungan kita dengan Allah. Manusia adalah ciptaan-Nya dan Allah sangat mengasihi manusia. Tetapi, manusia tercemar oleh dosa. Manusia bisa dikatakan haram atau najis di hadapan Allah yang Maha Suci karena berdosa. Dalam cerita di atas, Pak Saleh bisa saja membuang mie bakso itu dan tidak ada masalah bagi dia kalau dia harus berpuasa. Tetapi, apakah Allah bisa membuang semua manusia? Bagaimanakah manusia dapat disucikan? Mustahil bagi manusia menyucikan dirinya sendiri! Dosa kita adalah seperti noda. Bagaimanakah noda dapat dihapuskan? Ada caranya. Coba bayangkan satu piring yang kotor. Untuk membersihkannya, apakah saudara akan pakai lap yang kotor atau yang bersih? Ya jelas, kita akan memilih lap yang bersih. Menurut Kitab Suci ada seseorang yang dilahirkan secara ajaib dan semasa hidup-Nya tidak berbuat dosa yaitu Al-Masih. Dan seperti lap bersih itu, Dia dapat menyucikan kita. Siapa yang percaya kepada-Nya akan dibersihkan dari dosa mereka.

Masuk Istana

Kalau anak Gus Dur ingin berkunjung ke Istana Presiden dan mengetuk pintu, apakah penjaga istana akan membukakan pintu dan mengijinkan dia masuk? Tentu saja. Kalau sekarang kita yang ingin ke Istana Presiden dan mengetuk pintu, apakah penjaga istana akan mengijinkan kita masuk? Tentu tidak. Lalu kenapa anak Gus Dur boleh masuk dan kita tidak boleh? Karena, anak Gus Dur adalah anak Presiden. Dia kenal yang punya Istana jadi dia diijinkan untuk masuk.

Kalau kita mau masuk ke sorga, kita juga harus kenal yang punya sorga. Siapa pemilik sorga? Al-Masih jawabannya, karena tertulis, "Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)" (Sura 3:45). Siapa yang dapat mendekati Allah? Hanya dia yang suci dan tanpa dosa.

Semua Agama Sama

Suatu hari di desa Karang Raja saya duduk bersama-sama dengan beberapa penduduk setempat dan membicarakan tentang masalah sehari-hari. Tidak lama kemudian pembicaraan berpindah ke soal agama, khususnya mengenai adanya banyak agama di Indonesia.

"Mengapa begitu banyak agama?" tanya seseorang.

"Sebenarnya semua agama sama saja, yang penting kita masing-masing setia di dalam agama kita masing-masing!" jawab seorang yang lain.

"Setuju!" seorang yang lain lagi menguatkan pendapat ini.

"Kalau ini benar, mengapa tidak semua agama dijadikan sama saja, betul? Kita jadi tidak usah bingung lagi", jawab orang yang pertama.

"Dari satu segi semua agama memang sama", saya mulai berbicara. "Semua agama mempunyai macam-macam peraturan dan manusia wajib untuk mentaati peraturan-peraturan ini. Untuk orang yang tidak taat, ada sanksinya. Ada yang menyebutkan sanksi tersebut neraka, yang lain lautan api atau istilah lain, tetapi pada dasarnya semua sama."

"Betul!", beberapa orang berkata secara bersamaan.

"Dan semua agama mengajarkan, bahwa di dunia ini tidak ada satu orang pun yang tidak pernah berdosa, yang tidak pernah melanggar peraturan yang berlaku. Dengan demikian semua orang sudah menjadi calon penghuni neraka. Kalau kita mencari neraka sebagai tujuan kehidupan kita, memang semua agama sama: yang melanggar hukum agama akan dihukum secara kekal. Sama saja", jawab saya.

"Aduh, kami tidak mau masuk neraka, kami mau selamat!"

"Kalau begitu, kita harus melihat ke dalam Injil. Di dalam Injil ada satu kelebihan: ada satu berita keselamatan. Di dalam Injil dijelaskan bahwa Tuhan mengirim Al-Masih ke dalam dunia ini untuk rela mati di atas kayu salib menggantikan kita yang sebenarnya harus dihukum mati. Ia menanggung semua hukuman sehingga dengan demikian orang lain bebas dari tuduhan apapun, karena dosa mereka sudah divonis dan dihukum, dan hukuman tersebut telah dilaksanakan di dalam Al-Masih."

"Bagaimana kami bisa menerima hal ini?"

"Cukup hanya dengan beriman kepada Al-Masih yang telah bangkit dari kematian dan keluar dari kuburan pada hari yang ketiga."

Timbangan Pada Hari Kiamat

Saya duduk di salah satu rumah di tanah Rejang Lebong dan mendengar penjelasan dari salah seorang penduduk setempat, bagaimana pada hari kiamat semua perbuatan manusia akan ditimbang, di mana di sebelah kanan ditaruh semua perbuatan yang baik, di sebelah kiri semua perbuatan yang buruk. Sisi timbangan mana yang lebih berat akan menentukan nasib kekal dari manusia yang bersangkutan.

"Pak, di dalam kebun ini ada banyak sekali pisang yang bagus," saya menanggapi penjelasan ini. "Coba pikirkan jika Bapak memasukkan 100 buah pisang yang matang ke dalam sebuah keranjang dan kemudian masukkan juga sebuah pisang yang sudah busuk di tengah-tengah, apakah ini boleh? Karena 100 tentunya lebih berat dari pada satu."

"Wah, kalau Bapak tidak membuang satu pisang yang busuk tersebut, semua yang lain dengan cepat akan menjadi busuk juga!" tuan rumah menjelaskan kepada saya.

"Tetapi bagi saya yang 100 tetap lebih berat dari pada satu!"

Orang itu sangat terkejut atas ungkapan saya dan ia mencoba memberi keterangan, "Bagaimana Bapak mempunyai pandangan seperti demikian? Saya tidak mengerti. Satu hal sudah terbukti, kalau yang busuk tidak dibuang semua akan menjadi busuk."

"Ini lucu, rupanya pisang-pisang tersebut tidak mau mengikuti hukum timbangan yang tadi Bapak jelaskan kepada saya, di mana sisi yang berat akan menang," saya mengetengahkan. "Juga bagaimana dengan sebuah perahu yang panjangnya 10 meter, kayunya semua bagus, tetapi di tengah-tengahnya ada satu lubang sebesar 10 sentimeter. Rupanya 10 sentimeter lebih kuat daripada 10 meter. Kemudian bagaimana dengan minuman ini, yang berjumlah hampir satu liter, yang kalau kita masukkan setengah gram racun saja, siapa yang mau minum? Tidak ada orang yang dapat yakin seratus persen atas asas hukum timbangan di mana sisi yang berat menang. Semua orang yakin bahwa setengah gram racun menang atas seliter minuman. Juga, bagaimana dengan cerita satu maling di mana ia tertangkap basah dan diseret ke muka pengadilan. Di situ ia mengemukakan, `Pak Hakim, timbang-timbang dengan baik. Dalam kehidupan saya, 1.000 hari saya menjadi orang baik, hanya satu malam saja saya membongkar rumah orang.' Semua orang tahu, bahwa tidak ada pertimbangan semacam ini. Pada suatu hari semua orang akan diperiksa dan semua akan dihukum setimpal dengan kejahatannya.

Dari mana Bapak dapat menarik kesimpulan bahwa pada hari kiamat akan berlaku suatu hukum yang lain, yaitu hukum timbangan `sisi yang berat akan menang', meskipun di dalam dunia ini semua orang tahu, bahwa yang busuk menang, yang kotor menang, yang beracun menang, yang sudah berdosa memang berdosa, dan seterusnya. Di hadapan Tuhan tidak mungkin ada satu timbangan, tetapi siapa yang bersalah akan dihukum setimpal dengan pelanggarannya. "

"Bagaimana kita dapat selamat kalau kita semua sudah berbuat banyak dosa?"

"Hanya di dalam Al-Masihlah jawabannya, karena Ia sudah menghapus semua dosa kita dan karena Ia sudah mati di atas kayu salib untuk dosa-dosa kita. Karena semua dosa kita sudah dihapus, kita bebas dari tuduhan apapun."

"Agamanya Apa?"

Kalau kita ditanya, "Agamanya apa?" kita dapat menjawab seperti ini:

Tentu Bapak tahu bahwa dalam agama Islam di Indonesia ada 42 aliran seperti NU, Muhammadiyah, dll. Demikian juga sama halnya dalam agama Kristen. Ada banyak aliran juga. Saya mengikuti aliran yang suka belajar agama Islam.

Atau jawaban yang lain, bisa seperti ini:

Agama yang mana tidak penting. Yang penting adalah seseorang memiliki Roh Allah dalam hatinya.

"Bagaimanakah saya dapat beroleh Roh Allah?"

Tanya pada orang bagaimana mungkin seorang Minang dapat berjalan di atas kaca yang tajam tanpa melukai kakinya. Jawabannya biasanya adalah karena ia memakai "ilmu." Tanya terus sampai mereka mengaku bahwa ada roh di belakang ilmu mereka.

Demikian juga dengan menjalankan Syariat Allah - siapa saja yang mencoba berjalan di jalan Allah tanpa Roh Allah pasti tidak akan berhasil. Pada akhirnya dia akan jatuh. Kita semua berusaha menyenangkan Allah, dan walaupun kadang-kadang melakukan amal baik, kita tetap tidak dapat melakukan segala perintah Allah. Semakin banyak kita mengerti tentang kesucian Allah semakin banyak kita mengerti bahwa kita tidak sanggup berjalan dalam jalan Allah. Terlebih lagi, Roh memberikan hidup, kuasa, dan menolong kita sewaktu kita menghadapi masalah seperti jika kita sedang sakit. Juga ada suara dalam hati yang meyakinkan kita bahwa Allah mengasihi dan menerima kita.

Coba untuk terus berbicara tentang Roh Kudus selama mereka masih mau mendengar. Berikanlah kesaksian anda sendiri bagaimana Roh Kudus memimpin anda. Nanti mereka akan bertanya, "Bagaimanakah saya dapat memperoleh Roh Allah?"

Roh Allah tidak akan masuk ke dalam sesuatu yang najis. Oleh karena semua manusia adalah najis di hadapan Allah, kita harus terlebih dahulu dibersihkan. Kalau ada piring yang kotor, piring itu dibersihkan dengan cara dicuci sampai bersih. Dengan cara yang sama, orang yang najis harus dicuci oleh darah Yesus. Di sini kita harus menjelaskan konsep dari Perjanjian Lama tentang sistem pengorbanan untuk menjelaskan kenapa perlu ada penyaliban. Walaupun pada saat topik ini dibicarakan akan terdapat banyak keberatan dari mereka yang muncul lagi, paling sedikit kita sudah menjelaskan bagaimana mereka dapat beroleh apa yang mereka cari. Bacalah Yohanes 16:24 dan tantang mereka untuk berdoa dalam nama Al-Masih, dengan percaya janji-Nya bahwa Dia akan melakukan apa yang diminta oleh kita.

"TUAN / HAMBA atau Bapa / ANAK"

Bayangkanlah ada seorang Tuan yang mempunyai seorang hamba yang sangat baik - hamba ini setia 100% dan bekerja dengan rajin untuk Tuannya. Tuannya sangat senang dengan hamba ini dan sangat mengasihinya. Suatu hari dia memutuskan untuk mengangkat hamba ini menjadi anaknya. Hamba ini sekarang harus mempertimbangkan tawaran yang luar biasa ini - sebaiknya dia menerimanya atau tidak! Dalam situasi seperti ini saudara akan memilih yang mana?

Hubungan seorang hamba dengan Tuannya berbeda dengan hubungan seorang Bapa dengan Anak: seorang hamba mempunyai kamar di luar rumah dan mereka digaji. Pada umumnya mereka tidak memiliki banyak harta. Kalau hamba ini menerima tawaran ini, dasar hubungannya tidak lagi berdasarkan pekerjaan tetapi berdasarkan kasih! Hamba ini akan menjadi salah satu anggota keluarga dan dapat menggunakan harta Bapanya yang baru. Bahkan hambanya akan mewarisi sebagian dari harta Bapanya.

"Kemerdekaan Melalui Amal Baik?"

Ada seseorang yang menghadap seorang hakim karena dia mencuri sebuah mobil. Lalu orang ini mulai menceritakan semua hal yang baik yang pernah dilakukannya pada masa lalu. Setelah itu terdakwa akan mengatakan bahwa oleh karena semua hal yang baik yang pernah dia lakukan, hakim seharusnya mengampuni pencurian mobil ini dan membebaskannya. Menurut anda apa yang akan dikatakan oleh hakim tersebut? Tentu saja hakim ini akan menjawab, "Walaupun saya sangat menghargai hal yang baik yang anda pernah lakukan, saya harus menanggapi kejahatan ini sebagai suatu hal yang buruk yang anda lakukan dan menghakimi anda sesuai dengan hukum."

"Orang Yang Tinggi Hati Dan Orang Yang Rendah Hati"

Dua orang pergi ke mesjid untuk sholat. Satu adalah seorang Islam yang baik yang tahu cara sholat yang benar - berbahasa Arab serta setiap gerakan dilakukan dengan sempurna. Dia berdiri di baris paling depan, dan melakukan sholat dengan tepat - tetapi pikirannya berputar kepada seorang gadis yang cantik yang tinggal di sebelah rumahnya.

Orang yang kedua adalah seorang berdosa yang hidup tidak keruan dan sudah lama tidak sholat. Dia tidak bisa mengingat bagaimana melakukan sholat dan merasa malu waktu dia masuk ke mesjid. Dia berdiri di belakang pilar dan mengucapkan doanya sendiri: "Ya Allah, ampunilah saya. Saya telah merusak seluruh kehidupan saya tetapi sekarang saya ingin mengikut Engkau dan melayani-Mu."

Doa yang mana lebih bisa diterima oleh Allah? Allah melihat hati seseorang bukan luarnya dan ritualnya (Matius 23:23-26).

"Halal Dan Haram"

Di suatu pasar ada empat macam sosis yang dijual. Macam yang pertama mengandung 50% sapi dan 50% babi. Yang kedua 75% sapi dan 25% babi. Yang ketiga 90%sapi dan 10% babi. Yang terakhir 100% sapi tetapi kulit luarnya mengandung babi. Apakah anda akan beli yang terakhir karena itu mempunyai isi babi yang paling sedikit?

Pasti seorang Islam akan menjawab bahwa semua jenis dari sosis di atas itu adalah haram. Tidak penting berapa banyak babi yang ada di dalam sosis itu. Karena semuanya mengandung babi maka semuanya haram! Sama halnya dengan dosa. Allah mengatakan bahwa semua dosa adalah haram dan menajiskan kita. Tidak penting berapa banyak kita berdosa dan apakah kita kelihatan lebih suci dibandingkan orang lain (Wahyu 21:27).

"Nasi Uduk Yang Busuk"

Salah satu penghujatan besar dalam benak manusia adalah harapan bahwa dia bisa melakukan amal yang cukup banyak sehingga dia diterima di Firdaus. Kalau setelah saudara tengah menyiapkan Nasi Uduk, tiba-tiba saudara mendengar bahwa seseorang yang jahat memasuki racun di dalamnya, apakah saudara dapat membuang atau menghilangkan racun itu dengan menambah santan atau ayam? Atau bisakah kita mencampur lima telur yang baik dengan satu yang busuk, memasaknya, dan kemudian memberikan makanan ini kepada orang lain sebagai hidangan yang baik? Tentu saja tidak!

"Bagaimana Al-Masih Menjadi Allah"

Pernah ada seorang raja yang terkenal oleh karena kebijaksanaan, kuasa dan keadilannya. Semua dalam kerajaannya sangat menghormatinya. Pada satu hari dia melihat seorang gadis yang cantik tetapi sangat miskin yang tinggal di desa yang terpencil. Dia jatuh cinta dengan gadis ini. Tidak seorangpun yang mengetahui tentang perasaannya, termasuk gadis itu. Tentu tidak ada rintangan bagi dia untuk menikahi gadis itu dan menjadikan dia ratu.

Tetapi, bagaimanakah sang raja dapat memastikan bahwa gadis itu mau menikahinya karena dia mengasihi raja tersebut, ataukah hanya karena ingin menjadi kaya? Tentunya raja tersebut ingin menguji apakah benar gadis itu betul-betul mengasihinya. Oleh sebab itu dia memutuskan untuk menjadi sama miskinnya seperti gadis itu dan kemudian melamarnya. Lalu sang raja meninggalkan istananya, mengenakan baju yang kotor dan berjalan kaki ke desa yang terpencil itu. Memang ada kemungkinan gadis itu akan menolak lamaran nikah dari rajanya tetapi sang raja tahu ini adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah gadis itu benar-benar mengasihinya.

Dengan cara yang sama Allah menjadi manusia untuk mengetahui apakah kita mengasihi-Nya. Waktu sang raja memilih untuk menjadi sama seperti salah satu rakyatnya, dia tetap menjadi raja dan masih memiliki kuasa dan kekayaan. Maka dengan Allah juga, walaupun Dia menjadi seperti manusia, Dia tetap adalah Sang Pencipta dan memerintahkan alam semesta.

AttachmentSize
ilustrasi.doc59 KB

Komentar