34. KETIKA PERNIKAHAN GAGAL

AYAT ALKITAB UNTUK DIRENUNGKAN

Kita perlu menghadapi dan merasakan emosi yang negatif

Nehemia 1: Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit. (ay. 4)

Nyatakan dan akuilah kegagalan Anda sendiri

Matius 7: Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?… Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu. (ay. 3,5)

Serahkanlah semua harapan Anda kepada Allah

Mazmur 62: Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. (ay. 6)

Berpeganglah kuat pada kebenaran ini

Roma 8: Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (ay. 28)

Perdalam hubungan Anda dengan Allah

Kolose 3: Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. (ay. 1-3)

Mintakan pengampunan Allah untuk semua kegagalan dalam berhubungan dengan orang lain

Mazmur 51: Kasihilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! (ay. 3)

Ampuni pasangan Anda seperti Allah telah mengampuni Anda

Matius 6: Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu. (ay. 15)

Bangunlah kembali bersama Allah

Yesaya 58: Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni". (ay. 12)

Gagalnya suatu pernikahan dapat lebih traumatis dan menyakitkan jika dibandingkan dengan kematian pasangan hidup. Sewaktu menghadapi kematian kita mengucapkan "selamat berpisah", dan setelah masa kesedihan dan perkabungan lewat, hati kita mulai diberi kekuatan baru dan mulai hidup lagi. Tetapi, tanpa perpisahan atau perceraian menimbulakan akibat yang sulit digambarkan. Sahabat memang dapat menolong dan memberikan dukungan, tetapi tidak ada yang dapat memahami seperti Yesus. Dia tahu lebih dari siapapun, apa artinya ditolak, tidak dimengerti, dan dilukai. Memang tidak mudah untuk mengambil langkah-langkah yang dijelaskan di sini, namun pengalaman telah menunjukkan bahwa bila diikuti, kekuatan untuk bertahan dan melanjutkan kehidupan akan dibangkitkan . Pertama, katakanlah kepada Allah masalah ini. Kita perlu mengakui kepada diri sendiri dan kepada Allah semua perasaan terluka dan marah. Luka-luka tidak dapat disembuhkan sebelum diakui. Kemudian, bacalah Alkitab setiap hari, sambil meminta Allah untuk memberikan kata-kata penghiburan. Allah akan menyingkapkan bagian Alkitab yang berbeda untuk orang yang berbeda. Mazmur dapat menolong dalam hal ini. Ketiga, terimalah fakta ini, meskipun menyakitkan, bahwa pernikahan Anda mungkin tidak dapat dipulihkan lagi. Jika memang ada harapan, hiduplah dengan pengharapan itu, tetapi juga dengan pengetahuan bahwa mungkin tidak ada harapan. Keempat, ingatkan diri Anda sendiri bahwa Anda adalah seorang pribadi yang utuh, sebelum manjadi istri/suami. Meskipun suatu hubungan dapat dihancurkan, tetapi identitas Anda sebagai pribadi dalam Kristus tidak dapat dihilangkan. Kelima, kembangkan hubungan yang dekat dengan Allah dan terus berlanjut dalam doa. Kehilangan pasangan memang membawa rasa kesepian, tetapi ini juga memberikan kesempatan untuk mengenal Allah dengan cara yang tidak pernah Anda ketahui sebelumnya.

Bapa sorgawi yang pengasih, jika aku pernah membutuhkan kekuatan dan kasih karunia-Mu inilah saatnya. Seperti Engkau telah menolong orang lain dalam posisi yang sama, kumohon tolonglah aku. Ku berikan hatiku dengan seluruh kesakitannya kepada-Mu. Jamahlah aku, sembuhkan aku dan bangkitkan kembali rohku yang lesu. Dalam Yesus aku berdoa. Amin.