KETIKA MASALAH DATANG BERUNTUN

Hal pertama yang harus dilakukan ketika mendapat kesulitan

1 Timotius 2: Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan. (ayat 8)

Pahami tujuan dibalik setiap pencobaan

Yakobus 1: Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. (ayat 2-4)

Berpeganglah dekat kepada Allah

Mazmur 57: Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu (ayat 2)

Allah selalu membawa kita melewati masalah

Mazmur 34: Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. (ayat 18)

Mengapa kita tidak boleh meragukan Allah

Mazmur 71: Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan aku kembali, dan dari samudera raya bumi Engkau akan menaikkan aku kembali. (Ayat 20)

I

ngatlah akan pertolongan Allah di masa lalu

Mazmur 77: Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. (ayat 12-13)

Janji yang tak akan pernah dilanggar

Mazmur 34: TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. (ayat 19)

Semuanya bisa gagal, tetapi Allah tidak pernah gagal

Mazmur 46: Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut. (ayat 2-3)

"Kesusahan datang, tidak seperti mata-mata yang datang satu persatu, tetapi seperti satu batalyon pasukan," Shakespeare dalam Hamlet. Kita semua juga telah menyaksikan hal ini. Kesulitan memang sering datang pada waktu yang bersamaan. Untuk beberapa lama semuanya berjalan dengan baik, lalu tiba-tiba seluruh dunia runtuh di sekitar kita. Tak seorang pun bisa mengerti mengapa kesulitan datang bertubi-tubi. Banyak orang yang telah berusaha menjelaskan hukum beruntun yang aneh ini, tetapi setelah semuanya diuraikan, kita tetap menghadapi misteri. Tetapi Allah yang tidak pernah menjauh dari kita bukanlah misteri, betapa pun banyaknya masalah yang kita hadapi. Seperti dikatakan oleh Emerson: "Masa-masa sulit memiliki nilai ilmiah. Itulah kesempatan yang tak akan dilewatkan oleh mereka yang rajin belajar." Tetapi sayangnya sebagian besar dari kita bukanlah orang yang "rajin" belajar. Kita lebih memilih kehidupan yang santai dibandingkan menguasai pelajaran yang terdapat dalam hidup yang penuh kesulitan. Tetapi suatu kebenaran yang harus kita pelajari adalah bahwa di masa sulit dan penuh tekanan, kita sampai pada suatu kesadaran yang baru dan jelas tentang ketergantungan kita pada Allah. Ketika semuanya berjalan lancar, kita percaya pada kemampuan diri sendiri untuk mengurus hidup kita. Kita merasa mampu menangani semuanya sendiri. Tetapi ketika kesulitan mendesak kita dan mengepung setiap sudut maka rasa percaya diri kita luntur. Kita diingatkan dengan cara yang dramatis tentang ketidakberdayaan kita, lalu kita berteriak memohon pertolongan kepada Tuhan. Pada saat-saat seperti inilah kita mulai sadar bahwa kita tidak sekuat perkiraan kita semula dalam mengatasinya. Kesadaran baru ini sangatlah berharga. Kesadaran ini menghasilkan kerendahan hati yang mendorong kita untuk menaikkan tangan dalam doa kepada Tuhan. Kita belajar arti ketergantungan pada Allah bukan dalam jalan yang penuh kesenangan, namun dalam jalan yang penuh kesulitan.

Allah yang pemurah, kapankah aku akan belajar bahwa kehidupan Kristen bukanlah tanggung jawabku, tetapi jawabanku pada kemampuan-MU. Tolonglah aku untuk menyerahkan diriku kepada-MU dan mulai belajar dengan cara yang baru bagaimana harus bergantung kepada-MU. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.