KETIKA KASIH ANDA KEPADA ALLAH MULAI MEMUDAR

AYAT ALKITAB UNTUK DIRENUNGKAN

Pusatkan pikiran pada betapa besarnya Anda dikasihi

1 Yohanes 3: Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. (ay.1)

Biarkan kasih-Nya menguasai Anda seperti halnya pada Paulus

2 Korintus 5: Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. (ay. 14)

Rasul Yohanes yang memahami prinsip ini

Wahyu 1: Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya-- dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. (ay. 5-6)

Allah mengasihi kita bukan hanya setelah kita menjadi Kristen, bahkan sebelumnya juga

Roma 5: Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (ay. 8)

Bagaimana menangani dosa

1 Yohanes 1: Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (ay. 9)

Semakin banyak kita tahu, semakin banyak lagi yang perlu kita ketahui

Efesus 3: Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. (ay. 18-19a)

Pertobatan: suatu keharusan

Wahyu 2: Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. (ay. 5)

Kita harus selalu prihatin jika kasih kita kepada Tuhan Yesus Berkurang dan memudar. Jebakan yang muncul pada saat seperti ini adalah berusaha mendapatkan kembali kasih kita kepada-Nya dengan tenaga dan usaha kita sendiri. Kita sering mendengar seorang Kristen berkata: "Masalahku adalah aku tidak cukup mengasihi Tuhan," lalu dilanjutkan dengan usahanya untuk menggali dalam dirinya sendiri, semangat atau kasih kepada Kristus. Caranya bukanlah seperti itu. Kita haus selalu ingat bahwa kasih kita kepada Kristus adalah tanggapan kasih-Nya kepada kita. Rasul Yohanes mengatakan dalam 1Yohanes 4:19: "Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." Jiwa kita dirancang untuk menanggapi kasih ilahi ini, bukan untuk menghasilkan kasih itu sendiri. Bila kita memusatkan pikiran kita pada betapa besar kita telah dikasihi-Nya, dan membiarkan diri kita dijamah oleh fakta ini, maka hal ini akan menciptakan tanggapan di dalam diri kita. Perlu ditekankan bahwa hal ini hanya bisa terjadi jika dosa telah disingkirkan dari hati kita. Dalam Wahyu 2:4 Tuhan kita berkata kepada gereja di Efesus: "namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula." Catat bahwa mereka tidak kehilangan kasih mereka, tetapi meninggalkannya. Ada perbedaan yang besar antara kehilangan dan meniggalkan sesuatu, jika kita kehilangan sesuatu biasanya kita tidak tahu di mana kita meletakkannya, tetapi jika kita meninggalkan sesuatu biasanya kita di mana sesuatu itu berada. Kita meninggalkan kasih kita bagi Kristus ketika kita melanggar salah satu perintah-Nya atau lebih, dan kasih tidak mungkin diperoleh kembali sebelum dosa diakui dan dicari pengampunan dari Allah. Tetapi, sekali semuanya diselesaikan maka prinsip di atas berlaku lagi. Pusatkan diri bukan pada seberapa besar Anda dapat mengasihi Dia, tetapi pusatkan pada kasih-nya kepada Anda. Tataplah salib-Nya, lihatlah kasih itu mengucurkan darah bagi Anda. Semakin Anda menyadari seberapa besar Anda dikasihi, semakin besar tanggapan Anda.

Ya Allah, aku tahu bahwa kasihku kepada-Mu tidak mungkin hilang, tetapi dapat ditinggalkan. Tunjukkan kepadaku di mana aku telah meninggalkannya dan tolonglah aku untuk memperbaikinya. Lalu, ajarlah aku untuk selalu menatap ke salib dan lebih memusatkan pada betapa besar aku telah dikasihi daripada seberapa besar aku dapat mengasihi. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.