e-Leadership 072 - Pelajaran Kepemimpinan dari Gideon (I)

Pelajaran Kepemimpinan dari Gideon (I)

Gideon yang Takut

Dalam bukunya, Melepas Belenggu Kekhawatiran dan Kecemasan (Gloria Graffa), Pam Vredevelt menulis bahwa ia pernah menemukan akronim buatan orang atas kata "FEAR" (kata bahasa Inggris yang berarti "ketakutan"), yakni "False Evidence Appearing Real" (bukti palsu yang kelihatannya benar). Menurutnya, ketakutan bisa membuat seseorang menilai sesuatu secara berlebihan, bahkan cenderung negatif, atas sesuatu yang belum ia ketahui secara pasti kebenarannya. Tepat seperti itulah yang dialami Gideon. Saat

Situs Lembaga Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Alkitab

Akhir-akhir ini, banyak organisasi gereja semakin bermasalah karena mereka tidak menerapkan prinsip-prinsip dasar komunikasi kepemimpinan, padahal sebagian besar pemimpin gereja itu menyadari bahwa penatalayanan gereja yang efektif membutuhkan kepemimpinan dan keterampilan berkomunikasi yang baik. Walaupun demikian, prinsip-prinsip kepemimpinan dapat dipergunakan sebagai alat untuk memuliakan Tuhan, sama seperti ketika kita menggunakan prinsip-prinsip homiletika untuk persiapan khotbah yang efektif.

Kepemimpinan yang Visioner

Kepimimpinan yang visioner dibutuhkan oleh Kerajaan Allah dalam rangka memenuhi rencana besar Allah untuk menjangkau dunia ini. Orang-orang yang menaati pengarahan-Nya itu dapat mengimplementasikan visi dan rencana-Nya bagi individu, gereja, komunitas, dan dunia. Kepemimpinan yang visioner tidak mencari pujian dari pengikutnya dengan cara mengeksploitasi kreativitas yang dimiliki. Sebaliknya, pemimpin Kristen yang memunyai tujuan spiritual merupakan pribadi yang menerima pengarahan Allah dan memulai

Editorial

Setiap pemimpin memiliki visi yang hendak dia capai dan wujudkan. Untuk mewujudkan visi tersebut, perlu penetapan langkah-langkah strategis yang tidak hanya menjangkau rencana jangka pendek, namun juga jangka panjang. Oleh karena itu, pemimpin harus bekerja dengan giat untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkannya, berapa pun harga yang harus dibayar. Jika terjadi kegagalan, seorang pemimpin yang visioner akan memandang kegagalan tersebut sebagai risiko yang harus dilewati untuk mencapai keberhasilan.

Komentar