Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Leadership

Loading

Menyembah yang maha Kudus

Jenis Bahan Indo Lead: Workbook

Kategori Bahan Indo Lead: Spiritual Leadership

34

Melatih & Melipatgandakan

MENYEMBAH YANG

MAHAKUASA

* Diterjemahkan dan diproduksi oleh Terang Nusa, dengan ijin dari "Train & Multiply", SEAN, Casilla 61, Vina del Mar, Chile.

Berdoalah agar dalam pelajaran ini Allah menyiapkan anda untuk memimpin jemaat anda dalam penyembahan yang benar, yang menyenangkan dan memuliakan Allah.

Apakah Penyembahan Itu ?

Penyembahan ialah persembahan diri kita kepada Tuhan dalam kasih dan kesucian (Rom.12:1). Penyembahan yang tulus mengalir dengan sendirinya dari jiwa pengikut (Yoh.4: 23). Kita menyembah Allah karena kita tahu siapa Dia, keagunganNya yang mengagumkan, kasih, kebijaksaan dan kuasaNya (Yes.6:1-3; Mazm.95:6, 96:9).

Hanya Roh Kudus memungkinkan kita menyembah Allah dengan ketulusan. Ia menyatukan kita dengan Kristus di sorga. Karena itu penyembahan kita naik kepada Allah Bapa melalui Kristus sendiri, Kepala rohani kita. Karena persatuan dengan Kristus ini, penyembahan kita berkenan kepada (menyenangkan) Tuhan. (Ef.2:17, 18; Ibr.4: 14-16).

Puji-pujian ialah iringan yang tak dapat

dihilangkan dalam penyembahan. Puji-

pujian mengagungkan perbuatan Allah

dalam ciptaanNya, sejarah GerejaNya

dan hidup setiap pengikut yang telah

diubah.

Puji-pujian kita seperti harumnya bau

kemenyan, yang dibakar di hadapanNya

di kenisah pada jaman kuno. Melalui

Kristus, bau harum ini naik ke hadirat

Allah di sorga (Why.5:80).

Apakah Ibadat Penyembahan Itu?

Bila kita menyembah, kita berkumpul untuk memuji-muji Allah sebagai Pencipta, Penyelamat dan Tuhan kita, dan untuk mempersembahkan hidup kita kepadaNya. Sebagai anak-anak yang telah ditebus di dalam Kristus, kita ungkapkan rasa syukur atas belaskasihanNya, dan menyatakan kesetiaan serta kebenaranNya. Suatu kebaktian ibadat menggabungkan penyembahan, puji-pujian, permohonan, pengampunan serta kesaksian, dalam suatu korban devosi yang tulus. Suasana penghormatan harus terus ada sepanjang ibadat.

Dalam Kol.3: 16 kita melihat beberapa aspek ibadat penyembahan : "Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang dan yang lain, dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu."

Ibadat penyembahan adalah terutama bagi para orang percaya. Orang-orang yang belum bertobat tidak dapat menyembah Allah dengan roh dan kebenaran (Yoh.4: 24). Beberapa pemimpin mengacaukan dua jenis ibadat: mereka menyiapkan ibadat penyembahan bagi orang yang tidak percaya, dan penginjilan bagi yang percaya !

Baca dan renungkan 1 Kor.14: 23-40. Berilah tanda dalam kurung bila telah mempelajarinya ( ).

Berikan tanda pada jawaban yang benar.

Ibadat penyembahan ialah bagi:

· orang yang percaya (pengikut). ( )

· teman-teman yang belum bertobat. ( )

Pertemuan penginjilan ialah bagi:

· orang yang percaya (pengikut). ( )

· teman-teman yang tidak percaya. ( )

Penyembahan ialah bagi orang-orang percaya, sedang penginjilan bagi yang belum bertobat.

Seorang yang belum bertobat tak dapat ikut ambil bagian dari lubuk hatinya dalam penyembahan yang benar. Mengapa tidak ? (Yoh.4: 19-24)

      ......................................................

Seorang gembala mengabaikan dan melemahkan para pengikutnya, jika ia hanya menginjili orang yang belum bertobat dalam tiap ibadat kebaktian. Mengapa ?

      ......................................................

Tabel berikut ini membandingkan ibadat penyembahan dengan pertemuan penginjilan; keduanya berbeda dalam hal tujuan, peserta, pelajaran dan kegiatan-kegiatan lain.

      Kumpulan Ibadat

      Tujuan : menyembah Allah.

      Peserta : para orang percaya (termasuk

        tamu).

      Pelajaran: Alkitab diterapkan pada

        kehidupan dan pelayanan

      umat Kristen.

      Kegiatan: doa, bacaan Alkitab,

      nyanyian puji-pujian,

kesaksian, persembahan,

        Pusat ibadat sering berupa

      Perjamuan Kudus.

        Pertemuan Penginjilan

Tujuan : mengajak orang yang belum bertobat untuk bertobat dan

      beriman kepada Kristus.

Peserta: orang-orang yang belum ber-

      tobat (mereka mendengarkan

      Firman agar diyakinkan dan

      percaya).

Pelajaran: Yesus Kristus dihadirkan

      kepada yang belum percaya,

      terutama kuasa kematian dan

      kebangkitanNya.

Kegiatan: tanpa persembahan, tanpa

      Perjamuan Kudus, tidak banyak

      pengikutsertaan peserta dalam doa

      dan menyanyikan lagu-lagu pujian.

Marilah Kita Menyiapkan Penyembahan dengan Baik.

Tabel berikut ini membedakan kebiasaan baik dari mereka yang memimpin ibadat dengan baik, dan kesalahan-kesalahan dari mereka yang tidak membuat persiapan yang memadai.

Kebaktian yang dipersiapkan

        dengan baik

* Mereka banyak berdoa sebagai

      persiapan beribadat.

* Aturan ibadat dipersiapkan

      sebelumnya, dan meng-

      ikuti tema yang dipilih de-

      ngan hati-hati.

    * Acaranya bervariasi.

    * Mereka datang sebelum ibadat di-

    mulai, rindu untuk bertemu de-

    ngan Tuhan.

    * Mereka mulai dengan lagu pujian

    sambil berdiri.

    * Mereka menyanyikan lagu-lagu

    pujian dan memimpin jemaat ke arah sikap penyembahan dalam

    hadirat Tuhan.

    * Bacaan Alkitab sudah dilatih

    sebelumnya.

    * Banyak orang berbagi dalam iba-

    dat.

    * Mereka berpakaian rapi dan res-

    mi dengan wajah tersenyum.

    * Mereka telah memilih dengan

    baik lagu-lagu pujian, sesuai de-

    ngan tema pesan Alkitab, yang

    memungkinkan para pengikut

    mendekatkan diri kepada Tuhan.

    * Para peserta tahu kapan giliran

mereka untuk menyanyi, mem-

    baca atau berbicara.

    * Tata cahaya cukup dan ditaruh

    di tempat yang tepat: di atas

    atau agak di belakang umat.

    * Anak-anak tenang dan merela-

    kan tempat duduk mereka bila

    tak cukup untuk orang dewasa.

    * Mereka merayakan Perjamuan

    Kudus dengan khidmat namun

    gembira.

    * Khotbah mereka bervariasi se-

    suai dengan kebutuhan jemaat

    dan berbagai tema dari Firman

    Tuhan.

    * Tempat ibadat bersih dan rapih.

    * Para tamu diterima dengan ra-

    mah dan disilakan duduk di

    tempat terbaik. Orang-orang

    bercakap dan ingin mengenal

    mereka.

    * Mereka saling memberi sema-

    ngat, menyatukan dan mendidik.

    * Jemaat dan para tamu bercakap-

    cakap sebelum dan sesudah aca-

    ra ibadat.

      Kebaktian yang Kurang

        Dipersiapkan

    * Hanya sedikit doa disiapkan.

    * Para peserta datang tanpa per-

    siapan.

    * Acara selalu sama.

    * Mereka datang terlambat, tak

    mengharap untuk bertemu de-

    ngan Tuhan.

    * Mereka terus duduk.

    * Mereka menyanyikan paduan

    suara anak-anak, sedikit lagu

    puji-pujian.

    * Kitab Suci dibacakan kurang

    bagus.

    * Satu orang menguasai upacara.

    * Mereka berpakaian sembrono,

    dan jarang tersenyum.

    * Mereka harus bertanya: "Kita

    akan bernyanyi apa sekarang ?

    * Mereka harus mengumumkan

    tiap kegiatan dan membuang

    waktu untuk bersiap, menggang-

    gu jalannya penyembahan.

    * Tata cahaya tidai memadai atau

    diletakkan di depan dan meng-

    ganggu mata para jemaat.

    * Anak-anak mengambil tempat

    terbaik dan ribut.

    * Mereka melalaikan Perjamuan

    Tuhan, atau merayakannya seca-

    ra rutin tanpa mengharap keha-

    diran Tuhan.

    * Pengkhotbah selalu sama, ten-

    tang subjek yang sama.

    * Ruangan tidak teratur; benda-

    benda selain roti dan anggur di-

    tinggal saja di meja Tuhan.

    * Hanya sedikit orang bercakap

    dengan para tamu.

    * Mereka mencaci jemaat.

    * Mereka pergi tanpa pamit ketika

    ibadat selesai.

    Bagian-bagian Penting dari Kebaktian Ibadat

    (Bentuk contoh ibadat)

Suatu ibadat penyembahan menyertakan unsur-unsur berikut ini. Buatlah variasi urutan ibadat agar tidak menjadi rutin. Para pemimpin harus terbuka bagi pimpinan Roh Kudus selama ibadat. Penyembahan adalah pertemuan dengan Tuhan yang tak dapat diatur oleh manusia sendiri.

      * Berdoa , memohon dan bersyukur atas kehadiranNya.

      * Mengakui dosa-dosa (di depan umum atau doa pribadi, atau dengan lagu-lagu pengakuan).

      * Meyakinkan akan pengampunan: bahwa pada waktu bertobat, kita diampuni karena berkat darah Kristus (baca bagian Kitab Suci, mis. 1Yoh.1: 9) atau menyanyikan lagu

      pujian yang temanya tentang pengampunan.

      * Mengarahkan peserta kepada penyembahan Allah dengan mazmur, lagu dan puji-pujian.

      * Pakailah satu atau dua bacaan Alkitab (dengan baik). Kadang-kandang mereka membaca bergantian (seorang membaca satu ayat, yang lain membaca berikutnya).

      * Menyanyikan lagu pujian sesuai dengan tema pesan Alkitab.

      * Menyampaikan pesan Alkitab, atau merenungkan Firman Allah dengan cara lain (pendalaman Alkitab, drama , atau ramalan).

      * Menyampaikan doa-doa untuk jemaat, bangsa, para perintis jemaat di luar negeri, orang-orang sakit dan orang-orang lain yang berkekurangan.

      * Memberi pengumuman.

      * Penyembahan dengan persembahan dan persepuluhan.

      * Merayakan Perjamuan Kudus dalam persahabatan dengan Tuhan dan umat lain.

      * Mempersembahkan diri kita kepada Allah dan pelayanan kepadaNya melalui lagu-lagu pujian atau doa.

      * Menghantar jemaat (sebelum pulang) dengan berkat.

Berikan kesempatan kepada anggota-anggota jemaat untuk tampil spontan, terutama kelompok kecil: menyanyi, berdoa, menasehati, mengilhami kesaksian, bermain musik, membaca puisi, melaporkan tugas, menyajikan drama atau sajian lain yang khusus.

Suatu waktu, sebelum, pada saat, atau sesudah ibadat, berikan kepada jemaat waktu yang cukup banyak untuk saling mendoakan, bercakap dan membuat rencana. Sekali-sekali mereka juga harus makan bersama.

Biarkan anak-anak ikut ambil bagian dalam penyembahan; mereka dapat bernyanyi atau memberi kesaksian.

      Dalam kelompok kecil, setiap

      orang harus ikut ambil bagian.

      Seseorang boleh menasehati,

      yang lain memberi komentar

      atas suatu bagian Alkitab,

      yang lain lagi memberikan ke-

      saksian tentang karya Tuhan

      dalam hidupnya.

            Ya. Bahkan dalam jemaat yang

            besar pun semua anggota dapat

            ambil bagian dalam bernyanyi

          dan berdoa. Mereka dapat mem-

          baca Alkitab bersama-sama

          atau bergantian.

KESAKSIAN

Di jemaat saya, seseorang memberi

kesaksian yang sama dalam setiap

pertemuan. Semua orang menjadi

bosan.

Lain kali, mintalah beberapa orang

terutama orang Kristen baru, mem-

berikan kesaksian, dan panggillah mereka menurut nama mereka.

Bagaimana Menyiapkan Kebaktian

Berikut ini adalah metoda yang praktis untuk menyiapkan kebaktian.

1. Berdoa mohon bimbingan Tuhan dan pengurapan atas kebaktian.

2. Lihatlah daftar bagian-bagian penting dari kebaktian. Pada sehelai kertas, tulislah hal-hal yang spesifik susunan kebaktian itu, mis. lagu-lagu pujian yang akan dinyanyikan, bacaan Alkitab yang mana, semuanya dalam urutan.

3. Pertimbangkan bagian-bagian mana dari kebaktian itu yang akan anda serahkan kepada orang-orang lain, dan tulislah nama mereka di samping bagian yang dimaksud. Misalnya, di samping bacaan Alkitab anda tulis nama "John Dower" yang akan membaca. Hubungi mereka dan berdoalah dengan mereka sebelum acara, yakinkan juga apakah pemain musik (kalau ada) mengenal nada-nada dan kuncinya, dan berlatih sebelumnya.

4. Datanglah di tempat pertemuan pada saat yang baik, menyiapkan tempat (kursi, kerapihan, Alkitab, buku nyanyian, piring persembahan, daftar pengumuman, roti dan anggur bagi Perjamuan Tuhan, alat-alat musik yang sudah disetel). Orang-orang lain harus membantu.

5. Selama pertemuan, bukalah diri anda bagi bimbingan Roh Kudus. Ia mungkin membimbing kebaktian ke arah yang tidak anda duga. Bersiaplah untuk apa yang dikehendakiNya. Penyembahan adalah pertemuan pribadi dengan Allah yang hidup.

Contoh suatu Kebaktian

      * Doa pembukaan, menyanyikan Mazmur 100.

      * Doa pribadi, mohon ampun dan bacaan 1 Yoh.1: 9 Pemusik:

      * Lagu-lagu : Petrus

        tentang kesaksian: No.52 Andreas

        tentang syukur : No.47 Joanne

        tentang pujian : No.12, 5

        tentang pemujaan : No.20, 25.

      * Bacaan al-Kitab: Fil.3:1-21 (John Dower).

      * Lagu No.62

      * Khotbah (Alfred Brown)

      * Doa bagi bangsa, penginjilan, orang-orang sakit (Jack Ferguson).

      * Pengumuman.

      * Persembahan (Ada Ross).

      * Perjamuan Tuhan.

      * Lagu No.64. * Berkat Penutup.

Pertanyaan-pertanyaan

Apakah anda menyiapkan kebaktian-kebaktian dengan doa yang cukup?

Ya. ( ) Tidak, tetapi saya akan mulai. ( )

Apakah gereja anda menyediakan buku nyanyian untuk setiap orang ?

Ya. ( ) Tidak. ( )

Apakah anda menulis urutan kebaktian dan lagu-lagu dengan baik sebelumnya, agar para pemain musik dan semua orang yang dengan partisipasi khusus dipersiapkan dengan baik ?

Ya. ( ) Tidak, tetapi saya akan mulai. ( )

Apakah anda minta orang-orang lain untuk memimpin dan mengambil bagian juga dalam kebaktian, atau anda melakukan semuanya sendiri ?

Ya. ( ) Tidak, tetapi saya akan mulai. ( )

Seberapa sering anda merayakan Perjamuan Tuhan ?

Sekali seminggu. ( ) Dua kali sebulan. ( ) Sebulan sekali. ( )

Apakah anda berdoa bagi kebutuhan-kebutuhan jemaat ?

Ya. ( ) Tidak, tetapi saya akan mulai. ( )

Apakah anda menyiapkan kebaktian-kebaktian khusus pada hari Minggu Paskah dan hari-hari penting lain ? (Beberapa kebaktian khusus harus bersifat penginjilan bila ada orang yang belum bertobat diundang).

Ya. ( ) Tidak, tetapi saya akan melakukannya. ( )

Tugas Praktek

      * Berdoalah dengan khusuk mohon berkat Tuhan dan pengurapan atas pelayanan jemaat. ( )

      * Rencanakan kebaktian dengan baik sebelumnya dengan pemimpin-pemimpin lain. ( )

      * Ajarkan kepada jemaat atau kelompok anda apakah penyembahan itu, agar mereka memberkati dan memuliakan Tuhan, bukan hadir hanya untuk menerima berkat bagi mereka sendiri. ( )

      * Pimpinlah (atau membantu memimpin bagian-bagian kebaktian, bergantian dengan yang lain). ( )

      * Bantulah seluruh jemaat untuk ikut serta sesuai bakat mereka masing-masing :

      bernyanyi, berdoa, bersaksi, membaca, bernubuat, dll.)

AttachmentSize
menyembah_allah.doc84 KB

Komentar