Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Leadership

Loading

Prinsip-prinsip Hidup

Berikut ini adalah tiga belas prinsip kepemimpinan. Sebagian besar dari persyaratan bagi "penatua" yang terdapat dalam 1 Tim. 3:1-7. Dua persyaratan terakhir adalah jangan "seorang yang baru bertobat (3:6)", dan harus "mempunyai nama baik di luar jemaat (3:17)". Kriteria "jangan seorang yang baru bertobat" merupakan prinsip yang vital dan penting bagi berbagai peran kunci dalam kepemimpinan, tidak hanya dalam gereja, tetapi juga dalam organisasi-organisasi Kristen lainnya. Banyak orang yang baru percaya telah dikalahkan oleh Iblis ketika mereka terlalu cepat diberi posisi yang penting, termasuk berkhotbah dan memimpin puji-pujian. Seperti Paulus katakan, mereka dapat dengan cepat "menjadi sombong dan kena hukuman Iblis" (3:6). Kerjakan prinsip-prinsip ini dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut dan lingkarilah nomor yang tepat pada skala tujuh angka.

1. Sejauh mana saya menjalani kehidupan yang patut dicontoh dan nyata, baik bagi orang-orang Kristen maupun non-Kristen? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

2. Sejauh mana saya bersih dalam hal moral, dengan memelihara standar kebenaran Tuhan? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

3. Sejauh mana saya menjadi orang Kristen yang sabar, yang hidup oleh iman, yang menunjukkan harapan, dan mewujudkan kasih alkitabiah yang sejati dalam semua keadaan? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

4. Sejauh mana saya menjadi orang Kristen yang bijaksana, orang yang berhikmat, cerdas, dan berpengalaman? Lebih jauh lagi, sejauh mana saya mencerminkan kerendahan hati yang sejati, dan kehidupan yang saleh serta penuh doa, yang dimotivasi oleh anugerah Tuhan? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

5. Sejauh mana saya menjadi orang Kristen yang dihormati orang, yang menjalani kehidupan yang tertib, dan yang membuat orang- orang yang belum percaya menjadi tertarik kepada Injil? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

6. Sejauh mana saya menjadi orang Kristen yang senang memberi tumpangan, yang tidak mementingkan diri sendiri, dan murah hati, serta mau membuka pintu rumah saya bagi pelayanan untuk membagikan berkat-berkat duniawi saya dengan orang-orang, baik orang Kristen maupun non-Kristen? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

7. Sejauh mana saya dapat berkomunikasi dengan cara yang tidak suka berdebat, tidak ingin menang sendiri, dan tidak mengancam -- melainkan menunjukkan kelemahlembutan, kesabaran, dan kemampuan mengajar tanpa mengurangi makna firman Allah? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

8. Sejauh mana saya bebas dari keinginan daging yang penuh dosa? Lebih jauh lagi, sejauh mana saya menggunakan kebebasan saya dalam Kristus dengan cara yang tidak menyebabkan orang lain berdosa? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

9. Sejauh mana saya dapat mengontrol perasaan-perasaan marah saya dengan tidak mengekspresikan perasaan-perasaan tersebut dengan cara-cara yang melukai dan berdosa? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

10. Sejauh mana saya dapat menunjukkan keyakinan dan keterusterangan yang kuat, tidak hanya bersikap membela kebenaran, tetapi juga menyeimbangkan sikap-sikap dan tindakan-tindakan ini dengan roh kelemahlembutan yang adil, pantas, bijaksana, dan peka? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

11. Sejauh mana saya dapat berhubungan dengan orang lain dengan gaya komunikasi yang tidak membuat mereka merasa dikontrol, dimanipulasi dan harus membela diri? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

12. Sejauh mana saya menjadi orang Kristen yang murah hati, suka berderma secara teratur, sistematis, proporsional, dan penuh sukacita untuk pekerjaan Tuhan? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

13. Sejauh mana saya menjadi orang tua yang memiliki hubungan yang baik dengan anak-anak, yang memberikan petunjuk yang baik untuk kesatuan keluarga? 1 2 3 4 5 6 7 Tidak pernah Selalu

[Evaluasi ini didasarkan pada The Measure of a Man, yang dilandasi oleh dua puluh sifat yang diuraikan dalam 1 Timotius 3 dan Titus. Buku ini sangat dianjurkan sebagai sumber bahan untuk pemuridan dan untuk mengembangkan orang-orang Kristen yang memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin.]

Sumber diedit dari: Judul buku : Leaders on Leadership Judul artikel: Menjadi Seorang Pemimpin Kristen Penulis : George Barna Penerbit : Gandum Mas, Malang 2002 Halaman : 129 - 131

Komentar